Compartilhar

Taruhan Dengan Ceo Muda
Taruhan Dengan Ceo Muda
Autor: Yuri

Bab 1 Season 1

Autor: Yuri
last update Data de publicação: 2024-03-15 14:03:10

“Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika.

“Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal.

Alih-alih marah, pria berambut cokelat dengan bola mata hijau army itu hanya menghela napas panjang. “Ini tidak buruk untukmu, Verlyn. Pikirkanlah baik-baik,” ucap Kaze menenangkan.

Verlyn menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu menatap pria yang ia panggil Ayah itu dengan tajam. “Kehidupanku sudah sempurna, Ayah. Aku tidak membutuhkan pria yang bertugas memenuhi kebutuhanku kelak, karena aku bisa menghidupi diriku sendiri!”

Kaze mengangguk pelan lalu duduk di kasur, tepat di sebelah Verlyn. “Tapi kamu belum pernah bertemu dengannya, kan? Bagaimana kalau kamu membuat janji temu dulu dengan Kayn?” tawarnya.

Verlyn kembali menggeleng. “Tidak ada jaminan kalau aku sudah bertemu dengannya, maka aku akan menerima perjodohan ini, Ayah.” Dia menoleh ke arah lain.

“Baiklah, kalau itu maumu. Ayah tidak akan memaksamu lagi. Tapi...” Kaze bangkit dan berjalan menuju pintu kamar tanpa melanjutkan kalimatnya.

Verlyn menoleh cepat. “Tapi apa, Ayah?” tanyanya penasaran.

Sebelum melangkah keluar, Kaze menoleh dan tersenyum kecil. “Ayah akan memindahkan status ahli waris perusahaan Kizen kepada Ace jika kamu tetap menolak perjodohan ini.”

Mata Verlyn membelalak. “Apa!? Maksud Ayah—”

“Tidak ada alasan bagi Ayah untuk mempertahankan posisimu itu, bukan?” potong Kaze, lalu benar-benar meninggalkan kamar Verlyn.

Verlyn terdiam. Ia mengacak-acak rambutnya dan menjatuhkan diri ke kasur.

‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Keinginanku untuk menjadi ahli waris tinggal sedikit lagi. Tapi… kenapa…’

“Akh!” Verlyn menghela napas, meraih ponselnya, dan melirik jam yang menunjukkan pukul 8 malam.

Ia bangkit, membawa ponsel, dan melangkah keluar kamar. Ia memutuskan untuk menemui Kaze dan membicarakan soal perjodohan itu.

Setelah sampai di depan ruang kerja Kaze, Verlyn mengetuk dan membuka pintu perlahan. Kaze yang sedang menatap layar laptopnya menoleh ke arah Verlyn yang mengintip dari celah pintu.

Menyadari dirinya sudah terlihat, Verlyn masuk dan menutup pintu kembali.

“Ayah sedang sibuk?” tanyanya.

Kaze melirik layar laptop sejenak lalu bangkit dan menggeleng. “Tidak begitu sibuk. Ada apa?”

Verlyn menarik napas dalam-dalam dan menatap Kaze. “Soal perjodohan tadi, aku—”

“Ayah tahu.”

Kaze mengambil beberapa berkas dari meja kerjanya dan menyerahkannya pada Verlyn. Verlyn menerimanya dengan ragu, lalu mulai membacanya.

“Berkas ini berisi tentang perpindahan hak ahli waris perusahaan. Ayah sedang mendiskusikannya dengan para—”

“Aku datang ke sini untuk mengatakan bahwa aku bersedia menerima perjodohan itu!” potong Verlyn, sedikit berteriak.

“Ayah tidak pernah mengajarimu untuk memotong perkataan orang tua, Verlyn,” tegur Kaze tegas.

Verlyn mengepalkan tangannya dan menunduk. “Maaf, Ayah…”

Kaze menghela napas dan melanjutkan ucapannya yang sempat tertunda.

“Dalam diskusi tadi, para manajer dan staf tinggi di perusahaan memiliki pendapat yang beragam soal pengganti ayah. Tapi sebagian besar dari mereka lebih setuju jika kamulah yang menjadi ahli waris.”

Verlyn terkejut dan mengangkat kepalanya. “B–bagaimana bisa, Ayah? Aku tidak mengerti kenapa mereka lebih memilihku.”

Kaze tersenyum. “Itu karena—”

Pintu ruang kerja terbuka perlahan.

“Karena aku tidak mau menerima tawaran itu, Verlyn!” seru seorang pria dari balik pintu.

Verlyn mengenali suara itu dan cepat-cepat membalikkan badan. Ia terkejut melihat sosok pria berseragam pilot, mengenakan celana hitam. Rambut merahnya dan bola mata hijau army—sama seperti miliknya—membuat Verlyn tak ragu lagi.

Mata Verlyn berkaca-kaca. Ia berlari dan memeluk pria itu erat.

“Kakak!!! Kangen banget, huhu…” isaknya.

