LOGINJosh Hartlin tiba di rumah sakit Celestial Royal setelah mencari keberadaan Honey dari bertanya dengan polisi. Nyaris tiga jam ia ke sana kemari mencari Honey. Pasalnya ia tak diizinkan mencari kecuali ia bisa membuktikan jika dirinya adalah keluarga. Josh mengaku kerabat dengan Axel Clarkson.
Setelah melewati beberapa hal rumit dan pertanyaan yang terlalu merepotkan akhirnya Josh mendapatkan berita jika Axel Clarkson alias Honey Clarkson dirawat di rumah sakit itu.
Josh mulai bertanya dan kali ini hambatan datang dari petugas rumah sakit. Pihak keluarga meminta agar kamar Axel dirahasiakan dan tak boleh diberitahu kecuali oleh petugas Polisi.
“Maaf Tuan. Tapi jika Anda ingin bertemu Anda harus mengajukan izin tertulis yang disetujui oleh NYPD!” jelas perawat yang menjelaskan pada Josh. Josh mendengus kecewa dan terus menjelaskan jika dirinya adalah keluarga.
“Apa hubunganmu dengan pasien itu?” selidik perawat itu lagi. Josh menari
Rei dan Andrew memang perlu bicara satu sama lain. Mereka berdua sesungguhnya tak punya masalah kecuali saat Andrew pergi dari keluarga The Seven Wolves dan menyalahkan Arjoona Harristian karena kematian Ayahnya Admiral Shawn Miller.“Ayahku sudah lama tiada. Tidak ada yang bisa mengembalikan dia lagi. Aku terlalu muda untuk berpikir baik saat itu,” jelas Andrew mulai bicara setelah meletakkan gelasnya di atas meja. Rei mulai tersenyum dan mengangguk.“Aku minta maaf atas apa yang ku lakukan pada Chloe, adikmu. Aku belum sempat melakukannya dulu dan aku juga belum sempat minta maaf pada Chloe,” sambung Andrew lagi membuat Rei tersenyum dan mengangguk. Andrew pun ikut tersenyum dengan Ares yang terlihat bahagia karena kedua saudaranya bisa saling memaafkan.“Jadi kamu gay?” tanya Andrew dengan nada datar dan ekspresi Rei langsung berubah ikut datar.“Kamu punya masalah?” Andrew menaikkan gelasnya dan menggele
Charlotte benar-benar tak percaya yang baru ia lihat di jalanan sewaktu mobilnya melewati kantor Skylar Labels. Ia melihat dengan matanya sendiri jika pria impostor Axel Clarkson keluar dari mobil Josh Hartlin tepat di depan gedung Skylar.Charlotte masih terperangah tak mengerti. Sekarang ia yakin jika Josh mengetahui siapa pria impostor tersebut sebenarnya.“Aku yakin dia pasti tahu sesuatu,” gumam Charlotte pada dirinya sendiri. Ia mengambil lagi ponselnya dan mengecek foto serta video yang sempat ia ambil satu jam yang lalu. Bukti itu tak terelakkan lagi. Josh harus mengaku apa yang sedang ia lakukan dengan pria itu di mobilnya dan mengapa mereka bisa pergi bersama.“Kita kembali ke Tritone!” perintah Charlotte pada sopir yang membawanya. Pria yang menjadi sopir itu pun mengangguk dan memutar kembali kendaraannya. Charlotte makin resah. Ia harus bisa mendapatkan informasi tentang pria itu dari Josh. Ia tak percaya ternyata Josh bisa b
Honey tak pernah menyangka bahwa ia akan disambut sedemikian rupa oleh seluruh pegawai di Skylar Labels padahal ia cuma pegawai magang. Scott Durwin juga ikut menyambutnya dan bahkan memeluknya.“Aku begitu khawatir padamu! Apa kamu baik-baik saja?” tanya Scott begitu melepaskan pelukannya pada Honey yang disambutnya dengan senyuman. Honey mengangguk saja.“Aku baik-baik saja!” jawab Honey dengan lembut.“Padahal aku ingin mengunjungimu, tapi aku tidak tahu dimana kamu dirawat!” balas Scott lagi sedikit berbisik. Ia agak malu dan memajukan bibirnya. Honey makin melebarkan cengirannya dan menggeleng.“Tak apa, jangan dipikirkan. Aku sudah sehat!” ucap Honey meyakinkan lagi. Beberapa orang lantas mengerubunginya dan Rei masih di atas memantau segalanya. Ia tersenyum tipis dan menahan diri. Meski ia tak suka tapi ia tak bisa memungkiri jika Honey punya pesona yang membuat orang lain gampang berteman dengannya.
