Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 126 Datang Lebih Cepat

Share

Bab 126 Datang Lebih Cepat

Penulis: Tusya Ryma
last update Tanggal publikasi: 2026-02-03 07:22:19
Harusnya, setelah Marissa yang menyamar menjadi Sely kembali ke ruangan yang gelap, Sely segera beraksi dengan mengecoh penjaga di depan, lalu mencuri kunci ruangan itu. Sely harus membuka ruangan gelap yang saat ini ditempati oleh Marissa sebelum Darius kembali.

"Apa Sely mengkhianatiku? Dia tidak melakukan semuanya sesuai dengan rencana kita?" Marissa mulai berpikir demikian. Ia tidak bisa membayangkan jika itu benar.

"Aishh! Bagaimana ini?" Marissa pun menunduk, lalu melihat ke luar ruang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 218 Ibu tidak Bertanggung Jawab

    Selama beberapa detik berada di dalam lift, Marissa merasa itu sangat lama, rasanya seperti berjam-jam. Tekanan dari tatapan orang yang ada di belakangnya begitu berat, membuat seluruh tubuhnya bergetar. Belahan punggung dari gaunnya yang cukup terbuka itu membuat Marissa kedinginan. Aura pria itu benar-benar sangat kuat, membuat Marissa tidak bisa bernapas dengan bebas. "Ehem ...." Tiba-tiba pria di belakangnya berdehem. Marissa hanya terdiam sambil terus meremas gaun bagian depannya, tidak merespon sedikitpun suara pria itu. Ding! Pintu lift sudah tebuka di lantai dasar. Marissa yang sedari tadi ingin keluar, bergegas keluar sambil mengangkat gaun panjangnya agar dirinya bisa lebih mudah untuk berjalan. Tanpa menoleh ke belakang, Marissa terus berjalan sampai keluar dari gedung hotel tersebut. Di depan hotel itu sudah ada mobil hitam milik Zain yang sudah terparkir. Di samping mobil itu ada sopir yang tiba-tiba menyapa. "Nona! Silahkan!" Sopir itu membuka pintu baris kedua, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 217 Orang yang Dikenal

    Namun Marissa segera mencegahnya. Ia menarik tangan Zain sambil berkata, "Tidak usah! Michael sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya! Besok kami akan mencari sekola baru, jadi sekarang dia harus istirahat dengan baik!" Zain pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke apartemen Marissa. Ia menatap wanita di depannya dengan lembut, lalu menggenggam tangannya dengan erat. "Tapi, aku yang tidak tega meninggalkannya sendirian! Sedangkan kita pergi bersama ke acara jamuan makan malam!" balas Zain dengan pelan. Namun ia tidak akan memaksa jika Marissa tidak mengizinkan Zain membawa Michael. "Tidak apa-apa, di sini juga ada Fanny, kok! Michael tidak sendirian! Kalau sekarang dia tidak tidur, tentu aku akan mengajaknya!" "Emh, baiklah! Setelah makan, kita langsung pulang saja! Tidak perlu menunggu sampai acara selesai, karena itu bisa sampai larut malam!" "Enh, oke!" Marissa pun mengerti. Ia menganguk, tidak membahas hal itu lagi. "Ayo!" Zain menekuk satu tangan di pinggang, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 216 Kembali dengan Identitas Baru

    Dua hari kemudian, Zain benar-benar datang ke atap gedung rumah sakit sesuai permintaan Darius. Marissa, Darius, Mario, Fanny, juga beberapa dokter dan suster sudah siap pergi ke Kota K bersama bayi mungil yang masih lemah. Bayi itu akan dipindah ke rumah sakit yang ada di Kota K agar Darius bisa lebih leluasa menjenguk anak itu, karena ia masih harus bekerja. "Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?" tanya Zain pada penumpang di dalam pesawat. Mereka semua sudah duduk dan memakai sabuk pengamannya, serentak menjawab, "Siap!" "Okeh! Kita akan berangkat sekarang!" Setelah itu, Zain memberitahu pilot untuk segera menerbangkan pesawatnya ke Kota K. Mulai hari ini, Marissa akan meninggalkan Kota A, meninggalkan semua kenangan indahnya bersama Danendra. Tapi, walaupun dirinya pergi, Marissa tidak akan begitu saja membiarkan putri pertamanya terpisah darinya. Suatu hari nanti, ia akan kembali ke kota itu dan mengambil putrinya. *** 4 Tahun kemudian... "Mama, ayo cepat! Aku

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 215 Mempersiapkan Pemberangkatan

