Se connecterRaja tersenyum puas mendengar ucapan Suran yang begitu meyakinkan. Ia juga tahu kalau Suran bukan orang yang tidak menepati janjinya sehingga dia benar-benar yakin kalau Suran akan menepati setiap ucapannya.**** Kabar mengenai pernikahan Pangeran Kesembilan yang akan dilangsungkan keesokan harinya segera menyebar di lingkungan istana. Meskipun identitas wanita yang akan dinikahi Greyson masih dirahasiakan, berita tersebut tetap menarik perhatian banyak orang. Namun, tidak semua orang menyambutnya dengan baik. Di sebuah ruangan terpisah, Pangeran Kedua dan Pangeran Keenam menerima kabar yang sama. Keduanya bahkan memberikan reaksi yang hampir serupa, seolah-olah pernikahan Greyson merupakan lelucon paling menggelikan yang pernah mereka dengar. Di kediaman Pangeran Kedua, pria itu duduk santai sambil memegang secangkir teh. Begitu mendengar laporan dari pengawalnya, dia langsung tertawa kecil. “Jadi, Greyson akan menikah besok?” “Benar, pangeran. Persiapan pernikahannya telah m
Raja yang masih kurang percaya itu meminta dokumen pengajuan lamaran. Jantungnya berdegup kencang. Dia kembali membaca dokumen itu dari awal karena takut mata tuanya tertipu, memastikan bahwa dirinya tidak salah memahami isinya.Suran Hideria telah menerima lamaran Greyson.Raja mengangkat kepala perlahan. Tatapannya langsung tertuju kepada Suran yang kebetulan sedang berada di hadapannya bersama Greyson.Untuk beberapa saat, dia hanya bisa menatap wanita muda itu dengan ekspresi terperangah.“Ini...” Raja mengangkat dokumen di tangannya. “Suran, apakah kau benar-benar telah menyetujui lamaran dari Greyson?”Suran tersenyum sopan. “Benar, Yang Mulia.”Raja terdiam.Dia membutuhkan beberapa saat untuk mencerna jawaban tersebut. Sejujurnya, dia tidak pernah membayangkan Suran akan menerima lamaran dari salah satu putranya dalam waktu dekat, terlebih setelah mengetahui berbagai hal yang telah dilakukan para pangeran untuk memenangkan hati Suran. Raja bahkan sengaja tidak membaca secar
“Nona Suran, jarang anda berkunjung ke istana belakangan ini, maaf kalau adikku merusak suasana hatimu. Mau aku temani ke tempat yang ingin kau tuju?” Greyson benar-benar terus menunjukkan ekspresi dingin yang tidak terbantahkan. Suran paham benar situasi apa yang terjadi, tapi dia juga bukan orang yang senang mengambil keuntungan apapun. “Aku bisa pergi ke tempat yang akan aku tuju, Pangeran Zeth. Terima kasih banyak untuk kebaikan anda, silahkan lanjutkan kegiatan anda karena saya juga tidak enak kalau harus menyita waktu anda.” Pangeran ke-2 nampak tak menyukai jawaban Suran, tapi dia juga tidak boleh terlalu mengemis apa lagi di hadapan Greyson. “Aku saja yang akan mengantar mu,” ucap Greyson sebelum pangeran ke-2 bicara lagi. Mendengar itu, pangeran ke-2 pun nampak keberatan. “Kenapa kau mau menemani Nona Suran? Apa kau tahu kalau kemungkinan besarnya dia tidak nyaman?” Pangeran kedua pikir, bahkan dia saja ditolak oleh Suran, jadi manalah mungkin Greyson akan dit
“Wah, pangeran Greyson banyak peminatnya juga rupanya.” Mendengar itu, Greyson pun langsung berbalik badan, menatap sosok yang kini ada di hadapan. Sebenarnya, hanya mendengar suara saja tadi dia sudah langsung tahu siapa orang itu. Kirina menatap Suran dengan dahinya yang nampak berkerut bingung. “Nona Suran? Kenapa kau ada di sini?” tanyanya. Greyson tersenyum, langsung berdiri di sebelah Suran yang juga membuat Kirina bingung. Suran tersenyum sebelum menjawab, “Ada yang perlu aku bicarakan dengan Yang Mulia. Kau sendiri nampak emosi, apa yang kalian bicarakan barusan?” Reaksi Kirina semakin bingung dan heran. Dia tahu kalau pengeran ke-9 memang orang yang paling tidak disegani di antara pangeran yang lain, tapi apakah pantas tidak memberikan salam lebih dulu? Suran terlalu tidak sopan, bahkan kesan seolah tidak memiliki rasa hormat pada pangeran ke-9 terlalu jelas. “Apa kau tidak merasa harus menyapa pangeran Greyson lebih dulu? Kau tidak melihatnya ada di samping
“Apa kau tahu arti tiga hari itu juga bisa seperti tiga detik?! Kenapa kau buru-buru sekali ingin menikah?” Greyson tersenyum, tapi hal pertama yang dilakukan adalah memeluk Suran dari belakang. “Menikah bulan depan atau tahun akan sama saja, kenapa harus buang banyak waktu?” Suran menghela napas. “Aku tidak memiliki persiapan sejauh itu, Greyson. Menikah bukan sesuatu yang bisa digunakan untuk main-main.” Mendengar itu, Greyson pun mengeratkan pelukannya. “Aku tahu. Tapi aku sudah meminta orang kepercayaan ku untuk mengurus semua, kita hanya perlu melakukan sumpah pernikahan.” “Apa harus secepat ini? Greyson, apa kau tidak takut akan menyesal nantinya?” tanya Suran, meski tahu pernikahan itu dilakukan nanti atau sekarang pasti akan sama saja. Greyson tersenyum. “Menyesal? Maka karena itu, aku takut kau akan menyesal nantinya jadi aku putuskan untuk segera menikahi mu. Kalau sudah masa menyesal mu itu datang, kau tentu tidak bisa berbuat apa-apa karena kita sudah terikat hubunga
Greyson tersenyum, dia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Pangeran kedua, begitu juga dengan pangeran lain yang terobsesi menjadi Raja berikutnya. “Saya mencintai wanita itu lebih dari apapun, bahkan sudah menunggunya lama sekali. Yang Mulia, saya harap kali ini berikan saya kewenangan untuk menentukan siapa yang akan saya nikahi,” ucap Greyson yang makin membuat Pengaran kedua puas meski tidak ada ekspresi jelas yang ditunjukkan. Pangeran ke-6 juga merasakan kepuasan itu. Dia hanya tahu kalau Greyson adalah pria payah yang sebenarnya hanya memiliki sedikit kelebihan dan kepintaran. Raja pun menghela napas. Greyson tidak pernah menuntut apapun, permintaan kali ini juga tidak bisa dengan mudah ditolak oleh Raja. Awalnya, Raja pikir karena Greyson tidak pernah protes akan semua keputusan yang dia ambil, maka itulah yang jadi alasan Raja memutuskan menikahkan Greyson dengan Kirina. Greyson memang memiliki kemampuan untuk menjadi Raja, tapi karena Raja ingin Greyson







