MasukHendri merupakan seorang suami yang memiliki istri bernama Monica. Pernikahan mereka sudah berjalan 5 tahun, akan tetapi semua itu berubah tepat pada liburan akhir tahun yang dimana seharusnya mereka berbahagia namun justru mengalami sebuah pengalaman yang akhirnya merubah hidup mereka. Travel yang mereka gunakan untuk liburan pun menjadi saksi bisu semua kejadian telah terjadi. Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan mereka lakukan kedepannya?
Lihat lebih banyak--- Episode 1: Permulaan ---
*POV Hendri* Bagi mayoritas orang-orang, akhir tahun menjelang pergantian tahun adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak? Di momen tersebut, kita bisa berlibur dan berkumpul bersama keluarga tercinta yang tentu menjadi salah satu momen terindah, mulai dari pergi ke luar kota, bahkan hingga ke luar negeri banyak dilakukan oleh orang-orang untuk mengisi hari libur mereka, tak terkecuali aku. Perkenalkan, namaku adalah Hendri. Seorang lelaki biasa berumur 36 tahun yang bekerja di salah satu perusahaan swasta yang cukup terkenal. Aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai, namanya Monica yang berumur 34 tahun. Kami sudah menikah selama 5 tahun dan hingga kini belum mempunyai momongan, kenapa? Ya karena kami sengaja melakukannya. Kami memang menunda untuk memiliki momongan tepat selama 5 tahun untuk menikmati masa berdua kami setelah menikah. Yah... Meskipun mertuaku dan orang tuaku sedikit mengeluh karena mereka sudah ingin menggendong cucu, akan tetapi mereka akhirnya mengerti dan menghormati keputusan kami berdua. Kejadian yang kuceritakan ini terjadi sekitar sebulan lalu tepat di bulan Desember alias akhir tahun. Kala itu, kami hendak liburan keluar kota menggunakan mobil kami. Ya meskipun mobil kami bukanlah mobil mewah tapi tetap cukup bagus dan berfungsi dengan baik untuk bepergian. Tapi sialnya, dihari itu mobil kami tidak bisa dijalankan. Setelah kucoba dan kuselidiki, rupanya akinya sudah lemah dan memang harus diganti. Akan tetapi karena ini sudah dipuncak akhir tahun, banyak bengkel mobil yang sudah tutup. Alhasil akupun harus mencari cara bagaimana untuk tetap bisa pergi keluar kota untuk berlibur, sampai akhirnya aku memilih untuk menggunakan sebuah jasa travel yang cukup populer. Akupun berunding dengan Monic istriku untuk memilih sebuah keputusan, dan akhirnya ia pun setuju-setuju saja. Kami pun akhirnya memilih layanan travel tersebut, dan rupanya ada pilihan paket eksklusif keluarga yang dimana satu mobil travel ini dikhususkan untuk keberangkatan satu keluarga saja, yang dimana terdiri dari 2 buah kursi di depan, 3 buah kursi penumpang dibagian tengahnya dan dibagian paling belakang terdapat ruang kosong yang disertai beberapa kursi penumpang panjang di sampingnya yang mungkin ditujukan untuk menyimpan barang bawaan. Karena dirasa cocok, aku dan Monic memilih paket travel yang ini. Meskipun tentu harganya agak mahal tapi menurut kami kenyamanan tetaplah yang nomor satu, akan tetapi nampaknya nasib sial masih saja menempel padaku. Saat aku hendak memesan tiket untuk travel tersebut, rupanya tiket tersebut sudah ludes terjual dan aku tidak bisa memesan travel tersebut. Akan terapi tentu kami tidak menyerah begitu saja dan mencari layanan travel lain yang memiliki paket serupa, tapi yah.... Tetap saja aku tidak bisa menemukannya karena semua tiket yang