Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / S2: Bab 7. Gadis Kecil yang Nakal

Share

S2: Bab 7. Gadis Kecil yang Nakal

Penulis: Cececans
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-20 03:40:37

"Mati aku!"

Begitu membaca pesan dari Agustine, Laura buru-buru naik taksi pulang ke rumah.

Jangan sampai Satria lebih dulu sampai di rumahnya daripada Laura. Sehingga membuat Aina merasa curiga.

Bisa-bisa Raja, ayahnya mencari tahu jadwal kuliah Laura.

Dan membuat Laura ketahuan jika dirinya sering sekali bolos kuliah, karena Laura menghabiskan waktunya untuk melamar pekerjaan di perusahaan Dirgantara Group, perusahaan musuh ayahnya itu.

"Syukurlah," desis Laura saat tidak mendapati mobil Sat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 22. Gara-gara Satria

    Satria tak membuang waktu.Dia cepat-cepat mengambil ponselnya dan mengarahkan benda persegi panjang tersebut pada Laura yang tengah berada di kantor Dirgantara Group.Satria sampai harus memperbesar gambarnya hingga menangkap profil perempuan cantik itu dari sisi samping, tampak begitu anggun sekaligus mencurigakan bagi seseorang yang seharusnya sedang "kuliah".Satria tersenyum puas usai memeriksa hasil-hasil fotonya yang sudah seperti wartawan profesional dengan jam terbang tinggi.Kamera canggihnya berhasil menangkap detail wajah Laura yang tampak gelisah, namun tetap mempesona di balik balutan pakaian kantor yang modis.“Kena kamu, Laura!” ucapnya sembari tersenyum miring.Obsesinya pada Laura kini bercampur dengan rasa ingin berkuasa.Jika dia bisa menjatuhkan Laura di depan ayahnya, maka posisi Satria sebagai "penyelamat" atau calon menantu penurut akan semakin kokoh.Satria kemudian buru-buru mencari salah satu nama dari kontaknya, dan mengirimkan hasil jepretannya.Jemarinya

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 21. Membeli Jalang Kecil

    “Itu dia orangnya ….”“Iya, yang fotonya di gym itu!”“Tampang polos tapi aslinya gatel, idih!”Baru mendaratkan kaki di kantor Dirgantara Group, tengkuk Laura sudah meriap akibat sejumlah bisikan serta tatapan-tatapan tajam yang ada di sekitarnya.Bisikan-bisikan itu sejujurnya cukup menyayat telinga Laura.Dia sedikit panik karena tidak mengerti apa-apa.Kenapa semua orang menatapnya dengan pandangan menghina?Padahal, seingatnya, dia tidak sedang salah kostum atau memakai lipstik yang terlalu menor.Laura lalu memeriksa penampilannya sekali lagi lewat pantulan kaca di lobi.Tidak ada yang salah. Blouse putihnya rapi, berbahan sutra mahal—meski mereka pikir itu barang pasar malam—dan potongannya lumayan tertutup.Hanya rok span hitamnya yang memang berada di atas lutut, memamerkan kaki jenjangnya yang mulus hasil perawatan laser jutaan rupiah.Namun, bukankah itu sudah standar dan biasa di Jakarta?Toh masih ada banyak wanita di gedung ini yang mengenakannya, bahkan diantaranya lebi

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 20. Skandal dari Grup Gosip

    ‘Gantengnya ….’Setelah sebelumnya berhasil mencuri-curi pandang ke arah Adelio, kini Laura kian terpukau oleh daya pikat pimpinannya itu.Semakin lama dia menghabiskan waktu di tempat ini, Laura merasa Adelio semakin tampan.Entah karena pengaruh hormon remaja atau memang pria di depannya ini adalah definisi nyata dari hot daddy yang sering dibicarakan di novel-novel dewasa, Laura benar-benar sulit berpaling.Apalagi cahaya matahari yang menembus kaca besar di belakang Adelio berhasil mempertegas segala kelebihan yang tercetak pada wajah dan tubuhnya.Sinar pagi itu seolah-olah menjadi lampu spotlight pribadi bagi sang CEO.Bagaimana hidungnya mancung, rahang tegas, peletakan muka yang serba simetris nan tajam. Pun badannya yang atletis di balik balutan kemeja cokelat yang tengah pria itu kenakan.Kemeja itu tampak pas, membalut otot-otot dada yang bidang, membuat Laura berimajinasi liar tentang seberapa keras tekstur di balik kain mahal tersebut, yang pernah dia rasakan suatu malam.

