/ Romansa / Tawanan Cinta Queen Mafia / Perbedaan Saat Menjadi CEO dan Mafia

공유

Perbedaan Saat Menjadi CEO dan Mafia

작가: Blue Angel
last update 최신 업데이트: 2025-09-27 23:37:04

"Kak Elshi," sambut Zea saat sang kakak tiba di depan pintu kediaman mereka. Terlihat beberapa pelayan segera menghampiri. "Haii, Zea," sapa Elshi.

"Sudah mandi belum? Bagaimana dengan kuliahmu hari ini?" Yaa pertanyaan itu selalu ditanya oleh sang kakak jika pulang kerja, nampak seperti menanyai anak kecil yang masih sekolah di jenjang SMP.

Elshi memang sangat menyayangi adiknya. Mereka baru beberapa tahun belakangan berkumpul kembali, selama ini Zea tinggal bersama sang ibu, sedang Elshi bersama sang ayah.

Sejak orang tua mereka bercerai, mereka tidak pernah bertemu kembali. Sang ibu tidak mengizinkannya, walau ia harus memendam kerinduan kepada anak pertama mereka, Elshi. Elshi hidup bergelimang harta bersama sang ayah, sementara Zea hidup sederhana dengan sang ibu.

Itulah alasan Elshi sekarang begitu memanjakan sang adik. Selain tidak punya siapa-siapa lagi, mereka telah lama terpisah. "Emmm kakak, aku sudah mandi. Apa kakak tidak mencium aroma wangi di tubuhku?" sahut Zea.

"Sebelll ih," Zea berucap sambil memasang wajah cemberut manja. Elshi tertawa keras melihat mimik wajah adiknya itu.

"Non Elshi, air hangat sudah siap. Apa Non mau langsung mandi atau mau olahraga dulu?" tanya salah satu pelayan di rumahnya. "Aku mau olahraga," sahutnya.

Zea membuntuti kakaknya ke ruang latihan fisik maupun olahraga di salah satu bagian rumah mereka. Yaa benar saja, walau mereka terlihat anggun, manis, dan manja dari luar, sebenarnya mereka bukannya orang yang lemah. Pada kenyataannya, jika hanya lelaki biasa, akan sangat mudah dipatahkan tangannya hanya dengan satu gerakan.

Zea mendapat pelatihan bela diri langsung dari kakaknya. Mereka berdua harus menjadi wanita terkuat, baik mental ataupun fisik. Keadaan di masa lalu memaksa mereka terjun dalam dunia ini, dunia yang tidak banyak orang tahu bahwa mereka berdua adalah bagian dari salah satunya.

Benar saja, Zea yang memiliki paras tidak kalah cantik dari sang kakak, tetapi memiliki sisi ganas dan menakutkan di dunia mafia. Di dunia mafia, orang lebih mengenal mereka berdua dengan julukan gadis rubah dan wanita srigala, tanpa tahu identitas nama asli, pekerjaan, tempat tinggal, maupun rupa aslinya.

Saat beraksi, mereka selalu memakai topeng setengah wajah, namun tetap saja siapapun yang memandang mereka tahu mereka memiliki wajah Dewi. Elshi dengan topeng rubah di wajahnya, sementara Zea menggunakan cadar yang menutup hidung sampai dagunya.

Mereka bukan orang yang mudah membunuh lawannya kecuali memang sudah sangat mengancam nyawa mereka dan di luar kendali. Bisa dihitung berapa jumlah manusia kurang ajar yang terpaksa mereka hilangkan nyawanya.

Setiap hari, kakak beradik ini selalu latihan fisik, terus mengasah kemampuan mereka. Kematian sang ayah adalah alasan mengapa mereka rajin melakukan ini. Mereka berdua harus menjadi yang terkuat agar bisa membalas dendam kepada salah satu mafia besar di kota mereka. "Hugo, tunggu kedatanganku," ucap Zea seraya latihan tinju. Dia memukul-mukul benda panjang yang tergantung di ruangan itu dengan sarung di tangannya. Di sisi lain terlihat Elshi yang membersihkan beberapa pistol dan pisau. Wajah cantiknya terkesan sinis. "Aku akan habisi seluruh keluargamu tanpa terkecuali."

Yaa, ruangan yang diketahui oleh pelayannya sebagai ruang latihan dan olahraga pribadi itu tidak sembarangan boleh ada yang masuk. Zea dan Elshi memisahkan kehidupan pribadi mereka dengan kehidupan di dunia mafia.

Bahkan Jerry, asisten pribadi Elshi, tidak tahu siapa bosnya sebenarnya. Dia memang beberapa kali melihat orang-orang berbadan tegap besar datang ke kantor Elshi, memanggilnya dengan sebutan Bos, kemudian membisikkan sepatah dua patah kata lalu segera pergi.

