مشاركة

Aku dan Jarrel

مؤلف: Rucaramia
last update آخر تحديث: 2026-02-18 22:00:28

“Well… Thank you. Sekarang tolong jawab saja pertanyaannya,” sahut pria itu, seringai menyebalkan masih terpampang nyata diwajahnya.

Sungguh, aku tidak akan pernah merasa sedikitpun terintimidasi oleh pertanyaannya yang sama sekali tidak berguna. Jika saja matanya itu tidak terlalu mempesona, aku pasti sudah mencoloknya dengan pena yang ada di saku kemejaku sekarang juga. Astaga, aku tidak bisa berkelit ketika aku menyadari seberapa besar pengaruh kedua mata pria itu terhadapku. Ia berhasil membuatku tidak nyaman, dan merasa … panas?

“Sekarang bisakah kita langsung bicarakan saja soal pekerjaan saja, Pak? Saya kemari bukan sebagai teman bicara tetapi sebagai asistenmu dan saya harus memastikan naskahmu cukup bagus dan selesai dalam batas waktu yang telah diberikan,” kataku yang mencoba mengalihkan pikiranku sendiri dan membawa pria itu langsung to the point terhadap topiknya. Senang rasanya bisa memberi tahu orang congkak itu bahwa aku disini semata-mata untuk urusan bisnis.

Ia mengangkat alis, tatapannya kini tertuju padaku dan memberikanku sebuah definisi akan sarkasme lewat gesture tubuhnya. “Oh pikirmu asistenku hanya bekerja seperti itu? Kalau sudah setuju dibayar tiga kali lipat mestinya kau cukup tahu diri dengan bersedia memasak untukku, membersihkan rumah, dan menghiburku saat aku sedang bosan. Bukankah itu yang dinamakan dengan pekerjaan seorang asisten?”

Aku hanya menatapnya dengan rasa yang kompleks. Namun yang paling dominan kurasakan adalah amarah dan juga terhina. Seluruh rasa itu bergemuruh di dalam lubuk hatiku. Sekarang aku tahu alasan kenapa ada banyak orang yang tidak betah bekerja dengannya, karena barangkali dia adalah sosok bajingan yang paling parah yang pernah hidup di dunia dan tidak bersikap seperti manusia normal pada umumnya.

“Berarti yang kau butuhkan adalah seorang pembantu dan bukan aku. Kalau itu yang kau mau dariku, aku pergi dari sini!” sahutku seraya menghentak kaki dengan keras untuk memperlihatkan seberapa marahnya aku saat diremehkan. Aku jadi tidak peduli lagi kalau-kalau Bu Soraya menggangguku soal si Jarrel sialan ini. Aku merasa masih bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain meskipun memang tidak sepadan dengan gaji yang bisa aku dapatkan dengan menjadi asisten pria gila ini. Aku bekerja sebagai asisten seorang penulis dan bukan untuk menjadi pembantu pribadi bagi mereka.

“Sialan!” aku bergumam seraya meraih kenop pintu, hendak membukanya ketika sebuah tangan besar tiba-tiba saja menahan pergerakan tubuhku dari belakang. Aku bisa merasakan kehadiran Jarrel yang memabukan dari belakang tubuhku. Aku memutar kepala untuk melotot kepadanya dan terkejut bukan kepalang ketika aku menyadari seberapa dekat wajahnya dengan wajahku. Ini terlalu dekat! Apa dia sudah gila dan otaknya tidak berfungsi dengan benar?

“Apa-apaan ini?!” sergahku emosi mencoba untuk melepaskan diri. Tetapi hasilnya malah semakin sulit bagiku untuk keluar dari jeratannya.

Ia melingkarkan tangannya di pinggangku dengan cara yang sungguh posesif bahkan seolah tidak mendengar teriakanku dia malah menarik diriku untuk lebih mendekat pada tubuhnya. Punggungku langsung membentur dadanya yang keras dan membuatku menggigil karena sesuatu yang sulit untuk dapat di jelaskan.