Ace tersenyum dan mengelus rambut panjang adik perempuannya yang berwarna krem. “Sudah, jangan menangis. Nanti seragam Kakak basah, loh,” canda Ace lembut.

Verlyn mengangguk, melepas pelukan, lalu mengusap air mata dan hidungnya yang meler.

“Kakak kapan datang? Kenapa enggak kabarin aku?” tanya Verlyn sedikit kesal.

“Kakak ambil cuti seminggu untuk istirahat. Tadi baru sampai,” jawab Ace santai.

“Terus, Delcina di man—”

“Verlyn, Ayah ingin berbicara empat mata dulu dengan Ace. Bisa tinggalkan kami sebentar?” potong Kaze.

Verlyn diam sejenak lalu mengangguk. “Iya, Ayah.”

Ace kembali mengelus kepala adiknya. “Nanti lagi ya, Verlyn.”

Verlyn tersenyum, mengangguk, dan meninggalkan ruang kerja Kaze. Ia merasa sedikit pusing, lalu memutuskan turun ke lantai bawah untuk menenangkan diri dengan secangkir teh hijau.

Ia memilih menggunakan lift karena terlalu lelah menuruni tangga dari lantai empat ke lantai satu.

Begitu lift terbuka, pandangan Verlyn tertuju pada seorang wanita berambut panjang bergelombang berwarna kuning yang sedang berbicara dengan para pelayan di dapur.

“Kakak Velyn!” seru suara kecil dari arah lain.

Verlyn menoleh dan melihat gadis kecil berambut merah yang diikat dua serta bermata hijau army sedang melambaikan tangan. Ia langsung mengenalinya dan berlari mendekat.

“Delcina lagi main sendirian, ya?” tanya Verlyn sambil duduk di samping gadis kecil itu.

Delcina mengangguk dan memberikan cupcake dengan krim stroberi di atasnya. Verlyn terharu dan menerimanya senang.

“Terima kasih! Delcina tahu aja kalau Kak Verlyn suka stroberi,” ucap Verlyn bahagia.

Ia melahap cupcake itu dengan semangat, namun tiba-tiba seseorang memanggil namanya.

“Verlyn!” panggil seorang wanita dari belakang.

Verlyn menoleh dan tersenyum. “Kak Selvania!”

Verlyn dan Selvania berpelukan lalu mulai bertanya kabar satu sama lain. Wanita itu adalah istri Ace sekaligus teman curhat Verlyn yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri.

Di tengah obrolan hangat, Selvania membuka topik serius.

“Verlyn, apa kamu benar-benar sanggup menerima perjodohan dari Ayah?”

***

Sementara itu, di ruang kerja Kaze...

“Ayah sudah mempertimbangkan perjodohan ini dan mendiskusikannya dengan Verlyn?” tanya Ace, membuka pembicaraan.

Kaze mengangguk pelan. “Ini yang terbaik untuknya.”

Ace terdiam. “Tanpa cinta yang tulus, bukankah hubungan tidak akan bertahan lama? Ayah sendiri yang mengajarkan itu kepadaku.”

Kaze kembali mengangguk, lalu tersenyum samar—senyum yang tidak bisa dimengerti Ace. “Karena itulah Ayah menjodohkannya.”

Pintu tiba-tiba terbuka perlahan. Verlyn berdiri di baliknya.

“Apa yang tidak akan bertahan lama, Kak?”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 187 Season 3

    ​"Wah, ternyata ramai juga ya jam segini?" ​Verlyn merapatkan mantel tipisnya saat melangkah keluar dari mobil. Hawa sejuk pagi hari di New York langsung menyapa kulitnya, namun pemandangan banyak pengunjung di kawasan pusat perbelanjaan ternama itu membuat suasana terasa sedikit lebih hangat. ​Steven yang menyusul di sampingnya terkekeh pelan, ia menyamakan langkah kakinya dengan Verlyn. "Pilihan yang tepat berbelanja pagi-pagi begini. Udaranya masih segar dan kita juga tidak perlu berdesak-desakan saat toko-toko mulai penuh nanti." Verlyn mengangguk setuju. "Kau benar, Steven. Seperti ini lebih baik." ​Setelah melewati semalam yang melelahkan di Grand Business Gala, mereka sengaja mengosongkan jadwal dalam beberapa jam. Steven hendak berburu oleh-oleh untuk Kina sebelum terbang kembali ke Chicago, sementara Verlyn dengan senang hati menawarkan diri menjadi penunjuk jalan. ​Mereka melangkah masuk ke sebuah t

