Inicio / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 125 Darius yang Gila

Compartir

Bab 125 Darius yang Gila

Autor: Tusya Ryma
last update Última actualización: 2026-02-02 15:49:36

Ini adalah sesuatu hal yang sudah lama tidak dia rasakan lagi setelah meninggalnya wanita pujaannya—Lisa. Darius kembali berfantasi dan mengenang hal indah itu setelah sekian tahun berlalu. Walau wanita di bawahnya itu terus menolak dan membantah, tapi Darius masih terus melakukannya.

Hingga akhirnya, Darius sudah mencapai puncaknya dan melepaskan Sely. Ia menciumi wanita itu dengan penuh rasa cinta.

"Semoga, dengan hal ini dan hal-hal yang sering kita lakukan dulu, ingatanmu segera kembali,"
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 154 Berubah

    "Apa kau menyesal?" Danendra mengulangi ucapannya. Ia menoleh ke samping, melihat Marissa yang sedang melamun. Entah wanita itu kecewa karena dirinya sekarang tidak lagi menjabat sebagai wakil presdir di perusahaan KJK Grup, ataukah kecewa karena hal lain. Yang jelas, ekspresi wajah itu ia bisa membacanya. Danendra pun menarik napas kasar, menatap lurus ke arah jalan sambil bersandar dan mengendarai mobilnya. "Ya! Aku mengerti kalau kau kecewa! Semua wanita pasti sama, akan kecewa kalau suaminya pengangguran! Tapi tengah saja, aku tidak membuat kalian sengsara!" Kalian yang dia ucapkan itu untuk Marissa dan Mario. Danendra akan merawat anak itu sesuai keinginan istrinya. Setelah itu, suasana di dalam mobil menjadi hening selama beberapa saat. Lalu terdengar suara anak kecil dari belakang yang mulai menghangatkan suasana lagi. "Mama! Bagaimana denganku? Kapan aku masuk sekolah lagi? Semenjak aku pergi, aku tidak pernah sekolah! Malah guru yang datang ke rumah dan mengajarik

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 153 Sentuhan

    "Apa? Diculik? Apa kau anak kecil, bisa diculik dan dimintai tebusan? Jangan mengada-ngada, itu sama sekali tidak masuk akal! Siapa juga yang mau menculik orang dewasa sepertimu?" Danendra tidak percaya dengan penjelasan Marissa. Mungkin saja istrinya mengarang cerita agar perselingkuhan mereka tidak diketahui olehnya. "Tidak! Itu memang benar! Aku tidak mengada-ngada!" "Sudahlah! Katakan dengan jujur! Kau dan pria itu ada hubungan, kan? Kalau berkata jujur, aku akan memaafkanmu!" Sebenarnya Danendra sangat membenci hal itu. Penghianatan yang dulu dia terima dari wanita yang dinikahinya, membuat Danendra terpuruk dan bahkan trauma. Ia tidak mau hal itu terulang lagi, apalagi Marissa adalah wanita yang dicintainya. Itu akan sangat menyakitkan dari sebelumnya. "Sungguh! Aku sama sekali tidak berbohong! Kemarin aku memang diculik dan dibawa ke suatu tempat yang sepi! Untung saja aku segera menghubungi Zain dan meminta bantuannya! Kalau tidak, mungkin saat ini aku tidak ada di r

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 152 Apa Kau Sengaja?

