Compartilhar

Bab 73

Autor: Allina
last update Data de publicação: 2026-11-05 05:55:33

Tante mengambil botol sabun cair dan menuangkannya ke telapak tangan Rehan. Dia lalu berbalik, membelakangi Rehan.

"Sabunin punggung Tante dulu, Han, pelan-pelan, mulai dari tengkuk."

Rehan menuruti. Telapaknya yang licin oleh sabun menyentuh tengkuk Tante, lalu turun pelan ke tulang belikat, ke tengah punggung, dan ke pinggang yang ramping.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 78

    "Iya, Mas, minimarket. Tempat orang jualan kondom." Yuni menahan tawa, tetapi pipinya sudah merah.Yuni menunjuk mesin kasir dengan dagunya. "Aku serius, Mas. Mas cuma berdiri di sini, di balik kasir, pura-pura ngecek barcode bohlam, dan aku yang kerja. Kalau Mas nggak mau, bilang aja nggak mau. Aku nggak maksa, beneran."[Misi: Temani Yuni di shift malam. Syarat, Yuni yang mengajak.][Reward: 8 poin.]Rehan menatap pintu kaca minimarket. Di luar, jalan gerbang komplek sepi, hanya ada lampu jalan dan seekor kucing yang menyeberang. Pak Narto biasanya patroli lewat gerbang jam dua belas.Di rak sempak waktu itu, Yuni hanya menempelkan bungkus plastik di depan celananya, dan Tante berdiri di ujung lorong. Malam ini Tante di rum

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 77

    Rehan menatap wajah perempuan di depannya. Tante yang dulu menunduk setiap kali Om bicara, sekarang menyuruh Om menunggu di pagar rumahnya sendiri."Saya terusin, Tante. Kenceng, ya? Pegangan."Rehan memegang pinggul Tante dan bergerak lagi, cepat dan dalam. Tante menggigit bahu Rehan untuk meredam suaranya, dan meja dapur berderit lebih keras. Bolu bertulisan Bersih itu bergeser ke pinggir meja.Payudara Tante yang belepotan krim bergoyang dan mengilap di depan dada Rehan, dan bau vanila dari bolu itu masih menempel di kulit mereka. Sisa krim di bibir Rehan masih terasa manis."Mmmphh, Han, mmh, iya, iya, di situ, terus!"Panas itu naik cepat dari pangkal paha Rehan. Liang Tante yang licin dan berdenyut membuatnya tidak bisa

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 76

    Tante mencelupkan dua jarinya ke mangkuk krim, lalu mengoleskan krim putih itu ke lehernya sendiri, turun ke tulang selangka, lalu ke bagian dadanya yang tidak tertutup celemek."Krimnya mau Tante cobain dulu, kemanisan apa nggak. Tapi lidah Tante udah kebal manis gara-gara nyicip adonan dari sore. Jadi kamu yang cobain, Han. Pakai mulut."Rehan menunduk dan menempelkan bibirnya ke leher Tante. Krim mentega itu manis dan lembut, dan di bawahnya kulit Tante hangat dan sedikit asin oleh keringat dapur."Mmh, gimana? Kemanisan?""Pas, Tante. Krimnya pas. Kulit Tante yang bikin kemanisan."Tante tertawa pelan. Lidah Rehan turun mengikuti jejak krim itu ke tulang selangka, lalu ke samping payudara Tante. Napas Tante mulai tersenda

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 75

    Pak Gimin menyeruput kopinya. "Itu Rudi. Malam itu kamu pulang jam sebelas, Mas, aku yang nutup pintu di belakangmu. Itu juga ada rekamannya, di file kedua."Rehan mengepalkan tangan di bawah meja. Sebelas hari dia diancam polisi dan diminta sepuluh juta, padahal selama itu buktinya tersimpan di rumah seorang satpam, di dalam flashdisk merah sebesar jempol.[Misi: Bersihkan nama Rehan dari tuduhan Rudi.][Reward: 20 poin.]"Pak, Bapak mau ikut saya ke HRD? Terus ke polsek? Saya nggak minta Bapak ngomong apa-apa, cukup Bapak yang nyerahin flashdisk ini."Pak Gimin menatap Rehan lama, lalu menatap kopinya. "Rudi lagi rapat di kantor pusat sampai sore. Kalau mau ke HRD, ya hari ini. Kalau besok, aku keburu takut lagi."

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 74

    [Misi selesai. 10 poin. Saldo 85, XP 285.][XP 285. Rehan naik ke Level 7.][Fitur baru terbuka. Putar Ulang. Rehan bisa mendengar ulang suara yang dia dengar dalam tujuh hari terakhir, lebih pelan, dengan bunyi latar yang diredam.]Komentar, [Putar Ulang hanya membantu ingatan. Sistem tidak menyimpan rekaman yang bisa diberikan kepada orang lain.][Paket Naik Level. 3 Poin Atribut.]Tante keluar lebih dulu, membawa keranjang cucian kosong supaya terlihat baru dari belakang. Rehan menunggu lima menit sebelum keluar dengan handuk di leher dan masuk ke kamar tamu.Di atas kasur, Rehan membagi poinnya. Mental, karena dia harus berhadapan dengan Om dan Rendy setiap hari. Fisik dan Sta

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 73

    Tante mengambil botol sabun cair dan menuangkannya ke telapak tangan Rehan. Dia lalu berbalik, membelakangi Rehan."Sabunin punggung Tante dulu, Han, pelan-pelan, mulai dari tengkuk."Rehan menuruti. Telapaknya yang licin oleh sabun menyentuh tengkuk Tante, lalu turun pelan ke tulang belikat, ke tengah punggung, dan ke pinggang yang ramping.Kulit Tante licin dan hangat, dan setiap kali tangannya turun lebih rendah, punggung Tante melengkung sedikit menyambutnya. Rehan menunduk dan mengecup bahu Tante, dan rasanya hangat dan sedikit getir oleh sabun."Mmh, terus, Han. Ke bawah lagi, ke pinggang. Tangan kamu enak…"Wangi sabun melati memenuhi kamar mandi itu, bercampur dengan bau sampo Rehan yang belum dibilas. Dari rua

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status