Beranda / Urban / Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik / Bab 6: Tak Sengaja Lihat Tante Vega dan Seorang Pemuda

Share

Bab 6: Tak Sengaja Lihat Tante Vega dan Seorang Pemuda

Penulis: mrd_bb
last update Tanggal publikasi: 2025-12-07 20:33:36

Satria makan dengan lahap, dia memang belum sarapan, karena tadi pagi langsung ke kampus. Sehingga selesai perkuliahan dia langsung ke kantin kampus isi perut.

Saat akan membayar dan mencari-cari dompetnya di tas, bingung dan kagetlah Satria, dompetnya tak ada.

“Aduuh di mana dompetku?” batinnya bingung sendiri.

Paniklah Satria, bingung bagaimana bayar makanan dan pastinya surat – surat berharga miliknya, seperti SIM dan STNK di dompet itu, di tambah KTP dan kartu mahasiswa, pastinya uang miliknya ada di dompet yang hilang tersebut.

Satria pun menyesali diri, kenapa dompet ia taruh di tas, harusnya di saku celana belakang miliknya.

“Kamu cari ini ya…?” tiba – tiba di depannya sudah duduk seorang mahasiswa cantik berbody atletis dan di tangannya memegang dompet miliknya.

“Eh iya, itu dompet aku, kok ada pada kamu??!” seru Satria terkejut.

“Hemm…lupa yaa, pagi tadi kamu nabrak aku?” si wanita ini balik menembak Satria.

“Astagaa…a-aku minta maaf, tadi pagi jalan sangat terburu – buru, takut telat masuk kelas,” Satria tanpa ragu kembali minta maaf.

“Makanya lain kali kalau jalan hati – hati, nih dompet kamu!” si mahasiswi ini lempar dompet miliknya di depan Satria dan langsung diambil, lalu pemuda ini buru-buru membayar makanannya.

“Nggak traktir aku nih, medit amat?” si mahasiswi ini menegur lagi, kontan wajah Satria merah dadu di bilang medit alias pelit.

Satria buru-buru persilahkan si mahasiswa ini pesan, sekaligus baru nyadar si mahasiswi ini sangat cantik.

“Nah gitu donk! Tapi, jangan traktir aku di sini, tapi di supermarket, oke? Oh ya namaku Berlina Hutapea, Prodi Hukum, sekaligus kapten tim basket wanita kampus ini. Nggak usah takut, aku bukan anak ataupun kerabat si pengacara kondang itu. Kami hanya sama marga doang!” si mahasiswa ini kenalkan namanya tertawa kecil, sekaligus ajak bercanda.

Satria yang awalnya senyum kontan kaget! Ke super market? Tanpa nyadar dia lihat isi dompetnya, isinya hanya…250 ribu. Tapi Berlina pura – pura tak lihat saja dengan ulah Satria.

“Sekarang aja yuk, mumpung kamu dan aku belum ada jadwal kuliah?” ajak Berlina tiba-tiba.

Makin semaput lagi Satria, Berlina ajak dirinya ke parkiran kampus dan menuju ke mobil SUV kompak milik si mahasiswi cantik ini.

“Ya ampunnn…bisa bangkrut aku ini? Dueeh gimana ini, mana cukup bayar belanja ke super market  dengan uang segini..?” batin Satria ketar ketir.

“Kok pucat gitu…Satria, santai ajaaah, aku nggak makan kamu kok? Nama Satria, kok kayak ketakutan begituuu,” olok Berlina sambil konsen ke setiran. 

Mau tak mau karena diolok, Satria pun kini bersikap santai. “Moga dia nggak banyak belanjanya, pasti si Berlina sengaja ingin ngerjain aku, tak mungkin dia tak tahu jumlah duitku, buktinya namaku pun dia tahu,” batin Satria sambil nikmati wanginya mobil Berlina Hutapea ini.

Begitu masuk di supermarket ini, Satria makin mau semaput, Berlina sambil minta ia dorong kereta belanja mulai sibuk memilih-milih belanjaannya.

Sudah separu kereta belanja ini berisi belanjaan. “Mati aku, gimana membayarnya…!” keluh Satria.

Saat itulah secara tak sengaja Satria melihat…Tante Vega dan seorang pria muda!

Pas juga di saat bersamaan Tante Vega melihat ke arahnya yang jalan beriringan dengan Berlina.

Bahkan entah disengaja atau tidak, Tante Vega dan si pria muda yang terlihat sangat 'mesra' dengan tante-nya ini jalan ke arah Satria dan Berlina, tapi Tante Vega pura – pura tak kenal dengannya.

Anehnya, si pria muda itu terlihat salting dan agak gugup saat melihat dan berpapasan dengan Berlina, tapi berbalik sinis menatap Satria.

Berlina terlihat juga cuek bebek, dia malah ajak Satria pindah ke bagian lain di supermarket ini.

Puas belanja dan menuju ke kasir Satria plong tak terkira, bukan dia yang membayar, tapi dengan santainya Berlina keluarkan kartunya dan bereslah semua belanjaannya.

