分享

43. Audisi

last update publish date: 2026-06-01 19:34:58

Kirana melangkah memasuki gedung tempat audisi film diadakan dengan tenang. Sepasang sepatu hak tinggi berwarna krem mengiringi langkahnya di atas lantai marmer yang mengkilap. Ia mengenakan setelan blazer putih gading yang dipadukan dengan rok pensil senada, sederhana tetapi memancarkan kesan elegan dan berkelas.

Rambut hitamnya yang panjang ditata dalam gelombang lembut, jatuh rapi di bahunya. Ia tidak akan pernah lagi menggulung rambutnya ke atas tanpa persetujuan Gio, tentu saja. Teringat
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   72. Masuk Rumah Sakit

    Matahari telah menampakkan sinarnya. Sinar itu menembus melalui celah-celah kamar. Pusing yang ia dera membuat Kirana begitu berat hanya sekedar bangun dari kasur.“Kenapa, sih, aku?” gumamnya seorang diri.Namun, Kirana tidak mau jika ia terus berada di dalam kamar. Ia harus segera beraktivitas agar pusing di kepala segera sembuh. Lagi pula beberapa novel menunggu dirinya untuk dikerjakan.Tiba-tiba tubuh Kirana limbung. Pandangannya mendadak berkunang-kunang saat kakinya baru melangkah beberapa langkah dari ranjang."Aw ...."Kirana mengaduh kesakitan.Wanita itu berusaha meraih ujung meja sebagai penopang, tetapi jemarinya gagal menggapainya.Bruk!Tubuhnya jatuh begitu saja ke lantai kamar.Keheningan langsung memenuhi ruangan.Sementara itu, sebuah mobil baru saja memasuki halaman rumah. Heni turun sambil membawa beberapa kantong belanja yang sengaja ia siapkan untuk menantu kesayangannya.Semalam Gio berulang kali mengingatkan agar dirinya datang pagi-pagi. Awalnya Heni mengangga

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   71. Ditinggal Sendiri

    Kirana menutup ritsleting koper dengan kedua tangannya lalu menghembuskan napas pelan. Semua kebutuhan Gio untuk perjalanan dinas malam ini sudah ia siapkan. Mulai dari pakaian ganti, perlengkapan mandi, berkas yang harus dibawa, hingga obat-obatan yang biasa dikonsumsi suaminya saat mengalami sakit kepala akibat kelelahan bekerja.Ia menggeser koper itu ke dekat pintu kamar sebelum meluruskan punggungnya. "Harusnya cukup,” gumam Kirana menatap koper yang sudah rapi itu.Pandangan Kirana beralih ke jam dinding. Gio masih punya waktu dua jam berada di rumah. Dari dalam kamar mandi terdengar suara air mengalir. Gio masih membersihkan diri setelah pulang bekerja.Kirana duduk di tepi ranjang sambil memijat pelipisnya perlahan. Entah kenapa tubuhnya terasa lebih cepat lelah akhir-akhir ini. Hanya memasukkan beberapa barang ke dalam koper saja ia merasa lelah.Pintu kamar mandi terbuka. Gio melangkah keluar sambil mengacak rambutnya yang masih basah dengan handuk. Aroma sabun yang segar l

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   70. Luar Kota

    Entah apa yang terjadi, tetapi sejak pagi tadi perasaan Gio tidak tenang. Meski tubuhnya duduk di ruang rapat, pikirannya terus kembali pada Kirana. Wajah istrinya tampak lebih pucat dari biasanya. Wanita itu juga beberapa kali terlihat mudah lelah dalam beberapa hari terakhir. Namun, setiap kali Gio mengajaknya memeriksakan diri ke rumah sakit, Kirana selalu menolak dengan alasan hanya kelelahan. Kekhawatiran itu membuat Gio sempat menceritakan kondisi Kirana kepada ibunya. "Mungkin saja Kirana sedang hamil.” Begitu jawaban Heni kala itu. Kalimat tersebut terus terngiang di kepala Gio. Bukan karena ia tidak menginginkan anak. Justru sebaliknya, ia akan sangat bahagia jika suatu hari dirinya dan Kirana dipercaya untuk menjadi orang tua. Namun, Gio tidak berani menyampaikan dugaan itu kepada istrinya. Ia terlalu mengenal Kirana. Wanita itu pernah melalui begitu banyak kekecewaan dalam hidupnya. Gio tidak ingin menambah satu lagi harapan yang berakhir menjadi luka. Bagaimana

