Home / Romansa / Terjebak Pernikahan Sang Pewaris / Bab 12: Pesan Tak Terduga

Share

Bab 12: Pesan Tak Terduga

Author: Mautenta
last update Last Updated: 2026-02-04 11:09:22

Arini masih terdiam, duduk di depan jendela, memandangi langit mendung. Dia masih teringat bagaimana wajah sedih suaminya.

“Apa keputusanku ini tepat?” gumamnya, dengan perasaan penuh keraguan.

Di saat dirinya masih bergelut dengan keputusannya, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Refleks Arini menatap layar kotak itu.

Sebuah pesan dari pengirim anonim. Arini kembali mengerutkan dahi.

“Apa lagi ini?” Wajahnya terpancar rasa penasaran.

Merasa ingin mengetahui lebih lanjut isi pesan yang masuk,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 13: Pertemuan yang Memanas

    Akhirnya Arini sampai juga di rumah lamanya. Rumah itu masih berdiri, meski catnya mulai pudar dan halamannya dipenuhi daun kering.Begitu melangkah masuk, Arini seperti ditarik kembali ke masa kecilnya. Aroma kayu tua, lemari buku ayahnya, meja makan kecil tempat ibunya biasa menyeduh teh.Berusaha untuk membuyarkan lamunan indahnya itu, Arini berusaha untuk fokus pada tujuannya. Langkah demi langkah, dia berjalan menuju ke kamar kerja ayahnya. Satu persatu laci kerja di sana ia buka, mencari apa pun yang bisa memberi jawaban.Dibalik tumpukan berkas-berkas usang, Arini menemukan sebuah map berisi klipingan berbagai artikel koran.Arini membaca dan berusaha mencerna isi artikel tersebut, namun isinya sungguh menyayat hati. Ayahnya dicap sebagai penjudi, pengkhianat, bahkan orang yang merugikan perusahaannya sendiri tanpa memikirkan karyawannya.“Gak mungkin kan ayahku melakukan semua yang dituduhkan di dalam sini?” ucapnya miris, dan air matanya pun kembali jatuh.Raka yang sedari ta

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 12: Pesan Tak Terduga

    Arini masih terdiam, duduk di depan jendela, memandangi langit mendung. Dia masih teringat bagaimana wajah sedih suaminya.“Apa keputusanku ini tepat?” gumamnya, dengan perasaan penuh keraguan.Di saat dirinya masih bergelut dengan keputusannya, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Refleks Arini menatap layar kotak itu.Sebuah pesan dari pengirim anonim. Arini kembali mengerutkan dahi.“Apa lagi ini?” Wajahnya terpancar rasa penasaran.Merasa ingin mengetahui lebih lanjut isi pesan yang masuk, Arini pun segera membuka pesan tersebut. Terlihat beberapa kalimat ancaman dan sebuah tautan link di bawahnya.[Sebaiknya kamu pergi dari dunia ini, dan jangan pernah muncul lagi. Kehadiranmu, tidak pernah ada yang menginginkan.]Membaca pesan itu, dada Arini terasa mengencang. Nafasnya seolah tercekat.Rasa penasarannya kembali menyeruak ketika melihat link yang ada di dalam pesan. Ia pun kembali menekan tautan tersebut.Terlihat beberapa artikel lama—koran bertanggal lebih dari dua puluh tahu

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 11: Keputusan Arga

    Arga baru saja melangkahkan kakinya, masuk ke dalam rumah, dengan langkah gontai. Jas yang masih melekat di tubuhnya terasa begitu berat, sama beratnya dengan dadanya yang sesak oleh perasaan bersalah.Rumah itu terasa jauh lebih besar dari biasanya. Sunyi. Dingin. Seolah setiap sudut ikut menghakimi keadaannya.Arga menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu. Pandangannya kosong, tertuju pada jendela besar yang menghadap taman belakang.Lampu taman masih menyala redup, memantulkan bayangan samar pepohonan yang bergoyang tertiup angin malam. Tempat itu, dulu sering menjadi saksi tawa Arini. Kini, hanya menyisakan kenangan yang menusuk.Ia mengusap wajahnya kasar, lalu menyandarkan kepala ke sandaran sofa.“Bodoh,” gumamnya lirih. “Aku benar-benar bodoh!”Bayangan Arini kembali hadir di kepalanya—tatapan matanya yang berkaca-kaca, suaranya yang bergetar saat berkata ingin berpisah, cara ia menahan tangis agar terlihat kuat. Semua itu menghantam Arga tanpa ampun.Arga mengepalkan tanganny

