Share

Bab 6. Bergetar

last update Date de publication: 2025-01-18 02:34:24

Kemudian Eriko bergegas keluar kamar karena perutnya terasa lapar.

Dalam perjalanan menuju meja makan, ia teringat perkataan dokter, "Perempuan itu harus makan teratur dan menghabiskan obatnya." Hal itu membuat Eriko merasa kesal, karena berarti ia harus merawat gadis tersebut.

"Sial, kenapa aku harus merasa terbebani seperti ini? Biarkan saja dia mat1 kelaparan, toh itu bukan urusanku." gumam Eriko sambil mencoba menutup mata dan hatinya terhadap gadis malang itu.

Sesampainya di meja makan, pe
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 18. Menantang

    Melihat sang ajudan ingin mendekat membuat Karin melemparnya dengan guci antik berharga puluhan juta rupiah. Prank! "Ah!" sang ajudan meringis kesakitan ketika guci itu menghantam kepalanya hingga berdarah. "Mampus!" Karin tersenyum puas.Kemudian ia berlari mencari jalan keluar agar bisa keluar dari tempat itu.Tetapi seperti yang sudah bisa ditebak usahanya tidak pernah membuahkan hasil karena di setiap ruangan banyak penjaga berjas hitam yang berjaga."Aduh!" Karin mengeluh kesal. Ia yang ingin mencari jalan lain, berbalik badan tapi dirinya malah menabrak tubuh seseorang. Bruk!"Ya Tuhan." Karin mundur beberapa langkah."Luar biasa, aku tidak menyangka kalau kamu masih bisa hidup padahal sudah di kurung di dalam sarang ular'." suara sang mafia membuat Karin makin kesal. "Sssst!" Karin mendongak, lalu menatap marah pada pria yang sudah merusak masa depannya."Lepaskan aku!" Karin membentak mafia itu."Tidak akan." sang mafia tersenyum kagum karena seorang gadis muda seperti

  • Tawanan Mafia Perkasa    17. Penangkaran Ular

    'Bisa-bisanya perempuan gila ini mengabaikan, aku?' batin Eriko memendam rasa marah. Eriko yang kesal memicingkan matanya lalu berkata dengan nada mengancam. " Jangan coba-coba melawan Padaku. Aku bisa saja membunuhmu, aku belum melakukannya karena aku masih sangat membutuhkanmu," ucapnya dengan suara dingin. "Seandainya aku adalah kamu, aku tidak akan pernah menyentuh seseorang yang aku benci. Aku juga akan malu melakukan hal keji dengan cara licik dan kekerasan." ucap Karin dengan nada menghina. "Apa?!" Eriko yang semakin marah mendengar isi hati gadis malang itu. Kemudian Eriko yang di kuasai emosi melompat ke atas ranjang dan menampar wajah Karin dengan keras. Plak! Eriko menampar wajah kiri dan kanan gadis itu secara bergantian, tamparan itu tentunya meninggalkan rasa perih yang mendalam. "Minta ampun, kalau tidak aku nggak akan berhenti menyiksamu!" pekik Eriko. "Aku tidak mau, aku tidak melakukan kesalahan apapun tapi aku harus dihukum." Karin menatap tajam wajah Erik

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 16. Di Abaikan

    "Sa, sakit ...tolong aku!" Isabella berteriak histeris. "Pergi sekarang juga dari sini atau nyawamu akan melayang." ucap Eriko dengan tenang. "Ba, baiklah Tuan!" Isabella berlari terbirit-birit karena ia trauma jika kena letusan untuk yang kedua kalinya. Setelah wanita elegan itu pergi Eriko kembali memandangi Karin yang masih terbaring di atas jalan aspal. "Kamu mau satu tembakan? Pelurunya masih banyak nih!" Eriko memainkan senjatanya hingga membuat wajah Karin pucat. "Te-terserah Tuan saja, ucap Karin. "Angkuh juga ya kamu, padahal nyawamu sudah di ujung tanduk tapi gengsimu masih setinggi langit." Setelah itu Eriko menoleh ke arah Leonardo. "Kenapa kamu membiarkan dia pergi?" "Saya sudah melarangnya, Tuan. Bahkan saya sudah mengatakan tuan dalam perjalanan pulang tapi gadis ini tetap bandel dan ingin kabur bersama Isabella." Leonardo menjelaskan situasi yang sebenarnya. "Oh, jadi seperti itu?" Kemudian Eriko menggoyang telunjuknya. Menyuruh Karin untuk berdi