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 19. Si Pria Mesum

    “Woaaah! Ke mana saja kamu selama ini, Sayangku?!”Pagi ini Laura nyaris melonjak histeris karena saat dia tengah bosan, tangannya menemukan setelan blouse dan rok span yang telah lama tidak dia pakai.Tentu saja barang itu masih terlihat sangat bagus dan mahal sebab dia jarang mengenakannya.Laura membentangkan blouse sabrina berpotongan leher rendah tersebut sebelum akhirnya menempel lekat di tubuhnya.Dia berputar sebentar di depan cermin, tampak kagum sendiri. Dan hal itu cukup sukses menjadi alat pacu semangatnya untuk memulai hari.Blouse itu berhasil mencetak lekuk indah badannya, pun mengekspos belahan dada yang menggantung menggoda.Pria mana pun pasti tak dapat menahan air liur jika melihatnya sekarang."Oke, Laura. Misi mencairkan gunung es dimulai sekarang," gumamnya pada bayangan di cermin sambil mengedipkan sebelah mata.Seperti sebelumnya, Laura tiba di kantor lebih awal demi menghindari keterlambatan sekaligus hukuman dari Adelio.Sebenarnya, Laura telah memutuskan unt

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 18. Alat Pijat Ajaib

    Pagi yang seharusnya cerah ini jadi sangat mengusik ketenangan Laura dengan kemunculan Satria di kediamannya.Waktu itu, Laura sedang berada di kamar sambil menikmati bagaimana langit pagi menjadi sorot menyenangkan sebab sejak kemarin dia masih menyimpan Adelio di dalam pikirannya.Dan, bagaimanapun, degup jantung yang ganjil itu sering timbul-tenggelam setiap dia mengingat kejadian saat Adelio memeluk pinggangnya dan mereka berhadapan begitu dekat.Sementara, tanpa sepengetahuannya, kali ini Satria sengaja pergi ke rumah Laura demi menangkap perempuan itu berenang lagi demi mendapat bahan baru untuk memuaskan imajinasi hasrat terpendamnya.Laura berdecih saat dia mendengar suara Satria yang menurutnya dibuat-buat semakin sopan di hadapan Aina di bawah sana, lalu terdapat sepasang langkah kaki yang kian mendekat.Laura buru-buru keluar sebelum pria membosankan itu berhasil menjamah kamarnya."Kamu kenapa ke sini lagi, sih?!"Satria terpaksa menghentikan langkah, lantas mengusung sebu

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 17. Mimpi Buruk

    Laura merasa hari ini Adelio lebih uring-uringan dari biasanya. Semuanya jadi serba salah. Sepertinya itu karena tuduhannya yang mengatakan kalau Adelio mesum, atasannya itu jadi balas dendam menyuruhnya mengerjakan ini itu. Mulai dari menyusun arsip fisik yang sudah berdebu di gudang bawah, hingga memverifikasi ratusan data input yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh staf administrasi biasa. Adelio benar-benar ingin menguras energinya sampai habis.Meski lelah, tapi Laura tidak sekesal kemarin. Hari ini dia puas karena dia telah menggoda Adelio memakai branya. Ternyata bra kesayangannya itu jatuh saat dia buru-buru pulang untuk mengejar jam kuliahnya kemarin. Kejadian itu bermula ketika dia mengganti pakaian di kamar mandi setelah insiden dirinya diguyur cairan pengepel lantai oleh Sinta dan antek-anteknya.Karena panik dan terburu-buru, benda pribadi berwarna merah itu terselip di balik tumpukan buku dan tertinggal.Laura menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ada rasa malu yang me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status