dijual sudah ludes terjual. Lantas saja aku mencoba mencari bantuan, yaitu ke beberapa teman-teman kantorku apalagi yang sudah sering bepergian pakai travel. Tapi namanya juga lagi liburan ya tentu mereka lama membalasnya lantaran sedang menghabiskan waktu bersama keluarga, sampai akhirnya aku mendapat respon yang aku inginkan dari salah satu partner kerjaku dikantor yaitu Radit. Radit merupakan salah satu partner kerjaku dikantor yang telah bekerjasama denganku selama 2 tahun setiap kali kami menyelesaikan permintaan klien. Radit ini bisa dibilang memiliki pesona yang bertolak belakang denganku, kalau aku ini dipandang biasa saja di kantor, lain halnya dengan radit. Di kantor, Radit merupakan salah satu lelaki yang digandrungi banyak wanita di tempat kerjaku. Ya wajar saja demikian, itu dikarenakan Radit memiliki wajah yang tampan, selain itu tubuhnya juga tinggi dan kekar atletis karena ia sering bermain basket dan berenang, tak lupa juga nge GYM disetiap hari libur. Jujur saja, meskipun kinerja aku dan dirinya sama-sama memuaskan, akan tetapi aku sering minder melihat dirinya yang begitu prima, beda dengan diriku yang untuk olahraga saja malas hehehe. Tanpa banyak basa-basi, aku langsung meminta bantuan Radit untuk mencarikan diriku dan istriku travel yang memiliki paket eksklusif untuk keluarga, dan ia pun menyanggupi permintaanku. Sekitar 15 menit kemudian, dia berhasil menemukan travel yang cocok dengan permintaan kami, dan kali ini kami beruntung karena sisa tiket travel masih ada dan kami pun akhirnya bisa booking travel dengan paket eksklusif keluarga tersebut. “Hen, nih gue udah booking tiket buat lu sama istri lu nih, pas nemunya.” Ujar Hendri melalui sambungan telepon. “Walah... Syukur deh... Makasih dit udah cariin sama bookingin tiket travelnya buat gw, hehehe” Ujarku. “Iya santai aja kaya ke siapa aja sih lu. Btw, lu emang mau pergi kemana sih?” Tanyanya. “Oh... Gue mau pergi ke Semarang buat liburan, tapi barusan gue nyari tiket travel buat di booking, eh gataunya pada abis. Jadinya ya gue minta tolong sama lu...” Balasku. “Wah ke Semarang? Sama dong... Gue juga mau kesana buat ngumpul sama temen-temen-temen lama gue.’ “Wah masa? Tapi iya juga sih, lu kan juga aslinya dari sana ya.” “Iyaaa, tapi Hen gue juga lagi bingung nih....” “Bingung? Bingung kenapa?” “Tadi sebelum lu nelepon, gue juga lagi nyari travel. Sebelumnya gue nyarinya Bus umum tapi gue pikir-pikir males juga kalo akhir taun begini. Soalnya pasti sumpek sama penuh, makanya gue milih travel dan kebetulan juga tiket mereka udah pada sold out, jadinya gue harus nyari-nyari lagi.” “Ohh... Begitu, nah udah ketemu belum tiket yang bisa lu belinya?” “Ya itu travel yang ini yang gue kasih ke lu yang masih kosong, tapi karena lu keburu nelepon gue jadinya ya yang ini buat lo aja deh...” Ujarnya. “Loh? Jadinya lu ga kebagian dong?” “Ya mungkin, ini kan travel eksklusif keluarga Hen, bukan yang umum... Ya gatau deh kayanya gue harus nyari lagi tapi gatau kapan nemunya.” Akupun berpikir sejenak, apa aku ajak dia ikut naek travelku saja ya? Mumpung kota tujuan kita sama, apalagi ini kan harusnya travelnya dia yang pesen tapi dia malah kasih ke aku. Jadi mungkin untuk berterima kasih, aku ajak saja dia untuk ikut bersama kami. “Ehh... Dit, lu mending ikut travel gue aja. Lu pesen satu lagi tiketnya gih...” Ajakku. “Hah? Jadinya gue ikut bareng lu gitu?” Tanyanya. “Ya iya daripada lu ga nemu travel lagi, mending ikut gue aja sekalian. Udah cepet pesennya nanti keburu diembat orang.” “Wow! Oke-oke bentar, gue pesen tiketnya buat gue juga” Ucapnya yang setelah itu mematikan teleponnya. “Kenapa yang?” Tanya Monic dibelakangku, sepertinya ia mendengar percakapanku bersama Radit. “Kita udah nemu travelnya, tapi perginya bareng si Radi Yang. Soalnya dia mau liburan ke kampung halamannya di Semarang juga tapi apesnya dia ga nemu tiket karena udah ludes semua, jadinya ya udah ikut bareng kita aja naik travel eksklusif untuk keluarga. Lagian juga harusnya travel yang ini tuh punya nya dia tapi dia kasih ke kita.” Jelasku kepada Monic. “Ohh, jadi gitu. ... Yaudah gapapa, itung-itung tanda terimakasih kita juga kan...” Balas Monic. “Iyaa, emang niatku juga begitu yang...” ---------- ---------- ---------- Siang harinya, kami pun sudah tiba di tempat travel keberangkatan kami tepat pukul 13:00 menggunakan taksi online. Cuaca di siang hari ini memang sangat panas, aku memakai celana jeans pendek dan kaos biasa supaya tidak terlalu kegerahan nanti, sedangkan Monic? Dia aneh sendiri. Istriku ini menggunakan kemeja ketat berwarna putih dan juga celana jeans panjang yang terlihat cukup modis. “Kamu ga kepanasan yang pake gituan?” Tanya ku kepada Istriku. “Ya agak panas Mas, tapi Cuma aku suka pakaian ini makanya aku pilih aja yang ini. Jelasnya. Aku sendiri sebenarnya merasa agak risih dengan pakaiannya kali ini. Bagaimana tidak, Monic memiliki buah dada berukuran 36C yang terbilang besarnya “Pas di Tangan” alias ideal. Ia juga memiliki perut yang rata dan kencang karena rajin berolahraga di hari libur, belum lagi bokongnya bahenol berisi juga tercetak jelas lekukannya dibalik Jeans ketat miliknya. Apalagi kali ini ada Radit yang ikut dengan kami, jadi ya alangkah baiknya mencegah sesuatu yang tidak-tidak. “Mas Radit mau ke Semarang untuk liburan juga?” Tanya Istriku dengan ramah kepada Radit. Sebenarnya mereka sudah pernah bertemu beberapa kali di rumahku karena aku memang dekat dengan Radit, apalagi rumah temanku itu jauhnya hanya di seberang blok dari rumahku, jadi tentu tidak jauh. “Iya mbak, saya kesana mau ketemu dan ngumpul bareng dengan teman teman lama saya waktu disana, hehehe.” Balasnya kepada Istriku. Istriku hanya mengangguk mendengar penjelasan Radit, tapi yang aku perhatikan, ia nampak sedikit terpana melihat Radit yang berpakaian kemeja hitam dengan celana jeans hitam panjangnya. Apakah dia betul terpana melihat sosok temanku yang tampan itu? Tapi bagaimanapun harus diakui kalau Radit memang tampan dan menarik untuk para kaum hawa. *BERSAMBUNG** POV Monica *“Mas… Tunggu Dulu!” Ucapku berniat menghentikan langkahnya.Mendengar hal tersebut, ia pun menoleh kebelakang kearahku dengan memasang wajah kebingungan.“Hah? Kenapa mbak?” Tanya nya kepadaku.Aku pun berjalan mendekatinya sambil membawa ponsel pintar di genggamanku.“Ini, aku tadi siang nge-follow akun mas dan aku nge-DM buat minta follback, akunnya yang ini kan yah?” Tanyaku sembari menunjukkan isi layar ponselku.Mas Radit pun menoleh dan memperhatikan isi layar tersebut untuk melihatnya secara rinci.“Oh hiya, ini akunku mbak. Emangnya tadi siang mbak nge follow sama nge DM aku?” Tanyanya balik.“Iya, tapi kan sama mas nya belom dibuka-buka DM nya.”“Ohh gitu, aku tadi siang soalnya lagi sibuk chattingan dengan klien juga, jadinya ga sempet liat Instagram lama-lama, hehe.”“Yaudah, nih aku follback akunnya mbak Monic… Done ya.” Ujarnya sambil mengeluarkan ponsel miliknya dan menunjukkan isi layarnya kepadaku untuk meyakinkan bahwa dia sudah mem-follback akun instag
