Home / Young Adult / Terjebak Cinta Ketua Geng / Part 14 — Sekali Diklaim

Share

Part 14 — Sekali Diklaim

Author: Senia Dea
last update publish date: 2026-09-13 09:25:44

Sejak pulang dari taman kemarin, Aeloria tidak membalas satu pun pesan dari Alaric.

Bukan karena dia tidak melihatnya. Justru ponselnya sudah beberapa kali bergetar sejak malam, tetapi setiap kali nama Alaric muncul di layar, Aeloria hanya menatapnya sekilas lalu membalik ponsel. Pesan terakhir bahkan masih terbuka sampai pagi, membuat Aeloria semakin kesal karena satu kalimat sederhana terus terngiang di kepalanya.

*Awalnya memang permainan. Tapi sekarang udah bukan.*

“Nyebelin.”

Aeloria m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 63 — Mereka Tahu Nama Gue

    Bel pulang baru saja berbunyi ketika Aeloria keluar dari gerbang sekolah bersama Freyana dan Vania. Tasnya disampirkan asal di bahu, sementara langkahnya sedikit dipercepat karena kepalanya masih penuh dengan percakapan kemarin tentang kelompok lama yang mencari Alaric. Sejak mendengar kata itu, pikirannya terus memutar ulang wajah Kaizen dan cara mereka bicara seolah ada sesuatu yang sengaja disembunyikan darinya. “Lo dari tadi diem banget,” celetuk Freyana sambil meliriknya. “Jangan bilang lo masih mikirin Alaric.” Aeloria mendengus. “Gue lagi mikirin hal yang lebih penting daripada cowok.” Vania terkekeh. “Padahal muka lo dari tadi kayak orang mau nyari ribut.” “Emang muka gue kenapa?” “Ya... jutek.” Aeloria langsung menoleh tajam. “Muka gue emang begini dari lahir.” Freyana menahan tawa. Namun sebelum mereka sempat melanjutkan obrolan, langkah Aeloria terhenti ketika melihat seorang cowok berdiri tidak jauh dari seberang jalan. Cowok itu mengenakan jaket hitam dan helm yan

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 62 — Jangan Sembunyikan Apa Pun dari Gue

    Jam pulang sekolah seharusnya menjadi waktu paling menyenangkan bagi Aeloria. Namun, langkahnya mendadak berhenti ketika melihat Kaizen berdiri di dekat gerbang bersama dua anggota Black Vortex lainnya. Tidak ada Alaric di sana, dan ekspresi mereka jauh berbeda dari biasanya. Aeloria yang semula hendak berjalan menuju gerbang langsung mengernyit. “Kenapa mereka di sini?” Freyana ikut melihat. “Kayaknya nunggu seseorang.” “Gue juga bisa lihat.” Vania menahan senyum. “Terus kenapa lo malah berdiri?” Aeloria mendengkus. “Gue penasaran.” Dia menyerahkan tasnya sebentar kepada Freyana sebelum berjalan mendekat. Baru beberapa langkah, Kaizen sudah menyadari keberadaannya. Dua anggota lain langsung saling pandang, seolah kedatangan Aeloria bukan sesuatu yang mereka harapkan. “Alaric mana?” tanya Aeloria tanpa basa-basi. Kaizen menatapnya. “Belum datang.” “Terus kalian nunggu siapa?” Kaizen tidak langsung menjawab. Aeloria mengangkat alis. “Gue nanya.” “Bukan urusan lo.” Aeloria

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 61 - Jangan Bikin Gue Salah Paham

    Pagi itu, Aeloria baru saja masuk kelas ketika Freyana langsung menarik lengannya. Cara Freyana menatapnya membuat Aeloria otomatis mengernyit, apalagi Vania yang berdiri di sampingnya juga memasang ekspresi seperti baru menemukan sesuatu yang menarik. Aeloria melepaskan tangannya dan menaruh tas di atas meja dengan sedikit keras. “Apaan?” Freyana mendekat. “Lo udah dengar belum?” “Dengar apa?” “Katanya Alaric kemarin pulang bareng anak kelas sebelah.” Aeloria berhenti mengeluarkan buku. Tangannya masih menggenggam satu buku yang belum sempat diletakkan. Dia menoleh pelan ke arah Freyana dengan tatapan datar. “Terus?” Freyana mengangkat bahu. “Gue cuma ngasih tahu.” “Gue juga cuma nanya.” Vania menyela, “Katanya mereka sempat pergi ke luar sekolah.” Aeloria menutup bukunya. “Siapa yang bilang?” “Anak kelas sebelah.” “Namanya?” “Gue nggak tahu.” Aeloria mendengkus lalu menyandarkan punggung ke kursi. “Kalau nggak tahu sumbernya, jangan bawa cerita setengah-setengah ke g

