Share

Bab 80

Penulis: Allina
last update Tanggal publikasi: 2026-11-07 06:03:27

Rendy tidak berkata apa-apa. Dia hanya membalik ponselnya, membuka foto, lalu menggeser ponsel itu pelan di atas taplak sampai berhenti di samping piring Om.

Om memandangi layar itu lama. Wajahnya tidak berubah.

Lalu Om membanting sendoknya ke piring.

PRANG!

Sendok itu terpental k

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 86

    Rabu siang, jam satu, Rehan baru keluar dari kelas Statistik Bisnis ketika sebuah bola futsal menggelinding ke depan sepatunya."Woi, Bro! Tendang balik ke sini!"Rehan mengangkat wajah. Di pinggir lapangan futsal kampus, seorang perempuan berdiri dengan tangan di pinggang. Dialah yang hari Senin tertawa ngakak dari bangku paling belakang, yang menyindir Kevin soal berpikir tiga menit sebelum bergerak.Rambutnya pendek sebahu, diikat asal di tengkuk, dan beberapa helainya menempel di dahi yang basah keringat. Dia memakai jersey futsal biru kebesaran dengan nomor sepuluh di punggung, dan celana training hitam yang digulung sampai betis. Betisnya keras dan berotot, kulitnya sawo matang terbakar matahari, dan dari leher jersey yang melorot di satu sisi terlihat tali sport bra hitam.

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 85

    Rehan membeku. Dari celah bawah pintu biru, dia bisa melihat bayangan sandal yang berhenti di dekat gerobak.Mbak Ningsih melepaskan mulutnya dengan bunyi basah kecil, tetapi tangannya tetap menggenggam pangkal batang Rehan. Tanpa berdiri, dia menoleh sedikit ke arah pintu dan berteriak dengan suara pedagang yang biasa sekali."Bentar, Bu! Lagi ngiket kangkung! Lima menit lagi aku keluar!""Kangkungnya sisain dua ikat, ya, Mbak!""Iya, Bu! Dua ikat, yang paling seger!"Bayangan sandal itu menjauh ke arah warung kopi di ujung gang.Mbak Ningsih menoleh lagi ke Rehan, lalu menyeringai lebar. "Ngiket kangkung. Aku nggak bohong, Mas. Ini juga sejenis kangkung, cuma batangnya lebih teb

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 84

    "Duduk. Sebelum sayur Bu Ratih kubungkus, kamu belajar dulu milih terong yang bener. Biar kalau aku nggak ada, kamu nggak dikibulin pedagang lain."Rehan duduk bersandar ke tembok. Mbak Ningsih mengambil satu terong, meraih tangan kanan Rehan, lalu meletakkan terong itu di telapaknya dan menutup jari-jari Rehan dengan jarinya sendiri."Rasain. Yang bagus itu keras, kulitnya kenceng, nggak ada lecetnya. Terus pas digenggam, nggak kegedean, nggak kekecilan.""Ini bagus, Mbak?""Itu lumayan. Sekarang bandingin sama yang ini."Mbak Ningsih mengambil tangan Rehan dari terong itu, lalu memindahkannya ke depan celana training Rehan sendiri, dan menekannya di sana.Rehan tersedak ludahnya

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 83

    Rehan langsung mengangkat kedua tangannya ke atas seperti orang yang ditodong. Anehnya, Nadia tidak bangun."Eh, tunggu. Kakiku masih lemes gara-gara kesetrum tadi. Jangan gerak dulu, Rehan, nanti aku jatuh lagi!""Saya nggak gerak, Nad. Saya bahkan nggak napas."Beberapa mahasiswa tertawa. Nadia menggigit bibir, menunggu kakinya pulih, lalu bangkit sambil menarik roknya turun dengan dua tangan. Telinganya masih merah ketika dia kembali berdiri di depan papan tulis.Rehan bangun, lalu langsung mencabut colokan kabel proyektor dari stop kontak sebelum ada yang menyentuhnya lagi. Dia memeriksa ujung kabel itu sebentar. Selotipnya sudah getas, dan tembaga di dalamnya terkelupas sepanjang ruas jari."Kabelnya kelupas, Pak. Jangan

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 82

    Lewat jam sepuluh, dari balik pintu itu terdengar tawa Tante, keras dan lepas.Rehan menatap langit-langit sampai tawa itu reda. Itu tawa pertama Tante sejak sendok Om terpental ke lantai.Senin pagi, Rehan duduk di tepi kasur dengan sepatu sudah terikat, lalu memejamkan mata.'On Sistem.'[SISTEM ACTIVATED]Komentar, [Selamat datang kembali. Selama Sistem mati, Tante Mira memanggil Rehan Ganteng dan Rendy memotret Rehan di pagar. Tidak ada poin yang tercatat selama Sistem mati.]'Mbah, baru nyala langsung nyinyir,' gerutu Rehan dalam hati.Motor bebek Om tidak ada di garasi. Rendy memakainya ke proyek sejak subuh, dengan alasan mobil

  • Tanteku Yang Pengertian   Bab 81

    Jari Tante akhirnya melepaskan kaus Rehan. Tante berdiri, mengumpulkan piring-piring yang tidak tersentuh itu, dan membawanya ke tempat cuci piring.Rehan memungut sendok Om dari lantai dan mengikutinya.Tante mencuci piring tanpa suara. Air keran mengalir, spons bergerak, dan bahu Tante berguncang kecil setiap beberapa detik. Air matanya jatuh ke bak cuci bersama busa sabun, tetapi tidak ada satu isakan pun yang keluar.Rehan mengambil lap dari gantungan dan berdiri di sebelah Tante. Dia mengelap piring yang Tante serahkan satu per satu, lalu menyusunnya di rak.Rehan tidak ingin ada notifikasi biru malam ini. Tidak ada misi, tidak ada poin, dan tidak ada angka yang naik. Dia hanya ingin berdiri di sebelah Tante tanpa menghitung apa-apa.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status