Partager

BAB 59: KUASA MAVERICK

Auteur: Ms. Mee
last update Date de publication: 2026-07-22 22:41:13

Pukul sepuluh malam, suasana terminal Jet pribadi di bandara Heathrow eksklusif itu sunyi, hanya ada suara langkah kaki yang bergema di lantai marmer yang dipoles mengilap. Di luar, jet pribadi Gulfstream G700 milik Maverick Corp sudah menunggu dengan mesin yang mulai menderu halus, siap membelah langit menuju utara, menuju Skotlandia.

"Kau yakin ingin membawa semua lensa kamera itu?" tanya Dante, melirik tas kamera milik istrinya yang dibawa oleh salah satu staf pengawalnya.

"Iya. Ketika kita
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 64: PAGI YANG BERBEDA

    Matahari London menyelinap malu-malu di balik tirai sutra griya tawang, menyinari sisa-sisa malam yang intim antara Dante dan Lexy. Dante terbangun lebih dulu, seperti biasa. Namun, alih-alih langsung meraih ponsel untuk memeriksa pergerakan bursa saham Tokyo, ia memilih untuk tetap berbaring, menatap wajah istrinya yang masih terlelap.Ada sesuatu yang berbeda pada Lexy pagi ini. Wajahnya tampak lebih pucat dari biasanya. Dante mengulurkan tangan, mengusap dahi Lexy yang sedikit berkeringat."Lexy?" bisiknya pelan.Lexy mengerang kecil, perlahan membuka matanya. "Jam berapa ini?""Baru pukul tujuh. Kau terlihat sangat lelah, sweetheart. Apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Dante."Hanya sedikit pening. Mungkin efek jetlag dari Skotlandia baru terasa sekarang. Atau mungkin aku hanya butuh sarapan yang sangat banyak."Dante terkekeh, membantunya bersandar pada tumpukan bantal. "Aku akan menyuruh pelayan membawakanmu apa pun yang kau inginkan. Tapi pertama-tama, aku punya hiburan

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 63: TAHTA DAN TERITORI BARU

    Pesawat jet pribadi Maverick Corp menyentuh landasan pacu Heathrow dengan keanggunan yang mematikan. London menyambut mereka dengan hujan gerimis, namun bagi Dante, udara ini terasa seperti kemenangan. Begitu pintu kabin terbuka, barisan mobil hitam mengkilap sudah menunggu di bawah tangga pesawat.Dante melangkah turun, auranya kembali menjadi sosok penguasa yang dingin dan berwibawa."Silas, kirimkan jadwal konferensi pers besok pagi ke seluruh agensi berita utama. Pastikan mereka tahu bahwa aku hanya akan menjawab apa yang ingin aku jawab," perintah Dante sambil melangkah masuk ke dalam Rolls-Royce miliknya."Sudah ku atur. Gedung bursa efek sudah gempar sejak kita meninggalkan Skotlandia. Spekulasi tentang penggabungan asetmu membuat saham Maverick Corp melonjak enam puluh persen dalam waktu empat jam," Silas melaporkan sambil menutup laptopnya.Lexy masuk ke kursi belakang, menatap Dante dengan senyuman. "Kau benar-benar tidak bisa membiarkan dunia tenang sedikit pun, ya?""Duni

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 62: MISI MUSTAHIL SANG PENGAWAL

    Pagi di Dataran Tinggi Skotlandia menyapa dengan kabut tipis yang menari di atas permukaan Loch Ness. Di teras hotel, Dante duduk dengan angkuh, menyilangkan kakinya sambil menikmati espreso. Di depannya, Marcus berdiri dengan setelan jas hitam yang sangat rapi, namun wajahnya tampak seperti orang yang baru saja diperintahkan untuk menjinakkan bom nuklir."Tuan, saya rasa ini tidak perlu," ucap Marcus.Dante meletakkan cangkirnya, lalu melirik kartu Centurion yang tergeletak di meja. "Marcus, aku sudah menghabiskan miliaran dolar untuk riset, senjata, dan teknologi. Tapi aku belum pernah melihatmu membawa seorang wanita ke dalam hidupmu. Ambil kartunya, pergi ke Inverness, dan jangan kembali sebelum kau menghabiskan minimal sepuluh ribu poundsterling untuk dirimu sendiri dan teman kencanmu."Lexy muncul dari balik pintu, mengenakan sweter oversized yang membuatnya tampak sangat menggemaskan namun tetap elegan. Ia membawa sebuah tas kecil berisi perlengkapan dandan."Dan ini, Marcus,

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 61: MALAM MILIK SANG PEMENANG