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 15. Hukuman

    Karin yang dibentak seketika sadar kalau yang ada di hadapannya pasti wanita penghibur mafia kejam itu."Maaf, Anda siapa ya?" tanya Karin."Kamu bertanya? Kamu bicara padaku seolah-olah aku ini adalah adikmu? Di mana sopan santunmu perempuan perusak hubungan orang???" Isabella mendekat lalu menjabat rambut hitam panjang Karin."Lepaskan aku." Karin mencoba melepaskan cengkraman wanita cantik nan elegan, namun sifatnya menyeramkan."Tidak, dengar ya! Sebelumnya aku tidak pernah datang ke sini karena tidak pernah diundang oleh kekasihku, tapi aku memberanikan diri melanggar perintahnya karena aku tidak tahan saat mendengar cerita kalau ada perempuan yang bersarang di sini." Isabella yang emosional makin mengencangkan cengkramannya hingga gadis muda itu kesakitan."Maafkan aku kalau sudah menyakitimu tapi ...aku juga tidak mau di sini, kalau kamu memang ingin aku pergi, bantu aku keluar dari tempat ini," pinta Karin."Baik, akan aku lakukan." setelah itu Isabella melepaskan cengkramanny

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 14. Menggoda

    Leonardo tersentak dengan keberanian Karin. "Apa yang kamu lakukan? Apa kamu gila?" tanyanya sambil mendorong kasar tubuh Karin. "Aku menyukaimu, Tuan," ucap Karin, penuh harap bahwa pria yang ada di hadapannya bisa membawanya keluar dari istana yang terasa seperti neraka untuknya. "Jernihkan pikiranmu. Kamu pikir aku menyukaimu hanya karena aku baik padamu?" Leonardo menggeleng. "Tidak, aku hanya merasa iba, lupakan saja rencana apa pun yang ada di kepalamu karena itu akan menjadi maut untukmu!" Leonardo berharap Karin tidak membuat masalah yang bisa membahayakan posisinya juga. "Tapi aku sungguh-sungguh, Tuan. Kebaikanmu benar-benar menyentuh hatiku. Aku belum pernah pacaran sebelumnya dan aku juga tak pernah menyangka bisa jatuh cinta padamu." ucap Marisa dengan senyum hangat, sambil menggenggam erat tangan Leonardo. "Aku tahu, aku memang bukan tipe anda tuan, aku juga akan berlapang dada kalau tuan tidak mau menjadi pacarku, tapi ...jangan larang aku untuk mencintaimu di dalam

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 13. Selat Sunda

    "Bapak, saya yakin pekerjaan kotor ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, Saya dengar dari pihak berwajib banyak laporan orang hilang mulai dari 21 tahun yang lalu, Saya rasa 5 miliar itu nggak seberapa karena yang beredar di masyarakat, lewat jalur resmi saja harganya minimal 2 miliar rupiah." Laksamana Abdullah tersenyum licik. Dia juga percaya bahwa Eriko akan memenuhi permintaannya. "Baiklah, kalau bapak tidak mau menerima 5 miliar berarti masalah ini kita bawa ke jalur hukum." Eriko yang arogan tak mau dipermainkan pria berseragam di hadapannya. "Bapak serius?" Tanya Laksamana untuk memastikan. "Tentu saja. Tapi saya akan memberikan Bapak kesempatan untuk berubah pikiran, saya tunggu 5 menit kalau tidak masalah ini kita bawa ke jalur hukum." Arash yang telah selesai bernegosiasi balik badan. Kemudian ia dan kedua kaki tangannya bergegas pergi menuju kontainer TEMU 456759. "Apa Tuan "Iya. Tapi saya akan memberikan Bapak kesempatan untuk berubah pikiran. Saya a

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 8. Sikap Lembut

    Setelah itu, Leonardo membawanya ke hadapan Karin. "Makanlah!" titah Leonardo. Kemudian Karin mengangguk berulang kali, ia langsung patuh karena yakin bahwa Leonardo akan mengasihaninya jika ia bersikap baik. Lalu dengan tangan gemetar, Karin membuka plastik yang membungkus roti tawar. Setelah

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 7. Tak Sanggup

    "Hiks...!" netra gadis itu basah akan air mata. Lalu Eriko melirik si gadis yang nampak ketakutan. "Nanti juga kamu akan terbiasa melayani semua orang-orang pentingku, biasanya aku bosan dulu baru mereka akan memakai para wanitaku tapi untuk Leonardo aku ikhlas kalau kamu kami pakai bersama-sama

  • Tawanan Mafia Perkasa    10. Menggoda

    "Ah, haha... itu aku... saat memasak aku memotong kuku di samping panci, astaga... maafkan aku ya, aku benar-benar tidak sengaja." ucapnya dengan raut wajah yang menyesal."Ah ya sudahlah nggak apa-apa namanya juga nggak sengaja, ibuku juga sering seperti itu kok kadang-kadang ketemu rambut di kuah

  • Tawanan Mafia Perkasa    Bab 9. Ada Yang Aneh

    Kemudian Aldo mencoba menghubungi kekasihnya namun tidak berhasil. "Ck, aku benar-benar penasaran dengan keberadaan Karin," gumamnya. Lalu dengan keputusan bulat, Aldo berangkat menuju rumah sahabatnya Karin yang tidak terlalu jauh dari lokasinya berada saat itu. Setelah beberapa saat dalam p

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status