Satria buru-buru bantu angkuti semua barang belanja Berlina dan dia sempat melirik ke arah Tante Vega, yang dari jauh juga menatapnya.

“Akhirnya terbukti kecurigaanku, si Denny emang doyan tante-tante gatel penyuka brondong muda!” ceplos Berlina saat mobil mereka jalan dari parkiran super market ini.

“Denny…yang tadi jalan bersama Tante V..eh si tante di supermarket itu yaa?” sahut Satria.

“Iya, siapa lagi, aku sengaja ajak kamu temani aku, selain untuk belanja, aku juga ingin buktikan info yang sebutkan si Denny hari ini ada di sana, ternyata info itu benar adanya,” dengus Berlina terlihat kesal.

Satria pun makin mumet, apakah Denny itu kekasih Berlina...dan Tante Vega dibilang tante gatal?

**

Ehemm makin penasaran kan...lanjut!

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 268: Buka-bukaan dengan Tante Vega

    “Boleh aku bertamu dan masuk ke rumah kamu Tante Vega?” Satria menatap si cantik yang makin matang ini, tubuhnya juga makin menggiurkan di usia 37 tahunan ini.“B-boleh Satria, ayooh masuk,” Tante Vega buru-buru membuka pintu dan Satria mengikuti dari belakang.“Makin montok ajee ni cewek,” batinnya, tapi tentu saja Satria dulu dan kini beda, dia tidak mau menunjukan ke bangoranya pada si mantan istri Om Brata ini, dia adalah pria matang dan kenyang pengalaman.Dengan gaya yang sopan dan elegan Tante Vega kini menatap pria yang pernah bikin dia sayang dan jatuh cinta...hasilnya, si Irwansyah itulah, anaknya yang tampan, tapi sayangnya autis, tanpa setahu Satria pastinya.“Di mana suami kamu sekarang, papanya Irwansyah?” tanya Satria berbasa-basi, Tante Vega kontan terdiam, hampir saja ia mengaku.Tapi saat ingat wanita yang bersama Satria di mal Plaza Indonesia, kontan Tante Vega menahan mulutnya.“Kami…sudah pisah, dia tak mau punya anak autis. Yaah tak apalah, aku tetap akan besarka

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 267: Tak Sengaja Bertemu Tante Vega

    Dan Soraya terpekik manja, saat dari belakang Satria langsung serbu pantat bohaynya dan melumatnya dengan ganas, sehingga acara coba-coba baju baru tertunda, karena Soraya mlenguh-lenguh lagi di hajar si bangor cap biawak ini dengan gaya doggy style.“Manaa tahaannn…liat bokong semok kamu,” canda Satria sambil pompa Soraya hingga kamar ini berubah jadi lenguhan-lenguhan dan desahan manja Soraya.“Silahkan Bang, mulai saat ini, kapanpun Abang mau, aku berikan,” bisik Soraya sambil menahan tubuhnya yang terguncang-guncang aduhai ini, upoiii….!Pertandingan senggama dengan beragam gaya ini berakhir setelah keduanya sama mencapai puncaknya, dengan seperti biasa 3-1, alias Soraya 3X klimaks dan Satria 1X klimaks.Sejak hari itulah, Satria membiarkan Soraya tinggal di rumah besar dan mewahnya dan berlakon bak istri, Satria tak tidak tega ‘mengusirnya’ pulang. Lagian…adanya Soraya membuatnya kini jadi betah di rumah, sebab Soraya selalu perhatikan kesehariannya dan juga cara berpakaiannya

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 266: Berharap Lebih...?

    Dengan perban di lehernya, Soraya yang selamat dari aksi nekat Joni, kini tetap lanjutkan belanjanya tadi, dan dia malah merasa makin aman dengan adanya Satria di sisinya.Satria hanya geleng-geleng kepala. "Kelamaan tinggal di kampung kaleee," batin Satria dan membiarkan saja ulah Soraya. Kepolisian sektor terlihat berbincang dengan Satria dan mereka (polisi) kini lacak taksi yang membawa Joni kabur.Satria dan Soraya lalu memutuskan pulang, setelah membayar semua belanjaan Soraya, si cantik ini juga membelikan pakaian buat Satria, dengan alasan biar Satria makin berkelas, Satria iya-iya...!“Nggak di sangka si Joni bisa se gila tadi ya Bang? Tapi lebih gila lagi Abang yang melompat segitu tinggi kejar penjahat itu” kata Soraya sambil menatap Satria yang santai saja bawa mobil mahalnya dan bikin Soraya makin klepek-klepek, makin melotot lagi saat tahu harganya yang lebih 18 embeeer.“Sayangnya dia berhasil kabur, eh bagaiman leher kamu, masih sakitkah?” sahut Satria pendek, sambil m

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 265: Kejar-kejaran dengan Joni di Mal

