Share

Tuan Lucas...

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-02-17 08:05:25

"Tidak seperti itu, Kak," Lucas menyangkal cepat sambil menggelengkan kepala.

"Aku justru senang Rosella bisa belajar. Dia pintar, sayang kalau potensinya terbuang." Jelasnya.

Adrian menatap Lucas dengan tatapan menyelidik, mencoba membaca ekspresi adiknya.

"Lagipula," sambung Lucas sambil tersenyum kecil, “Kalau dia belajar, dia bisa lebih berguna untuk kita semua, kan?"

Adrian tidak menjawab masih menatap Lucas tapi kini dengan tatapan yang sulit diartikan.

Tak ingin terus ditatap seperti i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
GistaArnanta
apa yang akan terjadi
goodnovel comment avatar
CitraAurora
trus klo gerah mau ngapain kak wkwkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw lucas cemburu ni sm adrian ngelarang rosela dekat dengan adrian kkk bab selanjutnya bikin yg panas2 biar gerah aqu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Obrolan Di Meja Makan

    ​Sore itu, Angel berdiri di depan gerbang megah mansion Toretto. Ponselnya digenggam erat, jantungnya bertalu lebih kencang.Setelah ayahnya menghubungi seseorang yang bisa dibilang orang dalam, gerbang besi itu terbuka perlahan. ​Angel melangkah masuk, memaksakan diri tampil elegan dan percaya diri, meski di balik topeng itu dia merasa seperti sedang berjudi dengan nasib.​Nyonya Toretto menyambutnya di ruang tamu yang dingin. Di sana, Laura sudah duduk manis dengan secangkir teh di tangan, terlihat seperti bagian dari perabot mewah rumah itu.​"Anak Pak Rektor, kan?" Nyonya Toretto langsung mengenali, tatapannya tajam menilai.​"Benar, Nyonya," Angel mengangguk sopan. "Maaf mengganggu tanpa janji. Ada sesuatu yang menurut saya sangat penting untuk Nyonya ketahui."​"Duduklah."​Angel duduk di kursi seberang, meletakkan tas di pangkuan untuk menutupi tangannya yang sedikit gemetar.​"Ini soal Rosella," ucapnya tanpa basa-basi.​Nyonya Toretto meletakkan cangkirnya dengan denting kec

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Bercerita

    ​Rosella menghembuskan nafas panjang, mencoba membuang beban di dadanya. Dia menatap Ane yang masih mematung dengan ekspresi karambol antara syok, bingung, dan rasa ingin tahu yang meledak-ledak.​"Duduk dulu, Ane," cetus Rosella pelan.​"Rose, aku nggak bercanda. Aku lihat sendiri," suara Ane tertahan, setengah berbisik tapi penuh penekanan. "Kamu sama Pak Robin... kalian panggil sayang, cium pipi, itu nggak mungkin cuma—"​"Dia kakak kandungku, Ane." Potong Rosella sebelum Ane melanjutkan kalimatnya. ​Dunia seolah berhenti berputar bagi Ane. Bibirnya sempat terbuka, namun tak ada satu kata pun yang lolos. Otaknya tampak sedang bekerja keras menyambungkan kabel-kabel informasi yang barusan putus.​"Apa?" tanya Ane akhirnya dengan suara hampa.​"Dia kakak kandungku," ulang Rosella, kali ini lebih tegas namun lembut.​Ane menunjuk ke ujung lorong, tempat Robin baru saja menghilang. "Pak Robin? Dosen baru yang bikin seisi kampus heboh itu? Yang jadi wallpaper HP setengah mahasiswi di s

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ketahuan Lagi

    Rosella mencubit perut Adrian karena kesal, bisa-bisanya memeluknya ketika banyak mana yang menatap. "Aduh." Adrian meringis. "Makanya jangan peluk-peluk di dapur Tuan, kan saya malu." Rosella mendorongnya pelan lalu berjalan duluan ke pintu.Adrian mengikutinya sambil mengelus perutnya sendiri dengan ekspresi yang tidak menyesal sama sekali.Di ruang makan, Leon sudah berdiri dengan kunci mobil ditangan, jas di bahu."Ayo." Katanya singkat, matanya melewati Laura yang masih duduk di meja.Laura bangkit. "Aku ikut.""Tidak perlu." Tolak Leon. "Tapi Leon, aku tidak ada kegiatan hari ini jadi—""Jangan ganggu orang yang mau bekerja, Laura." Leon tidak menoleh. Nyonya Toretto membuka mulutnya hendak protes, "Mom." Leon berhenti dengan gestur masih membelakangi semua orang. Setelah mereka berangkat, Nyonya Toretto lanjut sarapan setelahnya mereka pindah ke ruang tengah. "Aku heran dengan Rosella, apa yang dia lakukan sehingga ketiga anakku begitu tergila-gila padanya." kata Nyonya

