Home / Fantasi / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 114 Hanya Hari Ini

Share

Bab 114 Hanya Hari Ini

Author: Nadira Dewy
last update publish date: 2026-09-03 19:23:50

Suran tersenyum puas setelah menyelesaikan surat yang ditujukan kepada pihak istana.

Surat itu tidak panjang, tetapi setiap kalimat di dalamnya berisi sesuatu yang mampu menentukan nasib Tuan Lucien kedepannya.

Suran melipat surat tersebut dan menyerahkannya kepada orang kepercayaannya.

“Antarkan langsung ke istana. Surat ini juga sudah ditunggu.”

“Baik, Nona Suran.”

“Jangan sampai surat ini jatuh ke tangan siapa pun. Kau tahu konsekuensinya, kan?”

“Saya mengerti, Nona.”

Setelah o
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 115 Selesai Sudah

    Pagi itu, suasana istana berubah menjadi jauh lebih serius dari biasanya. Satu demi satu orang berdatangan membawa dokumen yang selama ini tersembunyi. Catatan transaksi, surat perintah, kesaksian para pelayan yang bersangkutan, kesaksian orang-orang yang pernah menerima perintah dari Tuan Lucien, bahkan beberapa bukti yang menunjukkan bagaimana pria tua itu perlahan-lahan mengambil alih Hideria dengan cara yang kotor. Semua bukti itu dikumpulkan dan dibawa langsung ke ruang pengadilan istana. Tidak ada satu pun yang berani menganggap masalah ini sepele karena yang dilakukan Lucien bukan sekadar perselisihan keluarga. Ia telah meracuni pewaris sah Hideria, mengambil alih kediaman tanpa hak, memerintahkan orang-orang untuk menyingkirkan Suran, dan yang paling berat, ia telah menggunakan orang-orang di sekitarnya untuk melaksanakan kejahatannya. Raja duduk di kursi pengadilan dengan wajah yang semakin dingin setiap kali satu bukti dibacakan, padahal jarang sekali dia ikut ha

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 114 Hanya Hari Ini

    Suran tersenyum puas setelah menyelesaikan surat yang ditujukan kepada pihak istana. Surat itu tidak panjang, tetapi setiap kalimat di dalamnya berisi sesuatu yang mampu menentukan nasib Tuan Lucien kedepannya. Suran melipat surat tersebut dan menyerahkannya kepada orang kepercayaannya. “Antarkan langsung ke istana. Surat ini juga sudah ditunggu.” “Baik, Nona Suran.” “Jangan sampai surat ini jatuh ke tangan siapa pun. Kau tahu konsekuensinya, kan?” “Saya mengerti, Nona.” Setelah orang itu pergi, Suran kembali duduk dengan tenang. Sementara itu, pelayan yang sebelumnya tertangkap akhirnya kembali ke sisi Tuan Lucien, tentu juga Suran sudah tahu. Pria tua itu langsung memperhatikannya. “Bagaimana?” Pelayan tersebut menundukkan kepala. “Kita berhasil, Tuan.” Tuan Lucien langsung tersenyum. “Dia memakannya?” “Benar, Tuan.” Jawaban itu membuat Tuan Lucien seolah mendapatkan kembali seluruh keyakinannya. “Bagus.” Ia berjalan mendekati pelayan itu. “Apakah dia meny

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 113 Waktu Hampir Habis

    Tuan Lucien benar-benar panik. Raja dan ratu adalah halangan terbesar yang tidak akan mampu dia kalahkan dengan cara yang biasa. Suran sudah kembali ke kamarnya yang dulu, semua fasilitas sudah didapatkan kembali, bahkan sekarang ada orang kepercayaan raja dan ratu di sisi Suran. Tuan Lucien menghentakkan tongkatnya, menatap lurus dan tajam seperti otaknya yang kini sedang berpikir keras untuk mencari jalan keluar. “Bagaimana ini? Sulit sekali pasti untuk menyingkirkan orang kepercayaan raja dan ratu. Aku tidak bisa diam saja, aku harus cari cara untuk menyingkirkan Suran. Apapun alasannya, kalau Suran masih hidup pasti akan sulit bagiku untuk menguasai hideria.” Tuan Lucien memikirkan bagaimana caranya, padahal hatinya sendiri juga sudah merasakan kalau sebenarnya raja dan ratu past sudah mencurigainya. Saat ini dia benar-benar buta, haus oleh kekuasaan. Rasanya sesak jika dia gagal menguasai Hideria jadi apapun resiko dan kesulitan yang harus dia hadapi, dia akan melakuk

