Share

Bab 9

Penulis: QueenShafa
last update Tanggal publikasi: 2025-08-31 21:50:59

Byurr..!!

Farel mengguyur Naya dengan air dingin langsung dari shower.

"Hentikan! Aku sudah mandi!"

Naya menghalau kucuran air itu dengan kedua tangannya.

"Itu biar kamu bangun dari tidurmu!"

Farel masih mengguyur Naya dengan air. Hingga wanita itu tidak lagi berusaha menghalau air yang mengguyur nya. Toh, percuma dihalau pun sepertinya pria yang berstatus suaminya itu tidak akan berhenti melakukan itu.

"Ya Tuhan! Kapan semua ini akan berakhir! Rasanya aku sudah tidak sanggup lagi hidup seatap dengan pria ini!"

Naya menangis dalam diam. Sambil duduk meringkuk di pojok kamar mandi dengan memeluk kedua lututnya.

"Bagaimana, apa sekarang kamu sudah nggak ngantuk lagi?"

Pertanyaan itu seperti sedang mengolok-olok Naya yang tidak sengaja ketiduran di sore hari. Sehingga tidak mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.

"Itu akibatnya jika kamu tidak mematuhi Setiap peraturan yang aku buat!"

Farel melempar shower itu ke sembarang arah setelah puas mengguyur Naya. Sampai wanita itu tak ubahnya anak ayam yang kehujanan tanpa induk. Meringkuk kedinginan.

"Memang nya apa yang telah aku langgar dari semua peraturan yang kamu buat itu Farel?"

Naya berucap dengan bibir gemetar karena kedinginan.

"Dengan kamu berani muncul di kantorku itu sudah melanggar peraturan yang aku buat Nayara! Apa kamu nggak sadar dengan hal itu?"

Rupanya Farel masih marah atas kemunculan Naya di kantornya tadi pagi. Padahal itu juga bukan sengaja. Itu karena pekerjaan Naya yang mengharuskan nya menginjakkan kaki di kantor Fsrel. Lagipula sebelumnya Naya tidak mengetahui jika gedung pencakar langit itu adalah milik Farel.

"Bukan kah aku sudah mengatakan jika saat itu aku sedang bekerja! Apa seragam yang aky kenakkan tidak bisa kau lihat?"

Demi Apa Naya sungguh merasa sangat kesal hari ini. Dia pikir masalah tadi pagi sudah berakhir. Tapi ternyata dia salah, Farel masih belum selesai dengan itu.

"Dengan kemunculanmu di sana, orang-orang akan bergosip tentang hubungan kita!"

Memang benar apa yang Farel katakan. Banyak bisik-bisik yang membicarakan tentang dirinya. Tetapi itu juga karena ulah Farel sendiri yang menahannya di dalam Lift.

"Apa kamu nggak sadar jika gosip mereka itu karena ulahmu sendir?"

Bungh!!

Farel memukul tembok dengan kuat hingga buku-buku jarinya memerah. Sehingga membuat Naya membulat kan kedua bola matanya. Terkejut.

"Siapkan air mandiku!" Perintahnya kemudian.

Naya yang masih terkejut langsung berdiri dari berjongkoknya tanpa sadar jika pakaian yang ia kenak kan saat ini menerawang memperlihatkan tubuh eloknya.

"Apa wanita ini sengaja melakukan ini untuk menggodaku?"

Gumam Farel yang tidak sengaja melihat puncuk dada Naya yang tercetak jelas sebab tidak mengenakkan bra. Di tambah lagi pakaian yang di kenakkan Naya basah kuyup saat ini.

Naya yang tidak sadar dengan penampilan nya itu mulai mengisi bathub dan mengatur suhu pemanas air. Tidak sadar jika saat ini predator tengah mengintainya.

"Akh..!"

"Apa kau sengaja ingin menggodaku!"

Farel menarik lengan Naya dan menghimpitnya di dinding kamar mandi yang dingin itu.

"Kau ingin bermain-main denganku Nayara..!"

"Akh...!"

Naya meringis kecil saat tangan lebar Farel meremas dadanya yang setidak mengenak kan penyanggah itu.

