Mag-log inArini tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah menjadi mimpi buruk setelah menikah dengan Arga, pewaris tunggal keluarga Wiratama. Meski cintanya tulus, statusnya sebagai wanita sederhana tanpa gelar atau harta membuatnya selalu dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya. Setiap hari, Arini harus menahan luka dari ejekan mertuanya. Hingga suatu malam, Arini menemukan undangan pernikahan suaminya dengan wanita lain bernama Saskia. Wanita yang dianggap keluarga Wiratama sebanding dengan mereka. Jelas hal ini membuat Arini hancur. Ia memutuskan untuk pergi, meninggalkan semua kenangan dan rasa sakit. Namun, Arga tidak semudah itu melepaskannya. Bertekad membuktikan cintanya, Arga mengejar Arini. Di tengah usahanya, muncul Raka, teman lama Arini yang membuat wanita ini merasa dilindungi dan dihargai. Arini harus memilih: apakah ia akan memaafkan Arga yang ingin menebus kesalahannya, atau melangkah maju bersama Raka untuk memulai babak baru dalam hidupnya?
view moreAkhirnya Arini sampai juga di rumah lamanya. Rumah itu masih berdiri, meski catnya mulai pudar dan halamannya dipenuhi daun kering.Begitu melangkah masuk, Arini seperti ditarik kembali ke masa kecilnya. Aroma kayu tua, lemari buku ayahnya, meja makan kecil tempat ibunya biasa menyeduh teh.Berusaha untuk membuyarkan lamunan indahnya itu, Arini berusaha untuk fokus pada tujuannya. Langkah demi langkah, dia berjalan menuju ke kamar kerja ayahnya. Satu persatu laci kerja di sana ia buka, mencari apa pun yang bisa memberi jawaban.Dibalik tumpukan berkas-berkas usang, Arini menemukan sebuah map berisi klipingan berbagai artikel koran.Arini membaca dan berusaha mencerna isi artikel tersebut, namun isinya sungguh menyayat hati. Ayahnya dicap sebagai penjudi, pengkhianat, bahkan orang yang merugikan perusahaannya sendiri tanpa memikirkan karyawannya.“Gak mungkin kan ayahku melakukan semua yang dituduhkan di dalam sini?” ucapnya miris, dan air matanya pun kembali jatuh.Raka yang sedari ta
Arini masih terdiam, duduk di depan jendela, memandangi langit mendung. Dia masih teringat bagaimana wajah sedih suaminya.“Apa keputusanku ini tepat?” gumamnya, dengan perasaan penuh keraguan.Di saat dirinya masih bergelut dengan keputusannya, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Refleks Arini menatap layar kotak itu.Sebuah pesan dari pengirim anonim. Arini kembali mengerutkan dahi.“Apa lagi ini?” Wajahnya terpancar rasa penasaran.Merasa ingin mengetahui lebih lanjut isi pesan yang masuk, Arini pun segera membuka pesan tersebut. Terlihat beberapa kalimat ancaman dan sebuah tautan link di bawahnya.[Sebaiknya kamu pergi dari dunia ini, dan jangan pernah muncul lagi. Kehadiranmu, tidak pernah ada yang menginginkan.]Membaca pesan itu, dada Arini terasa mengencang. Nafasnya seolah tercekat.Rasa penasarannya kembali menyeruak ketika melihat link yang ada di dalam pesan. Ia pun kembali menekan tautan tersebut.Terlihat beberapa artikel lama—koran bertanggal lebih dari dua puluh tahu
Arga baru saja melangkahkan kakinya, masuk ke dalam rumah, dengan langkah gontai. Jas yang masih melekat di tubuhnya terasa begitu berat, sama beratnya dengan dadanya yang sesak oleh perasaan bersalah.Rumah itu terasa jauh lebih besar dari biasanya. Sunyi. Dingin. Seolah setiap sudut ikut menghakimi keadaannya.Arga menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu. Pandangannya kosong, tertuju pada jendela besar yang menghadap taman belakang.Lampu taman masih menyala redup, memantulkan bayangan samar pepohonan yang bergoyang tertiup angin malam. Tempat itu, dulu sering menjadi saksi tawa Arini. Kini, hanya menyisakan kenangan yang menusuk.Ia mengusap wajahnya kasar, lalu menyandarkan kepala ke sandaran sofa.“Bodoh,” gumamnya lirih. “Aku benar-benar bodoh!”Bayangan Arini kembali hadir di kepalanya—tatapan matanya yang berkaca-kaca, suaranya yang bergetar saat berkata ingin berpisah, cara ia menahan tangis agar terlihat kuat. Semua itu menghantam Arga tanpa ampun.Arga mengepalkan tanganny
Raka memperhatikan layar ponselnya yang bergetar di atas meja. Nama Arga terpampang jelas di sana. Rahangnya menegang, tapi ia cepat-cepat menguasai ekspresinya. Arini, yang duduk di seberangnya, ikut melirik sekilas. Ia mengenali nama itu. Tatapan herannya tertuju pada Raka. “Itu, Arga? Suamiku?” tanyanya penuh rasa penasaran. Raka seolah tak mendengar. Ia menghela napas perlahan sebelum meraih ponselnya, lalu dengan sengaja menghindari tatapan Arini. “Aku ke kamar mandi sebentar,” ucapnya singkat, langsung pergi dari pandangan Arini tanpa menunggu respons. Arini mengerutkan kening. Ada sesuatu yang janggal. Ia merasa Raka menyembunyikan sesuatu darinya. Bibirnya sedikit terbuka, seakan ingin memanggil pria itu, tapi urung. Ia malah menatap kosong ke meja, pikirannya penuh dengan pertanyaan. ‘Kenapa Arga menelpon Raka?’ batinnya bertanya-tanya. Di sisi lain, Raka yang kini berdiri di dekat kamar mandi menghela napas berat. Jemarinya menekan tombol jawab dengan sedikit enggan.
Saat Saskia sedang menikmati kemenangan kecilnya, ponselnya bergetar di meja. Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum. Arga Wiratama. “Akhirnya,” gumam wanita ini sambil meraih ponselnya. “Halo, sayang?” sapa Saskia dengan suara manis yang dibuat-buat. “Ada apa? Akhirnya kamu ingat aku?”
Langit malam begitu gelap, seperti menutup rapat rahasia yang selama ini tersembunyi dalam kehidupan Arga. Di dalam mobilnya, Arga yang memutuskan untuk mundur sejenak dari Raka, kini terlihat duduk dengan kepala tertunduk. Tangan mencengkeram setir dengan kuat. Merasa masih ingin melampiaskan em
Arga tidak bisa lagi berpikir jernih. Dia bertekad untuk tetap menemukan istrinya yang beberapa hari ini pergi meninggalkannya. Mengetahui tentang ucapan Saskia sebelumnya, Arga menyadari jika Arini tidak sendirian, dan Raka adalah orang yang ada di balik persembunyiannya. Dia memutuskan untuk men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.