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 112 Untuk Tuan Lucien

    “Yang Mulia, saya tidak bersalah. Itu... itu Suran sendiri!” Raja dan Ratu kompak menatap Tuan Lucien. “Suran adalah gadis yang memiliki tingkat sopan santun tinggi. Dia jujur, gigih, memegang keteguhan dan ketulusan. Kau meragukan Suran yang adalah keturunan Hideria? Kau siapa memangnya?” ucap Ratu yang tidak dapat menahan rasa kesalnya terhadap Tuan Lucien. “S–saya... saya cuma...” Raja memotong ucapan, “Kau terlihat sangat mencurigakan, siapapun orangnya pasti akan merasakan yang sama. Jangan harap kau bisa memimpin Hideria, kau tidak memiliki kualifikasi untuk itu. Jika terjadi sesuatu dengan Suran, Hideria hanya akan berada di bawah pengawasan ku dan akan dikelola oleh pihak istana.” Mendengar itu, Tuan Lucien benar-benar terkejut. Padahal dia adalah kakek kandungnya Suran, tapi di mata raja dan ratu dia justru sosok yang tidak memiliki kepantasan untuk memimpin Hideria. “Yang Mulia, tapi saya kan ayah dari nyonya Hideria, bagaimana mungkin saya tidak memiliki kep

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 111 Bukti Tanpa Bicara

    Tuan Lucien akhirnya tidak memiliki pilihan lain. Setelah terus didesak, ia terpaksa mengizinkan Raja dan Ratu menemui Suran saat itu juga. Namun begitu rombongan kerajaan berjalan menuju kamar Suran, wajah Tuan Lucien perlahan mulai berubah. Baru saat itulah ia teringat akan sesuatu. Suran sudah dipindahkan ke sebuah kamar kecil di bagian belakang kediaman yang bahkan nyaris tidak bisa lagi digunakan. Kamar itu sempit, pengap, dan jauh dari kata yang nyaman. ‘Bodoh!’ Tuan Lucien mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Ia sama sekali tidak menyangka Raja dan Ratu akan datang secara langsung seperti ini. Kalau saja ia tahu, ia pasti sudah memindahkan Suran ke kamar yang lebih layak, atau tidak memindahkan sama sekali. Namun sekarang semuanya sudah terlambat, pintu kamar telah dibuka. Raja dan Ratu langsung terdiam saat melihat ke dalam ruangan itu. Suran sedang berbaring di atas tempat tidur sederhana. Selimut yang digunakannya bahkan terlihat jauh lebih tipis darip

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 110 Kedatangan Raja dan Ratu

    Kabar tentang pengesahan pemimpin baru keluarga Hideria akhirnya sampai ke telinga istana. Begitu mendengarnya, Raja langsung mengerutkan kening. “Apa kau bilang?” Pelayan istana yang menyampaikan berita itu menundukkan kepala. “Benar, Yang Mulia. Tuan Lucien telah mengadakan pengesahan dirinya sebagai orang yang memegang kendali keluarga Hideria mulai saat ini. Ratu yang duduk di samping Raja ikut terkejut . “Bagaimana bisa itu mungkin?” Selama ini hubungan keluarga Hideria dengan istana sangat baik. Suran juga selalu memberi kabar mengenai perkara-perkara penting yang berkaitan dengan keluarganya. Namun kali ini, tidak ada laporan, tidak ada surat, tidak ada pemberitahuan apa pun dari Suran. Raja mengetukkan jarinya pada sandaran kursi. “Kenapa Suran tidak memberitahuku? Ini jelas tidak mungkin dilakukan Suran tanpa alasan yang kuat.” Tidak ada yang berani menjawab. Raut wajah Raja pun menjadi semakin serius. “Pergantian pemimpin keluarga Hideria bukan perkara yang kecil.”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status