Share

Bab 71 Season 1

Penulis: Yuri
last update Tanggal publikasi: 2024-06-26 20:54:49
"Seharusnya dia mencari topik pembicaraan sekarang, bukan malah diam saja!" batin Verlyn sambil melipat tangannya dan menatap ke arah jendela mobil.

Kayn yang sedang mengemudi menghela napas pelan.

"Aku memang tidak menyukai dirinya yang terlalu aktif dan banyak bicara, tapi jika suasananya jadi seperti ini..."

Kayn mulai memutar otak, mencoba mencari topik pembicaraan dengan Verlyn agar suasana tidak terus sunyi dan canggung seperti sekarang.

Setelah beberapa saat, Kayn akhirnya menemukan s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 196 Season 3

    ​Suara ketukan jemari di atas meja mahoni memecah keheningan ruang kerja CEO Kizen Group. Verlyn masih fokus meneliti lembar demi lembar berkas audit di depannya.​Penampilannya hari ini kelihatan simpel tapi elegan. Kemeja putih dengan lengan tiga perempat terpasang rapi di tubuhnya, dipadukan dengan celana bahan hitam berpotongan lurus. Rambut warna kremnya digelung model messy bun, menyisakan beberapa helai yang jatuh lembut di samping wajahnya.​Begitu menandatangani dokumen terakhir, Verlyn menyandarkan punggung ke kursi lalu menghela napas lega. Pekerjaan utamanya untuk sesi pagi akhirnya selesai juga dengan cepat.​Pintu ruangan perlahan terbuka, membiarkan Fayyara melangkah masuk sambil memegang tablet di tangannya.​"Nona Verlyn," panggil Fayyara. "Maaf mengganggu waktunya. Ada satu janji temu mendadak siang ini, apa Nona bisa datang?"​Verlyn mendongak. Sebagai tipe orang yang rajin dan suka tetap sibuk, dia paling tidak betah j

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 195 Season 3

    ​Keesokan paginya, ruangan kerja Kayn terasa seperti ruang hampa. Tidak ada lagi sisa-sisa emosi di wajahnya. Mata yang biasanya menyimpan duka itu kini tampak kosong dan dingin. Rasa sakit semalam sudah mencapai titik di mana ia bahkan tak lagi mampu meneteskan air mata; ia sekarang hanya merasa... mati rasa. ​Tanpa suara, daun pintu terbuka. Rainon melangkah masuk dengan sigap. ​"Rainon," panggil Kayn singkat. ​"Ya, Tuan Kayn? Ada yang Anda butuhkan?" ​"Blokir semua kartu kredit dan fasilitas atas nama Sellina. Hari ini juga. Cabut aksesnya dari semua properti Vyntie Group," perintah Kayn datar tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen di mejanya. ​Rainon terdiam sejenak, wajahnya tampak bingung. "Saya minta maaf sebelumnya, Tuan... apa ada masalah yang terjadi? Apakah ini ada hubungannya dengan—" ​"Itu tidak penting," potong Kayn dingin tanpa menoleh. "Dia hanya seseorang yang sudah tidak lag

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 194 Season 3

    ​Khalix masih tampak asyik berbincang hangat dengan beberapa relasi senior di tengah riuhnya ballroom. Namun, saat pandangannya menyapu ke sekeliling ruangan, dahinya berkerut pelan. Sosok Kayn yang seharusnya sedang membaur membangun relasi, sama sekali tak terlihat di mana pun. ​Memutuskan untuk memeriksa, Khalix memohon izin sebentar pada lawan bicaranya lalu melangkah keluar dari ballroom. Pria paruh baya itu merogoh ponsel di dalam saku jasnya, mencoba menghubungi nomor putranya. ​Satu panggilan dialihkan. Dua kali... tiga kali, tetap tidak ada jawaban. Panggilan teleponnya hanya dibiarkan berdering hingga mati begitu saja. ​Khalix menghela napas panjang, mendengus gusar. Ia berjalan menuju area parkir VIP di luar gedung hotel. Di sanalah ia melihat mobil sedan hitam milik Kayn terparkir. Lampu kabinnya redup, namun Khalix bisa melihat samar sosok putranya yang terduduk kaku di dalam. ​Dengan langkah lebar, Khalix menghampiri mobil itu da