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 186 Season 3

    ​Malam harinya setelah Grand Business Gala usai, suasana di dalam kediaman mewah keluarga Viondra terasa begitu sunyi. Kayn melempar jas serta kunci mobil dinasnya ke atas sofa ruang tengah, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.​Pikirannya masih berisik. Bayangan Verlyn yang berjalan anggun mengenakan gaun krem berkilauan di samping Steven Florest terus berputar-putar di kepalanya. Belum lagi dia terus mendapatkan omelan pedas dari ayahnya kemarin malam karena batalnya rencana perjodohan keluarga Alreo dan Viondra yang membuat kepalanya semakin mau pecah.​Di tengah kepenatannya, ponsel Kayn di dalam saku celananya bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari Sellina.​[ Sellina ]Aku baru mendarat di New York. Jemput aku sekarang di kafe Terminal 4 bandara. Pakai mobil pribadimu ya, jangan pakai mobil kantor Vyntie, nanti ada yang tahu kalau itu kamu.​Kayn menghela napas panjang. Hubungan mereka memang sengaja dirahasiakan dari publik dan kelua

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 185 Season 3

    Acara Grand Business Gala di New York malam itu berlangsung di sebuah tempat megah yang bernuansa emas dan sangat mewah. Banyak petinggi bisnis antar kota bahkan luar negeri yang sedang saling bertukar sapa dan berjabat di dalam sana. Pintu utama ballroom terbuka dan ada dua petinggi lain di dekat ambang pintu yang seketika menarik banyak perhatian pasang mata. ​Verlyn melangkah masuk dengan anggun. Ia mengenakan gaun off-shoulder berwarna krem lembut bertabur glitter dan manik-manik halus yang berkilau mewah diterpa cahaya lampu. Potongan gaun yang pas di badanya itu memancarkan pesona yang begitu elegan dan berkelas. Rambutnya ditata gaya low side-bun yang cantik dengan beberapa helai poni menjuntai lembut membingkai wajahnya, dipadu riasan tipis yang menawan. ​Di sampingnya, Steven melangkah gagah dengan setelan tuksedo hitam yang amat rapi. Pria itu memberikan senyuman yang ramah kepada semua orang di sana sambil setia mendampingi V

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 184 Season 3

    ​Pusat perbelanjaan mewah di kota New York sore hari itu tampak cukup ramai. Verlyn dan Steven berjalan berdampingan menyusuri butik-butik eksklusif untuk mencari cenderamata yang cocok untuk Kina.​Setelah melirik beberapa galeri seni dan toko aksesori, pilihan mereka jatuh pada sebuah gelang perak berdesain minimalis dengan liontin kecil berbentuk bintang, sangat manis dan cocok untuk gadis kecil seusia Kina.​"Kira-kira Kina bakal suka nggak ya, Stev?" tanya Verlyn sambil memperlihatkan kotak beludru kecil berisi gelang tersebut kepada Steven.​Steven melirik sejenak ke arah Verlyn dan tersenyum puas. "Dia pasti akan langsung heboh begitu tahu kamu sendiri yang memilihnya, Verlyn. Kina akan merasa sangat senang."Verlyn terkekeh pelan. "Aku harap gelang ini sesuai dengan selera Kina."​Setelah membayar belanjaan tersebut, perut mereka mulai berbunyi karena berjalan-jalan cukup lama. Steven mengajak Verlyn mampir ke sebuah kafe artisan

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 183 Season 3

    ​Setibanya di area parkir restoran seafood, udara sore New York yang segar langsung menyambut Verlyn dan Steven. Mereka melangkah santai menuju mobil sedan hitam. Steven dengan sigap membukakan pintu untuk Verlyn sebelum berjalan memutar ke sisi lainnya.​"Jadi, kita langsung berburu cenderamata terbaik New York untuk Kina, kan?" tanya Steven seraya tersenyum santai, bersiap masuk ke dalam mobil.​"Tentu saja! Aku sudah tahu beberapa toko—"​Kalimat Verlyn terhenti saat ponsel di dalam tas tangannya mendadak bergetar hebat. Ia merogoh tasnya dan melihat nama pemanggil yang tertera di layar.​[ Ayah ]​"Steven, sebentar ya. Ayahku menghubungiku," pamit Verlyn halus.​"Silakan, santai saja," sahut Steven ramah, memberi ruang pribadi seraya berdiri menyandar santai di kap mobil sambil memeriksa beberapa pesan di ponselnya.​Verlyn menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Halo, Ayah?"​"Verl

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 182 Season 3

    ​Mobil sedan hitam mewah milik Kizen Group berhenti mulus di depan sebuah restoran seafood bergaya fine dining yang terletak di tepi dermaga New York. Suasana restoran itu sangat tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan pemandangan muara laut yang membentang luas. ​Verlyn dan Steven melangkah masuk. Seorang pelayan menyambut mereka dan mengantar menuju meja privat di sudut area outdoor yang menghadap langsung ke arah perairan. ​"Pilihan yang sangat bagus, Verlyn," puji Steven seraya menarikkan kursi untuk Verlyn sebelum ia sendiri duduk di hadapannya. "Atmosfernya tenang sekali." ​"Aku sering ke sini kalau lagi butuh tempat untuk menjernihkan pikiran," jawab Verlyn lembut seraya tersenyum. "Semoga menunya sesuai dengan seleramu, ya." ​Seorang pelayan datang membawakan menu, dan tak butuh waktu lama bagi Steven untuk memesan hidangan laut segar terbaik, mulai dari grilled lobster

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status