مشاركة

Pagi Setelah Badai

مؤلف: Best Siallagan
last update تاريخ النشر: 2026-07-31 16:25:28

Untuk pertama kalinya sejak tiba di Grizzly Peak, Avery terbangun tanpa suara angin yang menghantam dinding kabin.

Keheningan menyelimuti lereng gunung.

Bukan keheningan yang dingin.

Bukan keheningan yang sepi.

Melainkan jenis keheningan yang hanya muncul setelah badai akhirnya menyerah.

Avery membuka mata perlahan. Cahaya pagi menyusup melalui celah tirai, menyinari kamar tidur dengan warna keemasan yang lembut. Di sampingnya, tempat tidur sudah kosong.

Sisi kasur milik Oliver masih hangat.

Se
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu   Nama di Balik Kode

    Logan tiba kurang dari lima menit kemudian.Itu saja sudah cukup menjadi tanda bahwa situasinya serius.Biasanya pria itu akan menyelesaikan apa pun yang sedang dia kerjakan terlebih dahulu sebelum merespons panggilan siapa pun. Namun kali ini pintu ruang arsip langsung terbuka dengan hentakan keras."Apa yang kalian temukan?"Tatapannya berpindah dari Oliver ke Avery.Lalu ke tumpukan dokumen yang memenuhi meja.Avery menggeser beberapa lembar kertas ke arahnya."Ini."Logan mengambil berkas teratas.Keheningan langsung memenuhi ruangan.Satu halaman.Dua halaman.Tiga halaman.Semakin lama dia membaca, semakin dalam kerutan yang muncul di dahinya."Kenapa aku baru melihat ini sekarang?" gumamnya."Karena tidak ada yang pernah mencarinya," jawab Avery.Logan mengangkat kepala."Itu bukan jawaban yang kusukai.""Tapi itu benar."Oliver tetap berdiri di samping Avery.Diam.Mengamati.Menunggu.Seperti biasa.Logan membolak-balik halaman berikutnya."SV-17..."Jarinya mengetuk salah sa

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu   Pagi Setelah Badai

    Untuk pertama kalinya sejak tiba di Grizzly Peak, Avery terbangun tanpa suara angin yang menghantam dinding kabin.Keheningan menyelimuti lereng gunung.Bukan keheningan yang dingin.Bukan keheningan yang sepi.Melainkan jenis keheningan yang hanya muncul setelah badai akhirnya menyerah.Avery membuka mata perlahan. Cahaya pagi menyusup melalui celah tirai, menyinari kamar tidur dengan warna keemasan yang lembut. Di sampingnya, tempat tidur sudah kosong.Sisi kasur milik Oliver masih hangat.Sebuah senyum kecil muncul di wajah Avery.Beberapa hal ternyata tidak pernah berubah.Oliver selalu bangun lebih dulu.Selalu.Avery mengenakan sweter tebal dan berjalan keluar menuju ruang utama kabin.Aroma kopi langsung menyambutnya.Bersama aroma kayu pinus.Dan suara dentingan logam.Oliver berdiri di dekat meja kerja kecil yang berada di samping jendela. Punggung lebarnya membelakangi ruangan saat ia membongkar salah satu engsel pintu yang tampaknya sama sekali tidak bermasalah.Avery menya

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu   Warisan yang Terkubur

    Angin sore menerpa halaman markas Broken Halos saat Avery melangkah turun dari truk Oliver.Kalimat Logan masih bergema di dalam kepalanya."...ada kemungkinan pamammu mewariskan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada kabin reyot itu."Avery mengikuti Logan masuk ke dalam bangunan utama. Aroma kopi, asap kayu, dan kulit tua memenuhi udara. Suasana di dalam jauh lebih tenang dibanding penampilan para penghuninya yang selalu tampak siap menghadapi perang.Austin sedang bersandar di meja panjang sambil memegang secangkir kopi.Chase duduk di dekat jendela.Tristan berdiri di belakang ruangan dengan kedua tangan terlipat.Tak seorang pun tampak sedang bercanda.Itu saja sudah cukup membuat Avery gugup."Baik," kata Austin sambil meletakkan cangkirnya. "Kalau semua orang sudah di sini, mari kita membuat hidup jadi sedikit lebih rumit.""Berhenti bicara dan tunjukkan," geram Oliver.Austin menyeringai."Senang melihatmu juga, sepupu."Logan menjatuhkan sebuah map tua ke atas meja.Map it

