Share

85. Penjara

Author: Pancur Lidi
last update publish date: 2026-03-25 23:56:06

Cakram Sudra tidak hanya menghancurkan serangan lawan, tapi juga hampir membunuh pendekar itu hingga tercabik-cabik, jika bukan salah satu dari tetua Jantung Iblis segera menyambar tubuh muridnya.

Namun di saat yang sama pula, senjata pusaka itu malah mengincar beberapa pendekar yang berada dekat dengan Talang Mayan.

“Senjata itu berbahaya!” seorang tetua berseru kepada teman-temannya, selang beberapa saat kemudian, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghentikan cakram sudra.

Sayangnya, cakr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Alguada
Kenapa gk sekalian up 5x aja Thor Part Penjaranya?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   86. Arti Teman

    “Dewa Semaranta!!!” tiba-tiba suara Dasakala terdengar menggelegar dari dalam penjara kepompong miliknya. “Sudah berapa ratus tahun tidak bertemu denganmu, meskipun kau hanyalah avatarnya saja, setiap kali melihatmu aku selalu ingin membunuhmu.”Mata Dasakala yang tertutup tiba-tiba terbuka, mengeluarkan kekuatan tak kasat mata yang mendorong tubuh Talang Mayan hingga beberapa langkah ke belakang. Tekanan energi spiritualnya yang sangat pekat, hampir membuat Talang Mayan muntah darah saat itu juga.Tidak, ini bukan energi spiritual biasa. Talang Mayan tidak pernah merasakan energi spiritual seperti ini. Jauh lebih dingin, lebih murni seolah energi itu sudah mengalami peleburan beruang kali hingga mendapatkan kemurnian yang sangat tinggi.“Energi apa ini?” gumam Talang Mayan.“Manusia lemah, kau murid Dewa Semaranta?” kemudian Dasakala tertawa terbahak-bahak, sembari mengejek Talang Mayan yang dianggap tidak memiliki kualifikiasi apapun untuk menjadi murid seorang Dewa. Bagi Dasakala,

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   85. Penjara

    Cakram Sudra tidak hanya menghancurkan serangan lawan, tapi juga hampir membunuh pendekar itu hingga tercabik-cabik, jika bukan salah satu dari tetua Jantung Iblis segera menyambar tubuh muridnya.Namun di saat yang sama pula, senjata pusaka itu malah mengincar beberapa pendekar yang berada dekat dengan Talang Mayan. “Senjata itu berbahaya!” seorang tetua berseru kepada teman-temannya, selang beberapa saat kemudian, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghentikan cakram sudra.Sayangnya, cakram sudra sulit untuk dihentikan. Dia akan berputar terus menerus sampai energi roh senjatanya terkuras habis. Jadi saat ini, para tetua mulai berusaha menghancurkan senjata itu hingga berkeping-keping.Mereka menggunakan teknik dan jurus jurus level tinggi, menghantam cakram sudra dengan serangkaian serangan yang membuat Talang Mayan harus merubah rencananya. 9 pendekar tanpa tanding sangat sulit untuk dihadapi bahkan meskipun dengan senjata pusaka sekalipun.Sementara itu pula, tubuh Talang May

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   85. Penjara

    Cakram Sudra tidak hanya menghancurkan serangan lawan, tapi juga hampir membunuh pendekar itu hingga tercabik-cabik, jika bukan salah satu dari tetua Jantung Iblis segera menyambar tubuh muridnya.Namun di saat yang sama pula, senjata pusaka itu malah mengincar beberapa pendekar yang berada dekat dengan Talang Mayan. “Senjata itu berbahaya!” seorang tetua berseru kepada teman-temannya, selang beberapa saat kemudian, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghentikan cakram sudra.Sayangnya, cakram sudra sulit untuk dihentikan. Dia akan berputar terus menerus sampai energi roh senjatanya terkuras habis. Jadi saat ini, para tetua mulai berusaha menghancurkan senjata itu hingga berkeping-keping.Mereka menggunakan teknik dan jurus jurus level tinggi, menghantam cakram sudra dengan serangkaian serangan yang membuat Talang Mayan harus merubah rencananya. 9 pendekar tanpa tanding sangat sulit untuk dihadapi bahkan meskipun dengan senjata pusaka sekalipun.Sementara itu pula, tubuh Talang May

