Share

Bab 9: tidak setara

Penulis: Leein
last update Tanggal publikasi: 2026-02-21 21:15:21

Caesar meletakkan ponselnya di meja, menatap Raisa yang sedang berdiri di hadapannya dengan agenda mingguan di tangan, "Jadwalkan pesta tahunan. Dua minggu lagi."

Raisa membuka halaman baru di agendanya, "Kapal pesiar seperti tahun lalu, Pak?"

"Ya."

"Jumlah tamu?"

"Lima puluh undangan. Sisanya terserah kau."

"Tema?"

Caesar melirik sekilas ke arahnya.

"Kau selalu tanya hal-hal yang tidak penting."

Raisa tidak merespons komentar itu, hanya menuliskan catatan singkat.

"Baik. Saya akan mul
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 41: malam yang panjang

    Raisa tertegun mendengar ucapan Caesar yang terakhir.'Seharusnya kulakukan ini dari dulu.'Kata-kata itu terus bergema di kepalanya, tidak mau pergi.Dia tidak menyangka. Benar-benar tidak menyangka.Pria yang dulu selalu berkata dengan nada meremehkan bahwa dia tidak akan pernah menyentuh wanita biasa seperti Raisa, pria yang selalu membawa model, aktris, dan putri konglomerat ke ranjangnya, pria yang selalu terlihat bosan dengan semua wanita setelah seminggu...Kini merasa puas setelah melakukan ini dengannya.Orang yang tidak punya pengalaman apa pun dalam hal ini. Orang yang bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan sampai dipaksa.Raisa masih berlutut di lantai, kepalanya tertunduk, napasnya masih belum sepenuhnya teratur.Di hadapannya, Caesar berdiri dan memasukkan kembali miliknya ke dalam celana dengan gerakan yang sangat santai, seolah apa yang baru saja terjadi adalah hal yang sangat biasa.Lalu tanpa mengatakan apa pun lagi, tanpa menatap Raisa sekali pun, dia berbalik d

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 40: kebenaran yang mengejutkan

    Raisa menatap langit-langit kamarnya sebentar, menimbang-nimbang apakah dia harus bangun atau tidak.Tapi ketukan itu datang lagi, kali ini lebih keras.Tok. Tok. Tok.Raisa menghela napas panjang, mengangkat selimut dari tubuhnya dengan gerakan yang sedikit kesal, lalu turun dari tempat tidur.Kakinya menyentuh lantai kayu yang sejuk. Dia berjalan ke pintu dengan langkah yang lambat karena tubuhnya masih terasa sedikit pegal.Tangannya meraih kenop pintu, memutarnya, lalu menarik pintu terbuka.Dan langsung membeku total.Caesar berdiri di ambang pintu dengan jubah tidur sutra hitam yang sama sekali tidak diikat, hanya tergerai terbuka memperlihatkan dada bidang dan perut sixpack yang terpahat sempurna. V-line yang menawan terlihat jelas menghilang di balik celana piyama hitam longgar yang memeluk pinggulnya dengan sempurna.Raisa langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, menatap langit-langit koridor seolah itu adalah hal paling menarik yang pernah dia lihat."Apa yang kau la

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 39: tamu yang tak diundang

    Ketika matahari benar-benar tenggelam di balik cakrawala, Raisa duduk sendirian di meja makan panjang yang luas itu.Pemandangan yang agak ironis, sebenarnya.Satu orang di meja yang bisa menampung dua puluh orang, dengan hidangan makan malam yang disiapkan dengan sangat rapi oleh dapur mansion.Sebelumnya Handry sudah menyampaikan bahwa Caesar tidak akan bisa ikut makan malam dirumah karena masih ada urusan lain.Raisa tidak bertanya lebih jauh. Justru dia merasa lebih lega bisa makan tanpa kehadiran Caesar.Dia menyendok sup perlahan, merasakan hangatnya mengalir ke tenggorokan. Entah karena dia memang lapar atau karena masakannya benar-benar enak, kali ini dia makan dengan porsi yang lebih banyak dibanding siang tadi.Setelah selesai, Raisa melipat serbet di pangkuannya dengan rapi dan meletakkannya di atas meja.Dia duduk sebentar, menatap taman yang kini hanya bisa terlihat sebagai siluet gelap di balik jendela besar yang diterangi lampu taman berwarna kuning hangat.Lalu dia ter

