로그인“Untungnya aku nggak amnesia, seperti yang selama ini diberitakan. Jadi, aku bisa langsung masuk karena ingat password pintu pagar maupun pintu utama,” ucap Nova yang sudah berdiri di depan pintu, bersiap menekan password yang sangat ia ingat.“Kalaupun kamu lupa, aku juga tahu password-nya,” kekeh Farhana.“Ah iya, benar juga. Bisa-bisanya aku lupa kalau Mbak Farha selalu menjagaku di mana pun aku dirawat, entah di rumah ini atau di rumah sakit. Tentu bukan hal aneh kalau Mbak Farha tahu kode akses masuknya.”Bersamaan dengan Nova yang hendak menekan password, ponsel Farhana bergetar lantaran ada panggilan masuk. Nova spontan menoleh pada sang perawat yang sudah ia anggap selayaknya kakak sendiri.“Siapa, Mbak?” tanya Nova penasaran.“Anak saya,” jawab Farhana sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Nova. “Dia tahu saya mau pulang dalam waktu dekat, jadi setiap hari terus-terusan bertanya kapan saya pulang.”“Angkat aja, Mbak. Biar aku yang masuk duluan.” Nova mempersilakan.Farha
Selama masa rehabilitasi dan pemulihan, Nova tidak terlalu fokus dengan apa yang terjadi di internet, termasuk segala aktivitas Salma yang menggantikannya, ia benar-benar tidak terlalu memperhatikan. seingat Nova, bisa dihitung jari berapa kali ia stalking media sosialnya sendiri yang diambil alih oleh saudara kembarnya.Dari semua konten yang diunggah, Nova sama sekali tidak merasa terganggu dengan unggahan tentang keseharian, syuting, hal yang berhubungan dengan iklan atau kerja sama brand maupun endorsement dan paid promote. Sungguh, Nova sama sekali tidak terganggu dengan semua itu.Satu-satunya jenis konten yang membuat Nova merasa tidak nyaman adalah ... unggahan Salma saat bersama Rivan. Sekalipun itu wajahnya juga karena mereka se-mirip itu, tapi tetap saja hati Nova seakan tak bisa menerima kalau Salma dan Rivan pernah berada di momen sedekat itu yang sampai diabadikan melalui foto.Sejak dulu hingga detik ini, Nova sangat peduli dan sangat menyayangi Salma. Hanya saja, kalau
“Padahal satu bulan udah berlalu. Kenapa, sih, orang-orang masih membicarakan kecelakaan konyolku yang jatuh dari sepeda listrik?” kesal Salma. “Maksudnya, kenapa nggak membicarakan hal lain aja coba? Luka di tanganku aja udah sembuh. Selain itu, meskipun aku kemarin-kemarin terluka, aku masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Syuting iklan aja bisa tetap jalan,” sambung wanita itu.“Soalnya banyak yang mengharapkan plot twist,” balas Rivan. “Sebagian besar dari mereka mengira ingatanmu mungkin kembali saat terbentur.”“Siapa coba yang pertama bikin narasi terbentur? Berdosa banget. Jelas-jelas yang terluka itu di tangan. Ada-ada aja.”“Semenjak kamu menggantikan Nova, berita negatif berkurang secara drastis. Sepertinya para haters udah se-frustrasi itu, sampai-sampai berita kecelakaan yang notabene bukan berita yang bisa digiring buat menarik hujatan, masih aja diangkat.”“Selama ini Nova pasti tersiksa banget dan serba salah. Aku harap pas dia bangun nanti, bisa lebih menikmati
Hanya ada dua kemungkinan skenario tentang siapa yang Rivan nikahi. Entah pria itu menikahi Nova lalu mendaftarkan pernikahan atas nama mereka, sedangkan Salma sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini.Dalam kata lain, Salma tidak lebih sekadar ‘pajangan’ yang menggantikan Nova mendampingi Rivan pada hari pernikahan. Sekalipun hari-hari selanjutnya Salma seolah-olah menjadi Nyonya Rivan, tapi aslinya bukan. Ia hanya seratus persen pengganti.Sedangkan kemungkinan lainnya ... sejak awal yang Rivan nikahi memang Salma. Sekalipun semua orang tahunya Rivan menikahi Nova, tapi entah apa yang membuat pria itu memutuskan memasukkan nama asli mempelai penggantinya sebagai istri sebenarnya.Pertanyaannya adalah mana yang benar?Tentu saja yang tahu siapa nama yang tertulis di buku nikah ... hanya Rivan, Fahmi dan petugas administrasi pencatatan sipil. Mama Li tidak pernah memperhatikan secara detail, terlebih pada hari pernikahan, ia terlalu sibuk menyapa para tamu undangan naratama.“Jadi
Keesokan harinya....Salma mengerjap-ngerjapkan matanya, perlahan tapi pasti ... matanya kini sudah terbuka sepenuhnya. Ia langsung disambut suasana kamar yang agak gelap dan sepi. Padahal tadi malam kamar ini terbilang ramai oleh suara desahan dan erangan dua insan yang memadu kasih, tapi sekarang benar-benar sepi. Bahkan, tirai jendela masih tertutup padahal terik matahari menjelang siang berusaha menerobos masuk.Salma duduk sambil menguap dan merentangkan kedua tangannya. Bersamaan dengan itu, ia menyadari keberadaan sebuah amplop berwarna merah marun.“Apa ini? Kekanak-kanakkan banget,” gumam Salma sambil senyam-senyum sendiri. Ia memeriksa isinya, rupanya sebuah surat yang ditulis tangan oleh Rivan sendiri. Hal itu membuat Salma semakin sadar bahwa dirinya dengan Rivan benar-benar sedang berada di fase dating era.Tahukah apa yang lebih konyol? Saat ini Salma masih telanjang bulat akibat permainan panas mereka semalam. Tubuh polos Salma hanya terhalang oleh selimut tipis. Membay
Rivan bilang tidak akan mengulangi perbuatannya membohongi Salma, merahasiakan kondisi Nova dan berjanji akan menepati perkataannya tersebut. Setelah itu Salma tak mengatakan apa-apa lagi. Salma pikir pembicaraan mereka sudah selesai sehingga wanita itu kini beranjak menuju dapur. Ia membuka kulkas, mengambil air dingin dan membawanya menuju kamar.Rupanya Rivan masih duduk di ruang TV. Wajahnya masih tampak merasa bersalah. Sedangkan Salma sengaja tidak menyapa dan hanya melewati pria itu begitu saja. Tiba di kamar, ia langsung menutup pintunya dari dalam.Di dalam kamar, Salma duduk di meja kerjanya. Sekalipun Rivan sudah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya, Salma tak bisa memungkiri kalau dirinya masih merenungkan kebohongan Rivan dan alasan pria itu tak mau jujur.Jangan-jangan Rivan sengaja merahasiakan kepergiannya ke Penang bukan hanya karena tak mau membuat Salma khawatir? Bisa jadi, pria itu sebenarnya takut kalau Salma marah ... bahkan cemburu. Salma merasa kala
Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan







