LOGINRei terbangun perlahan dari tidurnya. Semalam ia berpesta bersama keluarganya sampai pukul dua dini hari. Sementara ayah dan ibunya bahkan sudah masuk ke kamar mereka kurang dari pukul 12 malam. Mereka akan berangkat ke Yunani untuk berbulan madu lalu mengelilingi beberapa negara Eropa sampai akhirnya mereka akan pulang ke Manchester sebelum kembali ke New York.Dan Rei baru saja bangun lebih dari pukul 7 pagi. Ia mengerang bangun dari tidurnya dan mengeluh sakit kepala. Efek minum alkohol memang kadang membuat repot jika di pagi hari.“Mandilah! Orang tuamu akan berangkat sebentar lagi!” tukas Aldrich sudah siap dengan pakaian formalnya. Rei menggerutu karena ia tak dibangunkan oleh Aldrich padahal mereka berada di satu kamar presidential suite yang sama.“Shit, kenapa kamu tidak membangunkan aku!” hardik Rei masih sempat mengomel. Aldrich lantas menaikkan pergelangan tangannya dan melihat ke arah jam tangan mahalnya dengan sikap angkuh.
Pesta dansa itu berlangsung meriah di salah satu hotel milik keluarga Caesar. Hote Estrella menjadi tempat berkumpulnya seluruh keluarga besar The Seven Wolves beserta keluarga Gotardo, beberapa anggota keluarga Kim, serta seluruh anggota keluarga Winthrop. Seluruh tamu yang berjumlah ratusan orang itu akan dilayani termasuk tempat menginap. Seluruh hotel di kosongkan demi upacara pernikahan kembali Arjoona dan Claire Harristian.Layaknya pengantin baru, Arjoona dan Claire berdansa dengan iringan musik yang lebih poppi. Ketimbang memilih musik romantis, Venus Harristian menyusun acara dengan iringan musik yang lebih hip hop. Ayahnya dulu adalah seorang rapper dan kolaborasi rap dengan Rei tak bisa dielakkan.Suasana ceria, meriah, akrab dan penuh tawa menghiasi hampir seluruh sudut ballroom tersebut. Mars dan Vanylla ikut berdansa dan bergoyang sambil sesekali berciuman. Putri dan Jupiter juga melakukan hal yang sama sementara Ares memilih untuk menjadi salah satu gita
Charlotte Harper datang ke sebuah hotel yang sudah disepakati di antara dirinya dan Dalton Curt bersama seorang pengacara yang akan memberikannya sebuah perjanjian yang mereka sepakati bersama.Charlotte datang sendiri semenjak Travis tak bisa menemani karena urusan pekerjaan. Ia sangat yakin bahwa tak akan ada yang terjadi padanya selama perikatan perjanjian di hotel itu akan berlangsung.Charlotte lantas diarahkan oleh seorang bellboy untuk masuk ke sebuah kamar presidential suite di lantai 15 di hotel mewah tersebut. Ia tak curiga apa-apa terlebih saat masuk kamar hotel dijaga oleh beberapa pria.Charlotte pun masuk setelah dipersilahkan. Ia kemudian berjalan ke arah sofa ruang tamu dimana pengacara yang diminta oleh Charlotte telah hadir dan siap.“Selamat datang. Silahkan duduk!” ujar pengacara yang tak dikenal namanya itu pada Charlotte. Tak berapa lama setelah Charlotte duduk di sofanya, Dalton kemudian datang. Ia keluar dari kamar dengan penampila
Pintu lift terbuka, Rei Harristian terlihat keluar dari lift sendirian dengan sebuah buket bunga di tangannya. Ia memakai jas tuxedo dengan cummerbund warna merah maroon sama seperti hiasan di saku jas depannya. Ia berjalan dengan senyuman tipis dan seorang pegawai hotel lantas membukakan pintu untuk Rei masuk ke dalam ballroom tempat makan malam sekaligus pesta pernikahan kedua orang tuanya berlangsung.“Pestanya mulai jam berapa?” tanya Rei pada salah satu panitia yang menyambutnya.“Sekitar setengah jam lagi, Tuan,” jawab pegawai itu dan Rei mengangguk.“Aku ingin mengunjungi Ayahku!” pegawai itu langsung menjulurkan tangannya sebagai penunjuk jalan bagi Rei untuk naik ke sebuah ruangan tempat kedua pengantin bersiap untuk turun. Beberapa tamu yang merupakan keluarga besar mereka mulai berdatangan. Dan Rei hanya melihat sekilas saja sambil menaiki tangga.Ia diantarkan ke kamar ganti milik Arjoona Harristian, ayahnya
Rei mulai bosan karena Honey yang tengah menjadi Axel kini sedang cuti. Honey baru cuti satu hari, akan tetapi Rei sudah uring-uringan. Ia bahkan sampai duduk di kursi kerja milik Honey untuk bisa merasakan keberadaannya. Rei benar-benar sedang jatuh cinta dan jauh dari Honey adalah hal yang paling menyiksa.Tiba-tiba ponsel Rei bergetar dan itu langsung membuat Rei jadi menoleh cepat ke arah kanan. Rei membesarkan matanya dan mengira jika yang menghubunginya mungkin Honey. Rei bergegas cepat ke mejanya dan harus kecewa saat melihat layar ponsel dan ternyata yang menghubunginya adalah Ayahnya Arjoona. Rei menghela napas kecewa dan mengambil panggilan tersebut.“Ya Dad?” sapa Rei dengan sikap malas. Ia menyandarkan punggungnya di ujung sisi meja sambil mendengarkan ayahnya bicara.“Kamu akan datang makan malam nanti kan?” sahut Arjoona menghubungi anaknya untuk memastikan kehadirannya. Kening Rei sontak mengernyit tak mengerti.&ldq
“Aku perlu bicara denganmu!” ujar Christina lagi dengan nada memelas. Ia benar-benar tak punya pilihan lain selain menghubungi Dalton. Dan Dalton Curt tahu persis hal tersebut.“Soal apa?” tanya Dalton pura-pura tidak tahu. Ia masih bernada dingin dan ketus.“Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku tidak mau masuk penjara!” pinta Christina mulai memelas. Dalton menaikkan ujung bibirnya dan mendengus sinis.“Entahlah apa kamu masih bisa bekerja untukku atau tidak. Aku punya hal yang jauh lebih menarik di depanku,” gumam Dalton sambil menatap Charlotte nakal. Charlotte sedikit membesarkan matanya dan menunduk. Dalton lantas memilih untuk berdiri dan bicara pada Christina bukan di depan Charlotte dan Travis. Setelah Dalton menjauh dari mereka, Travis sedikit mendekat untuk berbisik pada Charlotte.“Jika Dalton memintamu menjadi salah satu pacarnya, kamu harus menyetujuinya,” bisik Tra