Tetapi komplotan teman Elshi di dunia mafia mengetahui bahwa Elshi adalah CEO dari banyak perusahaan di kehidupan nyata mereka. Mereka adalah orang-orang paling setia dan dipercayai penuh oleh Elshi dan Zea. Hanya saja mereka tidak tahu kalau Zea dan Elshi adalah satu keluarga… yang mereka tahu, Zea adalah tangan kanan Elshi.

Semua orang-orang Elshi di dunia mafia tahu bagaimana wajah dua kakak beradik ini, hanya saja musuh-musuh mereka yang tidak pernah melihat secara langsung.

Malam itu Elshi baru selesai belanja pakaian di mall. Di kejauhan saat keluar mall, dia melihat wajah lelaki tampan maskulin keluar dari mobil mewah dengan seorang lelaki berkulit putih yang juga tidak kalah tampan, hanya saja di sudut pelipisnya terlihat seperti ada bekas luka lama yang tidak hilang dari wajah.

"Damian, mari berpesta untuk pekerjaan barumu!!"

"Heeeii Ardy, seharusnya kamu tidak perlu merayakannya di bar begini. Kita bisa makan-makan di resto terbaik di kota ini, aku yang traktir semuanya."

"Broooo ayolah," sahut Ardy.

"Kamu tahu kesenanganku adalah bar. Sesekali kamu harus tahu bagaimana menyenangkannya di sana." Demikian celotehan yang keluar dari mulut Ardy.

Damian menghela napas kemudian membuntut di belakang Ardy.

"Lepaskan aku!!" teriak seorang wanita. Nampak tiga orang pria berbadan besar bertubuh hitam mengerumuni gadis cantik dengan banyak tas belanjaan dari brand branded di tangannya. "Mau apa kalian? Silahkan ambil barang-barangku dan lekas pergi!!"

"Heeii cantik, kami tidak ingin hanya barang-barang berhargamu saja. Kami ingin menghabiskan malam denganmu," sahut salah satu lelaki berbadan gelap tersebut.

Mendengar keributan yang terjadi, Damian membalikkan badannya, berlari ke arah kerumunan dan menghajar ketiga lelaki bertubuh besar itu dengan mudah. Dia memukul dan menghantam mereka dengan ganas sampai babak belur. "Pergi, bedebah," kata Damian.

Nampak seorang wanita yang ketakutan membenamkan wajahnya pada tangan yang diletakkan di dua lututnya. "Nona, kamu baik-baik saja? Ayo, aku antar pulang ke rumah. Ini benar-benar sudah larut malam," kata Damian.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Rahasia Kelam

    Aku manajer di sebuah perusahaan. Gajiku lumayan, ditambah sering diberi bonus oleh bosku jika berhasil mencapai target." Roy terlihat belum siap memberi tahu siapa dirinya sebenarnya.Roy mengambil sebatang rokok, kemudian menyalakannya dan mengisapnya, khas lelaki dewasa di drama mafia. Axel melirik ke arah Roy."Roy, sejak kapan kamu merokok? Bukannya biasanya tidak suka?""Axel, kamu pura-pura polos atau bagaimana? Kamu saja tidur dengan perempuan yang bukan kekasihmu, aku tidak terkejut. Oh ya, bagaimana menurutmu Vita dan Kak Elshi? Apa mereka termasuk tipemu?" balas Roy."Beberapa tahun tidak bertemu, kamu sudah mulai banyak omong, ya. Tidak pendiam seperti biasanya. Elshi dan Vita biasa saja, mereka membosankan. Zea justru lebih menantang dan menarik," kata Axel menggoda Roy.Roy menatap Axel dengan tajam, kemudian melayangkan tinju ke dada kekar Axel. Axel menepi, lalu menahan tangan Roy."Serius sekali, aku hanya bercan

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Roy, kamu......

    Beberapa saat kemudian, mereka tiba di kediaman Zea. Saat itu, Zea mengajak Roy dan Axel masuk terlebih dahulu ke dalam untuk minum kopi. Saat pintu dibuka, tampak Elshi dari balik pintu. Axel terpaku. Bagaimana mungkin dunia ini begitu sempit? Elshi adalah wanita yang pernah lomba balap dengannya waktu itu. Elshi dikenal dengan kemampuan balap terbaik di kelompok tersebut. "Kamuuuu..." Elshi dan Axel berkata serempak. "Kak Elshi, kamu kenal dengan Axel?" tanya Roy. "Elshi pernah lomba balap denganku dulu, waktu aku masih di sana. Elshi, apa kamu masih ikut balap liar tersebut?" tanya Axel. Roy terkejut. Ternyata sahabatnya itu pernah bergabung dengan dunia tersebut. Axel rupanya tidak kalah nakal darinya. Dengan mengetahui hal ini, Roy semakin mantap ingin bercerita banyak tentang dirinya kepada Axel. Sebelumnya, ia mengira Axel adalah seorang pebisnis andal, sehingga ia ragu untuk menceritakan siapa dirinya saat ini. "Ternyata kalian sudah saling kenal. Ayo kita masuk, bi

