Share

Semakin Heran

Author: CitraAurora
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-24 22:14:01

Beberapa waktu kemudian, pintu ruang operasi terbuka.

Lucas keluar dengan masker bedah yang sudah diturunkan ke dagu, jas operasinya masih terpasang, rambutnya sedikit basah karena keringat.

Wajahnya lesu, berbeda dari lelah biasa.

Rosella langsung berdiri dari kursinya begitu melihat Lucas, melangkah cepat ke arahnya dengan mata yang sudah kembali berkaca.

Lucas mengangkat tangannya sebelum Rosella sempat bertanya.

"Operasinya berhasil." Katanya.

Rosella menghela nafas lega, senyumnya tersungg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
iya lagi ,,, meng iri wkwkwk
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Sungguh beruntung ya kak dia
goodnovel comment avatar
CitraAurora
dia bingung kayake kak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Permohonan Maaf

    "Kak Adrian." Suara Lucas keluar tegas.Tangannya sudah di antara dua kakaknya itu, satu di dada Adrian, satu di bahu Leon."Cukup." Lucas mendorong keduanya pelan tapi jelas. "Jangan menambah masalah."Adrian melepaskan kerahnya, mundur selangkah, masih dengan nafas memburu. Leon tidak bergerak, berdiri di tempatnya dengan wajah yang sudah kehilangan semua ekspresi yang biasanya dikendalikan dengan sangat ketat.Lucas sudah kembali ke sisi ranjang, memeriksa kondisi Rosella, jarinya di nadi pergelangan tangannya."Nadinya normal." Katanya pelan. "Pingsan karena kelelahan dan tekanan emosi."Kepala pelayan berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sangat khawatir, melihat ketiga Tuan Muda berkumpul di kamar Rosella dengan situasi yang sudah cukup untuk membuat siapapun menahan nafas.Adrian menghubungi kampus, membatalkan ujian harian yang sudah dijadwalkan pagi ini, meminta koleganya untuk menggantinya.Ponselnya berdering dua kali dari nomor kampus tapi dia tidak mengangkat.Lucas

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kemarahan Adrian

    Rosella menuruni tangga dengan langkah yang sangat pelan, satu tangan di railing. Diantara pahanya benar-benar sakit, hingga jalannya agak pincang. Di meja makan Adrian sudah duduk dengan kopinya. Lucas di seberangnya dengan ponsel di tangan.Keduanya menoleh begitu mendengar langkah kaki Rosella.Rosella duduk di kursinya dengan gerakan yang sangat hati-hati, tidak mengangkat wajahnya, tangannya langsung meraih cangkir teh yang sudah disiapkan."Rosella." Suara Lucas keluar pelan. "Kamu kenapa?"Adrian sudah meletakkan kopinya, menatap Rosella dengan ekspresi yang membaca terlalu banyak hal sekaligus.Rosella tidak menjawab, dia masih bergeming masih takut dengan kejadian semalam. Tak selang lama, langkah kaki terdengar di tangga. Leon turun, duduk di kepalanya meja, mengambil kopinya seperti biasa."Semalam dia pulang bersama pria lain." Kata Leon tanpa mengangkat matanya dari cangkir. "Jam sebelas malam." Imbuhnya. Lucas dan Adrian menatap Leon, lalu menatap Rosella.Rosella ma

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dipaksa

    “Tuan apa kita ikuti Nona Rosella?” Tanya sopir Leon "Tidak perlu." Leon menghentikannya dengan dua kata. Sopir itu mengangguk, masih menunggu perintah Leon selanjutnya. Leon menatap mobil Hardan yang sudah melaju keluar dari area kampus dari balik kaca jendela, rahangnya mengencang dengan cara yang membuat siapapun di dekatnya tahu bahwa lebih baik tidak berbicara apapun saat ini."Pulang." Titahnya datar."Baik, Tuan."Di dalam mobilnya yang melaju kembali ke mansion, Leon tidak mengeluarkan ponselnya, tidak membuka berkas kerjanya yang biasanya selalu terbuka di perjalanan, hanya duduk dengan tangan bertumpu di lutut menatap jalanan London yang mulai ramai di jam pulang kerja.Dia menunggu di rumah dengan dada yang bergemuruh. Menjelang malam Leon mengecek ponselnya, tidak ada pesan dari Rosella.Jam delapan lewat, ponselnya bergetar. Buru-buru Leon membukanya, bukan pesan dari Rosella, tapi notifikasi dari bank, kartu yang dia berikan ke Rosella baru saja menarik sejumlah uan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Hukuman

