Home / Romansa / Tergoda Teman Papa / Putusan sidang

Share

Putusan sidang

Author: ORI GAMII
last update publish date: 2026-03-10 15:34:17

“Bri… jangan lupa bawa kuenya,” suara teriakan Louisa terdengar dari dalam kamarnya.

Bricia menoleh. Ia lalu menatap meja makan, di mana sudah ada dua boks kue. Papanya sendiri sudah berangkat bekerja tadi pagi.

“Duanya, Mom?” Bricia ikut sedikit berteriak.

Louisa akhirnya keluar dari kamarnya. Langkahnya sedikit pelan karena ia baru saja muntah di kamar mandi. Memasuki trimester kedua, kondisi Louisa justru menurun. Ia mudah sekali lelah dan sesekali masih muntah di pagi hari.

“Iya, d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Marimar
kasihan selena pasti dia merasa gagal sebagai ibu
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
6 Thun semoga cukup untuk membentuk karakter Leo ke arah lebih baik lagi..
goodnovel comment avatar
Ratih Tyas
kasian selena pasti merasa gagal jadi ibu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tergoda Teman Papa    Anugerah tak terduga

    “Ha-mil?” ulang Bricia, suaranya berbisik lirih. Matanya berkaca-kaca saat menatap Andrew. “Dad… ini?” Andrew ikut menatapnya. Matanya memerah, tangannya bahkan mulai gemetar. Ia sendiri belum sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Dok… ini benar?” tanyanya, memastikan sekali lagi. Dokter itu mengangguk. “Betul, Pak Andrew. Ini hasil pemeriksaannya.” Sebuah map diberikan. Andrew menerimanya dengan tangan yang masih sedikit bergetar. Ia membuka lembar demi lembar, hingga akhirnya berhenti pada hasil utama yang tertulis jelas di sana menyatakan Bricia hamil. Napas Andrew tertahan. Dadanya terasa penuh dalam sekejap. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membungkuk dan memeluk Bricia erat. Tangisnya pecah begitu saja tanpa ditahan lagi atau pun disembunyikan seperti biasanya. “Thank you, Baby. You’ve given me something truly special,” bisiknya lirih di bahu istrinya. Bricia ikut menangis. Tangannya memeluk balik tubuh Andrew sama eratnya. Tak ada kata lain yang

  • Tergoda Teman Papa    Hamil

    Dua mobil keluar hampir bersamaan dari kediaman Eric. Mobil pertama diisi Louisa yang kini sudah mulai meringis menahan kontraksi yang mulai datang, didampingi Feli yang terus menggenggam tangannya. Eric berada di balik kemudi, fokus penuh menatap jalanan di depan. Sementara di mobil kedua, Harry mengambil alih setir. Andrew duduk di kursi penumpang dan memangku tubuh Bricia yang masih tak sadarkan diri. Tangannya tak berhenti menepuk pelan pipi istrinya, dan berusaha memancing respons Bricia. “Bri… bangun, Baby… jangan bikin aku takut,” bisiknya panik. Namun Bricia tetap diam. Belum menunjukkan bahwa ia akan segera sadar. Kedua mobil itu pun melaju cukup cepat membelah jalanan. Klakson dibunyikan berulang kali, meminta kendaraan lain memberi jalan. Di mobil depan, Feli tak henti-hentinya menenangkan Louisa. Meski sebenarnya ia sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri karena rasa khawatir terhadap Louisa dan Bricia. “Napas, Mom… tarik napas… pelan-pelan…” ucapnya, meski sua

  • Tergoda Teman Papa    Panik

    Kehidupan terus berlalu. Selepas kepulangan Andrew dan Bricia dari bulan madu di Maldives, semuanya kembali berjalan seperti semula atau setidaknya terlihat seperti itu di permukaan. Hari-hari kembali dipenuhi rutinitas. Andrew kembali sibuk dengan pekerjaannya, sementara Bricia mulai menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai istri. Meski ia juga masih tetap bekerja untuk mengisi waktu. Namun di balik kesibukan itu, ada hal-hal kecil yang berubah. Cara Andrew yang kini selalu menyempatkan pulang lebih cepat. Cara Bricia yang tanpa sadar mulai lebih memperhatikan hal-hal sederhana di rumah. Dan kebiasaan baru mereka berbagi cerita sebelum tidur, meski hanya sebentar. Tak ada yang benar-benar berbeda, tapi semuanya terasa lebih utuh. Siang ini, tepat di akhir pekan, suasana kediaman Eric tampak lebih ramai dari biasanya. Semua orang berkumpul, duduk melingkar di ruang tamu dengan obrolan yang cukup serius yaitu membahas rencana pernikahan Feli dan Harry. Sudah lewat dari ti

