Beranda / Romansa / Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan / BAB 11 - NGIDAM KOPI ASIN TENGAH MALAM

Share

BAB 11 - NGIDAM KOPI ASIN TENGAH MALAM

Penulis: Ve
last update Tanggal publikasi: 2026-09-10 06:21:25

Jam 2 pagi. Markas Batalyon sudah sepi senyap, hanya suara jangkrik dan suara penjaga piket yang patroli.

Velia tiba-tiba terbangun, duduk di atas dada bidang Arga yang sedang tertidur pulas di atas jantungnya. Perutnya yang masih rata itu berbunyi keroncongan.

"Komandan... Komandan bangun," bisik Velia sambil menggoyang-goyang dagu Arga yang keras.

Arga yang tidurnya sangat disiplin seperti tentara, langsung bangun dalam 1 detik, matanya langsung siaga, tangannya l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 43 - Arka Empat Puluh Hari dan Surat Dari Koperasi Asrama

    Jam lima pagi, rumah Blok C No 12 sudah wangi sejak subuh. Hari ini Arka tepat umur empat puluh hari. Menurut tradisi Jawa dari Ibu Ratna, bayi empat puluh hari harus dibacakan doa dan dipotong rambut sedikit sebagai syukur.Velia bangun jam empat pagi masak nasi tumpeng kecil kuning, ayam goreng dua potong, telur rebus, dan bubur merah putih lagi. Arga yang baru selesai sholat subuh di mushola asrama bantu potong rambut Arka dengan gunting kecil.Arka yang pakai baju koko putih dan peci hitam duduk di pangkuan Velia di atas tikar. Bima duduk di sebelah pakai baju koko juga dan peci yang kebesaran miring ke kiri.Bu Liana, Bu Sarti, Bu Rina, dan Pak Babinsa datang jam enam pagi bawa doa. Pak Ustad dari mushola asrama datang juga bawa kitab kecil.Acara empat puluh hari Arka dimulai sederhana di halaman rumah Blok C. Tidak undang banyak orang, cuma tetangga Blok C dan Blok B.Pak Ustad bacakan doa, semua amin. Arga potong rambut Arka sedik

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 42 - Komandan Dapat Surat Tugas Luar Kota Tiga Hari dan Velia Jadi Komandan di Rumah

    Jam enam pagi, apel pagi di batalyon bubar. Arga baru mau pulang sarapan ke rumah Blok C No 12, dipanggil Danki di lapangan.Arga, sini.Arga lari tegak ke depan Danki.Siap Danki.Kamu dapat surat tugas jaga gudang logistik di luar kota, tiga hari di Gunung Lawu. Berangkat siang ini jam dua belas. Siap.Arga kaget, Danki saya baru punya bayi satu bulan, istri di rumah berdua sama anak TK.Danki tepuk pundak Arga, saya tahu, tapi ini tugas negara. Cuma tiga hari. Velia pasti kuat, dia kan Nyonya Penakut tapi penakut yang kuat.Arga pulang ke rumah dengan muka berat bawa surat tugas coklat.Velia yang lagi susuin Arka di box dan suapin Bima bubur lihat muka Arga langsung tahu ada tugas.Komandan berangkat lagi, tanya Velia pelan.Arga angguk, taruh surat tugas di meja. Tiga hari, Gunung Lawu, jaga gudang logistik. Berangkat siang ini jam dua belas.Velia diam, gendong Arka erat. Baru ke

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 41 - Arka Demam Setelah Ditinggal Nenek dan Komandan Tidak Tidur Dua Hari

    Jam satu malam, rumah Blok C No 12 tidak ada suara jangkrik lagi, yang ada suara tangis Arka yang tidak berhenti dari jam sembilan malam tadi.Sejak Ibu Ratna pulang kampung kemarin, Arka jadi rewel. Mungkin kangen digendong Nenek yang hangat dan bau jamu, mungkin juga karena kemarin habis kena angin waktu antar Nenek ke gerbang.Velia gendong Arka di depan, jalan bolak balik dari kamar ke dapur, dari dapur ke ruang tamu. Arka yang biasanya kalau digendong dada Arga langsung diam, malam ini tetap nangis. Badannya panas.Arga ambil termometer, tempel di ketiak Arka.Tiga puluh delapan koma sembilan, lapor Komandan dengan muka panik. Demam lagi.Bima yang tidur di kasur bawah kebangun dengar adiknya nangis terus. Ia duduk dengan rambut berantakan masih pakai topi Komandan kebesaran yang sudah jadi topi tidur.Ibu, Arka kenapa, tanya Bima dengan mata masih ngantuk.Adik demam Kak, kata Velia sambil terus gendong Arka yang n

