Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 125 Darius yang Gila

Share

Bab 125 Darius yang Gila

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-02 15:49:36

Ini adalah sesuatu hal yang sudah lama tidak dia rasakan lagi setelah meninggalnya wanita pujaannya—Lisa. Darius kembali berfantasi dan mengenang hal indah itu setelah sekian tahun berlalu. Walau wanita di bawahnya itu terus menolak dan membantah, tapi Darius masih terus melakukannya.

Hingga akhirnya, Darius sudah mencapai puncaknya dan melepaskan Sely. Ia menciumi wanita itu dengan penuh rasa cinta.

"Semoga, dengan hal ini dan hal-hal yang sering kita lakukan dulu, ingatanmu segera kembali,"
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 343 Hanya Demam

    "Ma, aku benar-benar tidak mengerti. Ada ya, nenek yang ingin memisahkan cucu dari orang tua kandungnya! Harusnya Mama itu bahagia, Izela dan Michael bisa dirawat oleh kami! Mereka bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tua yang tidak semua anak mendapatkannya!" ucap Danendra dengan pelan. Ia tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar ibunya mengerti. Yang anak-anak butuhkan itu punya keluarga lengkap—seperti ayah dan ibu, bukan punya nenek dan kakek yang lengkap. "Tentu saja ada! Yaitu, Mama!" jawab Ambar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Setelah itu, Ambar melewati Danendra. Ia berjalan menaiki anak tangga, lalu pergi ke kamar Michael yang ada di pantai dua. Di kamar tidur yang sangat bagus dan luas khas anak laki-laki, Ambar masuk dan menghampiri anak kecil yang sedang tertidur. Ambar pun duduk di samping Michael. "Adik, apa kau masih tidur?" tanya Ambar dengan pelan. Ia memanggil Michael dengan panggilan barunya yang baru dia pakai saat anak itu sudah bersamanya.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 342 Memisahkan Anak

    Di jam istirahat, Marissa benar-benar dipanggil oleh Jimy. Ia disuruh istirahat di kamar tidur yang ada di ruang kerja Danendra. "Tidak apa-apa, tidurlah! Danen memintaku untuk menyuruhmu tidur! Kalau tidak, bisa-bisa aku dipecat!" paksa Jimy sambil menunjuk kamar tidur yang pintunya sudah terbuka. Bahkan, tempat tidurnya juga sudah bersih dan wangi. Namun Marissa masih menolak. "Ah, tidak, terima kasih! Sekarang aku sudah tidak ngantuk lagi! Kalau lapar, iya!" balas Marissa yang sudah bersiap keluar dari ruang kerja Danendra. Dikira Marissa dipanggil karena ada hal penting yang menyangkut masalah pekerjaan, tahunya malah diajak ke ruangan Danendra, lalu disuruh tidur. 'Aku ini datang ke kantor untuk bekerja, bukan untuk tidur!' "Tidak apa-apa! Tidur dulu saja! Setelah bangun nanti kau bisa langsung makan!" balas Jimy yang langsung mencegah Marissa untuk pergi. Jimy akan melakukan apapun agar wanita di depannya ini bisa istirahat sesuai dengan perintah dari teman baik

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 341 Karyawan yang Dipecat

    Mendengar cerita Marissa, Zain pun akhirnya percaya. Ia percaya kalau Marissa melakukan semua itu demi putranya. *** Pukul enam sore, Marissa keluar dari tempat Zain. Ia akan pulang ke tempat tinggalnya—tempat tinggal baru—yang ada di kawasan elit di pusat kota. Saay Marissa membuka pintu keluar, tiba-tiba ia melihat Luna yang baru datang dan baru akan masuk ke tempat tinggalnya yang tepat berada di depan pintu milik Zain. "Eh, Marissa? Se-sedang apa kau di sini?" tanya Luna sambil menghentikan langkah kakinya yang akan masuk ke dalam. "Aku habis menjenguk teman!" balas Marissa dengan singkat. Setelah itu, ia pun berpamitan. "Permisi!" Tanpa membuang waktunya lagi, Marissa segera pergi. Ia bergegas masuk ke dalam lift, lalu turun ke bawah. Melihatnya pergi, Luna masih terdiam. Ia melihat koridor yang kosong, lalu melihat pintu milik Zain yang ada di depannya. Ia sangat penasaran, apa yang dilakukan oleh Marissa di unit depan? *** Di malam hari, Marissa benar-benar ti

