Share

Bab 154 Berubah

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-15 22:55:42

"Apa kau menyesal?" Danendra mengulangi ucapannya. Ia menoleh ke samping, melihat Marissa yang sedang melamun.

Entah wanita itu kecewa karena dirinya sekarang tidak lagi menjabat sebagai wakil presdir di perusahaan KJK Grup, ataukah kecewa karena hal lain. Yang jelas, ekspresi wajah itu ia bisa membacanya.

Danendra pun menarik napas kasar, menatap lurus ke arah jalan sambil bersandar dan mengendarai mobilnya.

"Ya! Aku mengerti kalau kau kecewa! Semua wanita pasti sama, akan kecewa kalau s
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 305 Sayang!

    Entah apa yang terjadi pada Zain sampai-sampai dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang akhirnya menabrak pembatas jalan. Bukan hanya tubuhnya saja yang terluka, tapi juga kaki. Kaki kanannya mengalami cedera yang cukup serius. Mobilnya pun hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi. "Sabar Tante! Kita doakan saja, Zain segera sadar dan kondisinya membaik!" ucap Marissa sambil mengelus punggung ibunya Zain. Malam ini, Marissa dan Sinta bermalam di rumah sakit untuk menjaga Zain. Mereka hanya berdua karena ayah dan adiknya pulang ke rumah. Di malam hari, Sinta tidur di tempat tidur yang khusus untuk penunggu pasien, sedangkan Marissa tidur di sofa dengan selimut yang dibawa ayahnya Zain dari rumah. Di sofa yang empuk dan nyaman, Marissa berbaring sambil memegang polsenya karena ada pesan singkat dari seseorang. Ia pun memberitahu orang itu bahwa saat ini dirinya tidur di rumah sakit untuk menunggu Zain. ["Apa mau aku jemput?"] tanya Danendra di pesan singkatnya. Ia k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 304 Sikapnya Aneh

    Di dalam mobil, Marissa duduk di depan sambil bertanya, "Kenapa tidak bilang kalau mau menjemput?" "Kalau mau ke sini, mungkin aku akan langsung menghampirimu, tidak perlu kau menungguku sampai empat puluh menit di dalam mobil," ucap Marissa lagi yang tidak tega melihat Zain menunggunya di tempat parkir lebih dari setengah jam. Namun, Zain tidak masalah dengan hal itu. "Tidak apa-apa! Aku bisa duduk dan istirahat dulu sambil menunggumu!" "Lain kali, kau tidak perlu menjemputku! Aku bisa pulang sendiri naik taksi!" ucap Marissa dengan spontan. Pikirnya, seharian ini Zain juga lelah bekerja, tapi pulangnya masih harus menjemput Marissa. Lebih baik Zain pulang dan istirahat di rumah. Namun, rasa tidak enaknya Marissa pada Zain malah membuat pria itu salah paham. Zain menanggapinya dengan sinis, "Kenapa? Apa kau tidak suka dijemput olehku?" Ekspresi wajahnya sudah berubah, tidak lagi sebaik sebelumnya. "Ah... bu-bukan itu maksudku! Bukannya aku tidak suka dijemput olehmu! Tapi, a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 303 Kekasih Bos Besar

    "Eh, kenapa? Apa benar, bos memberi kalian tugas yang berat?" Marissa masih bertanya, namun dengan suara yang sedikit dipelankan. Ia masih penasaran, mengapa hari ini mereka semua nampak berbeda dari biasanya. "Nanti saja setelah jam istirahat aku ceritakan! Sekarang, cepat kembali ke tempat dudukmu," balasnya dengan setengah berbisik. Namun, walaupun begitu, semua orang masih bisa mendengarnya. Hari ini, suasana di tempat kerja benar-benar sangat berbeda. Tidak ada lagi canda tawa dan teriakan, mereka terdiam sambil mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan serius. Di jam istirahat, Ara membawa Marissa ke kantin kantor yang ada di lantai paling bawah. Mereka berdua makan di sana tanpa mengajak teman-temannya yang lain. "Kenapa? Kenapa Jesi dan yang lainnya tidak diajak?" tanya Marissa sambil duduk berdua di salah satu meja. Marissa dan Ara sudah memesan makanan dan minuman. Sekarang tinggal menyantapnya saja. "Marissa, apa kau tahu, semua karyawan di kantor ini sangat iri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 302 Sudah Baikan