    Di dalam rumah yang tata letaknya sama dengan rumah Marissa, wanita itu berjalan masuk ke dapur lalu mencari makanannya sendiri. Ada begitu banyak makanan cepat saji di dapur milik Zain, beberapa mie dan sayuran, juga ada kompor dan panci juga. Terlihat bahwa pria itu sering memasak makanannya di dapur. Marissa pun mengerutkan kening. Ia menatap pria yang berdiri di dalam rumah sambil memeluk piring itu dengan tajam. Marissa tidak mengerti, mengapa setiap hari pria itu selalu meminta air panas pada Marissa? Padahal di rumahnya ada alat masak. Zain bisa menghangatkan airnya di kompol menggunakan panci, tidak perlu lagi meminta air panas pada orang lain. "Apa kau sengaja?" Tiba-tiba Marissa bertanya seperti itu pada Zain. Ia masih menatap pria itu dengan tajam. Terlihat Zain mendekat. Ia menyimpan piringnya di rak, lalu menghampiri Marissa. Zain bertanya dengan heran, "Sengaja apa?" Apa sengaja membiarkan dapurnya berantakan? "Ini ... nanti aku bereskan!" ucapnya sambil

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 151 Kepulangan Anak dan Suami

    "Mama!" Mario berteriak saat melihat Marissa. Ia memeluk kaki ibunya dan terus memanggil. "Mama!" Marissa terdiam. Putra yang selama ini dia rindukan, sekarang benar-benar ada di depan matanya, dan bahkan memeluk kedua kakinya dengan erat. Marissa tidak bisa berkata apapun. Ia terpaku, rasanya dunia berhenti saat itu juga. "Sayang! Kau baik-baik saja, kan?" Danendra yang ada di belakang anak itu bertanya dengan pelan. Danendra sudah sangat lelah karena dua hari ini tidak tidur. Ia melihat wanita itu berdiri bengong tanpa bergerak. Marissa benar-benar tidak menyangka dengan kejutan ini. Bukan hanya suaminya saja yang sudah kembali dan berdiri di hadapannya, tapi juga anak yang beberapa waktu lalu berpisah dengannya itu, kini sudah ada di depannya. Bahkan anak itu terus memeluk Marissa dengan erat. "Sayang! Apa kau tidak senang kami kembali?" Danendra berkata lagi karena Marissa masih terdiam dan melamun. Ia pun mendekat. Danendra tidak bisa terus seperti ini. Sudah b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 150 Aku baik-baik saja

    Setelah Marissa naik ke atas motor tinggi dan besar itu, bukannya membelokan motornya dan pergi dari sana, Zain malah berjalan lurus menuju rumah tua itu. Ia menghiraukan teriakan Marissa dari belakang. Dia terus saja berjalan. "Zain! Apa yang kau lakukan? Kenapa membawaku ke rumah tua itu lagi? Apa kau ...." Marissa tidak mampu mengatakan apa yang dirinya pikirkan. Bukannya membawa Marissa pulang, Zain malah membawa Marissa ke tempat itu lagi. "Za-Zain! Apa kau komplotan mereka juga?" Ternyata, selama ini Marissa berteman dengan seorang penjahat. Daripada mengikuti Zain ke rumah tua itu lagi, lebih baik kalau Marissa terluka karena loncat dari motor itu. Niat Marissa pun sudah bulat. Ia akan loncat dari motor Zain dan melarikan diri lagi. Saat ada gerakan dari orang yang duduk di belakangnya, Zain pun mulai tersadar. Ada sesuatu yang aneh dari wanita di belakangnya. "Apa yang kau lakukan? Diamlah! Kita bisa celaka kalau terus bergoyang seperti itu!" ucap Zain seteng

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya. 'Besok pagi, orang-orang itu akan membawa Marissa pergi!' Zain harus segera menjemput Marissa sebelum mereka meninggalkan lokasi itu. *** Pukul 02.00, Marissa yang sedari tadi tidak bisa tidur, kini berdiri di depan pintu lalu menajamkan pendengarannya. Ia menempelkan telinga di pintu dan menutup kedua mata agar bisa lebih konsentrasi mendengar pergerakan dari luar. Namun, setelah didengarkan, tidak ada pergerakan apapun di sana. Sepertinya mereka sudah tidur. Setelah beberapa menit membungkuk dengan posisi seperti itu, akhirnya Marissa menarik tubuhnya kembali d

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status