Share

BAB 53

Author: Rainina
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-20 16:37:30

Victor baru saja membuka pintu ruangannya untuk menyusul Adriana ketika ia menemukan asistennya sedang berdiri di sana, berniat mengetuk pintu.

“Ada apa?” tanya Victor.

“Mengenai pertemuan siang ini.” jawab Davian. “Pertemuannya masih satu jam lagi, tapi saya baru saja mengecek dan kondisi jalanan cukup macet, saya ingin menyarankan agar kita bisa pergi lebih awal tuan.”

Victor menghela nafas, benar, ia masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.

Matanya beralih ke layar yang menunjukkan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 318

    Victor terkekeh pelan saat mendengar jawaban istrinya, pria itu menundukkan wajahnya, berniat meraup bibir istrinya untuk memberikan 'hukuman' balasan.Namun, tepat sebelum bibir mereka bersentuhan, pergerakan Victor tiba-tiba terhenti kaku. Pria itu meringis, memejamkan matanya dengan kuat. Kepalanya mendadak berdenyut luar biasa nyeri, seolah ada ribuan jarum yang menusuk pelipisnya akibat efek hangover dan pergerakannya yang terlalu agresif.Melihat suaminya kesakitan, Adriana melepaskan kalungan tangannya. Ia mendorong dada bidang Victor dengan lembut agar pria itu menyingkir dari atasnya dan kembali duduk bersandar di kepala ranjang.Adriana mengambil kembali gelas air di atas nakas dan menyodorkan pil pereda nyeri yang tadi belum sempat tertelan sempurna oleh suaminya."Minum ini dan duduklah dengan tenang." omel Adriana dengan nada seorang istri yang sedang mengurus suaminya yang keras kepala. Ia menatap Victor lekat-lekat, lalu menambahkan dengan senyum simpul. "Itulah hukuma

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 317

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah tirai kamar utama yang tebal, menusuk langsung ke kelopak mata Victor. Pria itu mengerang tertahan, mengangkat sebelah tangannya untuk menutupi wajah. Kepalanya terasa seolah baru saja dihantam palu berkali-kali. Efek alkohol dari bergelas-gelas anggur yang ia tenggak semalam kini menagih bayaran dengan kejam.Di tengah rasa pening yang berdenyut hebat di pelipisnya, ia merasakan pergerakan di sisi tempat tidur. Sebuah gelas kaca berisi air dingin dan dua butir pil pereda nyeri disodorkan di atas meja tepat di hadapannya.Victor membuka matanya dengan susah payah. Siluet Adriana yang sudah rapi dan wangi terlihat duduk di tepi ranjang."Adriana...?" panggil Victor, suaranya terdengar luar biasa serak dan kering."Hmm..." gumam Adriana singkat.Wanita itu sengaja membuang pandangannya ke arah lain dan memasang raut wajah sedingin es. Adriana sedang berpura-pura masih menyimpan kemarahan yang sama seperti saat ia mendorong dada suamin

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 316

    Mendengar deklarasi yang begitu tiba-tiba dan penuh keyakinan dari bibir Evelyn, Adriana terdiam karena kaget.Wanita itu membuka mulutnya, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun kembali menutupnya. Otaknya berusaha memproses perubahan drastis ini. Selama beberapa minggu, rumah ini menjadi saksi bisu betapa dingin dan kacaunya hubungan Evelyn dan suaminya. Namun kini, menatap binar mata anak tirinya yang begitu hidup dan penuh tekad, keraguan di hati Adriana menguap."Kau... sudah berbaikan dengan Davian?" tanya Adriana akhirnya, suaranya melembut, memancarkan kelegaan yang tulus.Sebuah senyuman yang luar biasa lebar, merekah di bibir Evelyn."Ya..." jawab Evelyn, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya yang sedikit kelelahan. "Kami sudah membicarakan. Banyak hal yang terjadi, dan aku tahu ada banyak yang harus aku tebus pada Davian. Tapi... kami ingin memulai semuanya dari awal."Adriana mengangguk pelan. Sebuah senyum tipis ikut terukir di bibirnya. Sebagai seseorang yang j

