Beranda / Rumah Tangga / Terjerat Cinta Duda Menyebalkan / BAB10: Bertemu Gadis Bar-bar

Share

BAB10: Bertemu Gadis Bar-bar

Penulis: PRS Familly
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-21 21:46:55

Di dalam kamar, Alvian menatap foto mendiang istrinya dengan pandangan yang penuh cinta. Alvian memperhatikan wajah cantik sang istri yang kini hanya bisa ia lihat melalui gambar kertas itu—foto yang diambil saat hari pertama mereka bertunangan.

"Sayang... Aku lagi inget kamu nih," ucapnya pelan, mata sedikit berkaca-kaca tapi tak ada air mata yang mengalir lagi. Sejak kepergian Indah karena bertempur keras melawan kanker darah, rasa kehilangannya masih ada tapi sudah tidak sekeras saat awalnya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB15: Memberi Makan Joni Yang Kelaparan

    Alvian tak pulang ke rumah orang tua nya itu. Ia memilih pulang ke apartemen milik nya sendiri, dan sesampainya Alvian di dalam kamar, ia pun langsung menjatuhkan bobot tubuh nya itu di atas tempat tidur yang lembut. "Haduh... Hari sial banget dah, mimpi apa ya yang membuat gue bisa ketemu Clara lagi seperti ini." Ujar Alvian dengan nada kesal. Ia pun mulai menscroll layar ponsel nya itu perlahan, kemudian membuka sebuah video rekaman dirinya bersama Ani. Melihat wajah Ani di layar, Alvian pun secara perlahan tersenyum... "Kalau melihat dia seperti ini, rasanya gue seperti melihat Indah. Sungguh jadi sangat kangen sama Indah." Ucap nya dengan suara lirih yang penuh dengan rasa rindu. Setelah itu, Alvian pun kembali membuka video rekaman yang lain di galeri ponsel nya. Ia pun kembali sekali lagi tersenyum lebar melihatnya... "Ini cewe memang binal juga ya, tapi gaya nya bikin gue suka banget." Ucap nya sambil tersenyum. Lalu Alvian pun kembali fokus dengan memperhatikan video itu

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB16: kemarahan Alvian

    Di ruang tertutup yang lembap, Clara mencengkeram lengan Alvian dengan kekuatan luar biasa. Matanya yang kemerahan memancarkan hasrat dan dendam, membuat Alvian kesulitan bernapas. Dengan keberanian terakumulasi, ia menendang perut Clara dan melepaskan diri dari cengkramannya. Ia segera keluar ruangan dan langsung menarik kerah baju Rafka. "Kurang ajar lo, ka. Bugh..." Alvian memberikan pukulan langsung ke rahang sahabatnya. "Lo kenapa?" tanya Rafka terkejut. "Lo yang kenapa? Lo jebak gue lagi? Sekarang apa yang lo lakukan?" bentak Alvian penuh emosi. "Tenang dulu bro, gue bisa jelaskan," ucap Rafka dengan nada memohon. "Jelaskan apa? Gue benar-benar kecewa sama lo. Gue kira lo sahabat yang baik, ternyata gue salah. Mulai sekarang, lo gue pecat!" ucap Alvian sebelum keluar meninggalkan Rafka. Rafka tercengang dengan keputusan bosnya, lalu mengejar Alvian sampai ke parkiran. "Ayo bos, masa cuma segitu aja langsung pecat?" pinta Rafka. "Lo sudah keterlaluan! Lo bilang cew

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB14: Bertemu Clara

    Dua sahabat menyisir setiap sudut pemakaman—tempat pertama Alvian bertemu gadis yang kini menjadi buruan hatinya. Bersama Rafka, ia telusuri setiap lorong sempit, setiap gundukan tanah, setiap batu nisan, tapi jejak gadis itu seperti hanyut di angin, tak ada jejak yang tersisa. Mata Alvian sudah merah karena menatap terlalu lama, kaki nya pegal karena berjalan jauh, tapi harapan untuk menemukannya semakin surut. Tak kunjung ketemu, Alvian memutuskan berziarah ke makam istri tercinta sebelum meninggalkan TPU. Di hadapan gundukan tanah yang baru beberapa bulan istri nya, Indah, meninggal—ia bersimpuh, air mata menetes membasahi batu nisan yang bertuliskan nama mendiang istrinya, indah. Ingatan tentang malam yang salah—ketika ia terjebak dalam pelukan wanita bayaran setelah pesta kerja yang terlalu banyak minuman—menghantui, menyisakan rasa bersalah yang menusuk hati terhadap mendiang Indah. Rasa bersalah itu seolah-olah rantai yang mengikat leher nya, membuat nafas tersesak. “Sayang…