Pria ini dan maskulinitasnya membuatku tidak berkutik. Dia sungguh berbahaya. Bahkan hanya dalam waktu yang terbilang singkat dan entah bagaimana mulanya, Jarrel kemudian mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat lagi denganku sehingga kami benar-benar merapat satu sama lain, saat itulah pikiranku tiba-tiba saja keluar dari kepala. Apalagi ketika aku menyadari tangannya yang semula berada di pinggangku secara lembut dan perlahan-lahan mulai menelusuri diriku dan kini tepat berada di area pribadiku. Dia …

Oh tidak! mati aku!

Saat aku berpikir Jarrel benar-benar akan menyentuh area itu, rupanya pria itu malah menarik dan menyeretku untuk kembali ke ruang tamu. Apa udara di rumah ini membuat isi kepalaku mudah kotor? Kurasa begitu, karena sebelumnya aku bukan tipe perempuan yang gampang terdistraksi oleh hal-hal gila macam ini.

“Apa sih yang sedang kau perbuat? Lepaskan aku dasar bajingan! Ini pelecehan!” Aku memprotes apa yang ia lakukan sambil berusaha untuk melepaskan diri dan mencoba menjauh darinya sebisa mungkin.

Kulitnya yang telanjang membuatku merasa panas dan aroma yang menguar dari sana seolah memiliki daya pikat yang membuat kepalaku terasa pusing. Aku tidak menyukainya sama sekali, apalagi ketika menyadari bahwa aku nyaris terhipnotis oleh sesuatu yang sederhana semacam itu. Sungguh, ini pengalaman baru yang menyebalkan dibandingkan dengan apa pun juga.

Persetan!

“Ya, kupikir aku tidak bisa membiarkanmu pergi dengan begitu mudah untuk yang kedua kalinya setelah di upaya pertama kau kubiarkan lari. Kau adalah asistenku sekarang, dan kau akan membantuku suka atau pun tidak karena itu adalah perjanjiannya. Aku juga sudah keluar uang untuk merekrutmu,” sahut Jarrel seolah tidak ambil pusing atas seluruh pemberontakan yang aku lakukan. Ia malah dengan sangat mudah menyeret tubuhku bersamanya seolah aku hanyalah boneka kapas biasa yang bisa dia pindahkan sesuka hati dan tanpa daya sama sekali.

Begitu tiba di ruang tamu, tanpa tedeng aling-aling Jarrel melemparkan tubuhku ke atas sofa dengan kedua mata yang memandangku seolah aku adalah manusia paling rendah di muka bumi. Lengan berototnya bersilang di … sial! kenapa aku malah salah fokus dan berpikir bahwa dadanya yang bidang dan keras sangat menggoda keimanan dan bisa-bisanya aku menatapnya dengan pandangan lapar?

Aku memberengut pada orang itu, kesal dan marah jelas adalah ekspresi pertama yang bisa aku perlihatkan pada si pria sombong yang sedang berdiri setengah telanjang tanpa malu di hadapanku sekarang. Sebagian dari diriku ingin sekali menghajarnya. Karena jujur saja, biasanya memang itu adalah upaya pertama yang akan aku lakukan bila mana berhadapan dengan seorang pria kurang ajar di mana pun aku berada.

Tetapi untuk kasus ini, sebagian dari diriku seolah menahan diri agar tidak salah kaprah dan memberiku peringatan bahwa hal itu kurang bagus untuk dilakukan. Jarrel hanyalah tipe pria yang sepertinya tidak suka ditentang, jadi alih-alih memberontak maka aku memutuskan untuk menjadi anak baik bertipe damai dalam menghadapinya.

“Persetan! Aku sudah bilang kalau aku berhenti!” kataku pada akhirnya setengah berteriak.

Dia cuma menyeringai, matanya yang berwarna biru tampak dipenuhi dengan seluruh ketertarikan aneh yang tidak terdefinisi. “Tidak boleh berkata kasar, Manis. Kalau kau seperti itu terus aku bisa kehilangan kendali dan menyerangmu,” katanya yang membuatku seketika kaku. Lalu ia menatapku dengan serius setelahnya. “Aku juga sudah bilang padamu bahwa kau tidak bisa lari atau pun berhenti. Kau sudah menyetujui dan menandatangani kontraknya. Bersikaplah tahu diri karena kau sudah aku bayar.”

Aku hanya bisa melotot, berdebat dengan bajingan ini hanya buang waktu dan energi saja. Dia keras kepala dan aku bisa jamin bahwa tekadnya bahkan bisa jadi jauh lebih besar daripada yang aku miliki. Tetapi kontradiksi dari logikau tentangnya makin berbenturan. Semakin aku melihat dirinya dari sudut ini semakin membuatku berpikir bahwa ia pria yang seksi. Kedua matanya yang tajam bak elang dilengkapi dengan tubuh tinggi besar menambah estetika dari tubuh seorang pria dewasa. Dan Oh—tunggu! Apa yang baru saja aku pikirkan?

Merasa kalah dengan visual yang luar biasa darinya, aku menyilangkan kedua tanganku dan mengalihkan pandanganku dari tubuhnya. “Whatever,” sahutku.

Aku mungkin memang sudah ditakdirkan untuk bekerja dengannya meskipun hal ini akan membuatku setengah gila, tetapi segala sesuatu bukankah memang layak untuk dicoba?

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Kejutan Baru Lagi

    Kedua mata kontan terbelalak lebar karena terlalu terkejut atas apa yang baru saja terjadi. Segalanya begitu cepat hingga aku tak kuasa melakukan apapun untuk menghindar. Rasa dari bibirnya yang lembut menempel di bibirku berikut pula dengan seberapa besar kekuatannya yang berusaha melesak ke dalam mulutku. Lidahnya memasukiku dengan mudah, menjelajah, mengecap, terlalu membuai.Hal pertama yang muncul di dalam pikiranku adalah aku harus melarikan diri dari situasi ini, menjauh darinya sebisa mungkin dan bersembunyi. Tetapi sesungguhnya aku tidak mampu, ciumannya melumpuhkan seluruh anggota gerak tubuhku dalam sunyi. Aku hanya bisa diam dan membiarkan dia menciumi. Aku kehilangan ciuman pertama yang telah aku jaga selama ini. Demi Tuhan, aku sama sekali tidak menyangka ciuman pertamaku akan direnggut oleh bosku sendiri seperti ini. Situasi dimana kondisinya saja sekarang aku tidak punya pilihan selain dari pada merasakannya dengan berat hati.Meski memang ciuman itu awalanya dipaksaka

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   What The Hell?!

    Setelah kurang lebih dua puluh menit bolak balik naik turun tangga sambil membawa barang-barangku sendiri, akhirnya aku bisa bernapas lega lantaran berhasil membawa semuanya ke kamar yang diperuntukan pria gila itu untukku. Sejujurnya ruangan tersebut jauh lebih besar dari milikku dirumah ibu. Bahkan dilengkapi dengan interior dan furniture yang mirip dengan fasilitas bintang lima yang terlalu takut untuk aku impikan dahulu.Tiba-tiba saja aku merasa aneh dengan semua ini meski aku tahu betul bahwa aku seharusnya tidak merasa demikian. Namun faktanya danya sebuah dorongan kecil yang memaksaku mencipta senyuman. Sebuah ekspresi penuh kejujuran yang meski aku mencoba untuk tidak mengakui, tetapi jika dengan fasilitas begini aku bisa kerasan. Walau begitu, dengan rasa gengsi yang melebihi kejujuran. Aku masih punya sedikit sisa harga diri meski telah disogok gaji tiga kali lipat oleh si Jarrel yang mesum untuk tidak tergoda dengan semua yang pria itu berikan. Intinya adalah aku tidak bol