    Puri Sterling di atas tebing itu kini hanyalah tumpukan arang yang memerah di bawah langit Skotlandia, namun di sebuah griya tawang hotel butik paling eksklusif di tepi Loch Ness, suasana justru berbanding terbalik. Kelegaan yang luar biasa menyelimuti tim kecil itu setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang eksperimen genetik.Dante baru saja selesai mandi, mengenakan kemeja putih yang dibiarkan terbuka di bagian atas, memperlihatkan perban di bahunya. Ia melangkah ke ruang tengah dan menemukan istrinya sedang duduk santai dengan segelas anggur di tangan, sementara Silas dan Marcus berdiri di dekat meja kayu besar."Daniel, lihat ini," Lexy mengangkat kartu hitam Centurion milik Dante yang kini berada di jemarinya. "Aku baru saja memberikan kode akses penuh kepada Silas dan Marcus. Aku menyuruh mereka pergi ke pusat perbelanjaan di Inverness besok pagi untuk membeli apapun yang mereka inginkan."Dante menghentikan langkahnya, menatap kartu kreditnya, lalu menatap dua pengawalny

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 60: BADAI DI TANAH TINGGI

    endaraan Maverick yang berlapis baja terhenti sekitar satu mil dari gerbang utama, tersembunyi di balik barisan pohon pinus yang lebat. Di dalam kendaraan yang sempit dan dipenuhi layar digital, suasana terasa sangat mencekam.Dante sedang memeriksa senjata pendeknya dengan gerakan yang presisi. Wajahnya diterangi oleh cahaya biru dari monitor. Di sampingnya, Marcus sedang menyesuaikan headset komunikasinya."Silas, bagaimana keadaannya?" tanya Dante."Penghitung mundur aktif," sahut Silas, jarinya menari di atas papan ketik. "Dalam tiga detik, aku akan meretas virus ke dalam pusat daya mereka. Tiga... dua... satu... Sekarang."Di kejauhan, lampu-lampu yang menyinari tembok puri Sterling berkedip-kedip, lalu padam total. Kegelapan menelan bangunan itu dalam sekejap."Semua sistem pertahanan mereka sudah buta," lapor Silas. "Kita punya waktu dua puluh menit sebelum protokol darurat manual mereka aktif. Setelah itu, mereka akan menyadari ini bukan sekedar gangguan listrik."Dante menole

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 59: KUASA MAVERICK

    Pukul sepuluh malam, suasana terminal Jet pribadi di bandara Heathrow eksklusif itu sunyi, hanya ada suara langkah kaki yang bergema di lantai marmer yang dipoles mengilap. Di luar, jet pribadi Gulfstream G700 milik Maverick Corp sudah menunggu dengan mesin yang mulai menderu halus, siap membelah langit menuju utara, menuju Skotlandia."Kau yakin ingin membawa semua lensa kamera itu?" tanya Dante, melirik tas kamera milik istrinya yang dibawa oleh salah satu staf pengawalnya."Iya. Ketika kita menghancurkan markas terakhir Sterling, aku ingin memastikan aku menangkap setiap momen kehancuran itu dalam resolusi tinggi, Daniel.""Kau benar-benar fotografer yang haus darah. Aku suka itu." Mereka berhenti sejenak, menyerahkan paspor kepada petugas bandara. "Selamat malam, Nona. Paspor Anda?" petugas itu bertanya dengan suara yang tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah, mengabaikan Dante yang berdiri tepat di samping Lexy.Lexy menyerahkan paspornya. Petugas itu membukanya, membacanya pe

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 30: BRANKAS NOMOR 99

    Helikopter hitam itu mendarat di atap sebuah gedung perkantoran privat di pinggiran Zurich saat fajar masih berupa garis abu-abu yang dingin. Dante dan Lexy melangkah keluar, disambut oleh Marcus yang sudah menunggu dengan setelan jas rapi, seolah ledakan jet kargo beberapa jam lalu hanyalah ganggu

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 20: TAHTA YANG RUNTUH

    Fajar mulai menyingsing di atas cakrawala Manhattan, menyapu sisa-sisa hujan semalam dengan cahaya jingga yang dingin. Di dalam kediaman Maverick, suasana masih terasa seperti di tengah badai. Dante dan Lexy melangkah keluar dari lift, masih mengenakan pakaian yang sama—yang bernoda debu, darah, da

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 13: PERTEMUAN DUA IBLIS

    "Aku dengar ada keributan di kamarmu tadi, Dante," ucap Victoria tanpa menoleh, matanya terpaku pada daftar tamu di layar tablet."Bukan urusanmu, Bu," jawab Dante datar.Victoria meletakkan cerutunya di asbak kristal dan mendongak, menatap Dante dengan tajam."Apa pun yang melibatkan Alexandra ada

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 6: PELATIHAN SANG PERMAISURI

    Ruang kerja Dante yang luas kini disulap berubah menjadi medan tempur. Di atas meja jati yang mahal, bertumpuk berkas profil anggota dewan komisaris Maverick Corp. Dante berdiri di depan jendela besar, sementara Lexy duduk dengan gelisah, membolak-balik foto-foto pria tua berjas formal."Hafalkan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status