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 315

    Mendengar suara suaminya yang bergetar penuh penyesalan, sisa-sisa amarah dan ego di dalam dada Adriana runtuh seutuhnya. Rasa hangat perlahan mengalir, menggantikan kecemasan yang sejak tadi menggerogotinya.Adriana menghela napas panjang. Ia menggeser posisinya, membiarkan Victor menyandarkan kepala dengan nyaman di pelukannya, sementara tangannya yang bebas membelai rambut hitam pria itu dengan kelembutan yang luar biasa."Sudahlah." bisik Adriana, suaranya mengalun tenang di tengah ruangan yang remang-remang itu. "Aku juga minta maaf, Victor. Sepertinya aku juga bereaksi berlebihan sore tadi. Aku hanya... terlalu lelah dan emosional mendengar gosip kotor itu."Pengakuan Adriana itu seolah menjadi obat penawar rasa sakit yang paling manjur bagi Victor. Pria itu mengeratkan pelukannya di pinggang Adriana selama beberapa detik, menghirup aroma istrinya dalam-dalam, sebelum akhirnya seluruh otot di tubuhnya benar-benar rileks. Beban pikiran yang memaksanya menenggak alkohol telah

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 314

    Hembusan angin malam yang dingin menyapu tubuh Adriana saat ia turun dari taksi di depan pelataran gedung Sterling Industries. Tanpa membuang waktu, kakinya yang masih dibalut sepatu hak tinggi melangkah cepat memasuki lobi yang kini terasa lengang."Apa Tuan Sterling masih di atas?" tanya Adriana tanpa basa-basi pada dua petugas keamanan yang berjaga di pintu Lobby.Kedua petugas itu sedikit terkejut melihat sang Asisten yang menjadi pusat perhatian sore tadi kini kembali ke kantor. "Benar, Nona. Tuan Victor belum turun sejak tadi dan mobilnya masih ada di tempat parkir khusus."Mendapat jawaban itu, Adriana segera bergegas menuju lift eksekutif. Sepanjang perjalanan naik ke lantai teratas, ia meremas tali tas tangannya. Rasa kesalnya sudah menguap entah ke mana, digantikan oleh rasa cemas dan bersalah yang mencubit nuraninya.Sementara itu, di dalam ruangan CEO yang temaram, Clara menolak untuk menyerah. Melihat Victor yang berjalan sempoyongan dan nyaris kehilangan keseimbanganny

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 313

    Denting halus dari perpaduan alat makan perak dan piring porselen terdengar mengalun lembut diiringi alunan musik jazz di restoran mewah tersebut. Di salah satu meja sudut yang tertutup dari pandangan publik, Adriana duduk berhadapan dengan seorang teman lamanya.Namun, alih-alih menikmati hidangan di hadapannya, perhatian Adriana sepenuhnya tersita oleh layar ponsel di tangannya.[Apa Victor sudah makan malam?]Ibu jari Adriana ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya menekan tombol kirim. Pesan singkat itu meluncur ke nomor kepala pelayan di kediaman utama Sterling.Sejujurnya, setelah insiden memalukan di lobi tadi sore, ego Adriana masih terluka. Ia sengaja melarikan diri, menolak panggilan suaminya, dan berniat mendiamkan Victor malam ini agar pria arogan itu menyadari bahwa Adriana sama sekali tidak menyukai cara impulsifnya. Tapi pada akhirnya, cinta dan kepedulian mengalahkan ego dan keras kepalanya.Adriana sangat mengenal suaminya. Victor adalah pria gila kerja yang sering kali

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 185

    Davian tidak menjawab permintaan janji itu. Namun, Evelyn yang sudah terdesak mengartikan kebisuan itu sebagai persetujuan diam-diam. Dengan napas gemetar, ia akhirnya menumpahkan semuanya.Evelyn menceritakan tentang pria berbadan besar yang menghalangi langkahnya. Tentang Nolan yang muncul. Tenta

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 188

    Davian membeku di tempatnya untuk sesaat. Cengkeramannya pada tali tas ransel mengerat hingga buku-buku jarinya memutih.Namun sedetik kemudian, ia membuang muka, menatap aspal yang retak dengan tatapan dingin yang dipaksakan."Dia bisa berbohong soal sakit, Adriana." ucap Davian datar. "Itu tidak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 189

    Mobil sedan hitam itu berhenti di depan pintu utama Kediaman Sterling.Davian melangkah turun, kakinya kembali menapak di lantai marmer yang dulu sering ia lewati. Begitu pintu utama dibuka, Davian langsung melihat sosok itu.Victor Sterling berdiri di tengah foyer luas, pria itu tampak lelah, gura

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 191

    "Berhenti mempertahankan ego anda" ucap Davian dingin, menarik tangannya dari genggaman Evelyn dengan kasar. Ia berdiri, menciptakan jarak fisik di antara mereka."Kenapa kau selalu memandang perasaanku seperti itu?!" seru Evelyn, matanya berkilat marah. Ia memukul kasur dengan kepalan tangannya ya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status