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 193 Season 3

    ​Keheningan koridor VIP terasa begitu menghimpit bagi Kayn. Tubuhnya kaku membeku. Matanya menatap tajam dua sosok di depannya, berjuang keras memproses kenyataan pahit yang menghantam dadanya tanpa ampun. ​Sellina, wanita yang selama ini ia bela mati-matian dan ia beri segala kemewahan kini sedang bersandar mesra di dada Rensra. ​"Aduh, pelan-pelan dong, Rens... Nanti ada yang lihat," bisik Sellina manja sambil mengusap rahang Rensra. ​Rensra terkekeh pelan, ja mempererat pelukannya di pinggang Sellina. "Siapa yang bisa lihat kita di lorong sepi begini? Lagian, si Kayn itu tidak akan datang ke acara ini. Setahu aku yang diundang ke acara ini dan yang menjadi perwakilan Vyntie Group malam ini hanya Tuan Presdir Khalix, bukan dia." ​Sellina tertawa kecil, suara tawa yang dulu selalu terdengar manis di telinga Kayn, kini berubah menjadi bisikan beracun yang menyayat hatinya. ​"Iya

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 192 Season 3

    "Ingat kata-kata Papa, Kayn. Malam ini Papa ada urusan sendiri dengan komisaris senior," bisik Khalix dingin saat mereka baru saja melewati pintu utama ballroom hotel bintang lima tersebut. "Buktikan kalau kamu bisa bangun relasi sendiri. Amankan minimal satu kesepakatan malam ini. Jangan membuat Papa malu di depan rekan-rekan Papa." ​Kayn melirik ayahnya sekilas, menelan saliva yang terasa pahit di tenggorokannya. "Papa tidak mau mendampingiku dulu sebentar?" ​Khalix menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya dan menatap Kayn dengan pandangan menusuk. ​"Kamu adalah penerus Vyntie Group, bukan anak kecil yang harus digandeng ke mana-mana," sahut Khalix tanpa memberikan ruang untuk Kayn membantah. "Tunjukkan wibawamu di depan mereka." Khalix langsung berbalik dan melangkah pergi menyapa kerumunan pengusaha senior, meninggalkan Kayn sendirian di tengah riuhnya jamuan mewah itu. ​Kayn menghela napas panjang, ia merapikan jas hitam

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 191 Season 3

    ​"Mau sampai kapan Papa harus menanyakan alasan kinerja Vyntie Group makin merosot seperti ini, Kayn?!"​Seberkas dokumen dibanting keras ke atas meja. Khalix berdiri tegap di depan meja kerja putranya dengan napas memburu dan mata memerah menahan amarah.​"Papa sengaja datang ke kantormu malam-malam begini hanya untuk melihat kekacauan ini?!" cecar Khalix tajam. "Sejak kamu membiarkan hubunganmu dengan Verlyn berantakan dan rencana aliansi Kizen Group terlepas, para investor mulai menarik rasa percaya mereka kepada perusahaan kita!"​Kayn cuma bisa menunduk, meremas jemarinya sendiri di bawah meja. "Aku... aku lagi mengusahakan negosiasi ulang dengan beberapa vendor dan investor, Pa."​"Usahakan?!" Khalix mendengus kasar. "Usahamu tidak ada artinya jika tidak menghasilkan angka yang bagus! Harusnya dari awal kamu sadar, Verlyn itu benteng pertahanan terbaikmu. Sekarang setelah dia pergi dan makin sukses sama Florest Group, Vyntie Group hanya terlihat

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status