Home / Romansa / Terjerat Cinta Dosen Baruku / Bab 54. Bukan Taksi?

Share

Bab 54. Bukan Taksi?

Author: Elwy Canopus
last update Last Updated: 2026-01-11 21:48:34

“Pak… kayaknya saya harus pulang ke asrama sekarang.”

Kalimat itu keluar dengan ragu yang tipis tapi jelas. Leena menoleh ke arah Zayn, sudut bibirnya sedikit tertarik ke samping. Ia meringis kecil, terlihat sungkan.

Zayn melirik sekilas. Alisnya terangkat samar. “Sekarang?”

“Iya,” jawab Leena pelan.

Tak ada perdebatan. Zayn hanya mengangguk singkat sebelum mengeluarkan kunci mobil dari saku celana.

**

Di jalan pulang.

Mobil sudah melaju, meninggalkan area rumah sakit. Tadinya Leena berniat pulang naik taksi, tapi Zayn bersikeras mengantar.

Leena duduk gelisah, Jemarinya meremas ujung shawl yang masih menutupi bahunya. Raut wajah gadis itu terlihat sedikit panik.

Akan gawat kalau sampai Evan benar-benar sudah di depan asrama, sementara dirinya masih di luar dan lebih parahnya lagi, diantar Zayn.

‘Lagian si Evan,’ decih Leena dalam hati, merasa kesal sendiri sampai bibirnya terlihat mengerucut kecil. ‘Kenapa juga nggak mau dengerin penjelasan gue dulu, sih.’

Sepanjang jalan, Zayn tet
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 54. Bukan Taksi?

    “Pak… kayaknya saya harus pulang ke asrama sekarang.” Kalimat itu keluar dengan ragu yang tipis tapi jelas. Leena menoleh ke arah Zayn, sudut bibirnya sedikit tertarik ke samping. Ia meringis kecil, terlihat sungkan.Zayn melirik sekilas. Alisnya terangkat samar. “Sekarang?”“Iya,” jawab Leena pelan.Tak ada perdebatan. Zayn hanya mengangguk singkat sebelum mengeluarkan kunci mobil dari saku celana.**Di jalan pulang.Mobil sudah melaju, meninggalkan area rumah sakit. Tadinya Leena berniat pulang naik taksi, tapi Zayn bersikeras mengantar.Leena duduk gelisah, Jemarinya meremas ujung shawl yang masih menutupi bahunya. Raut wajah gadis itu terlihat sedikit panik. Akan gawat kalau sampai Evan benar-benar sudah di depan asrama, sementara dirinya masih di luar dan lebih parahnya lagi, diantar Zayn.‘Lagian si Evan,’ decih Leena dalam hati, merasa kesal sendiri sampai bibirnya terlihat mengerucut kecil. ‘Kenapa juga nggak mau dengerin penjelasan gue dulu, sih.’Sepanjang jalan, Zayn tet

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 53. Gimana Kondisinya?

    “Gimana kondisinya, Dok?”Nada suara Zayn terdengar dalam, penuh tekanan. Alisnya mengernyit rapat, sorot matanya menelisik raut dokter. Rahangnya juga ikut mengeras, seolah menahan rasa cemas yang tak ingin ditunjukkan secara terang-terangan. Jemari tangan kiri Zayn bahkan sempat mengepal di samping tubuh, lalu mengendur ketika dokter menoleh ke arahnya.Leena sudah duduk di kursi tunggu, shawl tipis masih melingkupi bahunya. Wajah gadis itu tampak lebih tenang, meski rona merah belum sepenuhnya hilang. Zayn keluar bareng dokter yang menutup berkas di tangannya dengan gerakan ringan.“Tidak ada yang serius, Pak,” ucap dokter, suaranya tenang. “Reaksi tubuh terhadap madu mentah. Bukan alergi berat, hanya sensitif. Istirahat yang cukup saja dan banyak minum air putih. Nanti juga bakal mereda dengan sendirinya.”Zayn mengangguk cepat, tapi sorot matanya masih tajam, belum sepenuhnya percaya. “Jadi… nggak perlu obat khusus, ya?”Dokter tersenyum tipis dan menggeleng. “Nggak perlu. Kala

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 52. Ada yang Salah!

