تسجيل الدخولLah, jangan bilang malah ketagihan....
“Ma-maksudnya, kamu ingin kita balikan?” tanya Anjar, antara percaya dan tidak percaya.“Apa aku boleh ngasih penjelasannya dulu?” Salma balik bertanya.“Tentu boleh, karena aku pun masih belum bisa mencerna sepenuhnya apa maksud perkataanmu. Maksudnya, kenapa menanyakan soal tawaran untuk balikan?” Sebagian dari diri Anjar mulai berharap Salma tidak main-main dengan ucapannya, bahwa ada kemungkinan wanita itu sungguh mengajaknya balikan.“Mas Rivan jatuh cinta sama aku.”“Aku tahu,” jawab Anjar yang tidak terkejut dengan perkataan Salma.“Masalahnya aku juga jatuh cinta sama dia. Ini memang konyol, tapi nyata adanya.”Apa-apaan ini? Anjar seolah baru saja diajak terbang tinggi karena Salma membahas tentang kemungkinan mereka balikan, tapi mendengarkan kalimat terakhirnya barusan membuat Anjar seolah dijatuhkan dari ketinggian tersebut.Sakit, tapi tidak berdarah. Bahkan, Anjar berusaha tidak menunjukkan raut wajah sedih maupun kecewa. Pria itu masih terlihat tenang-tenang saja, seola
“Sebelumnya, aku mau berterima kasih banget sama kamu. Entah kebetulan atau memang udah takdirnya, seolah-olah kamu selalu ada saat aku benar-benar membutuhkan,” ucap Salma. “Awalnya aku memang khawatir dan panik karena kamu mengetahui rahasiaku yang terpaksa menjadi Nova palsu. Sumpah, aku udah membayangkan hal-hal buruk seandainya kamu membocorkannya, tapi ternyata kamu nggak sejahat itu. Kamu menyimpan rahasiaku dengan baik.”Salma masih berbicara, “Sekarang aku malah bersyukur kamu tahu rahasiaku, dengan begitu aku bisa leluasa meminta bantuanmu, Jar. Serius, dari sekian banyak orang di dunia ini ... hanya kamu satu-satunya yang memungkinkan untuk aku mintai pertolongan. Untuk itu makasih banyak ya, Jar.”“Aku juga berterima kasih karena kamu memercayaiku. Senang rasanya menjadi orang yang bisa diandalkan saat kamu butuh bantuan,” balas Anjar.“Aku nggak nyangka loh, kenapa kamu tiba-tiba ada di taman? Timing-nya pas banget pula.”“Aku memang tahu kamu ada di rumah Nova. Rencanany
“Dia baru aja pulih. Jangan langsung menghancurkan hatinya. Aku nggak akan memaafkan Mas Rivan kalau semuanya kacau padahal ini baru hari pertama dia kembali.” Itu adalah pesan yang Salma kirimkan pada Rivan tepat saat pria itu menyiapkan minuman.Dengan cepat, Rivan segera mengetikkan balasan.“Kita harus bicara berdua malam ini. Tunggu aku di apartemen.”“Satu hal yang pasti, aku cinta dan sayang sama kamu. Hati-hati pulangnya,” tambah Rivan.Salma hanya membacanya dan tidak membalas lagi.Rivan memang seperti yang lain, berharap Nova kembali pulih. Namun, ia tidak menyangka kalau Nova akan membuat kejutan yang membuatnya syok, terlebih ia dan Salma belum mempersiapkan apa pun untuk menghadapi Nova karena situasinya sudah berbeda. Tak seperti dulu lagi.Meskipun waktunya bukan hari ini, Rivan tahu secepatnya ia harus memberi tahu Nova tentang apa yang terjadi sebenarnya, terutama tentang perasaannya yang sudah tak lagi sama. Rivan tahu Nova akan sangat kecewa, itu sebabnya ia harus
Sepertinya Salma benar-benar terlena oleh kehidupan barunya yang seratus delapan puluh derajat sangat berbeda. Di Senjaratu, Salma hanyalah gadis kesepian yang menghabiskan waktu di kamar bersama tokoh-tokoh fiksi yang ditulisnya. Ia sungguh tak punya siapa-siapa, juga tak nyaman untuk ke mana-mana karena semua orang pasti mengenalinya sebagai Nova.Kalaupun harus keluar rumah, Salma harus cosplay menjadi ‘ninja’ dengan hoodie dan masker yang tak boleh ketinggalan agar wajahnya jangan sampai terlihat langsung oleh orang lain. Sungguh, dunia luar itu sangat asing bagi Salma. Padahal yang artis itu Nova, tapi Salma sangat tidak nyaman jika ada yang tahu kalau adiknya punya saudara kembar yaitu dirinya.Selama ini, Salma hampir tak pernah benar-benar menikmati hidupnya. Padahal secara finansial, Salma tidak kekurangan sama sekali. Malah income hasil menulisnya, nyaris tak pernah ia gunakan untuk hal-hal duniawi yang membuatnya puas dan bahagia. Namun, semenjak menjadi Nova, yang awalny
Bagaimana cara kabur dari sini tanpa ketahuan?Salma tahu dirinya harus meninggalkan rumah ini secepatnya, tapi bagaimana caranya? Saat Rivan mengajak Nova meninggalkan dapur, hal itu membuat Salma seolah mendapatkan angin segar untuk pergi. Namun, tanpa diduga Nova dan Rivan terdengar sedang berciuman. Sungguh, tanpa melihat pun Salma tahu kalau Nova dan Rivan berciuman cukup intens.Seharusnya Salma tidak merasa heran dengan hal itu. Walau bagaimana pun Nova dan Rivan adalah pasangan yang sudah lama tidak bertemu, terlebih Nova terbaring koma untuk waktu yang tidak sebentar. Bahkan, seharusnya mereka sudah menikah. Namun, hati Salma tak bisa bohong. Rasanya seperti sedang dikhianati padahal dirinyalah yang aslinya telah menjadi orang ketiga di antara mereka.Ya ampun....Perasaan Salma hancur sehancur-hancurnya. Hatinya sungguh tidak baik-baik saja. Salma menutup mulutnya menggunakan telapak tangan, berusaha tidak berteriak, tapi kepalanya malah membentur meja, membuat persembunyian
Di kolong meja, sambil berjongkok dan menunduk, Salma memeluk pakaiannya yang belum satu pun ia kenakan. Perasaannya campur aduk saat mendengar suara yang sangat ingin didengarnya.Itu suara Nova....Selama beberapa saat, Salma mencoba memastikan dirinya tidak salah dengar atau bukan sedang berhalusinasi. Sampai kemudian ia sangat yakin bukan sedang bermimpi apalagi berhalusinasi.Meski tak melihat secara langsung, tapi Salma yakin itu memang Nova. Pertanyaannya, bagaimana mungkin Nova ada di sini? Sekalipun Salma tahu kalau Nova pulangnya besok, tapi ia sama sekali tak tahu kalau saudara kembarnya itu sudah sadar. Sungguh, Salma menduga kalau Nova masih terbaring koma.Gila, apa ini masuk akal?Berulang kali dipikirkan pun Salma tidak pernah satu kali pun menduga semua akan begini. Kini isi hati Salma seolah terbagi menjadi dua sisi. Di satu sisi ia senang adiknya telah sadar dari komanya, bahkan sepertinya Nova sudah mulai pulih sepenuhnya.Namun, di sisi lain, Salma juga sedih kare
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan
Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B