    Tidak lama, terdengar suara ribut dari luar, juga teriakan dan candaan dari dua orang anak. Setelah itu, bel berbunyi. "Itu pasti anak-anak!" ucap Danendra sambil bangkit dari duduknya. Ia dan Marissa duduk di ruang keluarga sambil nonton acara di TV setelah makan. Benar saja, saat pintu dibuka, dua bocah yang masih ribut tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. "Ih, ini punyaku! Kau jangan coba-coba untuk memintanya!" teriak Michael pada Drizela. "Tapi itu dari nenekku! Harusnya aku bagi sedikit," balas Drizela yang tidak mau kalah. Michael diberi uang, kenapa dia tidak? Dari belakangnya, Wilyam berjalan mengikuti. "Sudah-sudah! Jangan ribut terus! Kalau Izela mau uang, nanti Paman kasih," ucap Wilyam yang mulai pusing dengan kedua anak kembar itu. "Tidak mau! Aku maunya uang dari Nenek! Bukan dari Paman! Huhhh ...." jawab Drizela sambil melipat kedua tangannya di depan, mulut kecilnya dikerucutkan, menandakan bahwa dia sedang marah. Mereka pun masuk ke ruang keluarga. Melihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 301 Selingkuhan

    Napas keduanya masih tidak beraturan, posisi duduk mereka pun masih sama seperti sebelumnya, Danendra duduk di sofa, dan Marissa duduk di atas pangkuannya. "A-aku juga merindukanmu, Danen!" balas Marissa dengan pelan. Walau waktu sudah berlalu sangat lama, tapi perasaan nyaman ini, Marissa masih merasakannya sama seperti dulu. Ternyata dirinya masih sangat merindukan Danendra. "Apa kau tahu, juniorku mulai berkarat karena terlalu lama terkurung!" Danendra menunjuk sesuatu yang mengeras di bawah perutnya. Marissa yang duduk di atasnya bisa merasakan hal itu. "Tidak bisakah kau menyentuhnya sekali saja?" tanya Danendra dengan suara pelan nan serak. Ia menggenggam tangan Marissa, menuntunnya untuk menyentuh adik kecilnya yang sudah haus akan belaian. Awalnya mereka begitu serius, tapi mendengar ucapan Danendra, keseriusan itu berubah menjadi sedikit humor. "Berkarat? Memangnya ini besi, bisa berkarat?" tanya Marissa sambil benar-benar memegang benda panjang dan keras itu dengan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 300 Terlihat Buruk di Depan Mereka

    "Tapi Zain—" "Sudahlah! Jangan mengatakan hal itu lagi. Mau bagaimanapun, aku tidak akan pernah setuju!" Zain mengatakannya dengan sangat tegas. Zain sudah memberi kebebasan pada Marissa yang sebelumnya tidak dia berikan. Ia menahan semua rasa cemburunya agar Marissa tidak pergi. "Mulai sekarang, aku tidak akan melarangmu menemui putrimu, menemui Danen, bersama dengan mereka, mengajak Michael menemui ayahnya. Aku tidak akan melarang semua itu! Tapi, aku hanya minta satu hal, jangan mengatakan putus lagi dan jangan menyalah gunakan kepercayaanku ini," lanjut Zain dengan pelan agar Marissa bisa mengerti. "Mulai sekarang, kau bebas melakukan apapun! Termasuk berdiskusi membahas masalah anak-anak dengan ayahnya, membahas pekerjaan, kalau ada. Tapi kau harus tahu batasan! Kau milikku, jangan mengkhianatiku dan jangan membuat keluargaku kecewa!" Itulah yang Zain inginkan. Dia tidak ingin putus, tidak ingin pula Marissa menjauh, jadi dia memberikan semua kebebasan itu dengan hati yang b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 84 Drama

    Mereka berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi yang lewat. Dari dalam mobil hitam yang ada di area tersebut, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Tidak lama, Fanny dan Marissa masuk ke dalam taksi, lalu pergi. Seseorang yang ada di dalam mobil itu tidak jadi mengikuti

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 82 Status yang Jelas

    "Apa yang ketiga?" Marissa sangat penasaran. Ia menatap Danendra, menunggu jawaban pria itu dengan hati berdebar. Kalau sampai tidak ada cinta untuknya, Marissa akan segera pergi dari kehidupan Danendra. Namun, jawaban Danendra selajutnya membuat Marissa terpaku. "Yang ketiga, itu karena ... ak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 88 Tidak Nyaman

    Marissa pun bertanya, "Di hidupmu, aku ini siapa?"Tanpa ragu, pria itu menjawab, "Kau adalah wanitaku, juga ibu angkat dari putraku—Diego! Sebagai wanitaku, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu, termasuk kebutuhan ini!"Tiba-tiba Danendra menyentuh bagian sensitif di tubuh Marissa. Tatapannya berub

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 86 Tidak Punya Siapa-Siapa

    Taksi yang dikenal dari oleh Darius sudah berhenti di pinggir jalan, agak jauh Hotel Mois yang tadi Marissa sebutkan. Awalnya, pria itu tidak mendengar. Darius terus melajukan mobilnya. Namun Fanny memaksa Darius untuk segera menepikan mobilnya sesuai dengan permintaan Marissa, barulah Darius ber

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status