Aarick menghempaskan pintu kamarnya, lalu melemparkan tubuhnya yang lelah ke tempat tidur. Dia marah, sedih, dan merasa terjebak."Menggadaikan aku sebagai pembayar hutang judimu saat remaja, tidak pernah memperlakukan aku sebagai anak, selama ini aku tumbuh jadi budak Velove dan akhirnya menjadi Gigolo karena ulahmu? Apa yang kamu pikir?! Apa bagimu aku hanya barang dagangan!" Aarick memukul bantal, mencoba melepaskan emosinya pada sang ayah yang tega menyerahkannya pada Velove.Aarick kemudian mengingat kata-kata ibunya, "Aarick, ayahmu juga butuh uang untuk operasi. Madam Velove mau bantu, tapi...""Jadi selama ini madam Velove masih berkomunikasi dengan ayahku?" Aarick menebak. "Dia tidak pernah membicarakannya denganku, apa yang dia rencanakan?"Semakin merasa terjebak, Aarick tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aarick mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Biasanya, jika sedang kalut dan tak karuan seperti ini, dia akan
Last Updated : 2026-04-18 Read more