    Malam itu Rosella berdiri di depan cermin kamarnya, menatap bayangannya sendiri.Gaun tidur tipis berwarna krem sudah terpasang, rambutnya dilepas, dan dia sudah memutuskan untuk tidak memakai apapun di baliknya.Dia menghela nafas, sebentar lagi dia akan dieksekusi. "Sudahlah toh rasanya juga enak." Gumamnya ke bayangannya sendiri.Rosella berjalan keluar, berdiri di depan pintu Adrian lalu mengetuknya. "Masuk."Adrian sudah ada di dalam, duduk di tepi ranjangnya dengan buku yang sudah diletakkan tertutup di meja nakas, artinya dia memang sudah menunggu dan sudah tidak berpura-pura sibuk dengan hal lain.Matanya naik ke Rosella begitu pintu terbuka, turun sekali lagi naik lagi. "Tutup pintunya." Katanya.Rosella menutup pintu tak lupa menguncinya.Adrian menepuk sisi ranjang meminta Rosella agar segera naik. “Sudah siap dengan hukumanmu?” Tanyanya. “Memang kalau belum siap saya dibebaskan Tuan?” Tanya Rosella. “Tidak, malam ini kamu milikku.” Bisik Adrian sambil membuka kaki Ro

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Adrian Yang Menang

    Usai menerima panggilan dari Lucas, Rosella terduduk lemas di bangku taman."Aku dipanggil." Kata Rosella pelan."Pergi sana." Ane mendorongnya pelan. “Bagaimana kelas berikutnya?” Rosella bingung. “Sepertinya dosen ga masuk, mungkin hanya memberikan tugas saja.” Bujuk Ane. Rosella menarik nafas panjang, merapikan bajunya, dan berjalan ke gedung dengan langkah yang teratur meski di dalam dadanya tidak ada satupun yang teratur.Di depan pintu ruang Adrian dia berhenti, mengambil nafas kemudian mengetuk pintu. "Masuk."Rosella mendorong pintu dengan jantung berdebar. Tiga pasang mata langsung tertuju padanya begitu pintu terbuka, dan Rosella butuh satu detik ekstra untuk tidak langsung berbalik keluar.Rosella masuk, menutup pintu di belakangnya, dan berdiri di tengah ruangan itu dengan tangan rapi di depan."Saya minta maaf." Katanya duluan sebelum siapapun berbicara.Tidak ada yang merespon, sehingga Rosella semakin ketakutan. "Tadi saya berbicara tanpa berpikir Tuan." Lanjutnya

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Waktunya Meminta Penjelasan

    Rosella menoleh ke samping, Waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya dalam satu detik itu.Leon berdiri paling kiri dengan kedua tangan bersilang di dada, ekspresinya sangat terkontrol tapi di matanya ada sesuatu yang berkilat yang Rosella kenal terlalu baik.Di tengah, Adrian dengan posisi yang sama, sudut bibirnya naik tipis ke satu sisi dengan cara yang sudah sangat Rosella hafal dan selalu menandakan sesuatu tidak baik untuk dirinya.Lucas di sisi kanan, ekspresinya paling tenang dari ketiganya tapi justru itu yang paling berbahaya, ketiganya menatap Rosella dengan senyum yang sangat licik.Rosella mundur selangkah, kakinya menyentuh kaki Ane di belakangnya.Dia menoleh ke sahabatnya dengan wajah yang sudah kehilangan semua warna. "Matilah aku Ane." Bisiknya.Ane membalas dengan ekspresi yang sangat tidak membantu."Aku tidak tahu harus bilang apa, Rose."Di depannya Angel dan kelompoknya melihat situasi itu dengan ekspresi yang berubah dari puas menjadi sangat puas, kare

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Harus Berjuang Lagi

    Rosella mengangguk di balik tangannya yang menutupi wajah."Iya, dia tidak kasar seperti biasanya. Tuan Leon memperlakukan saya dengan lembut. Dan saya benci diri saya karena saya menikmatinya, tubuh saya merespons sentuhan Tuan Leon, sentuhan Tuan Adrian, dan bahkan sentuhan Anda Tuan Lucas. Saya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Waktunu Hanya 10 Menit!

    Mobil terus melaju dalam keheningan yang aneh, bukan canggung seperti sebelumnya, tapi lebih ke penuh dengan hal yang tidak terucapkan."Belok kiri di depan," ucap Rosella sambil menunjuk. "Rumah saya yang tanpa pagar."Leon memperlambat mobil, lalu berhenti tepat di depan rumah kecil tanpa pagar.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ingin yang Lebih?

    Leon dan Rosella masih duduk di bangku taman dalam keheningan yang canggung. Tidak ada yang dibicarakan lagi setelah Leon memintanya berhenti bertanya.Lima belas menit berlalu terasa seperti berjam-jam.Leon melirik jam tangannya, lalu berdiri. "Sudah cukup. Kita pulang."Rosella mengangguk meski

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status