Home / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / Bab 52. Memandikan Menantu

Share

Bab 52. Memandikan Menantu

Author: Cececans
last update Last Updated: 2026-01-05 20:45:51

Setelah menghabiskan dua kotak kue coklat, Aina duduk di pinggir tempat tidur dengan posisi membelakangi Raja.

Dia membiarkan ayah mertuanya itu melepaskan pakaiannya satu per satu.

"Mama, sudah tidur ya, Pa?" tanya Aina saat Raja hendak melepaskan tali branya.

"Tidak tahu. Dia masih mengunci diri di kamar. Tidak mau keluar," jawab Raja terdengar tak acuh, sampai Aina spontan menoleh untuk menatapnya.

Raja membalas tatapan Aina sambil menarik tali bra Aina hingga terlepas. "Kenapa? Kamu masih takut dia mencelakaimu lagi karena tahu saya ada di kamar kamu?"

Aina segera mengembalikan pandangan ke depan, dan bergeleng pelan. "Bukan apa-apa, Pa."

Jantungnya berdegup kencang karena melihat mata hazel Raja yang menatap fokus ke arah tubuhnya tadi.

"Tidak perlu memikirkannya, Aina. Tari tidak akan berani menyentuhmu selagi ada saya," tukas Raja bergerak ke depan Aina.

Aina tercekat ketika tangan Raja sudah berada di pinggangnya, hendak menarik turun celana yang dia pakai.

"Pa, aku bisa melep
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 64. Manja Seperti Bayi

    "Bantu saya minum obat dengan mulutmu, Aina!" tukas Raja mengangsurkan strip obatnya ke depan Aina.Sekali lagi Aina dikejutkan dengan sikap Raja.Ayah mertuanya itu menyuruhnya meminumkan obat dengan mulutnya. Bagaimana bisa?"Papa, aku tidak tahu caranya bagaimana," balas Aina membuat Raja menghembuskan napas kasar."Saya akan ajari kamu, Aina," balas Raja yang memberikan segelas air putih pada Aina."Pertama-tama kamu minum air putih ini tapi jangan kamu telan. Pertahankan dalam mulutmu," tambah Raja.Aina mengangguk mengerti. Dia melakukan persis seperti perkataan Raja. "Setelahnya ambil satu tablet obat, lalu masukkan juga ke dalam mulut kamu," ucap Raja meletakkan satu tablet obatnya ke atas telapak tangan Aina.Menantunya itu dengan patuh melahap obat itu."Lalu yang terakhir ...." Raja menggeser posisinya mendekat pada Aina. "Buka mulut kamu perlahan."Aina pelan-pelan membuka mulutnya sesuai titah Raja.Dan ketika mulut Aina sudah terbuka separuh, Raja dengan sigap menyambar

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 63. Raja Manja

    "Ahh .... Papa." Aina tidak tahu sudah berapa kali Raja menyemburkan cairan kenikmatannya di dalam rahim Aina.Ayah mertuanya itu terus menggenjot Aina tanpa ampun. Dan tanpa istirahat.Sampai Aina merasa kelelahan."Pa, berhenti dulu. Aku udah capek," ucap Aina pada Raja yang masih semangat menggenjotnya di atas meja makan.Kini Aina duduk di atas meja makan, sementara Raja berdiri di depannya dengan kejantanan pria itu masih ada di dalam kewanitaan Aina.Raja tidak membalas ucapan Aina sama sekali. Dia masih belum ingin berhenti.Bahkan tujuh kali ronde belum membuat Raja puas."Papa, aku capek," ucap Aina lagi setelah tak mendapatkan respon dari ayah mertuanya itu."Sebentar, Aina. Tunggu saya keluar sekali lagi," tukas Raja mencengkeram pinggul Aina erat yang kemudian dia gerakkan naik turun menyesuaikan ritme hunjamannya.Desahan keras keluar dari bibir Raja saat dia mencapai klimaksnya. Sementara, Aina melentingkan tubuhnya ke belakang. Aina memang sudah lelah sekali. Tapi, di