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 60 — Gue Bisa Nilai Sendiri

    Jam istirahat membuat koridor sekolah dipenuhi siswa yang berlalu-lalang. Aeloria berjalan bersama Freyana dan Vania sambil membawa beberapa buku yang harus dikembalikan ke perpustakaan, tetapi langkahnya mendadak berhenti ketika melihat Alaric berdiri di dekat tangga. Kaizen ada di sana bersama dua anggota Black Vortex lainnya, dan kali ini mereka tidak sedang bercanda seperti biasanya. Aeloria mempersempit mata, lalu menyerahkan buku-bukunya kepada Freyana. “Pegangin.” Freyana menerima tumpukan buku itu dengan bingung. “Lo mau ke mana?” “Cuma mau lihat sesuatu.” Vania langsung melirik ke arah yang sama. “Black Vortex?” “Jangan mulai.” Aeloria berjalan mendekat tanpa terburu-buru. Semakin dekat, dia bisa mendengar suara Kaizen yang terdengar serius, tetapi pembicaraan mereka terhenti ketika salah satu anggota menyadari kehadirannya. Alaric langsung menoleh, sedangkan Aeloria hanya mengangkat dagu seolah kedatangannya sama sekali bukan masalah. “Gue ganggu?” Kaizen menggeleng.

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 59 — Jangan Tentuin Batas Gue

    Keesokan harinya, Aeloria baru saja keluar dari kelas ketika seorang siswi dari kelas sebelah menghampirinya. Gadis itu berdiri di depan Aeloria dengan ragu, sesekali melirik ke arah Alaric yang sedang berbicara dengan beberapa siswa di ujung koridor. Aeloria langsung mengangkat alis karena sudah bisa menebak pembicaraan ini pasti ada hubungannya dengan cowok itu. “Lo Aeloria, kan?” “Iya. Kenapa?” “Gue mau ngomong sesuatu.” Aeloria menyilangkan tangan di depan dada. “Ngomong aja. Jangan muter-muter.” Gadis itu menarik napas. “Tentang Alaric.” Aeloria langsung mendengkus. “Kenapa semua orang akhir-akhir ini hobinya ngomongin pacar gue?” “Gue cuma mau ngasih tahu sesuatu.” “Kalau mau ngasih tahu, ya kasih tahu.” Gadis itu menatap sekeliling sebelum kembali menatap Aeloria. “Lo jangan terlalu ikut campur sama urusan Black Vortex.” Aeloria yang tadinya masih santai langsung mengerutkan kening. “Hah?” “Gue cuma bilang, lo bukan bagian dari mereka.” “Gue juga nggak pernah bilang

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 58 — Gue Nggak Suka Ditinggal Sendiri

    Bel pulang baru saja berbunyi ketika Aeloria memasukkan buku terakhir ke dalam tas. Suasana kelas langsung berubah ramai, beberapa siswa berhamburan keluar sambil bercanda, sementara Freyana dan Vania masih sibuk membereskan meja mereka. Aeloria menutup resleting tasnya sedikit lebih keras dari yang diperlukan, lalu melirik ke arah pintu kelas. “Lo nunggu Alaric lagi?” tanya Freyana sambil menyampirkan tas ke bahu. Aeloria langsung mengernyit. “Kenapa sih? Emang nggak boleh gue berdiri di depan kelas tanpa nunggu siapa-siapa?” “Gue cuma nanya,” jawab Freyana santai. “Ya jangan nanya pakai muka begitu.” Vania menahan tawa. “Muka Frey emang kenapa?” “Nyebelin.” Aeloria berdiri dan berjalan keluar lebih dulu. Baru beberapa langkah meninggalkan kelas, dia melihat Alaric berdiri di ujung koridor. Cowok itu tidak sendirian. Kaizen dan dua anggota Black Vortex lainnya berdiri beberapa meter darinya, membuat langkah Aeloria otomatis melambat. Dia menatap mereka beberapa detik, bukan k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status