Share

Bab 29

Author: Anna Sahara
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-23 13:05:28

Pada sore hari, di lain hari , Aarick terlihat berkumpul bersama dua temannya, Rudolf dan Tommy. Ketiganya sedang berada di sebuah kafe. Mereka bertiga jarang menghabiskan waktu bersama akibat padatnya kesibukan masing-masing.

"Bagaimana dengan pacarmu itu, Tom?" Aarick bertanya pada pria berkulit putih itu. "Apa hubungan kalian masih lanjut?"

"Ya, begitulah, dijalani aja. Selagi ada uang yang mengalir terus menerus, dia pasti bertahan, tapi kalau tid
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 86

    Meja marmer panjang memantulkan cahaya lampu gantung yang terlalu terang. Di ujungnya, Marco Stevens dengan wajah tegang mengetuk-ngetukkan pena pada berkas kontrak.“Saya tidak mau nama bioskop saya dikaitkan dengan mantan escort,” katanya pelan, tapi cukup keras untuk membuat seluruh ruangan membeku.“Kita bicara soal reputasi. Soal keluarga yang datang bawa anak kecil. Saya tidak akan mempertaruhkan itu untuk satu aktor baru yang ternyata cukup kontroversial.”Beberapa eksekutif mengangguk hati-hati. Tidak ada yang berani membantah, namun satu orang di pojok ruangan merekam semuanya. Rekaman itu berdurasi 17 detik. Cukup untuk mengacaukan semuanya.12 jam kemudian.Rekaman itu bocor.Judulnya sederhana “Pemilik bioskop terbesar di kota Jabadia tolak kemunculan perdana Rick Nocturne; 'Saya tidak mau dikaitkan dengan mantan escort'."Dalam hitungan jam, berita itu meledak. Akan tetapi, di twitter dan instagram dukungan untuk Aarick juga meledak, penuh tagar #TalentOverPast.Di sebu

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 85

    Lampu kristal Grand Palais memantulkan cahaya ke gaun-gaun mahal. Trailer "Crimson Protokol" diputar di layar utama. Ketika adegan Aarick berdiri di Jembatan Charles sambil merokok muncul, seluruh ruangan terdiam, terpana dengan pesona ketampanan pria perkasa itu.Sutradara lain berbisik pada Erick, “Kau yakin dia tidak pernah sekolah akting? Dia bahkan mampu membawa suasana ruangan ini, menurutmu, dari mana bakat itu?”Erick hanya tersenyum. “Dia tidak perlu sekolah. Dia hanya perlu menghidupkan perannya.”Di luar ruangan, di koridor VIP, tiga wanita berdiri mengelilingi poster film. Mereka saling pandang, lalu tertawa kecil.“Dia masih sama,” kata Clara. “Dingin. Tapi sekarang semua orang bisa melihatnya.”Sofia mengangguk. “Dulu aku membayar mahal hanya untuk sebuah kepuasan. Sekarang dunia membayar untuk mendengarkannya.”Isabella mengeluarkan ponsel. “Kalau industri ini menolaknya, aku siap membuatnya jadi raja.”Mereka bertiga memposting foto bersama poster film dengan caption.

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 84

    84.Kota Jabadia, 10 hari setelah malam di Praha.Ruang konferensi pers hotel Aston dipenuhi wartawan. Poster "Crimson Protokol" terpampang di belakang panggung. Wajah Rick Nocturne dengan tatapan tegas dan wanita-wanita pemeran pendukung memenuhi layar besar.Erick Mayer menepuk mikrofon pelan. “Baik, sesi tanya jawab dimulai. Satu pertanyaan per orang.”Tangan pertama yang terangkat milik Dessy, reporter senior dari salah satu media ternama. Wanita itu tersenyum tipis, seperti orang yang sudah memegang kartu truf.“Tuan Nocturne, kami telah memutar thriller flim perdana Anda berulang kali dan itu membuat kami takjub, kami juga tidak sabar untuk menonton filmnya, tapi sekarang yang ingin saya tanyakan adalah gosip yang beredar sebelum penayangan film ini yang mana publik di kota Jabadia juga mulai bertanya-tanya. Benarkah Anda dulunya bekerja sebagai pendamping pribadi untuk klien VIP? Dan apakah debut film ini adalah cara Anda mencuci nama?”Ruangan mendadak sunyi. Beberapa kamera l

