ログインSejak mengetahui bahwa selama ini Nova koma dan sejauh ini Salma yang menggantikannya, Aruni memang syok. Namun, Fahmi sudah menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir, serta alasan yang membuat pria itu memilih merahasiakan fakta tersebut. Satu hal yang pasti, Aruni tidak marah meskipun ia tahunya belakangan.Belum selesai rasa terkejutnya mengetahui kenyataan yang ada, terlebih Fahmi mengatakan bahwa kondisi Nova yang mulai pulih menimbulkan firasat yang buruk karena kekacauan mungkin akan terjadi tak lama lagi, dan benar saja ... pagi ini mereka langsung dikejutkan dengan skandal yang agak gila.Bagaimana tidak, Nova diisukan berselingkuh dengan Anjar?Fahmi terlihat frustrasi sambil berusaha menghubungi nomor Salma. “Dia nggak jawab teleponnya. Nelepon ke hape Nova dan Rivan juga nggak direspons,” ucapnya. “Ayah ingin menemui mereka, tapi ayah sadar bukan hal mudah terlebih untuk saat ini. Mereka pasti sembunyi dan berusaha tidak tertangkap oleh para pemburu berita,” lanjut pria
Nova terkejut mengetahui Giri masuk penjara. Selama masa pemulihan, ia tidak mengetahui apa pun yang terjadi terhadap kakak tirinya. Pantas saja Giri tidak mengunggah apa pun di media sosialnya. Selain karena tidak ada informasi apa pun di internet mengingat Giri bukanlah selebritas, Nova juga tidak diberi tahu oleh Rivan kemarin ... atau mungkin belum?Mungkin juga terlalu aneh kalau langsung membahas Giri, padahal itu pertama kalinya ia dan Rivan bertemu lagi setelah dirinya koma. Satu hal yang pasti, Nova tidak menyangka. Namun, meski begitu, Nova tidak terkejut dengan alasan Giri masuk penjara. Ia memang tahu pekerjaan apa yang selama ini kakak tirinya itu lakukan.Dan yang membuat Nova penasaran adalah ... bagaimana sikap Giri selama Salma berpura-pura menjadi dirinya? Takutnya pria itu bersikap kurang ajar pada Salma. Itu sebabnya Nova segera bertanya pada Anjar, apakah Giri macam-macam pada Salma?Sayangnya, Anjar tidak sempat menjawab. Pembicaraan mereka terhenti lantaran suar
Setelah selesai memakai pakaian lengkap, Anjar keluar dari kamarnya bersamaan dengan Nova yang keluar dari kamar yang menjadi tempat wanita itu menginap malam ini. Nova juga sama sepertinya yang baru selesai mandi. Bedanya, Nova mengenakan pakaian yang sama karena tak ada baju ganti untuk wanita di rumah ini.“Aku kira Kak Salma punya beberapa pakaian yang dia tinggalin di rumah ini. Tapi ternyata nggak ada,” ucap Nova. “Aku jadi pakai baju ini lagi deh.”“Salma nggak pernah menginap di sini.”“Ah iya, bahaya juga, sih. Secara orang-orang tahunya Kak Salma itu aku. Skandal perselingkuhannya mungkin bakal meledak lebih awal kalau sampai kamu dan Kak Salma terang-terangan.”“Ngomong-ngomong, mereka belum datang? Aku pikir udah. Tadi sampai buru-buru mandinya,” tanya Anjar kemudian, sengaja tak membahas lebih jauh soal hubungannya dengan Salma.“Aku juga buru-buru, takutnya mereka datang tapi kita masih di kamar mandi. Nantinya bikin curiga kalau kita buka pintunya agak lama, dikiranya l
Tadi malam....“Kamu nggak punya minuman segar?” tanya Nova pada Anjar yang masih berbicara empat mata dengannya. “Semakin malam, rasanya aku semakin butuh minuman dingin dan segar.”“Punya, kok. Aku sama Salma sering ke sini. Bisa dibilang rumah ini adalah tempat rahasia kami untuk bertemu dan kencan, jadi jelas ada minuman segar selain yang di meja ini,” jelas Anjar. “Aku ambil dulu.”Jujur, menurut Anjar ini agak bahaya. Wajah Nova yang semirip itu dengan Salma, membuatnya tak henti-hentinya memikirkan Salma. Padahal saat bersama Salma, sedikit pun ia tak pernah memikirkan Nova. Sungguh, Anjar tak menyangka cinta lamanya benar-benar masih se-dalam itu terhadap Salma. Ia harap cinta mereka sungguh bisa bersemi kembali.Serius, sikap Nova dan Salma memang jauh berbeda. Hanya saja, saat tidak ada pembicaraan apa pun, bukan hal aneh kalau Anjar terkecoh karena wajah mereka benar-benar mirip. Terlebih bisa-bisanya gaya rambut dan panjang rambut mereka nyaris sama.Selama beberapa saat,
“Maksudnya gimana? Memangnya apa yang terjadi semalam?” tanya Nova, agak bingung dengan pertanyaan Anjar.Anjar hanya tersenyum sambil menggeleng. “Enggak, kok. Lupain.”“Hah? Kok gitu? Jangan menyembunyikan sesuatu, please. Sebenarnya apa yang terjadi?”“Kita bahas nanti aja. Bukannya kamu harus mandi? Kamu nggak mungkin terlihat baru bangun tidur atau menunjukkan kalau kamu menginap di sini, kan? Soalnya aku juga mau mandi.”“Sial! Enggak jelas banget.”“Secara fisik, kamu dan Salma memang mirip banget. Saking miripnya, sampai-sampai dua orang yang berbeda dikira sama dan menjadi skandal. Tapi kalau berhadapan langsung, jelas kalian beda. Cara bicaranya pun beda banget,” ucap Anjar. “Kalau Salma, nggak gampang mengumpat sekalipun sedang marah. Kalau kamu, se-mudah itu.”“Kalau semudah itu cara membedakan kami, kenapa semua orang tertipu?”“Itu karena semua orang mengira efek amnesia yang membuatmu jadi seperti itu, sehingga nggak ada yang merasa aneh sikap Nova Aurelia nggak kayak b
Beberapa saat sebelumnya....Nova bangun dari tidurnya di kamar yang sangat asing. Pada hari pertamanya kembali ke Jakarta, Nova pikir akan tidur di kamarnya yang sangat ia rindukan selagi menjalani masa pemulihan di Malaysia. Namun, bisa-bisanya ia terbangun di kamar yang asing seperti ini.Nova berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam, kemudian ingatannya langsung tertuju pada Anjar. Benar, ini adalah rumah Anjar, lawan main sekaligus calon iparnya jika pria itu benar-benar menikah dengan Salma.Semalam Nova memang membicarakan banyak hal dengan Anjar. Tahu-tahu sudah tengah malam. Anjar sempat menawarkan untuk mengantar Nova pulang, tapi Nova keburu mengantuk sehingga memutuskan bermalam di rumah ini. Terlebih Anjar pun mengizinkan.Nova yang baru bangun tidur, tidak langsung keluar kamar. Sejenak ia kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus merapikan penampilannya. Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, barulah Nova bersiap meminta Anjar mengantarnya pulang. Se
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m
Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B