    Satria membiarkan Soraya kini belanja sepuasnya di Plaza Indonesia, misinya untuk memancing Joni agar mendekati Soraya di mulai saat ini.Soraya yang kini bak ‘istri’ saja, siang malam menikmati melayani Satria, walaupun dia rela siang malam dua lubang kenikmatannya di hajar si pejantan tangguh ini.“Lama-lama nggak sanggup juga aku rujuk dengannya, mana tahan malam 2X, pagi satu kali di hajarnya,” batin Soraya, yang antara ngeri dan menikmati juga selama tinggal dengan Satria.Tapi satu hal yang bikin Soraya betah. Satria adalah tipikal laki-laki yang royal, apapun keinginannya, tak banyak cincong langsung diiyakan Satria, termasuk hobby semua wanita, yakni shopping.Satria tak pernah perhitungan, sampai-sampai Soraya bingung, apa bisnis Satria hingga se kaya raya begini dan enteng saja keluar duit buatnya.“Andai dulu aku tak egois, mungkin aku sudah hidup enak bak ratu di sisinya, kalaupun aku tak sanggup, tak masalah dia mau poligami, tuh hartanya agaknya nggak bakalan habis 10 tur

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 264: Si Pejantan Beraksi Lagi

    “Sekarang mau di apain nih?” tanya Soraya malu-malu, tapi membiarkan tangan Satria mulai nakal dan elus-elus tubuh pahanya yang berbulu tipis, hingga Soraya merinding juga.Soraya juga mulai pegang si pelatuk gede ini dan meremasnya gemas. “Udah berapa lama kamu nggak bercinta Soraya?” tanya Satria, nggak mau buru-buru beraksi, dia ingin bikin si cantik ini makin klepek - klepek dulu.“Ehemm…lumayan Bang, hampir 1 tahun, malah aku nggak pernah nyukur, jadi jangan jijai yaa kalau milik aku lebat banget,” sahut Soraya dan mulai mendesah pelan, saat jari tangan Satria mulai meraba rerumputan lebat miliknya.“Wow…makin sempit donk?” gombal Satria dan tangan satunya meremas-remas melonnya yang gede di balik handuk, hingga Soraya makin blingsatan di buatnya.“Ahh aku kan sudah pernah melahirkan Bang!” kata Soraya makin menahan nafas, sebab jari Satria mulai masuk ke lubang perkencingannya, hingga miliknya mulai berkedut dan pelan-pelan mulai basah lagi.Satria dengan nakal cabut jarinya dan

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 263: Awalnya Pijat-pijat Dulu...Setelahnya?

    Satria tidak mau buru-buru manfaatkan Soraya, dia ingin rehat dulu, setelah lakukan tugas yang sangat menegangkan selama berbulan-bulan, bahkan hampir saja membuatnya tapa daksa dan cacat seumur hidup.Inilah resiko besar yang harus dia lakukan untuk menangkap gembong narkoboy, sehingga dengan adanya Soraya, sesaat Satria jadi ingat masa remaja mereka yang lucu dan kadang bikin gemes.Apalagi saat ingat kelakuan dua sahabatnya Ujang dan Arik, yang dulu sempat mengintipnya di rumah Soraya ini.Soraya yang melihat Satria terlihat kelelahan memancing Satria apakah mau di pijat malam ini?Saat ini Soraya sudah kenakan gaun bobo yang tipis, hingga beda dan celdamnya membayang dari balik pakaiannya tipisnya ini, Satria sampaai menelan ludah juga.Apalagi saat ingat pengalaman dahulu, tapi sebagai bangor berpengalaman, ia tentu saja menahan diri tidak asal seruduk dan pastinya main slow saja.Apalagi seingatnya, Soraya tak suka bercinta dengan gaya kasar, si cantik denok ini suka yang lembut

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 28: Diminta Nikahi Anak Kades yang Ternyata…?

    Mardani menatap tubuh dan wajah anaknya yang kini berubah 180 derajat, setahun yang lalu kurus dan ceking, kini…bertubuh atletis dan wajahnya juga sudah orang kota habis, juga pakaiannya.“Bagus juga ternyata si Brata memelihara kamu,” cetus Mardani, sebut sepupunya itu, tapi dari roman wajahnya, ag

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 26: Bus Bergoyang

    Satria tentu saja bersorak juga dalam hati, setan burik agaknya beri jalan buatnya dan Mery lakukan sesuatu yang pastinya tak di duga 8 penumpang lainnya, plus si sopir travel yang tetap konsen bawa mobil ini.Bus travel ini kembali jalan dan Mery pelan-pelan telusupkan tangannya ke paha Satria yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 30: Malam Pertama, Ribut!

    Satria kaget saat Ujang dan Arik dua sahabat karibnya sejak SD, SMP sampai SMU, yang dulu sama dengannya, hobby ngintip penganten datang beri selamat.“Selamat yaah, sayangnya kami nggak bisa ngintip, rumah bini kamu pake beton dan pagar,” bisik Ujang terkekeh.“Kapan kamu pacaran sih sama si rembe

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 33: Makin Lupa Diri dan…?

    “Aduhh Sat…mama udah…keluarrr!” desah Bibi Dewi, padahal ini baru forepaly. Satria pun senyum makin nakal, malam ini gagal ‘gauli’ Soraya, malah dapat ibunya.“Mau di masukin nggak mam?” bisik Satria tambah kurang ajar sambil plorotkan celana miliknya dan sengaja gesek-gesek di depan pintu gerbang B

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status