LOGINDi kolong meja, sambil berjongkok dan menunduk, Salma memeluk pakaiannya yang belum satu pun ia kenakan. Perasaannya campur aduk saat mendengar suara yang sangat ingin didengarnya.Itu suara Nova....Selama beberapa saat, Salma mencoba memastikan dirinya tidak salah dengar atau bukan sedang berhalusinasi. Sampai kemudian ia sangat yakin bukan sedang bermimpi apalagi berhalusinasi.Meski tak melihat secara langsung, tapi Salma yakin itu memang Nova. Pertanyaannya, bagaimana mungkin Nova ada di sini? Sekalipun Salma tahu kalau Nova pulangnya besok, tapi ia sama sekali tak tahu kalau saudara kembarnya itu sudah sadar. Sungguh, Salma menduga kalau Nova masih terbaring koma.Gila, apa ini masuk akal?Berulang kali dipikirkan pun Salma tidak pernah satu kali pun menduga semua akan begini. Kini isi hati Salma seolah terbagi menjadi dua sisi. Di satu sisi ia senang adiknya telah sadar dari komanya, bahkan sepertinya Nova sudah mulai pulih sepenuhnya.Namun, di sisi lain, Salma juga sedih kare
Sebagai brand ambassador Ellona, sebuah merek skincare lokal yang sedang naik daun, tentu bukan hal aneh bagi Anjar untuk hadir di setiap event yang dilaksanakan di dalam maupun luar kota. Dan hampir sebulan belakangan Anjar berkeliling ke berbagai kota menghadiri event tersebut sebagai perwakilan merek untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar mengenal lebih jauh Ellona sehingga berminat untuk menggunakan produknya.Sejujurnya Anjar sempat kesal karena kegiatan berkeliling kota cukup melelahkan dan menyita waktunya, tapi dampak baiknya ia bisa menenangkan diri sambil melupakan skandal yang sempat menimpanya. Terbukti, orang-orang yang membicarakan video ciumannya di basemen yang viral, kini berkurang. Terlebih skandalnya mulai tertutup oleh berita-berita lainnya.Ada dampak baik, tentu saja ada juga dampak buruknya. Sampai detik ini, Anjar belum berhasil menjelaskan segala kesalahpahaman pada Salma. Anjar sendiri agak heran, kenapa Salma seolah menutup akses komunikasi? Apa Sa
“Untungnya aku nggak amnesia, seperti yang selama ini diberitakan. Jadi, aku bisa langsung masuk karena ingat password pintu pagar maupun pintu utama,” ucap Nova yang sudah berdiri di depan pintu, bersiap menekan password yang sangat ia ingat.“Kalaupun kamu lupa, aku juga tahu password-nya,” kekeh Farhana.“Ah iya, benar juga. Bisa-bisanya aku lupa kalau Mbak Farha selalu menjagaku di mana pun aku dirawat, entah di rumah ini atau di rumah sakit. Tentu bukan hal aneh kalau Mbak Farha tahu kode akses masuknya.”Bersamaan dengan Nova yang hendak menekan password, ponsel Farhana bergetar lantaran ada panggilan masuk. Nova spontan menoleh pada sang perawat yang sudah ia anggap selayaknya kakak sendiri.“Siapa, Mbak?” tanya Nova penasaran.“Anak saya,” jawab Farhana sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Nova. “Dia tahu saya mau pulang dalam waktu dekat, jadi setiap hari terus-terusan bertanya kapan saya pulang.”“Angkat aja, Mbak. Biar aku yang masuk duluan.” Nova mempersilakan.Farha
Selama masa rehabilitasi dan pemulihan, Nova tidak terlalu fokus dengan apa yang terjadi di internet, termasuk segala aktivitas Salma yang menggantikannya, ia benar-benar tidak terlalu memperhatikan. seingat Nova, bisa dihitung jari berapa kali ia stalking media sosialnya sendiri yang diambil alih oleh saudara kembarnya.Dari semua konten yang diunggah, Nova sama sekali tidak merasa terganggu dengan unggahan tentang keseharian, syuting, hal yang berhubungan dengan iklan atau kerja sama brand maupun endorsement dan paid promote. Sungguh, Nova sama sekali tidak terganggu dengan semua itu.Satu-satunya jenis konten yang membuat Nova merasa tidak nyaman adalah ... unggahan Salma saat bersama Rivan. Sekalipun itu wajahnya juga karena mereka se-mirip itu, tapi tetap saja hati Nova seakan tak bisa menerima kalau Salma dan Rivan pernah berada di momen sedekat itu yang sampai diabadikan melalui foto.Sejak dulu hingga detik ini, Nova sangat peduli dan sangat menyayangi Salma. Hanya saja, kalau
“Padahal satu bulan udah berlalu. Kenapa, sih, orang-orang masih membicarakan kecelakaan konyolku yang jatuh dari sepeda listrik?” kesal Salma. “Maksudnya, kenapa nggak membicarakan hal lain aja coba? Luka di tanganku aja udah sembuh. Selain itu, meskipun aku kemarin-kemarin terluka, aku masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Syuting iklan aja bisa tetap jalan,” sambung wanita itu.“Soalnya banyak yang mengharapkan plot twist,” balas Rivan. “Sebagian besar dari mereka mengira ingatanmu mungkin kembali saat terbentur.”“Siapa coba yang pertama bikin narasi terbentur? Berdosa banget. Jelas-jelas yang terluka itu di tangan. Ada-ada aja.”“Semenjak kamu menggantikan Nova, berita negatif berkurang secara drastis. Sepertinya para haters udah se-frustrasi itu, sampai-sampai berita kecelakaan yang notabene bukan berita yang bisa digiring buat menarik hujatan, masih aja diangkat.”“Selama ini Nova pasti tersiksa banget dan serba salah. Aku harap pas dia bangun nanti, bisa lebih menikmati
Hanya ada dua kemungkinan skenario tentang siapa yang Rivan nikahi. Entah pria itu menikahi Nova lalu mendaftarkan pernikahan atas nama mereka, sedangkan Salma sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini.Dalam kata lain, Salma tidak lebih sekadar ‘pajangan’ yang menggantikan Nova mendampingi Rivan pada hari pernikahan. Sekalipun hari-hari selanjutnya Salma seolah-olah menjadi Nyonya Rivan, tapi aslinya bukan. Ia hanya seratus persen pengganti.Sedangkan kemungkinan lainnya ... sejak awal yang Rivan nikahi memang Salma. Sekalipun semua orang tahunya Rivan menikahi Nova, tapi entah apa yang membuat pria itu memutuskan memasukkan nama asli mempelai penggantinya sebagai istri sebenarnya.Pertanyaannya adalah mana yang benar?Tentu saja yang tahu siapa nama yang tertulis di buku nikah ... hanya Rivan, Fahmi dan petugas administrasi pencatatan sipil. Mama Li tidak pernah memperhatikan secara detail, terlebih pada hari pernikahan, ia terlalu sibuk menyapa para tamu undangan naratama.“Jadi
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m
Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p