"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa jika saat ini nggak pakai bra!" Monolognya yang baru sadar ketika Farel meremas dadanya.

"Apa ini yang kau inginkan hm!"

Farel kembali meremas dan memilin puncuk dada Naya yang seakan menantangnya itu.

"Ti...tidak! A...aku...akh..!" Naya kembali bersuara saat tangan nakal suami kontraknya itu mempermainkan area dadanya.

"Tidak apa Naya? Bukan kah ini yang kamu inginkan? Kamu ingin di sentuh olehku hm!"

Krek!

Sekali tarik dress tipis yang di kenak kan Naya kini telah teronggok di lantai kamar mandi itu.

"Farel..! Jangan keterlaluan!"

Naya mendorong dada Farel yang kini sudah bertelanjang dada dan semakin menghimpitnya. Namun tenaganya tidak sebanding dengan tenaga kuat Farel yang tidak bergerak sedikitpun saat Naya mendorongnya.

"Aku keterlaluan? Bukan kah kamu yang memulai ini Naya!"

"Tidak!.. jangan lakukan ini!" Naya memberontak saat Farel hendak mencium bibirnya.

Menerima penolakan dari Naya, tentu saja membuat darah Farel semakin panas. Farel semakin tertantang untuk mengalahkan Naya. Farel yakin jika Naya sama seperti wanita-wanita di luar sana yang selalu tergila-gila padanya.

"Apa kamu menolak ku?"

Farel semakin mengeraskan rahangnya dengan kabut gairah yang sudah di ubun-ubun. Apalagi saat melihat tubuh mulus Naya yang memiliki dada penuh. Semakin membuat hasratnya membara dan ingin segera menuntaskannya.

"Ya, aku menolakmu! Jadi cepat minggir!"

Naya kembali mendorong dada Farel dengan sebelah tangannya. Sementara tangan satunya lagi berusaha menutupi area dadanya. Naya ingin menangis saja merasa tengah di lecehkan oleh Farel.

"Akh...! Apa yang kamu lakukan Farel! Cepat turunkan aku brengsek....!"

Pekik Naya yang terkejut saat tubuhnya tiba-tiba saja sudah melayang di udara. Farel membopong tubuhnya dan membawanya ke arah tempat tidur.

Farel melempar tubuh Naya yang hanya mengenakan segitu yang menutupi area sensitifnya.

"Mau apa kamu!" Naya segera membalut tubuhnya dengan selimut.

"Karena kamu telah membangunkan predator yang sedang tidur. Maka tidak ada salahnya kan aku memberimu sedikit sentuhan...istriku!"

Farel segera meloloskan cekana bahanya dan kini tinggal boxer yang menutupi aset berharganya.

Naya semakin membulat kan mata saat melihat pemandangan yang baru pertama kali ia lihat itu.

"Nggak....aku.mohon jangan lakukan ini Farel! Biarkan aku keluar!" Tangis Naya yang sangat takut melihat benda yang masih bersembunyi di balik boxer itu.

"Melepaskanmu? Itu hanya dalam mimpi saja. Kurasa mencicipi mu sedikit tidak masalah!"

Detik berikutnya Farel telah menarik selimut itu dari tubuh Naya dan membuangnya ke sembarang arah.

"Tidak...!"

Farel menarik kaki Naya dan menahan kedua tangan Naya di atas kepalanya sehingga membuat kedua gunung kembar Naya seakan membusung di hadapannya.

"Akh...!"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Akhir yang bahagia

    Farel tidak menjawab dengan kata-kata. Tatapannya mendalam, mengunci manik mata Naya dengan binar kerinduan dan hasrat yang tak lagi bisa ditahan. Perlahan, jemari tangannya yang basah mengusap lembut tengkuk Naya, mendekatkan wajah mereka hingga napas hangatnya berembus tepat di bibir sang istri."Mengambil kembali milikku, Sayang... yang sudah terlalu lama aku rindukan," bisik Farel rendah, suaranya serak dan sarat akan emosi.Tanpa memberikan kesempatan bagi Naya untuk membalas, Farel mendaratkan bibirnya di atas bibir Naya. Ciuman yang awalnya lembut dan penuh kepasrahan itu perlahan berubah menjadi pekat, menumpahkan segala rasa bersalah, kerinduan, dan ketakutan akan kehilangan yang sempat menyiksa batinnya selama berbulan-bulan ini. Naya sempat terkejut, namun hangatnya sentuhan Farel dan desakan emosi yang membuncah membuat pertahanannya runtuh. Desahan pelan lolos dari tenggorokannya saat lengannya secara refleks terangkat, melingkar erat di leher Farel.Ia pasrah, membiarka