    “Ini… beneran pesanan kita?”Suara Leena terdengar pelan, tapi cukup tajam untuk menghentikan langkah pelayan yang hendak berbalik. Gadis itu menatap deretan piring di atas meja dengan dahi sedikit berkerut. Ada terlalu banyak hidangan untuk dua orang yang ditata simetris, porsinya seimbang, bahkan untuk garnish-nya terlihat dibuat berpasangan. Seakan jadi hidangan spesial.Pelayan resto menoleh lagi. Senyum profesionalnya masih terpasang.“Oh. Nggak, Kak,” jawab pelayan itu ringan. “Itu memang pesanannya.”Pelayan menunjuk satu per satu hidangan di atas meja. “Menu yang tadi saya rekomendasikan termasuk paket couple best seller disini.”“Hah?!” seru Leena spontan, matanya melebar.Zayn yang sejak tadi santai, ikut menoleh. Sorot matanya bergerak cepat, menelisik piring-piring yang tersaji. Ia baru sadar kalau menunya terlihat untuk dibagi.‘Mana saya tau kalau yang direkomendasikan tadi paket couple,’ elak Zayn dalam hati.Leena berkedip cepat, sekali lagi dirinya memastikan. “Maksu

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 51. Di Meja Serenitea

    'Gila! Ini... apa nggak salah?' tukas Leena dalam hati.Napas Leena tertahan tepat saat manik matanya menangkap deretan angka di sisi kanan menu. Jemarinya berhenti di tengah gerakan membalikkan halaman. Ia refleks mengulang gerakan yang sama, seakan berharap kalau hanya salah baca.Leena menarik napas pelan, kali ini lebih dalam. Manik matanya bergerak cepat, menyisir nama-nama menu dengan istilah asing yang disandingkan dengan harga yang terlalu niat untuk dihafal.Bukan berarti dia pelit. Leena tahu betul, isi dompetnya masih cukup. Tabungannya belum kosong, ditambah gaji part-time dari Saga, dia masih bisa duduk tenang di tempat seperti itu tanpa harus khawatir besok makan apa.Masalahnya hanya satu: logika.Batin Leena semakin merintih, 'Sekali makan segini? Kalau dua kali? Tiga kali?'Bukan masalah mampu tidaknya. Lebih ke sayang saja.Leena yang baru mulai kerja. Uang simpanannya pun sebagian besar sudah ia serahkan ke Bibi Vior untuk kebutuhan. Bukan terpaksa, tapi memang suda

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 50. Janji Makan Dengan si Dosen Kulkas

    “What.” Pagi harinya, Leena sudah berdiri kaku di depan sebuah restotan berfasad kaca tinggi. Pintu otomatis di belakangnya baru saja menutup dengan desis halus. Restoran Serenitea, tempat pilihan Zayn. Sesuai janjinya, hari itu Leena yang akan mentraktir. Di taksi, ia mengikuti arahan yang ada di g****e maps sepanjang perjalanan, dan sepertinya sudah sesuai. Satu tangan Leena menenteng sebuah paper bag, dan tangan satunya menggenggam ponsel yang masih menyala di layar peta. Tenggorokan Leena mendadak terasa kering, sampai-sampai membuatnya harus menelan ludah lebih dari sekali. “Gua baru tau ada tempat kayak gini...” ucap Leena lirih, nada suaranya campuran antara kagum dan sedikit was-was. Dari luar saja tempat itu sudah terlihat mahal. Terlalu mahal untuk sekadar kata 'traktir' yang ia ucapkan dengan enteng minggu lalu. Tak menunggu lama, Leena kemudian melangkah masuk. Interior restoran itu langsung menyambutnya dengan kesan bersih dan tenang. Lampu-lampu warm light meman

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 49. Keperluan Pribadi. Penting Pokoknya!

    “Kamu nunggu pencairan, ya?” Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Saga. Ia memotong ucapan Leena yang bahkan belum sempat tuntas. Saga melempar tuduhan itu dengan raut yang tampak dibuat serius, tapi jelas ada binar jenaka yang tertahan di ekor matanya. Leena sempat terdiam, butuh beberapa detik untuk sadar kalau dirinya sedang diledek. “B—bukan itu, Om,” sanggah Leena cepat. Sialnya, tubuh Leena tak bisa diajak kompromi. Pipi dan telinga Leena langsung memanas dalam hitungan detik. Reaksi jujurnya terlalu kentara untuk disembunyikan. Padahal, jauh di lubuk hati, ada benarnya. Hari itu memang hari gajian pertamanya setelah dua minggu kerja penuh. Siapa yang tak menunggu hasil dari peras keringat? Gengsi Leena juga setinggi langit. Ia tak ingin kalau sampai Saga berpikir bahwa motivasinya datang ke ruang kerja pria itu hanya demi angka di rekening. ‘Ish, Om Saga ini, asal ceplos aja. Kan bukan itu maksud gue,’ gerutu Leena dalam hati. Namun, suara hati kecilnya ikut men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status