Dua hari kemudian, Honey alias Axel Clarkson sudah bersiap untuk kembali bekerja. Selama ia cuti, Rei tak sedikit pun menghubunginya lagi terutama pasca ia diusir setelah pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu.“Kamu yakin akan masuk kerja hari ini?” Axel bertanya sambil merapikan dasi Honey di ruang tengah. Honey tersenyum lebih besar dan mengangguk.“Aku sudah baik-baik saja. Lukaku juga sudah mengering. Aku sudah siap bekerja lagi!” jawab Honey meyakinkan Axel. Wajah Axel tidak terlihat senang dengan keputusan Honey untuk kembali bekerja.“Entahlah, Honey. Aku masih khawatir padamu! Bisa saja orang-orang itu akan kembali dan membuat hal yang jauh lebih buruk lagi untuk mencelakakanmu!” bantah Axel lagi. Honey hanya diam saja dan balik merapikan kemeja Axel.“Aku yakin Tuhan akan melindungiku. Aku akan baik-baik saja!” Axel membuka kedua lengannya dan memeluk Honey yang juga ikut memeluknya.&ld
Christina tak membuang waktunya, ia segera mencari Travis untuk bertanya tentang penyanyi baru bernama Charlotte Harper. Beruntungnya Christina saat ia menemukan Travis ada di sebuah ruangan bersama beberapa orang staf.“Travis ... aku perlu bicara denganmu!” Christina seperti menyergap Travis yang tak sadar bahwa wanita itu tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Travis sempat terkesiap dan menoleh ke arah Christina.“A-Apa maumu?” Travis jadi sedikit gugup dan agak takut. Christina terkenal tak segan bermain fisik seperti memukul. Ia pernah terkena kasus karena memukul seorang pengunjung bar dan berkelahi di tempat umum.Christina segera menarik lengan Travis untuk ikut bersamanya ke salah satu sudut ruangan. Ia seperti mendesak Travis agar mau mengaku dan bercerita.“Apa yang ditawarkan penyanyi baru itu pada Dalton?” geram Christina dengan nada ketus. Ia mendelik hebat pada Travis yang belakangan tak lagi melapor padany
“Aku tidak mau menerima ini! Kamu sudah meninggalkan dia dan sekarang kamu berpacaran denganku, Josh!” desak Charlotte dengan nada makin tinggi dan ia sudah menghancurkan bunga milik Josh. Josh mengeraskan rahangnya menatap Charlotte tajam. Ia kesal karena bunga yang akan ia bawa sendiri untuk Honey kini sudah hancur di tangan Charlotte.Josh tak ingin menjawab dan menoleh pada manajernya. Ia meminta waktu untuk istirahat dan mereka akan melanjutkan rapat nanti.“Aku pergi dulu!” manajer itu pun mengangguk mengerti dan memilih membereskan barangnya di atas meja serta mengabaikan Charlotte. Josh langsung pergi keluar dari ruangan itu tanpa bicara apa pun lagi pada Charlotte. Terang saja Charlotte marah melihat dirinya diperlakukan seperti tak penting oleh Josh.“JOSH!” pekik Charlotte memanggil Josh yang langsung pergi begitu saja. Ia tak ingin berada di Tritone saat ini. Josh memilih untuk pulang ke apartemennya terlebih dahul