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 10: Di Ambang Perpisahan

    Raka memperhatikan layar ponselnya yang bergetar di atas meja. Nama Arga terpampang jelas di sana. Rahangnya menegang, tapi ia cepat-cepat menguasai ekspresinya. Arini, yang duduk di seberangnya, ikut melirik sekilas. Ia mengenali nama itu. Tatapan herannya tertuju pada Raka. “Itu, Arga? Suamiku?” tanyanya penuh rasa penasaran. Raka seolah tak mendengar. Ia menghela napas perlahan sebelum meraih ponselnya, lalu dengan sengaja menghindari tatapan Arini. “Aku ke kamar mandi sebentar,” ucapnya singkat, langsung pergi dari pandangan Arini tanpa menunggu respons. Arini mengerutkan kening. Ada sesuatu yang janggal. Ia merasa Raka menyembunyikan sesuatu darinya. Bibirnya sedikit terbuka, seakan ingin memanggil pria itu, tapi urung. Ia malah menatap kosong ke meja, pikirannya penuh dengan pertanyaan. ‘Kenapa Arga menelpon Raka?’ batinnya bertanya-tanya. Di sisi lain, Raka yang kini berdiri di dekat kamar mandi menghela napas berat. Jemarinya menekan tombol jawab dengan sedikit enggan.

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 9: Keluarga atau Cinta?

    Saat Saskia sedang menikmati kemenangan kecilnya, ponselnya bergetar di meja. Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum. Arga Wiratama. “Akhirnya,” gumam wanita ini sambil meraih ponselnya. “Halo, sayang?” sapa Saskia dengan suara manis yang dibuat-buat. “Ada apa? Akhirnya kamu ingat aku?” Namun, suara di seberang tidak seperti yang ia harapkan. “Saskia … aku mohon … aku mohon, kita akhiri saja rencana ini,” ujar Arga dengan nada memelas. Suaranya terdengar putus asa, seperti seseorang yang telah kehilangan semua harapan. Senjata kemenangan Saskia perlahan memudar. Senyumnya menghilang, digantikan oleh amarah yang tiba-tiba terasa mendidih di dada. “Apa maksudmu?” tanya Saskia tajam. “Aku gak bisa terus seperti ini. Aku gak bisa melanjutkan hubungan kita, Saskia,” ujar Arga, nadanya lebih tegas. “Aku minta tolong, hentikan semuanya. Aku gak mau terus terlibat dalam rencana sialan ini!” Jelas hal ini membuat Saskia meradang. “Hentikan ucapanmu, Arga!” bentak Saskia

  • Terjebak Pernikahan Sang Pewaris   Bab 8: Rahasia yang Terkubur

    Langit malam begitu gelap, seperti menutup rapat rahasia yang selama ini tersembunyi dalam kehidupan Arga. Di dalam mobilnya, Arga yang memutuskan untuk mundur sejenak dari Raka, kini terlihat duduk dengan kepala tertunduk. Tangan mencengkeram setir dengan kuat. Merasa masih ingin melampiaskan emosinya. Napasnya memburu, bukan karena lelah fisik, tetapi karena kelelahan batin usai menghadapi Raka. Pertemuan dengan Raka tadi seolah membuka luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh. Kata-kata pria itu masih terngiang di telinganya, menyayat hati dan egonya. "Keberadaanmu itu adalah sumber masalah terbesar dalam hidup Arini." Arga merasakan sesak yang mendesak di dadanya. Semua yang ia lakukan selama ini adalah untuk memperbaiki kesalahan, tetapi entah kenapa, setiap langkahnya justru membawa lebih banyak kehancuran. Di saat ia tenggelam dalam pikirannya, ponselnya kembali bergetar. Nama ibunya kembali muncul di layar. Dengan malas, Arga mengangkat panggilan itu, menyandar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status