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Aku Hanya Teman Masa Lalu Dara

    "Damian, saat Dara membuka ranselnya, tiba-tiba ada kelabang. Dia ketakutan dan refleks berlari lalu memelukku seperti yang barusan kalian lihat tadi. Jangan salah paham, asal kamu tahu orang yang kusukai adalah wanita yang berada di mobilku saat ini," kata Jerry sambil berbisik agar Zea tidak mendengar."Aku percaya Pak Jerry bukan orang yang suka merebut tunangan orang lain. Kalau begitu, selamat senang-senang dengan Bu Zea. Silakan Pak Jerry kembali ke mobil!" kata Damian sambil tersenyum puas.Jerry menepuk pundak Damian, kemudian bergegas pergi menyusul Zea kembali."Zea, ayo kita berangkat. Aku yakin kamu bakal suka resto tersebut," kata Jerry.Setengah jam kemudian, mereka tiba di Resto Lover. Zea tampak antusias saat memilih kue yang tersedia di sana. Tiba-tiba, lengan kekar berotot menarik tangan mungil Zea dan mendekapnya ke dalam pelukan. Zea terkejut dan mendapati wajah tampan Roy di hadapannya. Lelaki tersebut tampak memasang wajah ce

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Zea kamu Yang Ku Mau

    Jerry segera menurunkan Dara, dan berlari ke arah Zea yang membungkuk memungut bekas beling yang berserakan."aau sakit sekali." Seru Zea"Zea, kenapa, tanganmu berdarah, sudah lepaskan belingnya biar aku yang bersihkan." Kata JerryJerry tampak mengecup tangan kanan Zea yang terluka, dan membalutnya agar darah tidak menetes lagi."Kak Jerry, aku tidak apa-apa, terimakasih ya." Kata Zea"Zea kamu sudah tidak apa-apa kan, ayo kita segera ke ruang rapat!" Pinta Elshi sambil membantu adiknya berdiri.Sementara Damian memandang ke arah Dara dengan tatapan mematikan, dia sebenarnya ingin bertanya ada apa sebenarnya, kenapa bisa Dara memeluk Jerry dalam ruangan tersebut, tetapi dia merasa tidak cocok membicarakan nya saat jam kerja begini.Bu Dara, Mari!" Kata ElshiDara, Damian, Zea dan Jerry segera membuntuti Elshi di belakang menuju ruang rapat.di barisan paling belakang ada Jerry dan Zea, Jerry terliha

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Elshi Kamu Kemana

    "Pak Jerry, kenapa pak Jerry ada di sini, apa Bu Elshi sedang ke luar negeri?" Tanya Damian"Damian, Bu Elshi yang memintaku agar bekerja di ruangannya, Bu Elshi sedang keluar kota, besok baru masuk kembali, Damian apapun yang terjadi di antara kita, tolong jangan bawa ke pekerjaan ya, di sini kita sama-sama berkarier, baik kamu atau saya adalah orang terdekat Bu Elshi di kantor, kita pasti akan sering berinteraksi dan membutuhkan." Kata Jerry"Pak Jerry tenang saja, saya tidak mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan, Oya ini berkas yang harus di periksa dan tanda tangani." Kata Damian sambil menyerahkan berkas di tangannyaDamian kemudian menunggu di luar ruangan, tiba-tiba terlihat sosok familiar, ya benar saja Dara datang ke kantor tersebut."Sayang, kamu ke sini, ada apa? apa ada sesuatu pekerjaan." Tanya Damian yang segera berdiri dari tempat duduknya kemudian memegang tangan kekasihnya."Damian, iya aku di minta menemui Bu Elshi u

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Aku Tidak Akan Lupa Kebaikan Kalian

    Zea, Pak Damai adalah kepala pelayan dari keluarga kita. Dia adalah kepercayaan ayah. Bahkan beberapa kali aku mendengar ayah bercanda manis kepada Pak Damai. Dia bilang jika anak kita tumbuh besar, aku tidak keberatan jika mereka berjodoh. Aku yakin anak Pak Damai adalah anak baik seperti ayahnya." Pak Damai biasanya hanya membalas dengan senyum dan berkata, "Terima kasih, Tuan, tapi Non Elshi berhak mendapat yang terbaik, yang lebih dari anaknya.""Kak Elshi mau menjalin hubungan sama anak Pak Damai? Lalu siapa Bibi Uty?" tanya Zea."Ah, kamu ini. Aku mau silaturahmi sama keluarga Pak Damai. Oya, Zea, saat kejadian naas malam itu, orang terakhir yang mencoba menyelamatkanku adalah Pak Damai. Dia memohon kepada Hugo agar tidak membunuhku dengan mengaku bahwa aku adalah anaknya. Jika Hugo tahu aku adalah anak ayah, dia pasti menghabisi ku juga. Hugo membolehkan aku dan Pak Damai pergi, tetapi di depan pintu dia menembak kepala Pak Damai, sementara aku jatuh tersung

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status