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 40 - Ibu Ratna Pulang Kampung dan Arka Satu Bulan

    Jam lima pagi, rumah Blok C No 12 sudah heboh dari subuh. Hari ini Ibu Ratna mau pulang kampung setelah seminggu tinggal di asrama. Tas kain kotak-kotak besar sudah diisi lagi, tapi sekarang isinya bukan ayam hidup dan pisang, tapi popok bekas Arka yang sudah dicuci Ibu, baju Bima yang sudah dijahit Ibu karena sobek di lutut, dan botol jamu untuk Velia biar ASI lancar.Velia duduk di kasur sambil gendong Arka yang hari ini tepat umur satu bulan. Arka pakai baju koko putih kecil dan peci hitam yang dulu kebesaran, sekarang sudah agak pas. Matanya bulat lihat neneknya beres-beres.Bu, kenapa cepet banget pulang, baru seminggu, kata Velia dengan suara serak mau nangis.Ibu Ratna peluk Velia, di kampung ada sawah yang harus diurus Bu, nanti kalau Arka sudah besar Ibu datang lagi bawa ayam lagi.Bima yang baru bangun langsung peluk kaki nenek, Nenek jangan pulang, Bima kangen nanti.Ibu Ratna peluk Bima lama, Nenek juga kangen Bima, nanti libu

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 39 - Ibu Velia Datang Dari Kampung dan Kaget Lihat Rumah Dinas Jadi Kapal Pecah

    Jam sembilan pagi, ada ketukan pintu keras di rumah Blok C No 12. Velia yang lagi susuin Arka di box sambil lipat popok kaget, karena Arga lagi di batalyon dan Bima lagi sekolah.Tok tok tok.Velia buka pintu dengan gendongan depan Arka, dan langsung melongo.Di depan pintu berdiri Ibu Ratna, ibu kandung Velia dari kampung, bawa tas besar kain kotak-kotak, bawa kardus berisi ayam hidup, bawa kresek berisi pisang, dan muka panik.Velia, Ibu datang, katanya kamu sudah lahiran tapi gak kabari Ibu, kata Ibu Ratna dengan logat Jawa kental sambil langsung peluk Velia dan Arka.Velia nangis langsung, Ibu kok kesini gak bilang.Ibu naik bus semalaman dari kampung, katanya tetangga kamu sudah punya anak tapi kamu gak pulang, Ibu khawatir, jawab Ibu Ratna sambil masuk rumah tanpa lepas sandal.Begitu masuk, Ibu Ratna langsung kaget lihat kondisi rumah dinas Blok C No 12.Ya Allah Velia, ini rumah apa kapal pecah.

  • Terjebak Nikah dengan Komandan Duda Arogan   Bab 37 - Komandan Ajari Bima Jadi Kakak Siaga Satu

    Jam lima sore, asrama Kartika hujan deras. Air turun dari genteng rumah dinas Blok C No 12 seperti tirai. Di dalam rumah, Velia lagi lipat baju bayi Arka yang sudah numpuk satu keranjang penuh. Arka tidur di box bayi pakai selimut bintang, napasnya pelan. Bima duduk di lantai dekat box, lihat adiknya tidur sambil main mobil-mobilan pelan biar gak berisik. Arga baru pulang dari batalyon dengan baju dinas basah kuyup. Ia lepas sepatu di teras, masuk dengan muka capek tapi senyum lihat dua anaknya rukun. Laporan Komandan, Arka tidur dua jam, Bima sudah makan bubur, sudah minum obat, sudah gak demam, lapor Velia seperti prajurit lapor Komandan. Arga ketawa, siap Nyonya, bagus. Bima lihat Ayahnya basah langsung lari ambil handuk kecil, Ayah basah nanti sakit kayak Bima kemarin. Arga jongkok biar sejajar sama Bima, terima kasih Kakak siaga. Malamnya setelah maghrib dan hujan masih turun, listrik asra

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status