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   84 Di Antara Musuh

    Berjalan bersama dengan para budak, kini Talang Mayan tiba di dapur utama. Ada puluhan pekerja dapur, diawasi oleh lusinan pendekar yang bermata tajam. Talang Mayan segera meletakan bakul beras. Diam diam memotong rantai di kakinya, lalu menyelinap pergi dari ruangan itu. Dia berjalan di antara ruangan dan lorong, mengikuti aliran energi alam yang terpantau melalui Indra Spiritual. Sampai akhirnya, dia keluar melalui pintu dan mendapati halaman utama yang dipenuhi oleh ratusan pendekar aliran hitam. Para pemuda dan pemudi yang kini berlatih bela diri. "Ini adalah pasukan utamanya.., " Talang Mayan dapat merasakan energi spiritual yang mereka miliki rata rata lebih dari 40 cakra spiritual. Jumlah yang sangat banyak untuk seorang pendekar muda. Jika menghadapi ratusan pendekar dengan cakra sebanyak itu, hanya ada satu kemungkinan yang terjadi dengan Talang Mayan. Kematian. Dari indra spiritualnya, Talang Mayan melihat semua pendekar muda itu menyerap energi alam. Jadi bukan hal

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   83 Markas Jantung Iblis

    Di hari itu, para warga dibantu oleh para budak-budak menciptakan kendaraan angkut sederhana untuk meninggalkan desa. Sementara itu, di saat yang sama pula, Talang Mayan pergi ke perbatasan bersama dengan pendekar Jantung Iblis,-yang sudah dilumpuhkan.Bukan gila dengan niat menyerang markas besar musuh, tapi Talang Mayan ingin memastikan keberadaan Markas tersebut, sebelum kemudian kembali ke Istana dan melaporkan situasinya.Setelah beberapa hari, akhirnya Talang Mayan dan pemuda yang menjadi tahanan tiba pula di antara tiga gunung. “Disana ..,” ucap pemuda di sebelahnya, “apa kau melihat pintu masuknya?”Pendekar itu berkata dengan rasa khawatir, sembari memelas agar Talang Mayan membebaskan dirinya sebelum pendekar Jantung Iblis akhirnya menyadari keberadaan mereka.Talang Mayan mengelus dagunya, dan keningnya berkerut. Dia sedang memikirkan sesuatu. Dari yang dia rasakan, tempat ini memiliki kandungan energi alam yang cukup melimpah.Jika dia berhasil mencapai pusat perkumpulan

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   82. Jalan Terbaik

    Pendekar muda Jantung Iblis awalnya tidak ingin memberi tahu informasi apapun tentang Perguruan mereka. Dia bersikeras menutup mulut meskipun Talang Mayan menyiksa pemuda tersebut. Benar benar memiliki prinsip yang cukup teguh. Namun, ketika Talang Mayan menggunakan bakat spiritual untuk menakut nakutinya, pemuda itu mulai merasa takut. "Aku bisa menyiksamu sampai kau memohon untuk mati daripada hidup." Talang Mayan mengancamnya sembari tersenyum tipis. Dengan nafas memburu, dan suara yang serak, pendekar itu akhirnya membuka mulut pula. "Aku hanya tahu sedikit informasi..," katanya dengan ketakutan. Informasi pertama. Ada seorang petinggi Bintang Kejora Merah di Istana Indraprasta, tapi bukan berasal dari Jantung Iblis. Orang ini sudah lama di Istana Indraprasta, menjadi salah satu dari sedikit orang yang dipercaya oleh Raja. "Siapa orang itu?" tanya Talang Mayan. Dia menatap Talang Mayan dengan mata yang bengkak, lalu menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu, tapi dia bukan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status