مشاركة

Bab 30

مؤلف: Anna Sahara
last update تاريخ النشر: 2026-04-23 13:06:50

"Oke, kita berhenti." Rudolf mengulum senyumnya. "Apa ini nyata, Aarick?" tanyanya lagi karena masih penasaran.

"Tentu saja nyata." Nada kesal terdengar jelas saat Aarick membentak Rudolf. "Apa kalian pikir aku ini sedang mendongeng? Bukankah kalian yang memaksaku tadi untuk bercerita?"

"Lucu aja, Rick," Tomi lebih dulu membalas. "Untuk apa mengingat gadis yang gak tahu di mana rimbanya, sedangkan sekarang kamu bisa mendapatkan yang lebih, tinggal pilih aja. Lagi p
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 61

    Velove menyilangkan tangan, memperhatikan perubahan di wajah Aarick. Senyumnya berubah getir. Tampak sekali jika partner seksnya itu menyukai Ara hingga terlihat salah tingkah."Dia ikut denganku, aku harap kamu gak masalah kalau Ara juga ada di sini?" sindir Velove sambil mendengus kesal.Tidak terlalu memikirkan sindiran kakaknya, Ara langsung menyelonong menyodorkan kopi. "Nih kalian cobain kopi buatan aku. Aku bikin sendiri." Aarick menerima cangkir itu dengan tangan kaku. Di depannya ada Ara yang polos dengan kopi buatannya. Di sampingnya ada Velove, mantan bos yang tau semua kehidupan bobroknya, dia selalu khawatir Velove membuka topengnya itu di depan Ara.Dan di kemejanya, masih ada bau parfum Lena dan Anita hasil dari transaksi 1 M semalam."Terima kasih, Ara," gumam Aarick, dan tidak berani menatap mata Ara lama-lama. Dia melirik Velove yang sekarang tersenyum dengan penuh kemenangan."Kerja lembur ya, semalam?"

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 60

    Aarick menoleh ke Lena, lalu menunjuk ke ranjang dengan dagunya. "Transfer dulu setengahnya. Sekarang juga. Sisanya kalau kalian puas. Dan percayalah bayaran ini tak kan sia-sia ..." Aarick menarik Anita mendekat sampai pinggul mereka menempel, "Tidak ada yang pernah kecewa dengan pelayananku."Lena tertawa, tepuk tangan sekali. "Nah, gitu dong. Aku suka pria to the point." Dia meraih ponselnya. "Aku bayar duluan. Anita, giliran kamu nanti."Sementara Lena sibuk transfer, Anita mendongak menatap Aarick. Satu M. Harga yang gila untuk mengira dia bisa membeli hati pria ini. Tapi malam ini, dia akan pastikan Aarick kerja sampai lupa caranya pulang.Lena meletakkan ponselnya di meja nakas. Ting. Notifikasi transfer 500 juta berhasil. "DP lunas," kata Lena, suaranya setengah berbisik setengah menantang. Dia sudah melepas heels-nya, berjalan mendekati ranjang dengan langkah pelan milik predator yang tahu mangsanya tak bisa lari

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 59

    Aarick diseret paksa menyusuri karpet tebal lorong. Di depan pintu 1708, dia akhirnya memberontak. Dengan satu sentakan kasar dia merenggut tangannya lepas dari cengkeraman Lena."Cukup!" geram Aarick, suaranya akhirnya pecah. Dia menatap Lena tajam, dadanya naik-turun. "Kamu pikir kamu siapa, main seret orang kayak gini? Ini hotel, Nyonya Lena, tempat umum. Bisa kacau semua kalau kamu bikin skandal."Lena menyandarkan punggungnya ke pintu 1708, sama sekali tidak takut. Dia justru tersenyum menang, menikmati amarah Aarick. "Aku pikir aku adalah orang yang bisa bayar kamu untuk tutup mulut dan buka celana," balas Lena dingin. "Kita ribut di sini, Anita dengar. Atau... kita masuk, dan kamu pulang bawa uang yang nggak bakal kamu dapat setahun pun kalau kerja halal."Adu mulut terjadi. Bisikan tajam, penuh hinaan dan ancaman. Sampai akhirnya Lena mendecak, mengeluarkan kartu hitam dari clutch kulitnya dan menempelkannya di dada Aarick."Lima kali lipat," bisik Lena. Matanya berkilat. "Un

