Share

Kamu Cemburu?

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-03-04 23:07:32

Rosella berdiri di depan pintu utama, menatap mobil yang membawa Adrian dan Lucas hingga menghilang.

Rumah besar itu tiba-tiba terasa berbeda, tidak sepi tapi ada sesuatu yang hilang.

"Sudah berangkat?" Suara Leon terdengar dari dalam.

Rosella berbalik, pria itu berdiri beberapa langkah di belakangnya dengan secangkir kopi di tangan, dengan ekspresinya datar seperti biasa.

"Sudah, Tuan."

Leon menatap jalan kosong di depan rumah sebentar.

Dua saingannya telah meninggalkan rumah, dia tidak berk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Mega
Mulai konflik berat nih
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
apa momy sm dedy nya bakalan datang kkk... kalau leon gk ikut ke luar negri
goodnovel comment avatar
CitraAurora
kondangan kak wkwkw kayaknya sih perkara itu mikirnya semua kesana tapi Leon malah ga datang. iya Rosella sepertinya cemburu tapi tidak ngomong
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Pak Direktur Terkejut

    ​Kabut tebal masih menyelimuti perkemahan di kaki gunung saat jarum jam baru menunjukkan pukul lima pagi. Sesuai dengan skenario busuk yang telah ia rancang, Sarah sengaja bangun paling awal. Ia bahkan tidak sabar menunggu Thomas melapor, karena dalam benaknya, Rosella saat ini pasti sedang terlelap tanpa daya di samping Thomas akibat efek obat tidur yang ia berikan semalam.​Dengan langkah yang sengaja dibuat terburu-buru, Sarah menuju ke area tenda anak magang. ​"Astaga! Tolong! Ada apa ini?!"​Sarah berteriak histeris, memecah keheningan pagi di pegunungan yang sunyi. Ia sengaja mondar-mandir di depan tenda Rosella sembari memegangi kedua pipinya, berpura-pura syok luar biasa. "Pak Jason! Semuanya, tolong keluar! Ada kejadian memalukan di tenda anak magang!"​Teriakan melengking Sarah berhasil memicu kegaduhan instan. Satu per satu resleting tenda terbuka. Pak Jason selaku Direktur Perkebunan yang bertanggung jawab atas rombongan ini keluar dengan wajah mengantuk dan panik, diikut

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Jebakan Yang Salah

    “Batu…Gunting…Kertas!"​Tiga tangan tersorot di bawah lampu ruang kerja yang temaram. Leon mengeluarkan batu, Lucas mengeluarkan gunting, dan Adrian mengeluarkan kertas.​Lucas langsung mengerang frustasi sembari menjatuhkan dirinya ke sofa, sementara Leon hanya bisa menghembuskan napas pendek dan menurunkan tangannya dengan berat hati. Adrian, sang Tuan Muda Kedua, mengulas senyum kemenangan yang sangat tipis namun penuh kemenangan.​"Kertas membungkus batu, dan batu menghancurkan gunting. Aku yang menang," ujar Adrian tenang sembari membetulkan letak kacamatanya. "Pekerjaanku di kampus bisa didelegasikan kepada asisten dosen untuk tiga hari kedepan. Kalian berdua, tetaplah di London dan pantau dari jauh."​Meskipun kesal setengah mati, Leon dan Lucas terpaksa mematuhi kesepakatan jantan itu. Malam itu juga, Adrian mulai menyusun rencana penyamaran yang sangat rapi sebagai pengawas eksternal dari komite botani universitas yang mendampingi program magang.​Malam di Pegunungan dan Renc

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Batu Gunting Kertas

    ​Setelah menolak Sarah dengan kata "Tidak!" yang sedingin es, Adrian melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Langkah kakinya yang panjang membawanya menuju mobil sedan mewah miliknya yang sudah terparkir di area depan. Pria itu membuka pintu mobil, bersiap untuk masuk dengan sisa kejengkelan di wajahnya karena terpaksa harus melepas Rosella pergi ke gunung lusa nanti.​"Tuan Adrian! Tunggu!"​Sebuah suara cempreng yang sangat ia kenal membuat gerakan Adrian terhenti. Ia berbalik dan mendapati Rosella sedang berlari kecil ke arahnya sembari nafasnya sedikit terengah-engah. Di kedua tangannya, Rosella membawa sebuah mantel tebal milik Adrian yang tadi sempat diletakkan pria itu di kursi. ​"Ini... mantel Anda tertinggal, Tuan," ucap Rosella sembari menyerahkan mantel itu dengan senyuman manis. "Udara di luar sedang berangin, jangan sampai Anda yang masuk angin setelah memarahi Pak Direktur tadi."​Adrian menatap mantel itu, lalu beralih menatap wajah Rosella. Detik itu juga, rona dingin di