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB13: Di Palak Rafka

    Sesampainya di rumah, Alvian langsung disambut hangat oleh maminya yang tercinta."Sayang... Dari mana kamu? Kok semalam tidak pulang?" tanya Mami Bunga."Hmm... Anu mi, aku nginep di rumah teman," bohong Alvian. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa baru saja tidur bersama wanita bayaran – bisa saja dianggap tidak pantas dan membuat orang tuanya kecewa, pikirnya."Mi, Alvian masuk kamar dulu ya, mau mandi," pamitnya."Iya sayang," jawab Mami Bunga.Alvian pun melangkahkan kakinya menuju kamar. Setelah masuk, ia langsung menjatuhkan badannya ke ranjang dan menatap langit-langit kamar. Adegan panas dirinya bersama Ani masih jelas terngiang-ngiang, seakan menari-nari di depan matanya. Alvian pun tersenyum...."Bener apa kata Rafka, hidup harus dinikmati. Buat apa kerja keras kalau hasilnya tidak dinikmati?" gumamnya. Ia kemudian mengambil ponsel dan melihat rekaman adegan panas itu – rekaman yang sengaja ia buat untuk mengingat bahwa kehilangan perjakaannya terjadi karena Ani. Setelah puas

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB12: Rasa Bersalah

    Di pagi hari, Alvian terkejut saat membuka mata—badannya tak bersentuhan dengan sehelai kain pun. Ia dengan hati-hati mengangkat ujung selimut untuk melihat kondisi dirinya."Ya ampun... Apa yang terjadi?" gumam Alvian, sambil menyisir rambutnya dengan kasar. Lalu pandangannya melirik ke sisi tempat tidur. Seketika, ia melompat dari ranjang saat melihat seorang wanita yang hanya bergelut selimut sedang terlelap tenang di sebelahnya."Apa yang gue buat kemarin malam?" bisik Alvian dalam hati, mencoba menggaruk ingatan tentang peristiwa semalam. Namun kepalanya yang masih pusing membuatnya tak bisa mengingat apa-apa. Ia segera mengambil boxer miliknya, mengenakannya dengan tergesa-gesa, lalu duduk di sofa yang ada di sudut kamar. Matanya tak bisa lepas dari sosok wanita yang masih tertidur pulas."Apa yang gue lakukan dengan dia?" gumamnya pelan, menyandarkan kepala ke sandaran sofa."Ponsel gue... Dimanakah ponsel gue?"Alvian langsung mencari benda pipih itu di sekitar kamar. Setelah

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   BAB 11: Terbayang Akan Indah

    Tok… Tok… Tok…“Masuk…”Suara itu terdengar berat keluar dari bibir Alvian. Dia menghembuskan napas panjang sambil menatap jendela kantornya, sebelum akhirnya menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka. Rafka, asisten sekaligus sahabatnya yang sudah bersama sejak lama, masuk dengan langkah ringan dan langsung menepuk bahunya.“Lo kenapa bro?” tanya Rafka dengan nada khawatir.“Pusing,” jawab Alvian dengan singkat, matanya masih terpaku pada kejauhan.“Lo pusing mikirin apa ya?”Alvian menghela nafas lagi, kemudian mengambil sebuah sepatu wanita yang terletak di sudut meja. Dia mengangkatnya perlahan, mata terpaku pada barang itu. “Lo bayangin aja, gue masih belum bisa lupakan kejadiannya. Tadi pagi, gue di tabrak sama seorang gadis yang sangat kasar. Bukannya minta maaf, malah dia yang keluarin kata-kata kasar sama gue. Dan nih…” Alvian mengangkat sepatunya lebih tinggi, “Sepatunya yang sekarang ada di sini.”“Hah? Kok bisa sampai lo bawa ke kantor?” Rafka mengerutkan dahi.“Dia mau

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status