Share

Bab 69

Author: Allina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-04 16:24:50

Tangan Sinta yang belepotan cokelat naik dan mencengkeram kerah kemeja kerja Rehan. Jari-jarinya meremas kain itu dan menarik kepala Rehan lebih dekat ke dadanya.

Lalu bunyi keran di dapur berhenti.

Sinta langsung duduk tegak. Kemeja putihnya dia tarik turun cepat-cepat, dan sisa cokelat di kulitnya menempel ke kain itu sampai meninggalkan noda cokelat di bagian dalam kemeja.

Pintu ayun dapur terbuka. Barista pagi itu keluar sambil mengelap tangan di celemek.

"Mbak, gelas udah semua. Saya pulan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 74

    [Misi selesai. 10 poin. Saldo 85, XP 285.][XP 285. Rehan naik ke Level 7.][Fitur baru terbuka. Putar Ulang. Rehan bisa mendengar ulang suara yang dia dengar dalam tujuh hari terakhir, lebih pelan, dengan bunyi latar yang diredam.]Komentar, [Putar Ulang hanya membantu ingatan. Sistem tidak menyimpan rekaman yang bisa diberikan kepada orang lain.][Paket Naik Level. 3 Poin Atribut.]Tante keluar lebih dulu, membawa keranjang cucian kosong supaya terlihat baru dari belakang. Rehan menunggu lima menit sebelum keluar dengan handuk di leher dan masuk ke kamar tamu.Di atas kasur, Rehan membagi poinnya. Mental, karena dia harus berhadapan dengan Om dan Rendy setiap hari. Fisik dan Sta

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 73

    Tante mengambil botol sabun cair dan menuangkannya ke telapak tangan Rehan. Dia lalu berbalik, membelakangi Rehan."Sabunin punggung Tante dulu, Han, pelan-pelan, mulai dari tengkuk."Rehan menuruti. Telapaknya yang licin oleh sabun menyentuh tengkuk Tante, lalu turun pelan ke tulang belikat, ke tengah punggung, dan ke pinggang yang ramping.Kulit Tante licin dan hangat, dan setiap kali tangannya turun lebih rendah, punggung Tante melengkung sedikit menyambutnya. Rehan menunduk dan mengecup bahu Tante, dan rasanya hangat dan sedikit getir oleh sabun."Mmh, terus, Han. Ke bawah lagi, ke pinggang. Tangan kamu enak…"Wangi sabun melati memenuhi kamar mandi itu, bercampur dengan bau sampo Rehan yang belum dibilas. Dari rua

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 72 

    Rehan mengangguk pelan, lalu keluar dari lift tanpa menoleh lagi. Lampu merah kecil di pojok kabin itu terus terbayang sampai dia menyeberang jalan.Selama ini, kamera bagi Rehan hanya benda yang menangkap maling. Hari ini dia belajar hal lain. Kamera yang sengaja dinyalakan seseorang bisa berubah jadi senjata, dan yang memegang rekamannya bisa mengatur orang lain hanya dengan satu kalimat.Meiling memakai kameranya untuk mengunci mulut Rehan.Rudi memakai kamera gudang untuk menghapus jejaknya sendiri.Artinya, rekaman yang Pak Gimin simpan di flashdisk itu satu-satunya senjata Rehan, dan nilainya jauh lebih besar daripada sepuluh juta.Akhir pekan berlalu dengan Om di rumah, sehingga Rehan lebih banyak tinggal di kamar tamu

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 71

    "Kalau nggak boleh, saya nggak bakal nyuruh kamu narik celana saya, Rehan. Pelan-pelan, satu jari dulu."Rehan menarik kain tipis itu ke samping dengan satu jari. Di baliknya, kewanitaan Meiling sudah basah dan panas sekali, lebih panas daripada udara kabin itu.Satu jari Rehan masuk pelan. Liang Meiling sempit dan menjepit erat, dan alat pijat yang masih bergetar di atasnya ikut menekan klitorisnya setiap kali jari Rehan bergerak."Ahh! Ahh, i-itu. Itu dobel. Getarnya sama jarimu, hhh, dobel.""Kebanyakan, Ci? Saya pelanin?""Jangan! Jangan dipelanin! Mmhh, itu pas, itu pas banget."Kepala Meiling terkulai ke depan sampai dahinya menempel di dinding pelat besi. Kacamatanya meloro

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 70

    Rehan mematikan senternya. Kabin itu kembali gelap, hanya ada garis cahaya tipis dari celah pintu di atas kepala mereka.Lima menit kemudian, udara di dalam kabin seperti udara dalam termos. Seng di atas atap toko memanggang lorong lift itu, dan kipas yang baru Rehan perbaiki tidak bisa berputar tanpa listrik.Kaus Rehan sudah basah di punggung, dan di sebelahnya, napas Meiling terdengar makin berat.Dalam garis cahaya tipis itu, Rehan bisa melihat kemeja putih Meiling mulai menempel di badannya. Kain tipis itu basah di bahu dan di bawah dada, sampai BH hitam di baliknya tercetak jelas, lengkap dengan renda di pinggirnya dan bentuk dada yang kecil tetapi bulat dan padat.Meiling mengibaskan buku notanya di depan leher, lalu menyerah dan membuka dua kancing paling atas kemejanya.Meiling mendengus kesal di tengah gelap itu. "Panas! Kenapa toko saya harus panas di semua tempat?"Begitu Meiling bergeser untuk bersandar ke dinding kabin, terdengar bunyi kecil dari roknya.Ngggg.Bunyi den

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 69

    Tangan Sinta yang belepotan cokelat naik dan mencengkeram kerah kemeja kerja Rehan. Jari-jarinya meremas kain itu dan menarik kepala Rehan lebih dekat ke dadanya.Lalu bunyi keran di dapur berhenti.Sinta langsung duduk tegak. Kemeja putihnya dia tarik turun cepat-cepat, dan sisa cokelat di kulitnya menempel ke kain itu sampai meninggalkan noda cokelat di bagian dalam kemeja.Pintu ayun dapur terbuka. Barista pagi itu keluar sambil mengelap tangan di celemek."Mbak, gelas udah semua. Saya pulang duluan, ya."Sinta menjawab dengan suara datar, padahal napasnya masih memburu. "Iya. Kunci pintu belakang. Besok jangan telat."Begitu pintu belakang tertutup, Sinta turun dari meja bar dan merapikan kacamatanya yang miring. Dia mengambil satu piring bersih dari rak, menaruh choco lava di tengahnya, lalu menyodorkan kantong cokelat kepada Rehan tanpa menatapnya."Sekarang gambar di piring."Rehan menggambar satu garis lengkung tipis di pinggir piring. Garis itu sempurna.Sinta memotretnya tig

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status