Share

Bab 26. Menikmati Hukuman

Author: Penadiary
last update Last Updated: 2026-02-24 01:00:20

Setelah memastikan pintu kamarnya benar-benar tertutup, Chyara melepas gaun mewah yang ia kenakan dan menggantinya dengan gaun tidur yang lebih ringan. Ia melakukannya sendiri tanpa bantuan pelayan.

Begitu selesai, ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Kasur empuk itu langsung menyambutnya. Chyara menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong selama beberapa detik, lalu sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Akhirnya ... aku bisa beristirahat!” serunya pelan, lalu berguling ke kiri dan ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 32. Surat dari Mirelle

    Setelah pengakuan itu, hari-hari berikutnya berjalan lebih tenang.Anna mulai diam-diam masuk ke kamar Chyara setiap pagi dan malam, membawa makanan hangat yang disembunyikan di balik keranjang kain. Langkahnya selalu hati-hati, memastikan tak ada pelayan lain yang melihatnya.Kebetulan, Reynard juga semakin jarang muncul. Sudah beberapa hari cahaya keemasan itu tidak lagi menyelinap masuk lewat jendela. Tidak ada sosok tinggi berambut merah yang duduk dengan wajah dingin di sofa kamarnya. Tidak ada suara dengusan kesal atau tatapan emas yang mengintimidasi.Chyara tidak terlalu memikirkannya. Setidaknya, ia berusaha tidak memikirkannya. Mungkin pria itu sedang bimbang. Atau mungkin sedang berusaha menahan diri dari ketergantungan yang mulai ia sadari sendiri.Apa pun alasannya, ketidakhadirannya memberi Chyara satu keuntungan besar, tangannya bisa beristirahat dari terluka.Meski setiap luka yang dibuat Reynard selalu sembuh dalam sekejap oleh cahaya keemasannya, rasa sakitnya tetap

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 31. Kebenaran Malam Itu

    Chyara bersandar santai di kepala ranjang, satu kaki terlipat malas di atas kasur. Sebuah buku terbuka di tangannya, sementara di sampingnya tergeletak piring kecil berisi potongan buah yang tinggal setengah. Sesekali ia menyuapinya dengan tenang.Sudah satu minggu ia menjalani hukuman dikurung di kamar. Anehnya, ia sama sekali tidak merasa tertekan. Tidak ada jamuan keluarga yang melelahkan, tidak ada tatapan merendahkan dari para pelayan, dan untuk sementara waktu, ia tidak perlu memikirkan Azelia.Namun ketenangan itu hanya berlaku untuk tubuhnya, bukan pikirannya.Perlahan Chyara menutup buku di tangannya, lalu menatap langit-langit kamar. Pikirannya kembali pada kejadian seminggu lalu.Dalam alur novel yang ia ketahui, Chyara-lah yang seharusnya meracuni Azelia dengan menuangkan racun ke dalam minuman. Ia sudah mencegahnya dan tidak melakukan itu, tetapi Azelia tetap teracuni. Dan racun itu bukan berasal dari minuman, melainkan dari kue.Alur cerita telah berubah. Dan perubahan

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 30. Akting yang Bagus

    Chyara tahu ia tidak bisa selamanya memberi darahnya sedikit demi sedikit dan terus melukai dirinya sendiri. Jika hubungan mereka terus bertumpu pada rasa haus Reynard semata, maka suatu hari obsesi itu akan berubah menjadi bahaya.Ia harus mengubah dasar ketertarikan itu. Bukan lagi karena darahnya, melainkan karena dirinya.Reynard adalah makhluk yang hidup dari obsesi dan rasa superioritas. Ia terbiasa ditakuti, dihindari, dan dipatuhi. Pria itu pasti selalu melihat manusia gemetar ketakutan di hadapannya.Maka cara terbaik untuk menarik perhatiannya bukan dengan memohon, melainkan dengan menentang dan membuatnya terusik. Dirinya tidak boleh menunjukkan rasa takut sedikitpun.Dan selama beberapa hari terakhir, taktik itu berhasil.Hari ini, Chyara membuat perhitungan yang lebih berani. Ia tahu risikonya besar. Jika ia salah langkah, Reynard bisa saja benar-benar membunuhnya. Tetapi jika ia berhasil, posisi mereka akan berubah.Dan sepertinya ... cara itu berhasil. M?Reynard menata