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Akhir yang bahagia

    Farel tidak menjawab dengan kata-kata. Tatapannya mendalam, mengunci manik mata Naya dengan binar kerinduan dan hasrat yang tak lagi bisa ditahan. Perlahan, jemari tangannya yang basah mengusap lembut tengkuk Naya, mendekatkan wajah mereka hingga napas hangatnya berembus tepat di bibir sang istri."Mengambil kembali milikku, Sayang... yang sudah terlalu lama aku rindukan," bisik Farel rendah, suaranya serak dan sarat akan emosi.Tanpa memberikan kesempatan bagi Naya untuk membalas, Farel mendaratkan bibirnya di atas bibir Naya. Ciuman yang awalnya lembut dan penuh kepasrahan itu perlahan berubah menjadi pekat, menumpahkan segala rasa bersalah, kerinduan, dan ketakutan akan kehilangan yang sempat menyiksa batinnya selama berbulan-bulan ini. Naya sempat terkejut, namun hangatnya sentuhan Farel dan desakan emosi yang membuncah membuat pertahanannya runtuh. Desahan pelan lolos dari tenggorokannya saat lengannya secara refleks terangkat, melingkar erat di leher Farel.Ia pasrah, membiarka

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 68

    Farel menghentikan langkahnya di ruang tengah. Bau aroma terapi lavender beradu dengan wangi masakan hangat, aroma khas yang selalu menyambutnya pulang dulu, namun sudah beberapa bulan belakangan ini lenyap dari rumah megah yang dingin itu. Dada Farel berdesir hebat. Apakah kelelahan membuat otaknya memproduksi halusinasi? Langkah gontainya tertahan saat melihat samar bayangan seseorang di dapur. Lampu utama memang mati, hanya tersisa penerangan remang dari lampu meja makan. Di sana, seorang wanita berdiri membelakanginya, sibuk merapikan tudung saji. "Naya...?" suara Farel keluar amat liris, hampir seperti helaan napas yang gemetar. Sosok itu membeku. Perlahan, Naya membalikkan badan. Di bawah remang cahaya, mata Naya yang sembap menatap lurus ke arah Farel—ke arah penampilannya yang berantakan, wajahnya yang kusam, dan binar kehancuran yang begitu nyata di matanya. Tidak ada lagi tatapan dingin seperti di rumah sakit dulu, hanya ada rasa sakit yang amat dalam, bercampur de

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 67

    Naya terpaku. Lidahnya terasa kelu, seolah sel-sel di tubuhnya berhenti berfungsi bersamaan dengan terungkapnya kebenaran pahit itu. Napasnya tertahan di dada, menggelembung bersama rasa sesak yang menghantam tanpa ampun.Pandangannya perlahan kabur tertutup lapisan air mata yang menumpuk. Bayangan Farel saat itu—wajah suaminya yang membeku, tatapannya yang dipenuhi luka dan amarah yang tertahan—tiba-tiba berputar di kepalanya bagai kaset rusak."Foto... foto intim?" suara Naya keluar berupa bisikan bergetar, nyaris tenggelam oleh angin senja.Ella mengangguk pelan, matanya menatap Naya dengan tatapan penuh rasa iba. "Dicky mengatur semuanya dengan sangat rapi, Nay. Dia memanfaatkan celah kecemburuan Farel dan memanipulasi keadaan sampai Farel berpikir kalau anak di dalam kandunganmu itu... anak Dicky."Naya menggelengkan kepala berulang kali, menolak mencerna kepahitan yang baru saja membedah dadanya. "Tapi kenapa Mas Farel enggak nanya langsung sama aku, El? Kenapa dia lebih percaya

