Compartir

252 Pijatan Plus-plus

Autor: Heartwriter
last update Fecha de publicación: 2026-05-14 22:40:15

Fatika tersenyum lebar. Ia melepas baju rumahnya dengan cepat, memperlihatkan tubuh telanjangnya yang mulus. Payudaranya sedang tapi kencang, putingnya cokelat muda sudah mengeras. Vaginasnya yang licin dan mulus terlihat jelas.

Ia naik ke atas tubuh Leon, duduk di pangkuannya. Tangan kanannya memegang batang Leon yang basah oleh air liurnya, mengusapkannya beberapa kali di celah vaginanya yang sudah sangat basah sebelum menurunkan pinggulnya perlahan.

“Aaahhh… besar sekali, Den…” desah Fatika
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjebak Gairah Terlarang   253 Masih Ingin Lagi

    Fatika masih terbaring lemas dalam pelukan spooning Leon, tubuhnya gemetar sisa orgasme yang lembut tadi. Batang Leon masih tertanam dalam di dalamnya, berdenyut pelan. Leon menciumi tengkuk Fatika sambil tangannya meremas payudara gadis itu dengan lembut.“Fatika… aku masih ingin lagi,” bisik Leon di telinga gadis itu, suaranya masih penuh nafsu.Fatika tersenyum lelah tapi senang. Ia menoleh ke belakang, matanya berkilat genit.“Den mau yang mana lagi? Fatika ikut saja…”Leon menarik diri perlahan. Cairan putih kental mereka berdua langsung mengalir deras dari vaginanya. Ia menepuk bokong Fatika pelan dan berkata tegas:“Doggy style. Angkat bokongmu tinggi-tinggi.”Fatika langsung patuh. Ia berlutut di tengah ranjang, menekuk kedua tangannya di kasur, lalu mengangkat bokongnya yang bulat dan kenyal tinggi-tinggi. Punggungnya melengkung indah, rambut ponytailnya tergerai di bahu. Posisi doggy style yang sempurna.“Begini, Den?” tanya Fatika sambil menggoyang bokongnya menggoda ke kir

  • Terjebak Gairah Terlarang   252 Pijatan Plus-plus

    Fatika tersenyum lebar. Ia melepas baju rumahnya dengan cepat, memperlihatkan tubuh telanjangnya yang mulus. Payudaranya sedang tapi kencang, putingnya cokelat muda sudah mengeras. Vaginasnya yang licin dan mulus terlihat jelas.Ia naik ke atas tubuh Leon, duduk di pangkuannya. Tangan kanannya memegang batang Leon yang basah oleh air liurnya, mengusapkannya beberapa kali di celah vaginanya yang sudah sangat basah sebelum menurunkan pinggulnya perlahan.“Aaahhh… besar sekali, Den…” desah Fatika panjang saat batang Leon masuk sepenuhnya hingga pangkal.Fatika mulai menggoyang pinggulnya. Awalnya pelan dan melingkar, merasakan setiap inci batang Leon menggesek dinding dalamnya. Payudaranya bergoyang lembut mengikuti gerakan itu.“Enak, Den?” tanya Fatika sambil menatap Leon dengan mata setengah terpejam.“Enak banget… gerakkan lebih cepat,” jawab Leon sambil meremas pinggang Fatika.Fatika mempercepat gerakannya. Ia naik-turun dengan ritme yang semakin kuat. Bokongnya yang kenyal menghan

  • Terjebak Gairah Terlarang   251 Pijatan yang Berani

    ---Fatika duduk di atas pinggul Leon yang telentang, kedua lututnya menekan kasur di sisi tubuh pemuda itu. Tangan kecilnya yang lincah terus memijat dada Leon dengan gerakan melingkar yang semakin lambat dan sensual. Tekanannya tidak lagi sekadar pijatan biasa — kini ada sentuhan yang lebih lembut, lebih menggoda.“Den… badannya tegang sekali,” bisik Fatika sambil menunduk lebih dekat. Payudaranya yang kencang hampir menyentuh dada Leon dari balik baju rumah tipisnya. “Biar Fatika pijat yang lebih dalam ya…”Leon hanya mendesah pelan, matanya setengah terpejam menikmati sentuhan itu. Fatika tersenyum kecil melihat reaksi Leon. Ia mulai menggesekkan tubuhnya pelan sambil memijat. Pinggulnya bergerak maju mundur perlahan di atas pangkal paha Leon, seolah sedang menggoda tanpa kata-kata.Tangan Fatika turun lebih rendah, memijat perut Leon yang rata. Jari-jarinya sesekali menyentuh pinggiran boxer Leon dengan “tak sengaja”. Setiap kali jarinya menyapu kulit di sana, Leon merasakan geta

