MasukLima tahun menikah dan tak kunjung hamil, Aline difitnah mandul, padahal suaminya yang selama ini mandul. Aline dituntut sempurna, sementara suaminya hanya diam tak pernah membela, apalagi saat Aline diminta cerai. Namun justru Bastian, sang Kakak Ipar, ternyata adalah kakak tiri suami Aline. Dia diminta menghamili Aline dengan alasan balas budi. Tidak disangka, Bastian adalah cinta pertama Aline, dibuktikan dengan kalung kenangan mereka waktu SMA dulu. Kini, Aline dimanja oleh Bastian dan Bastian selalu melindungi Aline dari segala bahaya mantan suami dan mertuanya dulu!
Lihat lebih banyakSambil terus memanjakan area dada, tangan Bastian yang lain mulai bekerja di bagian bawah tubuh wanita itu.Usapan lembut dan konsisten di titik sensitif tersebut langsung membuahkan hasil. Lembah rahasia Aline merespons cepat dengan memproduksi cairan bening yang melimpah ruah membasahi kain pelindungnya.Merasakan wanitanya sudah siap sedia, Bastian segera menyingkirkan celana dalamnya sendiri. Kejantanan pria itu langsung berdiri tegak menantang udara dingin di dalam kamar. Ukurannya yang sangat besar dan panjang dihiasi oleh urat-urat tebal yang menonjol mengerikan.Bastian mengambil posisi berlutut tepat di antara kedua paha Aline yang sudah mengangkang lebar.Melihat pusaka berwarna merah gelap itu bersiap menerobos masuk, jantung Aline berdetak semakin brutal."Ma-Mas, itu berapa ukurannya? Ke-ke-kenapa punya kamu besar banget?""Panjang 20 centi dan lebar tiga setengah centi." Bastian hanya tersenyum, sementara Aline menelan ludah be
Bastian bersikeras menolak permohonan tersebut. Kedua tangannya naik memegang bahu sempit Aline dan mencoba menjauhkannya secara halus. Sikap keras kepala wanitanya benar-benar menyiksa kewarasannya."Ini salah besar. Kamu cuma lagi emosi sesaat."Kesabaran Aline akhirnya habis tak bersisa. Napasnya memburu cepat seiring dengan rasa sesak yang menghantam dada. "Aku cinta sama kamu, Mas!"Teriakan putus asa itu menggema nyaring memenuhi keheningan kamar."Sejak awal kita pisah tujuh tahun lalu sampai detik ini, cintaku cuma buat kamu. Nggak pernah ada laki-laki lain di hatiku.""Tapi nyatanya kamu nikah dan ngabdi sama Marcel selama lima tahun penuh."Air mata kembali menetes membasahi pipi pucat Aline. Tatapan tajam wanita itu menusuk langsung ke dalam manik mata sang kakak ipar."Pernikahanku selama ini murni cuma sandiwara kotor! Aku kepaksa ngelakuin semua ini demi lunasin tagihan operasi jantung bapak.""Lalu buat apa kamu bertahan selama ini kalau rasanya kayak di neraka?""Kamu
Bastian menahan diri sekuat tenaga agar tidak bertindak terlalu jauh. Tangannya hanya menetap di pinggang Aline tanpa berani meraba area sensitif lainnya.Setelah beberapa menit saling menyesap saliva, Bastian melepaskan ciumannya secara tiba-tiba.Laki-laki itu menjauhkan wajahnya dengan napas tersengal-sengal. Dada bidangnya naik turun dengan sangat cepat mencari pasokan oksigen yang nyaris habis."Ada apa, Mas? Kenapa kamu tiba-tiba berhenti?""Aku harus berhenti sekarang sebelum semuanya jadi kelewat batas.""Batas apa maksudmu? Bukannya kamu sendiri yang bilang mau rebut aku seutuhnya malam ini?""Iya. Cuma aku nggak mau ngelakuinnya dengan cara nidurin kamu, sekarang." Basti
Marcel terhenyak mendengar Aline yang terus menyerangnya dengan berbagai pertanyaan. "Perusahaan suami Mami Veronica hampir bangkrut total karena banyak hutang. Aku hadir pakai identitas baruku buat nyelamatin perusahaan keluarga mereka."Aline menatap lekat wajah pria di sampingnya. Dia baru menyadari betapa luar biasa besar pengorbanan yang disembunyikan Bastian dari semua orang. Laki-laki ini memikul beban penderitaan yang sangat berat sendirian."Kamu malah nolongin keluarga yang udah rebut aku dari kamu?""Aku lakuin itu murni buat mastiin kamu terjamin aman di rumah ini. Aku mau pastiin ayahmu bisa terus berobat pakai uang keluarga Subagja."Rahang Bastian mengeras menahan emosi yang kembali naik ke ubun-ubun. Urat-urat di lehernya terlihat menonjol. Mengingat kela
Bastian mencengkeram kuat pergelangan tangan adiknya yang sedang memegang piring keramik tersebut. Urat-urat di punggung tangan Bastian menonjol saking kerasnya cengkeraman itu."Lepasin, Mas! Aku mau buang makanan sampah ini ke lantai biar perempuan ini sadar diri.""Duduk. Taruh piringnya kembali
Melihat hal tersebut, Aline langsung beringsut mundur. Punggungnya membentur sandaran ranjang dengan nafas memburu cepat."Tolong, Mas. Jangan malam ini," isaknya memohon. Kedua tangannya bersilang rapat menutupi dada.Langkah sepatu kulit itu mendekat perlahan. Ujung sepatu Bastian berhenti tepat
Mata mereka saling bertubrukan dari celah pintu yang sedikit terbuka.Tanpa pikir panjang, Aline langsung membalikkan badan. Wanita itu berlari tergesa-gesa bersembunyi ke arah dapur. Wajah cantiknya memerah padam menahan rasa malu yang amat sangat."Bodoh banget kamu, Aline! Harusnya kamu langsung
"Jangan bawa-bawa mandul. Mau tidak mau, bulan ini, kamu harus bisa hamil, meski harus berhubungan dengan laki-laki lain!"Sudah lima tahun ini Aline menikah dengan Marcel, tapi lima tahun ini juga Aline tak kunjung diberi momongan. Hal itu terjadi karena Marcel sebenarnya mandul, tapi dia tidak pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan