Compartir

69. Sebuah Jawaban

Autor: Intans Ranum
last update Fecha de publicación: 2025-04-24 14:56:16

Beberapa bulan kemudian

“Jadi, kenapa kamu masih aja terlambat?”

Zehra senyum tertahan atas sambutan Javas padanya yang terkesan sinis. “Aku… itu karena aku agak kesulitan dapat taxi onlinenya.”

“Oh, ya? Bukannya karena kamu abis bertemu dengan teman kencanmu itu?”

Zehra mengerjapkan matanya dua kali, ingatannya berputar saat ia kepergok sedang makan berdua di restoran mall oleh Elkan, salah satu sahabat Javas, dan tentu saja itu ia ia lakukan saat Javas tengah keluar kota dan menarik napas seb
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Kontrak Cassanova   77. Happy Ending

    Tok…tok…“Apa?” “Kenapa pintunya kamu kunci?”“Ya, karena aku mau pake kamar mandinya, aku yang lebih dulu masuk, ok!” seru Zehra menutup pintunya lagi yang ditahan kembali oleh Javas yang langsung menerobos masuk.“Dan harus berapa kali kubilang, jangan pernah kunci kamar mandi ini, aku nggak suka!”“Karena kamu selalu masuk seperti sekarang! Aku butuh privasi, Jav!”“Aku bahkan sudah sering melihat tubuh polosmu, apa lagi yang mau kamu jaga privasinya, hmmm?”Zehra hanya terdiam pasrah, membiarkan Javas bercampur dengannya di kamar mandi yang sama dengan pintu tertutup.***Suara kasur yang melesak dan tubuh bergeser merapat ke belakang tubuh, membangunkan Zehra dari tidurnya. Kedua lengan Javas memeluknya dari belakang, dan satu kecupan mendarat di pelipisnya sebelum pria itu menenggelamkan wajah di helaian rambutnya. "Kau sudah bangun?" Javas kembali mengangkat kepalanya ketika merasakan tubuh Zehra yang berguling menghadapnya. Zehra dengan wajah ngantuknya melengkungkan seulas

  • Terjerat Kontrak Cassanova   76. Hari H

    Javas menggenggam tangan Zehra saat tak kunjung dijawab, semakin mengeratkan sebab tangan Zehra begitu dingin. "Ayo masuk ke mobil!" "Sebentar Javas. Aku harus mengatakannya sekarang," ucap Zehra seraya menelan saliva dengan begitu susah payah. "Kita bisa membicarakan segala hal di dalam mobil. Harusnya kamu bilang kalau kamu kedinginan, Ayo!" "Apa kamu sungguh-sungguh ingin menikah denganku?" Zehra tak bisa menahannya lebih lama lagi, kalau tidak dia tak akan mengatakannya sama sekali. "Jika aku tidak menginginkan pernikahan, mana mungkin aku melamarmu," balas Javas jengkel. "Kamu yakin ini bukan hanya obsesimu semata? Aku takut suatu hari kamu terbangun dan menyadari bahwa bukan aku wanita yang kamu inginkan, atau lebih parah lagi, kamu menyadari bahwa kehidupan pernikahan yang kaku, yang memaksamu terus berada di rumah setiap malam ternyata tidak cocok dengan gaya hidupmu. Jika kita menikah, kita akan hidup bersama, kita akan saling mencampuri urusan masing-masing Dan saat itu

  • Terjerat Kontrak Cassanova   75. Isi Hati

    “Jav!”Erang Zehra saat miliknya mulai dimasuki disusul Tubuhnya yang bergetar hebat, tubuh Javas sendiri juga terlihat tegang dan wajahnya mengernyit seperti orang kesakitan sedangkan bibirnya mengeluarkan suara geraman nikmat. Javas langsung bergerak ketika miliknya memenuhi milik Zehra yang langsung melengkungkan punggungnya karena kenikmatan. Bibir Javas mendesahkan nama Zehra dengan serak dan tanpa henti lalu tersenyum puas melihat Zehra terlihat sama. Beberapa kali Kepala Zehra terangkat dan menggeleng saat bibirnya menjerit akibat sodokan Javas yang makin lama makin kuat dan cepat. Tangannya mencengkeram sprei yang sudah terlepas dan kini terlihat sangat berantakan. Rambut Zehra sudah basah oleh peluh keringat, tubuhnya licin dan berkilat, menjadi bahan bakar bagi Javas yang terus bergerak meski Zehra sedang mendapat kenikmatan dan orgasme yang diberikan olehnya.Javas berhasil melucuti mentalnya dalam hitungan detik. Pada akhirnya, pria itu berhasil mendapatkan pelepasan di d

  • Terjerat Kontrak Cassanova   74. Tertawan Nikmat

    “Dan aku mau!” tandas Javas mencengkram lengan atas Zehra, menariknya ke arah ranjang, namun segera dapat penolakan dari Zehra yang memberontak tak tentu arah. Kekuatan jantan Javaslah yang membuat ia tertahan."Sayang" Bibir Javas kini berada di dekat telinga Zehra. Membisikkan kata dengan sangat sensual. "Aku merindukanmu." "Jangan...." Zehra memejamkan mata. Jelang malam yang hujan dan dingin, suasana sepi, tubuh Javas yang kokoh dan luapan emosi yang telah lelah dibendung membuat gadis itu kewalahan. "Jangan lakukan ini, Jav! Atau aku akan teriak!" Penolakan Zehra berubah menjadi erangan saat tangan Javas menangkup dadanya di balik seragam. "Aku merindukanmu, kembalilah padaku." Ucapan Javas seperti sebuah alarm. Zehra berbalik, berusaha menjauh, tapi jemari kokoh lelaki itu menahan pinggangnya. "Nggak. Kita sudah selesai!" "Kita nggak pernah selesai. Jika sudah selesai, kamu nggak akan mendatangiku dan menerima sentuhanku, di apartemenku, apartemen kita!" "Aku… aku cuma mau

  • Terjerat Kontrak Cassanova   73. Pertemuan Tak Terduga

    Ricky tidak bergeming, dia hanya lurus menatap Javas yang juga memandangnya tanpa emosi yang bisa ditebaknya. Sejenak dia mengalihkan matanya ke Theo lalu kembali ke Javas. "Langsung saja, untuk orang yang sesibuk anda pasti ada sesuatu yang terlampau penting, jadi apa yang anda inginkan?” ujar Ricky setelah berhasil digiring oleh Theo dengan dalih akan menawarkan projek sebagai brand ambassador produk susu pria di pusat kebugaran langganannya.Javas meletakkan map merah yang berisi surat kesepakatannya dengan Zehra. “Apa kamu tahu apa isi map ini? "Zehra sempat bercerita denganku tentang surat kesepakatan yang mengikatnya padaku.” Ricky menyeringai penuh kemenangan karena membuat Javas cemburu akan keterbukaan Zehra dengan dirinya.“Aku sempat marah dan kecewa padanya namun pada akhirnya aku memilih memaklumi keputusannya, walau bagaimanapun ia begitu mencintai ayahnya meski ia terluka parah karena ayahnya. Maka dari itu aku tetap akan menikahinya. Yang membuatku terusik, perjanjia

  • Terjerat Kontrak Cassanova   72. Rencana Zehra

    Zehra merintih kesakitan setiap Ricky menciumnya demi menutupi bekas Javas yang menimbulkan ruam kemerahan di kulinya. Pria itu benar-benar kalap menggerayangi seluruh permukaan tubuh Zehra. Tarikan napas puas Ricky terdengar jelas setelah tarikan dia berhasil menyatukan dirinya dengan Zehra. Bertahun-tahun dia menunggu momen ini, momen dimana Zehra berbaring pasrah di bawahnya dengan kaki terbuka, momen saat dia berada di dalam Zehra, berkeringat bersama, saling bercumbu, saling menggerayangi, dan saling menikmati demi kepuasan bercinta. Ricky diam merasakan sensasi yang lama dirindukannya. Saat ini tidak ada saling, hanya dia seorang yang akan mencapai kepuasan itu. Sesering apa pun dia mencoba dan mengecap wanita lain, ternyata tidak ada yang senikmat Zehra, mungkin karena selama ini Zehra adalah wanita yang ia cintai sekaligus wanita yang menolaknya untuk dibawa ke ranjang, dan sensasi itu luar biasa.Seks itu subjektif. Tergantung bagaimana individu menilai pasangannya. Sensasi

  • Terjerat Kontrak Cassanova   50. Mengeluarkan Uneg-uneg

    Butuh beberapa detik bagi Gista untuk bisa menjawabnya, “Entah berapa kali gue pertanyakan hal yang sama ke diri gue sendiri…dan semuanya terjadi begitu aja, gue sama mas Eno udah backstreet selama dua tahun, Ra. Lo tahu itu!”“Dan bukan berarti jalan yang akan kalian lalui kedepan adalah jalan yang

  • Terjerat Kontrak Cassanova   48. Diintimidasi

    “Kamu yakin sudah dihukum?” Dengan sebelah tangan yang bebas, Javas menarik pinggang Zehra hingga menabrak tubuhnya.“Kalau itu bisa buat kamu nggak mempermasalahkan hal ini lagi, aku siap."Jawaban Zehra membuat Javas menambahkan tekanan pada rahangnya, membuat Zehra mengaduh lirih, “Dan apa?! Kamu a

  • Terjerat Kontrak Cassanova   47. Sebuah Pelampiasan

    “Diam! Atau aku akan memperkosa kamu disini, mau kamu?”Seketika Zehra bungkam, perasaan takut menjalar di seluruh tubuhnya setelah mendapatkan tatapan tajam disertai ancaman bernada tinggi dari Javas. Ia melarikan pandangannya ke arah samping menatap jalanan yang terasa dipacu lebih cepat di matanya

  • Terjerat Kontrak Cassanova   46. Terpergok Selingkuh

    “Zehra,”“Ya?”“Makasih ya buat hari ini, dan besok aku jemput kamu disini jam sembilan, ya!”“Ok,” Zehra melepaskan safety belt, dan melangkah keluar dari mobil Ricky, hanya butuh beberapa langkah ia dipanggil kembali oleh Ricky membuatnya berhenti dan menoleh dengan senyuman yang tak pernah luntur

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status