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu    Nama yang Tertinggal

    Desis statis dari radio itu hanya berlangsung sepersekian detik.Namun cukup untuk mengubah seluruh sikap Oliver.Senyumnya menghilang.Bukan karena marah.Karena waspada.Avery memperhatikan perubahan itu dengan saksama.Oliver tidak bergerak selama beberapa saat. Tatapannya tertuju pada perangkat radio yang tergeletak di sudut meja kerja, seolah mencoba memutuskan apakah gangguan itu penting atau tidak.Lalu radio kembali berbunyi.Kali ini lebih jelas."Vanguard. Jawab."Suara Logan.Oliver mengembuskan napas pelan."Kurasa kita tidak akan menikmati sore yang tenang."Avery menyandarkan pinggulnya ke meja kerja."Berita buruk?" muka tegang dan kepanikan terpancar dari wajahnya"Logan jarang menelepon hanya untuk menyapa."Oliver mengambil radio."Masuk."Suara statis kembali terdengar sebelum suara Logan muncul."Kami menemukan sesuatu."Avery melihat rahang Oliver mengencang."Tentang apa?""Tentang tanah milik Avery."Ruangan mendadak terasa lebih dingin.Avery berdiri lebih tega

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu   Jejak di Bengkel

    Avery mendorong pintu ruang kerja itu sedikit lebih lebar.Suara gerinda yang meraung nyaring langsung menyambutnya.Percikan api berhamburan dari meja kerja di sudut ruangan, menerangi wajah Oliver dalam kilatan cahaya oranye yang pendek dan berulang.Untuk beberapa saat, Avery hanya berdiri di ambang pintu.Mengamati.Ruang kerja itu terasa persis seperti pemiliknya.Kasarnya teratur.Berantakan dengan cara yang terencana.Ratusan perkakas tergantung rapi di dinding. Rak-rak logam dipenuhi baut, mur, pelat baja, dan potongan kayu yang telah dipotong dengan ukuran berbeda-beda.Di tengah semuanya berdiri Oliver.Fokus.Tenang.Membangun sesuatu.Avery tidak mengganggunya.Ia hanya melangkah masuk perlahan sampai suara sepatu wolnya menarik perhatian pria itu.Oliver mematikan mesin.Keheningan langsung memenuhi ruangan."Kau seharusnya beristirahat.""Aku bisa mengatakan hal yang sama padamu."Oliver mengangkat satu bahu."Aku sedang istirahat."Avery mengangkat alis.Pria itu menunju

  • Terjebak Hasrat Sang Pemburu   Lelah Kenikmatan

    Oliver menahan tubuhnya untuk tetap diam selama beberapa detak jantung, tertanam sangat dalam, membiarkan tubuh mereka menyatu dan terbiasa satu sama lain. Dia menempelkan dahinya di dahi Avery, membiarkan embusan napas mereka yang memburu saling berbaur. "Kamu pas," bisik Oliver dengan suara yang terdengar pecah. "Kamu terasa begitu pas di tubuhku.""Bergeraklah. Tolong, Oliver. Bergerak." Kuku-kuku jemari Avery bergerak mencakar bahu Oliver hingga menorehkan luka kemerahan.Oliver menarik tubuhnya mundur hingga hanya menyisakan bagian ujungnya yang tertinggal, lalu dia kembali menghantam masuk ke dalam. Benturan fisik itu membuat meja kayu ek yang berat di bawah mereka bergetar solid.Mereka menemukan sebuah ritme yang sama sekali tidak bisa dikatakan lembut—itu adalah sebuah hantaman yang konstan. Sebuah pengklaiman yang mutlak. Suara benturan kulit mereka terdengar menggema berirama, memantul di antara deretan perkakas logam yang tergantung di dinding ruangan. Oliver terus merangse

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status