Share

Tidak Berhak

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-09-22 11:43:00

Perubahan besar selalu mudah disadari.

Seseorang yang tiba-tiba berhenti pulang lebih awal.

Telepon yang mendadak tidak pernah lagi dijawab.

Pelukan yang perlahan hilang.

Percakapan yang berubah dingin.

Namun perubahan kecil jauh lebih berbahaya.

Karena terkadang ia datang begitu pelan sampai seseorang baru menyadarinya setelah mulai merasa kehilangan sesuatu yang sebelumnya selalu ada.

Dan selama beberapa hari terakhir—Vimala mulai merasakan itu.

*** <
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Siti Hamidah
heran aja bukannya Zian itu Dirut ya knp mesti dia yg terjun lgsg hah emangnya gk ada apa manager yg mumpuni apa authornya yg emang bikin begini ya Mala yg tokoh utama malah jd pecundang
goodnovel comment avatar
Astariii_
lahhhh ratu mah bukan gundik ka. kan si Zyan yg kyk cowo bingung, plinplan bgt jadi lakiiii. emg dasarnya takdir aja yg main² sama mereka
goodnovel comment avatar
Dewi Arsandi
tolong ya thor jgn terus nyajung2 si gundik ratu dsini mala yg kasian banget mala ayo kmu pasti bisa jdi mandiri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Keadilan untuk Wisnutama

    Di belakang mereka, Burhan tetap berdiri dengan ekspresi kesal. Benaknya mulai memetakan balas dendam apa yang bisa dilakukan untuk menghancurkan Vimala dan Zyandru.Sementara Robi menatap punggung Vimala penuh dendam.***Di dalam mobil, Vimala menyandarkan kepala pada bahu Zyandru.Laki-laki itu mengusap tangannya perlahan.“Kamu pasti capek?”Vimala mengangguk.“Bukan capek badan tapi capek pikiran ya?”Vimala mendongak mempertemukan tatap, suaminya memang peka.“Kita langsung pulang saja?”Vimala menggeleng.“Kan Bunda sudah pesan tempat makan.”Zyandru tersenyum.“Kalau kamu capek, Bunda pasti ngerti.”“Aku enggak mau mengecewakan Bunda.”“Bunda enggak akan kecewa.”Vimala menatap suaminya.“Aku justru pengen makan sama Ayah dan Bunda.”Zyandru mengangguk.“Ya sudah.”Perempuan itu kembali menyandarkan kepala.Beberapa saat berlalu sebelum ia berbicara.“Zyan … Aku lega.”Zyandru menoleh.“Aku juga.”“Tapi aku juga sedih.”Vimala mengusap perutnya.“Hub

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Sangat Kecewa

    Ruang sidang hari itu terasa lebih penuh dibandingkan persidangan sebelumnya.Sejumlah wartawan menunggu di luar gedung pengadilan.Perkara yang melibatkan mantan pejabat MG Group tersebut menarik perhatian karena nilai transaksi yang besar dan hubungan dekat Burhan dengan mendiang Wisnutama Natamanggala.Zyandru memasuki ruang sidang sambil menggandeng Vimala.Yudha sudah menunggu di barisan kursi pengunjung.Di sebelahnya duduk ayah Kama dan bunda Arshavina.Vimala terkejut.“Ayah? Bunda?”Bunda Arshavina langsung berdiri.“Hai Sayang.”“Kok Ayah sama Bunda datang?”Kama tersenyum.“Memangnya Ayah enggak boleh menemani anaknya?”Mata Vimala seketika berkaca-kaca.“Ayah….”Bunda Arshavina memeluk menantunya.“Bunda sudah bilang, kan? Kamu enggak sendirian.”Vimala mengangguk.Zyandru menyalami kedua orang tuanya.“Makasih sudah datang, Yah, Bun.”Ayah Kama menepuk bahu putranya.“Kita keluarga, Zyan.”Mereka duduk bersama.Tidak lama kemudian, Burhan dan Robi d