  • Tergoda Teman Papa    Pulang

    Hari kelima di Maldives terasa berbeda. Tak ada lagi agenda panjang, atau rencana ke sana-sini yang melelahkan. Semuanya berjalan lebih santai seolah mereka sama-sama sadar, ini adalah hari terakhir sebelum kembali ke realita. Pagi itu, Bricia duduk di ujung deck villa mereka, kakinya menjuntai menyentuh permukaan laut yang jernih. Angin berhembus pelan, memainkan rambutnya yang tergerai bebas. Andrew keluar dari dalam kamar dengan dua gelas jus di tangan. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di samping Bricia. “Udah bangun dari tadi?” tanyanya sambil menyerahkan satu gelas. Bricia mengangguk. “Nggak bisa tidur lagi.” Setelah menghabiskan malam panas seperti malam sebelumnya, Andrew memang tertidur kembali. Sementara Bricia, tidak. Andrew menatap istrinya sekilas, lalu ikut mengarahkan pandangan ke hamparan laut di depan mereka. “Kenapa, sepertinya wajahmu sedikit muram?” “Nggak terasa besok pulang, dan harus ninggalin tempat ini,” jawab Bricia singkat. Andrew tersenyum kecil. “

  • Tergoda Teman Papa    Tak ada lagi pengganggu

    Harry masih berada di balik kemudi setelah keluar dari bangunan yang mengurung Yosi. Ia terdiam cukup lama, membiarkan pikirannya berkelindan tanpa arah. Sebenarnya, ada rasa tak tega membayangkan segala kemungkinan yang akan menjerat Yosi ke depannya. Tapi di sisi lain, ia tahu… ia harus membulatkan tekad demi kehidupan Feli yang lebih tenang dan aman. Ia menarik napas dalam beberapa kali, mencoba menenangkan diri. Hingga perlahan, semuanya mulai terasa lebih stabil, Harry akhirnya menyalakan mesin mobilnya. Hari ini, ia masih punya tanggung jawab. Ia harus mengontrol kafe dan klub milik Andrew selama lelaki itu pergi berbulan madu. Mobil Harry kembali melaju, meninggalkan area itu dengan kecepatan stabil. Jalanan Jakarta siang itu cukup padat, tapi tak sampai membuatnya terjebak terlalu lama. Pikirannya perlahan beralih. Dari pertemuannya dengan Yosi ke tanggung jawab yang kini ada di tangannya. Ia sendiri sudah meyakini bahwa itu pertemuan terakhir dengan ayah Feli, dan set

  • Tergoda Teman Papa    Harry vs Yosi

    Meninggalkan pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu, di Jakarta mobil Harry sedang menuju ke tempat Yosi ditahan saat ini. Ia berniat menemui ayah Feli itu untuk meminta restu menikahi Feli secepat mungkin. Mobilnya membelah pelan jalanan ibukota, lalu setelah beberapa menit berkendara, akhirnya berhenti di depan bangunan dengan penjagaan ketat. Harry turun tanpa banyak ekspresi. Tangannya merapikan kemejanya sekilas sebelum melangkah masuk. Prosedur demi prosedur ia lewati. Dari pemeriksaan hingga pencatatan identitas, semuanya berjalan tanpa hambatan, namun cukup membuat suasana terasa kaku dan dingin. Tak lama, seorang petugas mengarahkannya ke ruang kunjungan. Ruangan itu sederhana. Sebuah meja panjang memisahkan dua sisi, dengan beberapa kursi yang saling berhadapan. Seorang petugas berdiri di sudut ruangan, dan mengawasi setiap pergerakan yang terjadi. Harry duduk lebih dulu. Beberapa detik kemudian berlalu hingga akhirnya pintu di sisi lain terbuka. Da

  • Tergoda Teman Papa    Selamat datang di dunia orang dewasa

    Setelah pertanyaan itu meluncur dari bibir Bricia, tak ada jawaban yang datang. Justru tekanan di pinggangnya semakin jelas. Benda tumpul itu sedikit mendorong, dan memaksanya melangkah maju. Napas Bricia berantakan. Kakinya gemetar, tapi ia menurut. Setiap langkah terasa berat, seolah lantai apar

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Tergoda Teman Papa    Hamil

    Louisa memejamkan mata erat. Mungkin sudah lima menit ia menunggu, dengan test pack masih digenggam di tangannya. Jujur saja, ada ketakutan yang bercampur dengan harapan, dan keduanya sama-sama tak bisa ia abaikan. Di luar kamar mandi, Bricia dan Feli menunggu dengan gelisah. Pintu sengaja ditutu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Tergoda Teman Papa    Bagaimana jika Papamu tahu?

    “Bri—” Andrew menyusul dengan langkah cepat, lalu menahan pergelangan tangan perempuan itu. “Mau ke mana?” Bricia tak langsung menoleh. Rahangnya hanya mengeras, wajahnya tetap lurus menatap pintu. “Pulang,” jawabnya singkat dan dingin. “Kayaknya aku nggak seharusnya lama-lama di sini.” Kening

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Tergoda Teman Papa    Tidur, Baby!

    Tiba-tiba Bricia terdiam. Wajahnya berubah serius, jelas sedang memikirkan sesuatu. Andrew yang menangkap perubahan itu langsung mengecup pipi Bricia sekilas lalu membawanya lebih dekat. “Mikirin apa, hm?” tanyanya pelan. “Papa…” suara Bricia mengecil. “Gimana kalau Papa tahu tentang kita?” An

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status