Beranda / Romansa / Takdir Yang Tertukar Istri Kedua / Bab 10: Satu Alasan Kuat untuk Tetap Bernapas

Share

Bab 10: Satu Alasan Kuat untuk Tetap Bernapas

Penulis: Aprilia queen
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 14:29:06

Satu alasan kuat untuk tetap bernapas seketika terasa direnggut dari paru-paru Alya saat ia melihat ayahnya terbaring tidak berdaya di bawah ancaman dua pria berbadan tegap.

Kejutan pahit itu menyambutnya tepat saat ia baru saja menginjakkan kaki di pelataran rumah sakit dengan harapan bisa memberikan sedikit penghiburan bagi sang ayah.

Alya terpaku di ambang pintu ruang perawatan sambil menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar hebat guna menahan teriakan yang hampir meledak.

Ayahnya yang s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 130: Penyelamatan Nekat Tanpa Bantuan Prajurit

    Penyelamatan nekat tanpa bantuan prajurit itu berakhir dengan dentuman dahsyat yang menggetarkan permukaan tanah hutan terlarang saat mulut gua runtuh sepenuhnya tertelan bumi.Alya terjerembap di atas hamparan lumut basah dengan napas memburu serta jemari yang gemetar hebat meraba tanah seolah memastikan dirinya masih berpijak di alam kehidupan.Di sekelilingnya, belasan anak anak menteri yang baru saja diselamatkan menangis histeris sambil memeluk satu sama lain di bawah naungan pepohonan raksasa yang tampak seperti raksasa diam.Ratu muda itu mengabaikan rasa perih di telapak tangannya yang terkoyak batu tajam demi menghitung jumlah nyawa kecil yang berhasil ia tarik keluar dari cengkeraman maut.Maya merangkak mendekati Alya dengan wajah yang kotor oleh jelaga hitam namun matanya memancarkan kelegaan yang luar biasa besar karena mereka semua selamat.Ia segera memeriksa kondisi fisik Alya yang tampak sangat mengenaskan dengan jubah kebesaran yang kini robek di beberapa bagian akib

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 129: Jejak Kaki yang Mengarah ke Hutan Terlarang

    Jejak kaki yang mengarah ke hutan terlarang itu mendadak menghilang di balik dinding tebing terjal tepat saat ujung anak panah musuh nyaris menyentuh permukaan kulit leher Alya yang seputih pualam.Alya tidak berkedip sedikit pun meskipun deru napas pria bertopeng di hadapannya terasa begitu panas dan penuh dengan aroma tembakau yang sangat menyengat indra penciumannya.Di belakangnya, Maya serta para pengawal setia sudah berlutut dengan tangan terikat sementara hutan yang semula hanya berbisik kini mendadak riuh oleh tawa mengejek dari lusinan bayangan hitam yang muncul dari balik pepohonan raksasa.Keadaan berbalik menjadi sebuah mimpi buruk yang sangat nyata karena Sang Ratu kini benar benar terjebak di wilayah tak bertuan tanpa membawa satu pun pasukan bantuan dari istana."Katakan padaku di mana kalian menyembunyikan putra putri menteri itu sebelum kesabaranku benar benar habis!" seru Alya dengan nada suara yang tetap berwibawa meski jemarinya bergetar hebat."Anda masih mencoba

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 128: Konspirasi Penculikan di Taman Kanak Kanak

    Konspirasi penculikan di taman kanak kanak itu terungkap saat matahari baru saja menyembul dari ufuk timur dan menyinari teras istana yang biasanya riuh oleh tawa putra putri para bangsawan.Alya berdiri mematung di ambang pintu besar dengan wajah pucat pasi ketika melihat taman bermain yang biasanya penuh warna kini hanya menyisakan sepatu kecil yang tergeletak sepi di atas rumput embun.Tidak ada satu pun suara bocah yang terdengar melainkan hanya desiran angin yang membawa aroma kecemasan luar biasa menyelimuti seluruh kompleks pendidikan khusus anak anak tersebut.Jantung Sang Ratu berdegup kencang seolah olah ingin melompat keluar dari dadanya saat menyadari bahwa seluruh anak menteri penting telah menghilang tanpa menyisakan jejak sedikit pun.Maya berlari menghampiri Alya dengan napas yang terengah hingga ia hampir saja tersungkur di atas lantai marmer yang dingin.Wajah asisten setia itu tampak kacau dengan bekas air mata yang belum kering sepenuhnya dari pipinya yang biasanya