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 66

    suasana di teras sore hari itu sedikit mencekam bagi Naya. tatapan curiga sang Ayah, sulit untuk di abaikan. namun Naya tidak akan membiarkan keretakan rumah tangganya sampai di dengar oleh Ayahnya. karena itu tidak baik untuk kesehatan sang Ayah yang baru saja pulih. "Ayah jangan berpikir buruk tentang hubungan kami, Naya dan Mas Farel baik-baik saja kok, nggak ada yang berantem atau masalah lainnya. Mas Farel memang lagi banyak kerjaan akhir-akhir ini." jawab Naya. Lagi-lagi ia harus berbohong demi kebaikan bersama. Ia tidak ingin kondisi Ayahnya yang baru saja pulih kembali memburuk. "Pokoknya Ayah nggak boleh berpikir macam-macam tentang rumah tangga Naya dan mas Farel. Kami baik-baik aja. Yang penting itu sekarang Ayah harus banyak-banyak istirahat, jangan terlalu kena angin sore. Nggak baik buat kesehatan Ayah." ucap Naya lagi sembari berdiri dari duduknya dan mengamit lengan Ayahnya membantunya berdiri. "Ayo kita masuk!" ajaknya kemudian. Sementara Ayah Wahyu hanya menurut

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    65

    Bagas menatap kakaknya curiga, lalu mengedarkan pandangan ke ujung gang tempat sebuah mobil sedan hitam baru saja berlalu meninggalkan debu tipis. Bagas menghela napas panjang, menebak siapa pemilik mobil itu tanpa perlu bertanya."Kalau Mbak mau cilok, biar Bagas belikan ke depan gang." ujar Bagas mengalihkan perhatian, mencoba mencairkan suasana. "Mbak tunggu di sini sama Kenan."Naya mengangguk pelan, berusaha mengukir senyum kecil di bibirnya yang masih pucat. "Makasih ya, Gas." ucapnya. "Kenan, sama Bunda sebentar ya, Om mau ke depan. Nggak lama kok!" Bagas tidak lupa berpamitan pada keponakannya itu. Setelah Bagas berlalu dengan sepedanya, Naya duduk di kursi teras, memperhatikan Kenan yang sibuk berlari-lari mengejar kupu-kupu di halaman. Tangan Naya tanpa sadar bergerak meraba perutnya yang kini terasa hampa. Rasa sakit fisik pasca keguguran perlahan mengering, namun luka di dadanya masih menganga lebar."Aku tahu itu kamu mas, penyesalan sudah tidak berguna lagi. Anakku tel

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 19

    Farel meneguk sisa air mineralnya saat pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang. "Masuk!" Ucapnya mempersilahkan seseorang yang telah ia tunggu kedatangannya dengan tak sabar. "Selamat pagi Tuan! Maaf baru bisa menemui anda pagi ini!" Ucap Jack sambil menunduk hormat pada Farel yang kini telah d

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 8

    Naya meringis kecil saat cengkraman tangan Farel pada tangan terlalu kuat. Namun Farel tidak perduli dengan ringisan Naya. "Aku sudah memperingatkan mu Naya, jaga batasanmu! Pernikahan kita itu hanya sebatas kontrak!" Geram Farel yang tidak habis pikir Naya akan muncul di kantornya. Phak! Naya

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 7

    "Duduklah dulu Nay! Ini masih sangat pagi untuk badmood!" Ella teman sekolahnya yang kini telah sukses membuka bisnis Bakerynya yang sudah dia rintis setahun belakangan ini. Menyuruh Naya untuk duduk sejenak sambil menyodorkan satu gelas coklat panas untuk teman baiknya itu. Ella yang berasal dar

  • Terjebak Cinta suami Pengganti    Bab 6

    "Apa kamu akan mendengar dan mempercayai apa yang aku katakan?" Farel bungkam mendengar itu"Kurasa tidak kan? Jadi untuk apa kamu menuntut penjelasanku!" Velie nampak grogi takut jika kebohongannya di ketahui oleh Farel. Velie nampak kesal mendengar ucapan wanita yang baru ia ketahui bernama Na

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status