"Nasi kucing, katanya," jawab Tante sambil melirik Rehan, ujung bibirnya naik menahan senyum. Entah kenapa, Tante Ratih seperti tidak suka apabila ada yang menggoda Rehan, mana yang menggoda sesama emak-emak berdaster!Setiap selesai membayar, Tante meminta pedagang menuliskan nota di sobekan kertas.Pertama, pedagang ayam menulis di sobekan kardus.Kedua, pedagang bawang menulis di bungkus rokok.Lalu pedagang cabai cuma bengong. "Nota? Iki pasar, Bu. Cabe seribu pakai nota? Ish, ada-ada aja!""Ditulis aja, Pak, tolong. Seribu juga nggak apa-apa, yang penting ada tanda-tangan Bapak di sana," pinta Tante pelan, tidak berani menatap wajah pedagang itu.Rehan melihat Tante menyimpan sobekan-sobekan itu rapi di dompet kecilnya, ditumpuk, dilipat, diurutkan. Kardus, bungkus rokok, kertas koran, sesuai yang diberikan masing-masing pedagang.Di lapak ikan, Tante menunjuk ikan nila di ember. Waktu tangannya terangkat, cincin kawin di jari manisnya meluncur lepas dan memantul di pinggir ember
Last Updated : 2026-10-09 Read more