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 62. Lima Ronde Pagi Ini

    Raja sengaja memberikan tiket liburan ke Singapura pada Tari, Ilham, dan Della agar dirinya bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Aina saja di rumah.Dia juga berbohong pada Tari kalau dia sangat sibuk di perusahaan karena harus mengurus proyek baru.Padahal nyatanya belum ada proyek baru di Wisnu Group.Semua itu Raja lakukan supaya dirinya bisa memulihkan lukanya tanpa adanya drama dari Tari, Ilham, dan Della yang baginya memuakkan.Hanya bersama Aina, Raja merasa hari-harinya menjadi lebih menarik."Dodik, belikan pizza dan coca-cola sekarang. Bawa semua itu ke apartemen saya," tukas Raja pada Dodik di telepon.Malam ini Raja tidur di apartemennya. Hingga besok pagi.Setelah Dodik mengantarkan Tari, Ilham, serta Della ke bandara besoknya. Barulah Raja akan pulang ke rumah."Baik, Pak Raja," jawab Dodik yang sambungan teleponnya langsung ditutup Raja secara sepihak.Selepas meletakkan ponselnya ke meja, Raja menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sambil menghela napas berat.Di

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 61. Luka Tusukan

    "Bagaimana keadaan Pak Raja, Aina?" tanya Dodik pada Aina begitu dia sampai di depan UGD di mana Raja masih ditangani.Aina duduk dengan wajah tertunduk di kursi tunggu sendirian. Terlihat beberapa air matanya menetes mengenai tangannya yang terjalin di atas pangkuan.Aina mengangkat kepala pelan untuk menatap Dodik. Lalu dia hanya bergeleng samar menjawab pertanyaan sekretaris ayah mertuanya itu.Melihat raut wajah sedih Aina, Dodik jadi bisa mengambil sebuah kesimpulan. Kalau keadaan Raja tidak baik-baik saja. Atau bisa dikatakan buruk."Bagaimana bisa Pak Raja terluka, Aina?" tanya Dodik turut duduk di samping Aina.Dia tidak bisa menahan diri untuk tak bertanya soal kecelakaan tadi, meski Aina masih tampak shock.Aina mengusap air mata di pipinya, kemudian mulai menceritakan semuanya pada Dodik. Tanpa ada yang terlewat sedikit pun."Apa? Lalu orang itu pergi begitu saja?" teriak Dodik tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.Lalu, dia memelankan suaranya karena sekarang dia berad

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 60. Raja Berdarah

    "Mas, kok cepet banget? Tidak jadi tidur di kamarnya Aina?" tanya Della begitu melihat Ilham kembali ke kamar mereka dengan wajah berang."Tidak. Dia lagi haid. Percuma Mas tidur di sana kalau dia tidak bisa muasin Mas," balas Ilham duduk di kasur dengan kasar. Terdengar hembusan napas gusar yang keluar dari hidung Ilham. Tanda pria itu benar-benar kesal karena Aina.Della mengulas senyumnya, merasa ini kesempatan bagus untuk mempengaruhi Ilham agar semakin membenci Aina. Agar pria itu tidak lagi perhatian pada Aina."Mas ...." Della menaruh kepalanya ke bahu Ilham, lalu membelai dada suaminya itu yang sedikit tersingkap karena kancing atas kemejanya terlepas."Mas, aku bakal muasin Mas malam ini," bisik Della setengah mendesah, membuat gairah Ilham yang tadi padam karena Aina kini bergelora kembali.Ilham dengan sigap menidurkan Della ke kasur. Ditatapnya wajah istri keduanya itu dengan mesum."Memang cuma kamu yang bisa ngertiin Mas, Della," ucap Ilham yang dibalas Della dengan seu

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 59. Diincar Musuh

    "Mas Ilham ...." Suara Aina tercekat di tenggorokan begitu melihat wajah Ilham muncul dari balik pintu kamarnya yang dia buka lebar.Awalnya Aina kira yang datang Raja. Tapi, ternyata malah Ilham."Kenapa Mas Ilham ke sini?" tanya Aina begitu menemukan suaranya kembali.Aina tampak tidak senang dengan kedatangan Ilham. Tapi, pria itu tetap santai saja. Ilham berpikir jika Aina sengaja memasang wajah seperti itu agar dia mau lebih memperhatikan Aina.Pasti istrinya itu ingin Ilham belai. Pikir Ilham menahan senyumnya."Emangnya aku tidak boleh ke kamar kamu?" balas Ilham bertanya balik sambil memperbaiki letak kaca matanya. "Kamu kan istriku jadi aku bisa bebas pergi ke kamar kamu sesuka aku."Tanpa permisi, Ilham masuk ke dalam kamar Aina. Dilihatnya sekeliling, lalu dia menghempaskan tubuhnya di pinggir tempat tidur Aina pelan."Aku baru sadar kalau ini pertama kalinya aku masuk ke kamar kamu. Ternyata luas juga," tukas Ilham mengalihkan pandangannya pada Aina yang masih berdiri di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status