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Berubah Pikiran

    Tok tok tokKetiga Tuan Muda mengetuk pintu, Rosella membuka pintu dengan rambut yang masih sedikit berantakan dan mata yang belum sepenuhnya terbuka.“Tuan ada apa?” Tanyanya sambil menguap.“Kami mau bicara.” Jawab Leon. "Mau bicara apa di pagi hari." Rosella membuka pintu lebih lebar."Ada yang perlu kami sampaikan." Leon masuk duluan yang diikuti Adrian dan Lucas. Rosella duduk di tepi tempat tidur, menunggu ketiga Tuan muda bicara. "Kamu akan pindah ke apartemenku." Adrian membuka suara. Rosella mengerutkan alis. "Apartemen Tuan Adrian?""Sementara." Leon menambahkan. "Sampai situasi di mansion ini kondusif. Mommy tidak tahu tentang apartemen itu, jadi kamu aman di sana.""Dan kami juga akan ikut." Lucas menyambung.Adrian menoleh ke Lucas dengan ekspresi kesal. ‘Mereka memang menyebalkan.’ batin Adrian. Lalu Rosella menatap ketiganya bergantian."Baik, kalau itu yang terbaik."Leon mengangguk. "Siapkan barang-barangmu ya.” Rosella mengangguk patuh, mungkin tidak tinggal

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Pindah Ke Apartemen

    “Jangan, Rosella dan keluarga Anderson tidak akan setuju.” Kata Leon. "Tapi Mommy bagaimana?" Adrian menatap Leon lekat. “Kita tidak bisa membiarkan Rosella diperlakukan seperti pelayan, kalau sampai keluarga Anderson tahu, mereka akan merebut Rosella dari tangan kita.” Sambungnya. Leon tidak langsung merespon dia memilih diam."Apa kita pindahkan Rosella ke apartemen Robin?" Lucas menyahut."Jangan, pasti Robin akan mempersulit kita untuk menemuinya." Leon menggeleng. “Memangnya kalian bisa tidak bertemu Rosella.” Adrian dan Lucas menggeleng barengan. “Lalu bagaimana Kak?”Leon terus berpikir, dari sekian dokumen inilah kasus yang paling sulit dipecahkan. Bahkan sekelas CEO yang selalu punya solusi nampak bingung. “Kita bicara saja dengan Mommy." Leon bangkit lalu turun ke bawah. Di bawah, Tuan dan Nyonya Toretto duduk di ruang tengah.Tuan Toretto memegang tablet miliknya sementara Nyonya Toretto minum teh sambil menikmati berita tentang bisnis. Leon, Lucas dan Adrian duduk di

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dijadikan Pelayan Lagi

    “Ah kenapa airnya habis.” Kata Rosella saat hendak minum. Mau nggak mau Rosella harus turun ke bawah. Rosella turun dari tangga dengan langkah yang pelan, karena matanya sangat mengantuk.Di ujung tangga, tepat ketika kakinya menyentuh lantai bawah, seseorang muncul dari arah lorong.Nyonya Toretto berdiri dengan tatapan sinisnya. Rosella menahan nafas sebentar. "Permisi, Nyonya. Saya hanya ingin mengambil air."Nyonya Toretto menatapnya dari atas ke bawah, lalu matanya bergerak ke arah tangga yang baru saja Rosella turuni."Kamarmu seharusnya di sana." Katanya, menunjuk ke lorong kanan, lorong yang Rosella kenal sebagai lorong kamar pelayan."Iya, Nyonya." Rosella menjawab hati-hati. "Tapi Tuan Muda yang meminta saya di lantai atas."Nyonya Toretto menoleh ke kepala pelayan yang kebetulan baru keluar dari dapur membawakan segelas susu hangat untuknya. "Antar dia ke kamar yang seharusnya." Katanya singkat. "Malam ini."Kepala pelayan mengangguk tanpa berani bertanya lebih jauh."N

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Frustasi

    Di kantornya yang mewah, Leon duduk di kursi besarnya sambil menatap layar ponsel dengan senyum tipis yang tidak biasa terlihat di wajahnya.Foto Rosella yang dia ambil diam-diam pagi tadi terpampang di layar. Gadis itu sedang tersenyum sambil menuangkan kopi, wajahnya berseri dengan kebahagiaan ya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status