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Keluarga

    Beberapa pekan berikutnya, persidangan Burhan dan Robi terus berlangsung.Jaksa menghadirkan sejumlah saksi dari bagian keuangan, audit internal, dan tim proyek MG Group.Ratih memberikan keterangan mengenai hasil pemeriksaan transaksi dan dokumen yang menjadi dasar pembayaran.Beberapa staf proyek menjelaskan bahwa pekerjaan yang tercantum dalam berita acara tidak sesuai dengan kegiatan yang mereka lakukan.Dokumen elektronik, riwayat persetujuan pembayaran, serta data transaksi perbankan turut diperiksa.Dalam salah satu persidangan, Maya juga memberikan keterangan mengenai pertemuan Wisnutama dengan Burhan pada pagi hari sebelum kematian pemimpin MG Group tersebut.Maya menjelaskan apa yang benar-benar dilihat dan didengarnya.Bahwa Burhan datang menemui Wisnutama.Bahwa dari balik pintu tertutup ia mendengar suara Wisnutama meninggi.Dan bahwa setelah pertemuan itu, Wisnutama terlihat kesal serta meminta agar Burhan tidak diterima kembali jika datang.Namun Maya juga men

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Tempat Untuk Pulang

    “Hati-hati, Sayang.” Zyandru menuntun Vimala menuruni anak tangga.Vimala tersenyum saja, merasa bahagia dicintai oleh suaminya.Pria itu lantas menarik kursi ketika langkah mereka sudah sampai di meja makan.“Makasih Sayang,” kata Vimala.Pria itu menarik dagu sang istri, kemudian mengecup bibirnya sekilas.Zyandru pun duduk di kepala meja.Bi Tina dan beberapa asisten rumah tangga silih berganti keluar masuk ruang makan untuk menyajikan sarapan pagi dengan dua menu berbeda untuk Vimala dan Zyandru.“Aku bosan makanan seperti ini terus.” Vimala mengaduk makanannya tidak berselera.“Sayang … ini menu dari ahli gizi, dengan kondisi penyakit kamu dan sedang mengandung—mau enggak mau kamu punya banyak pantangan makanan.” Zyandru menggenggam tangan Vimala di atas meja.Wajah Vimala masih menunduk kecewa.“Mau aku suapin?” tanya Zyandru.Vimala mengangkat pandangan kemudian tersenyum menggemaskan.“Iyaaaa, mau disuapin …,” katanya manja.Zyandru terkekeh, kemudian meraih sendo

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Harga dari Pengkhianatan

    Pukul dua siang.Zyandru berdiri di depan jendela ruang kerjanya ketika Yudha datang bersama Ratih.Davin mempersilakan keduanya masuk.“Bagaimana, Pak?”Yudha dan Ratih duduk berdampingan.“Tim audit sudah menyelesaikan pencocokan tambahan.”Ratih menyerahkan sebuah laporan.“Dari dokumen yang diperiksa, ada beberapa berita acara pekerjaan yang menggunakan dokumentasi tidak sesuai dengan proyek sebenarnya.”Zyandru membuka laporan tersebut.“Sudah dikonfirmasi ke tim proyek?”“Sudah. Kami juga mendapatkan salinan dokumen asli dari proyek yang fotonya digunakan kembali.”“Bagaimana dengan staf yang namanya tercantum?”“Mereka sudah memberikan keterangan kepada tim audit dan bersedia menjelaskan kepada penyidik.”Zyandru mengangguk.Yudha kemudian menyampaikan perkembangan pemeriksaan Burhan dan Robi yang diperolehnya melalui koordinasi resmi dengan penyidik.“Untuk saat ini, kami belum menerima seluruh isi berita acara pemeriksaan. Tetapi penyidik mengonfirmasi bahwa pe

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Konfrontasi Pihak Legal

    Ruang pemeriksaan terasa dingin.Robi duduk di hadapan penyidik dengan kedua tangan saling bertaut.Di sebelahnya, Hendra membuka catatan.Seorang penyidik meletakkan salinan dokumen di atas meja.“Saudara Robi, kami ingin meminta penjelasan mengenai pembayaran kepada PT Arunika Teknik Konsultan.”Robi mengangguk.“Silakan.”“Saudara pernah menyatakan bahwa seluruh pekerjaan vendor tersebut telah selesai dan pembayaran dilakukan sesuai prosedur.”“Betul.”Penyidik menunjukkan sebuah berita acara.“Ini salah satu dokumen yang Saudara tanda tangani.”Robi memperhatikannya.“Iya.”“Dalam dokumen ini dinyatakan bahwa pekerjaan pengawasan lapangan telah dilaksanakan.”“Betul.”“Saudara memeriksa hasil pekerjaannya secara langsung?”Robi terdiam sebentar.“Saya menerima laporan dari tim.”“Tim siapa?”“Staf proyek.”“Siapa namanya?”Robi mengerutkan kening.“Sudah lama. Saya harus memeriksa lagi.”Penyidik mengangguk.“Kami sudah meminta keterangan beberapa staf yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status