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 127: Tangisan Bayi di Tengah Suasana Mencekam

    Tangisan bayi di tengah suasana mencekam itu menyayat keheningan ruang bawah tanah istana yang selama berabad abad hanya dihuni oleh debu serta aroma apek gandum tua.Alya melangkah dengan sangat hati hati sementara jemarinya meraba dinding batu yang terasa dingin sekaligus lembap akibat rembesan air tanah yang tidak pernah mengering.Jantungnya berdegup kencang seirama dengan suara tangis yang semakin jelas terdengar saat ia melewati deretan peti kayu besar yang tertata rapi di sudut ruangan paling gelap.Ia mengangkat lentera tembaga di tangannya lebih tinggi guna memastikan bahwa apa yang ia dengar bukanlah sekadar tipuan indra atau ilusi yang diciptakan oleh rasa takutnya sendiri.Pemandangan di hadapannya mendadak membuat napas Alya tertahan di tenggorokan karena ia melihat sebuah keranjang anyaman kecil terletak di atas tumpukan karung goni.Di dalam keranjang tersebut tampak seorang bayi mungil yang sedang meronta ronta dengan wajah memerah karena terus berteriak tanpa ada yang

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 126: Keputusan Sulit demi Stabilitas Keamanan

    Keputusan sulit demi stabilitas keamanan menghantam kesadaran Alya saat ia menatap gulungan peta militer yang terbentang di atas meja jati dengan tangan yang masih gemetar hebat.Berita mengenai mundurnya Gibran dari komando tertinggi telah menyebar luas ke penjuru ibu kota secepat kobaran api yang melahap jerami kering di tengah musim kemarau.Menteri Pertahanan yang baru saja ditunjuk berdiri dengan wajah pucat sambil meremas ujung seragam kebesarannya karena ia menyadari beban yang kini berpindah ke pundaknya yang tidak sekuat milik Sang Panglima.Suasana di dalam ruang rapat mendadak menjadi sangat dingin hingga suara detak jam dinding terdengar seperti dentuman palu godam yang menghakimi setiap keraguan dalam hati Sang Ratu.Alya memaksakan diri untuk duduk tegak meskipun jiwanya terasa sedang tercabik cabik oleh rasa bersalah yang amat mendalam kepada suaminya sendiri.Ia melihat bayangan Larasati yang tersenyum sinis di balik tirai koridor seolah olah wanita itu telah berhasil

  • Takdir Yang Tertukar Istri Kedua   Bab 125: Cemburu yang Menjadi Senjata Bagi Lawan

    Cemburu yang menjadi senjata bagi lawan meledak seketika saat Alya menemukan seuntai kalung perak tergeletak di atas meja kerja suaminya dengan inisial nama yang sangat asing.Benda berkilau itu seolah membakar sepasang matanya hingga ia merasa sesak napas karena menyadari bahwa Gibran telah menyimpan sesuatu yang sangat rahasia darinya.Di ambang pintu, Larasati berdiri tegak dengan senyum kemenangan yang tipis namun sangat tajam seakan dia baru saja berhasil menancapkan duri tepat ke dalam jantung sang penguasa.Keheningan ruangan tersebut mendadak terasa begitu menyesakkan karena setiap sudut istana seolah olah kini sedang berbisik mengenai pengkhianatan yang sedang direncanakan secara rapi.Alya meremas jemarinya kuat guna menahan getaran hebat yang mulai merayap naik dari ujung kakinya menuju seluruh persendian tubuh yang mendadak terasa sangat lemah.Ia menoleh ke arah jendela besar di mana Gibran sedang terlihat bercengkrama akrab dengan beberapa tetua adat di taman belakang ta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status