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 83

    83Harry menyeringai. “Industri ini belum selesai denganmu, Aarick. Dan aku belum selesai denganmu juga. Dulu kau mempermalukanku hingga aku dideportasi. Sekarang giliranku.”Air di wastafel berhenti menetes. Sunyi hanya dipecah oleh suara napas mereka berdua.Aarick yang marah mengepalkan kedua tinjunya, menunjukkan sisi keperkasaannya sebagai pria yang dominan.Tapi menyaksikan itu, senyum Harry tiba-tiba berubah. Matanya menyipit, menatap Aarick dari atas sampai bawah seperti menilai barang yang tiba-tiba jadi berharga lagi.“Little bastard,” gumam Harry pelan, hampir seperti mengagumi. “Setelah lama tak bertemu, kau malah semakin menjadi, kau membuatku lebih gila.”Aarick mengerutkan alis. “Maksudmu?”Harry menghela napas panjang, dadanya naik turun. “Jangan pura-pura tidak tahu. Kau selalu begitu. Dingin, keras, tapi ada sesuatu dari caramu berdiri, caramu marah dan menatap… yang membuat orang gila.”Harry melangkah maju setengah langkah lagi. Suaranya berubah, lebih rendah, lebi

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 82

    82.Harry yang duduk santai, gelas wine di tangan, senyum tipis di bibir. Seperti orang yang baru saja menang undian. "Finally," ujarnya pelan.Aarick membeku setengah detik. Ingatan beberapa bulan lalu, tawaran palsu dengan bayaran fantastis, hotel berdarah, rayuan pria belok itu, lalu pukulan bertubi-tubi yang mendarat di rahang Harry, muncul sekaligus.Jadi, kita bertemu lagi.Anne masih bicara, tapi Aarick sudah tidak mendengar. Ruangan yang tadinya ramai tiba-tiba terasa sunyi. Hanya ada dia dan Harry, dan dendam yang belum selesai.*Malam berjalan terus, selain Anne, banyak wanita cantik dari kalangan atas duduk di sana. Anak pengusaha, putri diplomat, model yang wajahnya sering muncul di sampul majalah Eropa. Mereka datang bukan hanya untuk bisnis, tapi juga untuk melihat langsung Aarick yang mereka dengar memiliki pesona yang memabukkan.Dan di antara mereka, ada Anita.Anita berdiri dekat bar kecil, mengenakan gaun silver mewah dan membuat siluetnya semakin tajam. Rambut hit

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 81

    Aarick belum melihat sosok Harry. Dia masih berbisik pelan dengan Erick, tidak sadar bahwa puluhan meter dari sana, orang yang pernah dia permalukan sedang menatapnya dengan tatapan penuh perhitungan.Harry meletakkan gelasnya perlahan. Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi bukan karena takut. Ini kesempatan. Kesempatan yang tidak dia rencanakan, tapi datang sendiri.Di kepalanya, rencananya sudah berjalan.Kalau dia membuka mulut sekarang, di depan semua orang penting ini, satu kalimat saja cukup untuk mengungkit skandal lama itu.Dia melangkah maju satu langkah, gelas wine di tangan satunya berayun pelan.Aarick masih belum menoleh, dan di sekelilingnya, tamu lain terus berbincang.Harry menarik napas, bersiap memanggil nama Aarick keras-keras. Satu teriakan saja, dan semua mata yang sudah tertuju pada kedatangan Aarick akan berubah arah padanya.“Ar—”"Rick Nocturne!”Suara itu memotong lebih cepat. Nyaring, ceria, dan terlalu dekat.Seorang wanita dalam gaun hitam tanpa lengan mel

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 45

    “Aku mau coba ini, Aarick.” Ara naik dan duduk di mesin water rower, matanya berbinar. “Tolong ajarin aku caranya, Rick!” pintanya antusias.Aarick menghela napas pelan. Jujur, dia takut khilaf. Dekat dengan Ara selalu menguji kendalinya. Tapi janji adalah janji. Dia sudah bilang ak

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 43

    "Kamu mau nanya apa?"Ara menggeleng pelan. "Nggak jadi, kamu duluan deh. Kayaknya pertanyaan kamu lebih penting."Aarick menelan ludah. Jantungnya sudah seperti mau copot saja. Jika dugaannya salah, dia akan merasa malu seumur hidup. Tapi jika dia benar... Aarick mengambil napas. Sekali, hingga d

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 40

    Jantung Aarick berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia bersandar ke meja, memangkas jarak di antara mereka. Napas Ara tercekat saat tangan Aarick naik, menyentuh rahangnya pelan. Ibu jari Aarick mengusap bibir bawah Ara, lembut dan hati-hati."Jangan bilang kamu gak mau," bisik Aarick, suaranya s

  • Tarif Cinta Sang Pria Perkasa   Bab 39

    "Apa ...?" Kedua bola mata Ara melebar dengan mulut setengah menganga mendengar pertanyaan Aarick.Pun dengan Aarick yang langsung tercegat dengan ucapannya sendiri. Kebiasaannya yang selalu meminta bayaran di awal terbawa saat sedang bersama dengan Ara yang bukan kliennya.***"Lebih cepat lagi!"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status