  • Terjebak Gairah Terlarang   250 Pembantu Baru

    ---Pagi itu di rumah mendiang Melinda di pinggiran kota terasa sepi dan tenang. Reva sudah berangkat kuliah sejak pukul 07.30, meninggalkan Leon sendirian di rumah besar itu. Leon memilih tidak kuliah hari ini. Ia malas, hatinya masih berat memikirkan kejadian dengan ayahnya dan Sonya.Sekitar pukul 10.30, Leon bangun dengan rambut acak-acakan dan hanya memakai boxer hitam. Matanya masih mengantuk. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil air es di kulkas.Saat membuka pintu kulkas, pandangannya tertarik ke lantai. Ada seorang gadis muda sedang ngepel dengan punggung membungkuk. Pinggulnya yang bulat dan kenyal berlenggak-lenggok mengikuti gerakan ngepel. Rok pendek rumahnya naik sedikit, memperlihatkan paha mulus yang putih.Leon terdiam sejenak, menatap pinggul itu beberapa detik sebelum bertanya:“Siapa kamu?”Gadis itu tersentak kaget, lalu menoleh. Wajahnya manis, kulit sawo matang, rambut diikat ponytail tinggi, dan usianya jelas masih sangat muda — sekitar 19 tahun.“Oh, Den L

  • Terjebak Gairah Terlarang   249 Windy akan jadi Istri yang Baik

    Mereka terus bergerak dalam irama yang sama hampir lima belas menit. Hanya bunyi plop… plop… plop basah yang pelan dan ritmis terdengar di kamar yang sunyi. Tidak ada hantaman kasar, hanya gesekan yang dalam dan penuh tekanan.“Om… peluk aku lebih erat,” pinta Windy.Gito menarik tubuh Windy lebih rapat ke dadanya hingga mereka benar-benar menyatu. Batangnya bergerak pelan tapi sangat dalam di dalam vaginanya. Setiap kali masuk sepenuhnya, ia menahan pinggulnya beberapa detik, membiarkan Windy merasakan denyutan batangnya yang tebal dan panas.Windy menoleh ke belakang. Mereka berciuman miring — ciuman yang lembut, basah, dan intim. Lidah mereka saling menyentuh pelan, saling menghisap dengan penuh kasih sayang. Napas mereka bercampur hangat di antara desahan kecil.“Om Gito… Windy senang sekali Om peluk aku seperti ini,” bisik Windy di sela ciuman. “Rasanya seperti Om benar-benar sayang sama aku…”Gito tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memeluk Windy lebih erat dan memperdalam

  • Terjebak Gairah Terlarang   248 Di dalam Bathup

    Setelah sesi doggy style yang brutal di bawah shower, Gito menarik Windy yang lemas ke dalam pelukannya. Air shower masih mengguyur tubuh mereka. Ia mematikan keran, lalu membawa Windy ke bathtub besar yang berada di sudut kamar mandi.Gito menyalakan keran air hangat, menuangkan bath salt beraroma lavender, hingga bathtub cepat terisi air hangat yang mengepul. Ia masuk lebih dulu, lalu menarik Windy agar duduk di pangkuannya menghadapnya — posisi Lotus yang intim.Windy melingkarkan kedua kakinya di pinggang Gito, sementara tangannya memeluk leher pria itu. Tubuh mereka saling menempel rapat di dalam air hangat yang menenangkan. Batang Gito yang masih sangat keras karena obat kuat menggesek perut Windy.“Masuk lagi, Om…” bisik Windy sambil mengangkat pinggulnya sedikit.Gito memegang pinggang Windy, mengarahkan batangnya ke mulut vaginanya yang masih penuh cairan, lalu mendorong pelan hingga masuk sepenuhnya.“Aaahhh…” Windy mendesah panjang, kepalanya mendongak. “Penuh sekali di dal

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status