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   69. Hasrat Tersalurkan

    Kirana menundukkan pandangan. Entah sejak kapan jarak di antara mereka terasa semakin dekat. Hembusan napas dari keduanya dapat mereka rasakan masing-masing.Ada semburat merah yang samar terlihat, sudah lama Kirana tidak melakukan hal seperti ini. Malam ini akan menjadi yang pertama setelah mereka menjadi sepasang suami istri.Gio mengangkat dagu Kirana perlahan agar wanita itu menatapnya. Tatapan mata sayu itu benar-benar menggoda Gio. Hasrat sang pria begitu menggebu untuk ia salurkan.“Kamu yakin?” tanya Gio menanyakan kesanggupan Kirana perihal malam yang akan mereka lakukan.Kirana menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Gio. "Bukan karena terpaksa?" Kali ini Kirana menggelengkan kepalanya cepat.Tidak, Kirana melakukan ini bukan karena terpaksa."Lalu kenapa?” Alih-alih segera menuntaskan hasratnya, Gio memilih untuk menggoda istrinya yang cantik lebih dulu.“A-aku ….”Seringai jelas terlihat di bibir penuh milik Gio. Pria itu sangat menyukai Kirana yang tersipu malu.“Ken

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   68. Tidak Bahagia

    Pertengkaran tidak terelakan terjadi antara Adhisti dan juga Raka. Pulang dari pernikahan Gio dan juga Kirana sepasang suami istri itu terlibat pertikaian yang hebat.Tidak ada lagi kerapian yang biasa menyambutnya. Berbagai botol parfum, kotak perhiasan, alat rias, hingga bingkai foto kecil berserakan di atas lantai. Beberapa lipstik terguling hingga kolong meja, sementara bedak yang pecah meninggalkan serbuk halus di keramik berwarna krem.Laci meja rias terbuka setengah, Adhisti menariknya dengan kasar. Cermin besar di atas meja masih berdiri utuh, tetapi permukaannya dipenuhi bekas sidik jari yang berantakan.Kemarahan dan kecemburuan Adhisti terjadi Raka datang ke pernikahan mantan istrinya itu. Semua emosi itu dilampiaskan pada benda-benda di kamar ini.Raka menatap kekacauan tersebut dalam diam. Di antara pecahan bedak dan perhiasan yang tercecer, ia bisa merasakan betapa besar amarah yang membakar hati Adhisti hingga membuat wanita itu kehilangan kendali.“Kenapa, Mas?” Amarah

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   67. Malam Pertama?

    Pintu kamar perlahan tertutup di belakang Kirana. Suara riuh para tamu yang sejak pagi memenuhi rumah keluarga Gio kini mulai menghilang satu per satu. Tinggal kesunyian yang membuat jantung Kirana berdetak semakin keras.Ia berdiri mematung di dekat pintu. Lalu Kirana berjalan mendekat ke arah cermin yang ada di kamar. Kamar dirinya dan Gio.Wanita itu kembali menatap pantulan dirinya di depan cermin. Gaun putih masih menempel di tubuhnya dan juga olesan make up tipis urung luntur dari wajahnya.Matanya perlahan menyapu kamar yang kini menjadi tempat tinggalnya bersama Gio. Kamar yang didominasi warna putih dan begitu besar. Sangat berbeda dengan kamar yang ia miliki.Di atas nakas terdapat foto keluarga Gio. Ada foto Gio bersama ibunya. Keluarga? Mungkin hanya Gio dan ibunya, sekarang ada dirinya. Ia berjanji pada diri sendiri akan menjadi keluarga yang baik untuk mereka.Dulu, ada ketakutan tersendiri kala Kirana masuk ke dalam rumah mewah ini. Ia takut dengan statusnya ibu Gio t

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   38. Bersemu

    Sepasang netra bermanik hitam milik Kirana mendelik ke arah Gio. Tatapan mata wanita itu melayangkan protes pada pria di sampingnya. Mengapa Gio malah melepas ikat rambut yang ia kenakan? Sudah lebih dari lima belas menit ia berdandan di depan cermin agar terlihat rapi, tetapi karena Gio penampilan

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   37. Andai saja

    Gio menatap wajah wanita yang saat ini sedang terlelap. Napasnya yang teratur, seolah semesta selalu berpihak padanya. Nyatanya, wanita itu menyimpan kecewa pada takdir yang diberikan sang pencipta.Cahaya lampu tidur yang samar jatuh pada wajah ayu Kirana. Menampakkan garis di sekitar mata terliha

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   35. Mimpi

    Adhisti mendongak menatap wajah Raka, wanita itu mengernyit tatkala pias wajah pria itu yang sulit untuk dijelaskan. Sang wanita berpikir dalam benak, mungkinkah Raka sedang dalam masalah pekerjaan atau yang lainnya? Atau tentang Kirana.“Raka,” panggil Adhisti dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   28. Tak Bisa Menghindar

    Suara diujung telepon membuat Gio terdiam sejenak. Pria itu tidak tahu harus dari mana ia mengatakan apa yang terjadi. Namun, ia juga tidak mau jika hanya berdiam diri.“Gio,” panggil Kirana saat tidak ada jawaban dari Gio.Gio menata setiap kalimat yang akan ia lontarkan. Pria itu tidak mau membua

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status