* POV Monica *“Mas Radit?” Tanyaku dengan keterkejutan.Bagaimana tidak terkejut, yang sekarang berdiri di hadapanku harusnya adalah Mas Hendri suamiku, tetapi pada kenyataannya yang datang adalah Mas Radit yang merupakan teman sekantornya. Aku pun menoleh ke sekitar rumahku untuk memastikan bahwa suamiku ikut pulang bersamanya dan berpikir kalau hari ini mereka akan mengerjakan proyek bersama lagi seperti pada malam hari itu, namun aku tetap tidak menemukan keberadaan suamiku dan hanya Mas Radit seorang saja.“Ehh…. Kok mas Radit dateng kesini? Ada apa yah?” Aku mencoba bertanya dengan nada yang tenang padahal jantungku berdebar cukup kencang.“Iya mbak, maaf ngeganggu. Aku kesini mau ngambil kalkulatorku yang ketinggalan waktu kerja bareng maa Hendri beberapa hari yang lalu.” Ucapnya menjelaskan.“Kalkulator?” Tanyaku kepadanya.Aku pun teringat dengan sebuah kalkulator yang waktu itu berada di atas meja kerja mas Hendri dan benda tersebut berwarna putih, aku sempat mengira kalau i
* POV Monica *“Duh numpuk lagi cuciannya…” Gerutuku sambil memperhatikan gundukan pakaian kotor yang ada di hadapanku yang berada di sebuah keranjang disamping mesin cuci.Meskipun aku biasanya me-laundry pakaian-pakaian kotor suamiku dan juga milikku, tapi ini tetap saja ada rasa tidak nyaman saat melihatnya bertumpuk cukup banyak di hadapanku. Tanpa banyak berpikir lagi, aku pun menyiapkan semacam tas untuk mengumpulkan pakaian-pakaian kotor tersebut ke tempat laundry langgananku. Karena sekarang masih sangat siang dan mereka biasanya tutup pada sore hari, aku masih memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugas yang lain.Pakaian demi pakaian aku masukan kedalam tas tersebut, sampai akhirnya aku tersenyum sendiri melihat sebuah celana dalam milikku, atau mungkin lebih tepatnya G-String. Celana Dalam G-String berwarna hitam ini merupakan salah satu pakaian yang sangat disukai oleh mas Hendri. Bagaimana tifdak? Bentuknya yang kecil dengan kain penutup yang kecil dan tipis membuat bag
* POV Monica *2 jam telah berlalu dan acara yang kutonton sebelumnya sudah 2x berganti acara, kini jam dinding rumahku menunjukkan pukul 12 siang. Karena sudah bosan menonton televisi, aku pun kembali mengecek ponselp pintarku yang kuletakkan diatas meja ruang tamu tepat didepanku. Yah… sama seperti sebelumnya, di home screen aku mengecek notifikasi dan yang kutemukan hanyalah notifikasi grup chat di WhatsAppku dan beberapa penawaran dari E-Commerce yang kulihat sampai 3x kuterima notifikasi tersebut di layar ponselku. Memang notifikasi dari E-Commerce ini terkadang cukup mengganggu, tapi yang namanya wanita tentu aku kerap kali tergoda jika melihat barang bagus yang sedang memberikan promo yang menarik, tapi tentu tidak semuanya kubeli karena aku juga tidak ingin barang-barang tersebut menumpuk tidak terpakai yang malah memakan banyak tempat.Setelah mengecek semua notifikasi tersebut, aku pun membuka aplikasi Instagram milikku yang kali ini menyuguhkan sebuah pemandangan yang meman






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.