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 340 Mertua yang Baik

    Melihat Marissa ada di tempat putranya, Sinta pun sangat senang. Ia segera menghampirinya. "Bagaimana kabarnya Tante?" tanya Marissa sambil bersalaman. Marissa berhutang banyak pada Sinta. Wanita berusia lebih dari 50 tahun itu sudah menolongnya dengan memberikan guci mahal yang dia beli dari luar negeri. Marissa pun tidak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikan Sinta. "Baik! Tante baik! Kalau kau, bagaimana? Kenapa sekarang kau terlihat lebih kurus?" tanya Sinta sambil memegang kedua bahu Marissa. Ia melihat Marissa dari atas hingga ke bawah, memperhatikan tubuh ramping Marissa yang memang lebih kurus dari sebelumnya. "Kau capek ya, mengurus Zain?" tanya Sinta sambil tersenyum. Ia pun mengajak Marissa untuk duduk. "Ah, tidak! Sama sekali tidak capek!" "Ke depannya, kalau Zain menyakitimu, bilang saja sama Tante, biar nanti Tante yang memberinya pelajaran!" ucap Sinta yang terlihat seperti mertua yang sangat menyayangi menantunya. Dan, itu membuat Marissa tidak en

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 339 Nyonya Danendra

    Di jam makan siang seperti ini, ada banyak karyawan yang hilir mudik di lantai bawah. Marissa pun terus menunduk sambil mengikuti Danendra dari belakang. Ia takut ada orang lain yang mengenalinya karena dirinya mantan karyawan di perusahaan itu. "Ayo!" ajak Danendra sambil meraih tangan Marissa. Ia memegang dan menuntunnya sambil berjalan menuju lift. Tindakannya itu membuat orang di sekitarnya penasaran. Karena bos mereka berjalan sambil memegang tangan seorang wanita, para karyawan pun melihat dan memperhatikan wanita yang bersama bosnya. "Eh, bukankah itu Marissa, ya?" "Oh, iya, benar! Dia kan, si janda itu!" "Ternyata, dia bersama Pak Danen!" "Sudah lebih dari lima tahun, aku kira dia ke mana. Tahunya masih ada di kota ini!" "Namanya juga janda! Seleranya pria-pria kaya! Haha!" Cibiran demi cibiran terus saja terdengar. Marissa pun semakin menunduk, tidak ingin orang lain semakin memperhatikannya. DING! Pintu lift pun terbuka. Marissa bergegas masuk dan berdi

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 338 Pengalihan Kredit

    Keesokan harinya, jam 9 malam, Fanny, Marissa, Wilyam, dan juga Danendra ada di unit sebelah yang akan menjadi tempat tinggal Marissa dan Fanny. Semua barang pun sudah tersedia di sana, termasuk tempat tidur, lemari, sofa, TV, dan lain sebagainya. "Besok kita akan melakukan transaksi pengalihan kredit apartemenmu pada Luna! Tadi siang Asisten Anas sudah menyiapkan semuanya, dan ... Luna pun sudah setuju," ucap Danendra dengan santai. Dari siang, dia tidak terlihat sibuk dan tidak terlihat melakukan pergerakan apapun. Padahal di belakang, dia sudah menyiapkan kepindahan Marissa sampai sedetail itu. "Danen! Apa ini tidak terlalu mendadak? Kau juga tidak bertanya dulu padaku, aku setuju atau tidak pindah kemari!" Bagi Marissa, ini benar-benar mendadak. Ia belum mempersiapkan apapun untuk kepindahannya ke gedung apartemen yang merupakan hunian terbaik di Kota A. Untuk lingkungannya, Marissa pun belum siap bertetangga dengan orang-orang elit seperti mereka. "Suka ataupun tidak, kau te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 27 Papa Baru

    "Bekerjalah yang baik selagi kau masih sendiri! Nanti setelah menikah dan punya anak, barulah diam di rumah! Biarkan suamimu yang bekerja dan memenuhi semua kebutuhan kalian," ucap Merina dengan tegas. Ia menatap Mario, lalu memalingkan muka. "Pergilah keluar, nikmati masa liburmu hari ini! Janga

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 29 Selama 2 Jam

    "Aku juga belum menyebarkannya pada siapapun!" Jonson mendekat lagi. Dirinya terlihat percaya diri sambil terus menatap Marissa. "Kalau kau mau aku menghapusnya, luangkan waktumu selama dua jam untuk menemaniku makan malam, bagaimana?" ucap Jonson, bernegosiasi pada Marissa. Marissa kembali mun

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 32 Terus Menggodaku

    Danendra tidak menjawab pertanyaan dari pamannya. Ia malah berjalan masuk ke dalam ruangan itu sambil melihat ke arah tubuh polos Jonson yang tidak memakai baju, lalu beralih ke arah wanita yang ada di depannya. Tangan pria tua itu masih memegang tangan kecil Marissa. "Paman, apa yang kau lakuk

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 33 Terkadang Baik Terkadang Jahat

    Di pagi hari, sinar matahari begitu terang masuk ke dalam kamar hotel yang sangat mewah. Di atas tempat tidur yang empuk, seorang wanita berbaring dengan nyaman di bawah selimut yang sangat lembut. Marissa menarik selimutnya ke atas dan mengubur dirinya di bawah selimut itu. Ia menghindari cahaya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status