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 38: Menginap

    Mereka melewati foyer yang luas dengan langit-langit tinggi dan lampu kristal besar yang berkilau, menaiki tangga marmer putih dengan pegangan besi tempa yang elegan, lalu berjalan menyusuri koridor panjang dengan dinding berwarna krem lembut yang dihiasi lukisan-lukisan mahal.Akhirnya, Hendry berhenti di depan sebuah pintu kayu besar dengan ornamen ukiran bunga yang indah.Dia membuka pintu dengan gerakan yang sangat hati-hati, lalu melangkah ke samping dan mempersilakan Raisa masuk."Ini kamar Anda, Nona."Raisa melangkah masuk.Dan langsung terpesona.Ruangan itu sangat luas, mungkin dua kali lipat ukuran kamarnya di apartemen. Dindingnya berwarna putih gading dengan aksen emas yang menghiasi sudut-sudut dan list di langit-langit. Tempat tidur king size dengan seprai putih lembut dan tumpukan bantal besar berdiri megah di tengah ruangan, dengan kanopi putih tipis yang tergantung dengan anggun.Di sudut ruangan ada sofa kecil berwarna krem dengan meja kopi bulat, sempurna untuk be

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 37: diagnosa

    Raisa dan Caesar sama-sama terkejut mendengar perkataan Dr. Amanda.Raisa langsung menegakkan tubuhnya meski gerakan itu membuat tubuh bagian bawahnya terasa sakit. "Apakah... apakah berbahaya?"Suaranya keluar dengan gemetar, wajahnya semakin pucat.Dr. Amanda tersenyum dengan lembut, berusaha menenangkan. "Tidak berbahaya selama tidak berkembang menjadi kista. Tapi hal ini akan berpengaruh pada kesuburan Anda. Anda akan kesulitan saat ingin mendapatkan momongan."Raisa menundukkan kepalanya dengan sedih.Tangannya yang tadinya mencengkeram jas Caesar kini melemas di pangkuannya, jemarinya gemetar.Raisa tidak pernah berpikir terlalu jauh tentang masa depan seperti itu. Tapi mendengar dokter mengatakan dia mungkin tidak bisa punya anak dengan mudah, ada sesuatu yang terasa patah di dadanya.Caesar melirik ke arah Raisa dari sudut matanya, melihat ekspresi sedih yang terpampang jelas di wajah wanita itu.Dia mengerutkan keningnya, lalu berbalik menatap Dr. Amanda dengan tatapan yang s

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 36: kenyataan yang menyakitkan

    Di dalam mobil, Raisa hanya duduk diam dengan kepala tertunduk.Tangannya terlipat erat di pangkuan, jemarinya meremas-remas ujung jas Caesar yang dia pakai untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan jubah handuk di bawahnya. Rambutnya yang masih sedikit lembap jatuh menutupi wajahnya, menyembunyikan ekspresi kosong yang terpampang di sana.Awalnya, saat Caesar mengatakan mereka akan ke rumah sakit, ada secercah harapan kecil yang muncul di dadanya. Harapan bodoh yang berbisik bahwa mungkin, hanya mungkin, Caesar khawatir tentang kondisi tubuhnya yang jelas-jelas tidak baik-baik saja.Tapi kenyataan datang menghantam dengan keras."Aku harus memastikan kau tidak hamil karena kejadian ini."Bukan karena khawatir pada Raisa.Bukan karena peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan.Hanya karena takut ada konsekuensi yang tidak diinginkan untuk dirinya sendiri.Raisa tersenyum pahit, masih dengan kepala tertunduk.Seharusnya dia sudah terbiasa dengan hal ini. Seharusnya dia sudah tahu

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 11: bukan pesta biasa (1)

    Tidak ada yang istimewa sampai tengah malam. Raisa terus berjalan dari satu sudut dek ke sudut lainnya, memeriksa meja, berbicara singkat dengan staf katering, memastikan minuman tetap tersedia dan musik tidak terlalu keras. Tamu datang dan pergi dalam kelompok-kelompok kecil, mengobrol dengan

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 8: wanita baru

    Sore itu langit san francisco berwarna oranye keunguan saat Raisa memarkir mobilnya di depan The Grand Marquis. Gedung hotel bintang lima itu berdiri megah di pusat kota, dindingnya yang terbuat dari kaca dan baja memantulkan cahaya matahari yang mulai tenggelam. Raisa duduk sebentar di dalam mob

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   Bab 7: peduli

    Keheningan sempurna menguasai koridor selama dua detik. Lalu kedua bodyguard bergerak serentak. Salah satunya dengan cepat memegang kedua lengan Clarissa dari belakang, sementara yang lain mengambil alih tumbler kosong dari tangannya. "Lepaskan aku!" Clarissa memberontak, tapi pegangan bodyguard t

  • Terjebak Cinta CEO Brengsek   bab 6: sudah terbiasa

    Makan siang yang penuh ketegangan itu berakhir dengan gelas wine Clarissa yang hanya diminum setengah dan steak-nya yang hampir tidak disentuh. Dia menghabiskan sebagian besar waktu makan dengan berbicara, menyentuh lengan Caesar, tertawa terlalu keras untuk lelucon yang tidak ada, semua usaha unt

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status