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 29. Jebakan

    Reynard terdiam, ia menatap Chyara beberapa detik. Mata keemasannya bersinar redup, menimbulkan kilatan tajam di sudutnya. “Apa ... kau mencampurnya dengan darahmu?” tanyanya, nada suaranya terdengar ingin tahu. Rasa manis darah Chyara yang tercampur dalam anggur itu begitu nyata, hingga indera Reynard bisa mengenalinya secara langsung. Chyara menatapnya dengan tenang, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis. “Itu imbalan atas bantuanmu hari ini,” katanya pelan, suaranya datar namun tegas. “Dan aku akan menunggu bantuanmu di hari-hari berikutnya juga.” Reynard mengangkat sebelah alis, terkejut dan tak percaya mendengar perkataan gadis itu. “Apa ... aku harus melakukannya lagi?” suaranya rendah, nyaris tidak terdengar. Chyara mengangguk cepat, mata birunya bersinar penuh keyakinan. “Tentu saja. Kau harus menemaniku ... sampai hukumanku selesai.” Seketika, tawa pahit terdengar dari mulut Reynard. Ia mendengus kasar, kemudian berdiri dari ranjang dengan gerakan tegas. Jubah

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 28. Jasa Pelayanan Tuan Rubah

    Reynard menyipitkan mata. Aura tajam kembali menguar dari tubuhnya, membuat tirai jendela bergetar pelan meski tak ada angin yang masuk.Ia kemudian mencondongkan tubuh hingga wajah mereka hanya terpisah beberapa inci. Mata keemasannya bersinar redup, menekan dan mengintimidasi.“Kau benar-benar berani,” gumamnya pelan. “Atau mungkin ... terlalu percaya diri.”Telinga rubahnya bergerak sekali, bukan lagi karena senang, melainkan karena rasa penasaran yang terusik.“Biasanya,” lanjutnya lirih, hampir berbisik, “manusia akan gemetar saat aku mengeluarkan aura seperti ini.”Namun, Chyara tidak mundur. Jantungnya berdebar keras hingga terasa di ujung tenggorokan. Telapak tangannya berkeringat di bawah selimut. Tetapi wajahnya tetap tenang.“Kalau begitu,” katanya pelan, “anggap saja aku berbeda dari manusia biasa.”Reynard terdiam. Perlahan, sudut bibirnya terangkat.Chyara menatapnya tanpa berkedip. “Jadi ... apa kau akan mengambil tawaranku?”Reynard tetap menatap Chyara lekat-lekat. Ma

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 27. Siapa yang Lebih Licik?

    Perlahan, Reynard menggenggam pergelangan tangan Chyara yang terluka. Sentuhannya hangat, tetapi ada sesuatu yang lebih berbahaya tersembunyi di baliknya.Ia mengangkat tangan itu mendekat ke wajahnya. Aroma darah tipis, manis, serta menggoda menyentuh indra penciumannya. Mata keemasannya menyipit, napasnya melambat.Ia menutup mata, bibirnya sedikit terbuka, siap menikmati setetes kehidupan yang begitu menggodanya. Namun, Sebelum ujung jari itu menyentuh lidahnya, sesuatu menyumpal mulutnya.“Mm?!”Sebuah apel utuh kini memenuhi mulut Reynard. Matanya langsung terbuka lebar, telinga rubahnya menegak kaget. Chyara segera menarik kembali tangannya, menjauhkan jarinya dari jangkauan pria itu.“Luka sekecil ini tidak perlu disembuhkan,” ucap Chyara tenang, seolah tak merasa terganggu karena baru saja menghentikan makhluk berbahaya yang hendak mengisap darahnya. “Nanti bisa sembuh sendiri.”Chyara sedikit bergeser dan membuka laci meja di samping ranjang. Dari dalamnya, ia mengambil sehel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status