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Penolakan Adrian

    Pagi itu, area kantin Toretto Agro-Corp riuh rendah oleh bisik-bisik yang tertuju langsung ke meja sudut tempat Rosella duduk. Teman sesama anak magangnya, Maya, langsung menggeser kursi mendekat dengan mata berbinar penasaran.​"Rosella, kamu hebat banget, sih! Kemarin ketiga Tuan Muda Toretto datang sendiri ke sini cuma buat merhatiin kamu, bahkan sampai meriksa dahi kamu segala," bisik Maya heboh. "Satu perkebunan dan kantor langsung gempar, tahu!"​Rosella meremas pelan cangkir tehnya, mencoba bersikap setenang mungkin meski jantungnya berdegup kencang karena panik. Rencana penyamarannya hampir saja hancur berantakan di hari pertama.​"Ah, itu... kamu salah paham, Maya. Tuan Muda Lucas kan memang dokter utama di rumah sakit pusat, dia cuma kebetulan ikut peninjauan kualitas dan memastikan program kesehatan buruh berjalan dengan benar. Dia kebetulan lewat di dekatku saja," elak Rosella sebisa mungkin. Ia benar-benar tidak ingin usahanya untuk belajar dari nol sia-sia hanya karena u

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Kesal

    Hal yang sama terjadi pada Adrian dan Lucas. Di kampus, Adrian yang sedang memberikan kuliah mendadak kehilangan minat mengajar begitu melihat jam dinding menunjukkan pukul sebelas siang. Pikiran cerdasnya terus membayangkan apakah Rosella sudah makan siang atau belum.​Tanpa berpikir panjang, Adrian memberikan tugas mandiri kepada mahasiswanya dan langsung melesat menuju rumah sakit tempat Lucas bekerja. Begitu sampai di sana, ia mendapati Lucas sedang duduk di ruangannya dengan wajah uring-uringan, membolak-balik berkas pasien tanpa minat.​"Kamu tidak ada jadwal operasi, Lucas?" tanya Adrian sembari masuk tanpa mengetuk pintu.​"Aku membatalkan semuanya yang tidak darurat," gerutu Lucas frustrasi. "Aku tidak bisa berhenti memikirkan Rosella. Bagaimana kalau dia pingsan karena kepanasan di dalam rumah kaca itu? Kulitnya sangat sensitif!"​"Kak Leon baru saja mengirim pesan," kata Adrian sembari menunjukkan ponselnya. "Dia memantau lewat CCTV rahasia. Katanya Rosella sedang mengangka

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Magang Di Perkebunan Toretto

    Pagi itu, suasana di Mansion Toretto terasa sangat berbeda. Rosella bangun lebih awal, bukan untuk menyiapkan keperluan para Tuan Muda seperti dulu, melainkan untuk bersiap-siap menuju hari pertamanya magang di perkebunan agrobisnis Toretto Agro-Corp.​Sesuai dengan perjanjian rahasianya dengan Leon, Rosella mengenakan pakaian yang sangat sederhana, kemeja flanel kotak-kotak, celana jins longgar yang nyaman untuk bergerak, dan sepasang sepatu bot lapangan. Rambut panjangnya diikat kuda dengan rapi. Ia menatap cermin sambil tersenyum puas. Tidak ada gaun desainer, tidak ada perhiasan mewah. Hari ini, dia hanyalah Rosella, seorang mahasiswi magang biasa.​Namun, ketenangan Rosella terusik begitu ia turun ke ruang makan. Tiga Tuan Muda Toretto sudah duduk di sana, namun suasana di sekitar mereka tampak begitu mendung. Mereka menatap pakaian lapangan Rosella dengan raut wajah yang beralih antara kagum, cemas, dan tidak rela.​"Sayang, apa kamu benar-benar harus memakai baju sekaku itu? Ka

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Beberapa Ronde

    Rosella mematung mendengar ucapan terima kasih dari Leon.Seorang Leon berterima kasih padanya?Pria yang selama ini hanya menatapnya dengan dingin, sekarang mengucapkan terima kasih dengan nada yang berbeda? Ditambah sebuah kecupan hangat? Rosella tidak tahu harus berkata apa. Tubuhnya masih lema

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Aku Sudah Gila!

    Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekal

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status