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 58

    "Aarick," panggil Anita dengan suaranya serak dan manja. Aarick menoleh sedikit, namun tidak menjawab. Anita segera bangkit, membiarkan selimut merosot dari tubuhnya yang sintal. Dia mendekat dari belakang, lalu melingkarkan lengannya di perut Aarick. Dada telanjangnya menempel di punggung Aarick. "Jangan pergi dulu." Kontak fisik tanpa persetujuan setelah tugas selesai tidaklah profesional. Namun demikian Aarick hanya diam. Tidak melepas, tidak juga membalas. "Bagaimana kalau... kamu jadi milikku saja?" bisik Anita di telinga Aarick. "Kamu tidak perlu lagi kerja seperti ini. Aku bayar kamu bulanan. Tiga kali lipat dari tarifmu malam ini. Kamu tinggal temani aku. Tidur denganku. Hanya aku saja, begitu juga sebaliknya." Otak Aarick langsung bekerja. 'Tawaran eksklusif. Secara finansial sangat menguntungkan. Tapi resikonya kehilangan kebebasan bergerak.Anita mengeratkan pelukannya. "Kamu hebat, Aarick, sangat hebat di ranjang. Tidak ada yang seperti kamu selama ini. Aku tidak

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 57

    Kamar 1708. Lampu temaram dan AC disetel dingin seperti permintaan klien.Di atas ranjang, klien malam ini, Anita Anastasia, 34 tahun, wanita karir, cantik dan masih berstatus single sudah menanggalkan gaun satinnya. Tubuhnya matang, berpengalaman, dan malam ini dia yang membayar Aarick dengan harga mahal. Aarick berdiri di tepi ranjang. Kemejanya sudah lepas, memperlihatkan otot yang dia bentuk bukan untuk gaya, tapi untuk bertahan hidup. Ini pekerjaan 1 malam. Bayaran telah lunas di muka. Tidak ada emosi dan perasaan. Murni hanya transaksi.Anita mendekat, jarinya menelusuri dada Aarick. Napasnya sengaja dihembus ke leher pria itu. "Kamu diam aja dari tadi, Rick. Jangan bilang kamu malu karena ini adalah pekerjaan rutinmu." Dia ingat cerita Lena bahwa Aarick sangat bersemangat ketika melayani klien, tapi kenapa di pertemuan mereka justru sedikit loyo?Aarick menunduk. Tangannya langsung merespons. Satu tangan menahan pinggang Anita, satu lagi menahan tengkuk wanita itu. Tidak

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 56

    "AAAAAARAAAAA!!!" Raungan Aarick pecah, kencang, seperti bukan suara manusia lagi. Tanpa berpikir panjang, dia lari. Membanting pintu kamar. Velove yang shock baru tersadar, ikut lari terbirit-birit di belakang Aarick dengan wajahnya yang pucat.Dua pasang kaki menghantam anak tangga. Napas mereka beradu dengan isak tangis panik. Sampai di lantai satu, Aarick jatuh berlutut di samping tubuh Ara. Dia tak berani menyentuh. Tangannya gemetar hebat di udara. Banyak darah dan terlalu banyak. "Ara... bangun... Bangun, Ra..." Suara Aarick hancur. Pria setegar batu itu menangis. Nangis seperti anak kecil yang dunianya runtuh. "Jangan tinggalin aku... Ini salah aku... Semua salah aku ..." Velove yang baru sampai di belakang Aarick, langsung jatuh terduduk lemas. Matanya kosong melihat darah adiknya sendiri. "Ara... adikku..." Aarick mengangkat wajahnya ke langit malam. Air mata, amarah, penyesalan... semua tumpah jadi satu. Lalu... Gelap. "HHOOEEKH!!" Aarick tersentak bangun

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status