    Siang hari, Darius keluar dari rumah sakit setelah mencari informasi tentang bayi pertama Marissa yang dipindah ke rumah sakit lain oleh Ambar. Benar saja, semua yang diucapkan oleh dokter itu ternyata benar, mereka telah membawa bayi pertama Marissa pergi dari rumah sakit itu. Di dalam taksi, Darius duduk dengan gelisah sambil meremas kertas putih di dalam saku celananya. Kertas putih itu merupakan surat perceraian yang dititipkan Ambar pada Darius saat Marissa dibawa ke ruang persalinan. "Sayang, aku tidak menyangka, mertuamu ternyata selicik itu! Apa kau dulu menderita selama menjadi menantu keluarga Adipraja?" tanya Darius pada Lisa yang sudah meninggal. Pandangan matanya tertuju ke atas, melihat langit yang cerah melalui jendela di sampingnya. "Dulu aku sempat marah pada Tuhan karena mengambilmu begitu cepat sebelum kita merasakan indahnya kebahagiaan! Tapi sekarang aku sadar ... itu semua terjadi karena Tuhan begitu sayang padamu! Tidak ingin kau menderita seperti Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 214 Bayi Pertama Dipindahkan

    Di ruang persalinan yang masih ada dokter dan suster, Marissa menangis tersedu sambil memeluk bayinya yang lemah. Dokter sudah memvonis kalau bayinya sudah meninggal, tidak terdeteksi detak jantung dan adanya nyawa di dalam tubuh bayi mungil itu. "Sayang! Bangunlah! Ini Mama ... bangunlah! Jangan tinggalin Mama ...." Marissa terus menangis sambil memeluk bayi 1,2 kg itu yang masih diawasi oleh dokter. Suara dan ucapannya penuh dengan kepiluan. Marissa merasakan dunianya kembali hancur. Cahaya yang baru saja akan muncul, kini kembali tenggelam. Ia tidak bisa menahan kesedihannya memikirkan bayi kedua yang berjenis kelamin laki-laki harus meninggal beberapa detik setelah dilahirkan. Bayi pertama sudah dipindah ke ruang NICU, sedangkan bayi kedua masih ada di pelukan Marissa. Mungkin sebentar lagi bayi itu harus segera dimakamkan. Dokter dan suster pun tidak mengganggu ibu yang sedang berbicara dengan putranya. Mereka membiarkan Marissa bersama bayi itu sebelum nanti akhirnya ber

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 213 Prematur

    Pukul tujuh malam, di apartemennya, Danendra keluar dari kamar mandi dengan balutan jubah putih. Rambutnya masih setengah basah, tetesan airnya jatuh perlahan, sementara tangannya sibuk menggosoknya dengan handuk kecil hingga agak mengering. Setelah berendam air hangat beberapa menit, rasa lelah yang tadi menguasai tubuhnya perlahan menghilang. Pikirannya yang semula kusut kini mulai terasa lebih ringan. Hangatnya air yang mengalir dari kepala hingga ujung kaki benar-benar memberinya ketenangan. Tiba-tiba, ponsel di atas nakas samping tempat tidur berdering. Nama ibunya muncul di layar. Danendra segera mengangkat panggilan itu sambil melangkah menuju balkon. “Sekarang Mama ada di rumah sakit? Untuk apa? Siapa yang memberi tahu Mama kalau Marissa dirawat di sana?” tanyanya heran. Ia benar-benar tidak mengerti. Tiba-tiba saja ibunya menyuruhnya datang ke rumah sakit—dan mengatakan kalau Marissa akan melahirkan. Bagaimana mungkin? Bukankah usia kandungannya belum cukup untuk pers

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 184 Gelas Pecah

    Padahal, Danendra sendiri tahu itu dari ibunya. Foto itu dikirim oleh temannya yang juga ikut menghadiri acara tersebut. "Sudahlah! Jangan dipikirkan lagi! Kalau memang tidak melakukannya, kenapa harus marah? Aku pun tidak apa-apa, kan? Masalah Mama, jangan didengarkan! Abaikan saja! Nanti juga Ma

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 178 Menemui Mario

    Pukul dua belas siang, di rumah keluarga Adipraja, Marissa sudah mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rapi. Rambut panjangnya diikat ke atas, dan wajahnya dirias sedikit agar nampak lebih cantik dan segar. Dari nakas yang ada di samping tempat tidur, terdengar nada dering dari ponselnya.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 170 Sely Pembunuh

    Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam. "Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas. Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di dep

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 186 Tidak Mengganggu Marissa

    Di depan rumah Fanny, Marissa turun dari dalam taksi sambil memegang kunci rumah. Ia masih berdiri di samping taksi sambil melihat Fanny yang masih ada di dalam taksi. "Apa kau yakin mau pergi menemui Ethan? Aku sedikit khawatir! Lebih baik, aku ikut denganmu!" Marissa ragu dengan hal itu. Ia p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status