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Pemaksaan

    Apa?Apa yang baru saja di tanyakan?Aku tahu bahwa cepat atau lambat pria kurang ajar ini akan mengatakan sesuatu yang tidak etis. Tapi aku betul-betul tidak mengira bahwa ia akan mengatakannya terlalu cepat seolah itu adalah kata magnetis. Sungguh, rasanya ingin sekali aku menarik cangkir kopi yang baru saja aku letakan kemudian aku guyurkan benda panas itu ke muka tampan Jarrel yang saat ini malah nyengir tak jelas. Sejujunya aku sangat tidak ingin menjawab pertanyaannya, dan aku yakin tidak perlu. Lagi pula tidak ada alasan bagiku atas hal itu.Tapi…Jika pria ini tahu bahwa aku belum pernah tersentuh oleh pria mana pun, sudah jelas bagaimana girangnya muka ia nanti. Maka dibandingkan menjawabnya dengan jujur, aku lebih suka memberi dia pelototan demi harga diri. “Aku tidak perlu menjawab pertanyaan bodoh semacam itu,” sahutku sambil dengan cepat segera keluar dari ruang kerjanya. Aku bisa mendengar ia tertawa di dalam sana. Jenis tawa yang sama ketika ia mengolok-olok diriku dal

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Are You Virgin?

    “Berhenti bercanda!” sahutku sambil membeliakan mata, berharap ia berhenti mengatakan sesuatu yang tak pantas sebagai candaan. Namun anehnya, biar pun aku terus menatapnya dengan pandangan horror, Jarrel justru malah menatapku balik dengan sinar mata tertentu yang tidak dapat aku definisikan. Seolah dia super serius dengan apa yang ia katakan barusan.“Aku tidak bercanda,” sahutnya mantap dan lugas. Sialan betul!Oke, sepertinya ide soal bekerja satu bulan untuk mendapatkan 3 kali lipat gaji tidaklah sepadan. Akan lebih bijak bila aku keluar dari sini sekarang tanpa harus menyesel di masa depan. Apakah dia serius menyarankan aku melakukan hal-hal seperti itu untuk mendapatkan inspirasi? Bukankah hal itu malah memperlihatkan seberapa tidak bermoral dirinya, meskipun karya yang ia hasilkan memang selalu terdepan. Tidak peduli seberapa besar impact-nya, sebagai seorang penulis romansa populer yang waras melakukan hal-hal tak bermoral betulan. Rasanya terlalu… yah, tapi aku juga harus sa

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Pria Nakal

    Ia terkekeh begitu aku terlihat pasrah, tampaknya dia merasa menang banyak karena aku melebarkan bendera putih sebagai balasan. Ia menatapku dengan seringai penuh arti sebelum akhirnya ia menghilang dari ruang tamu menuju ke satu ruangan yang aku yakin adalah kamar tidur pribadinya. Aku sendiri tidak bergerak sama sekali dan hanya bisa memandang dari sudut ini sampai pintu ruangan itu tertutup sempurna. Sambil menghela napas berat, aku menyeka butiran keringat yang entah sejak kapan telah terbentuk di dahiku dengan tangan. Sekali lagi mencoba memaksakan kapasitas diri untuk tetap tenang.Oke, jadi aku rasa aku tidak punya pilihan selain menyelesaikan apa yang sudah aku mulai dan mencoba yang terbaik seperti biasanya. Aku disini untuk melakukan pekerjaanku dan bila suatu saat dia melakukan sesuatu yang tidak aku sukai aku bisa membunuhnya. Bukankah itu lebih simple dibandingkan harus drama sana sini?“Kau bisa melakukannya, Leiya!” ujarku pada diri sendiri sebagai bentuk afirmasi posit

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Aku dan Jarrel

    “Well… Thank you. Sekarang tolong jawab saja pertanyaannya,” sahut pria itu, seringai menyebalkan masih terpampang nyata diwajahnya.Sungguh, aku tidak akan pernah merasa sedikitpun terintimidasi oleh pertanyaannya yang sama sekali tidak berguna. Jika saja matanya itu tidak terlalu mempesona, aku pasti sudah mencoloknya dengan pena yang ada di saku kemejaku sekarang juga. Astaga, aku tidak bisa berkelit ketika aku menyadari seberapa besar pengaruh kedua mata pria itu terhadapku. Ia berhasil membuatku tidak nyaman, dan merasa … panas?“Sekarang bisakah kita langsung bicarakan saja soal pekerjaan saja, Pak? Saya kemari bukan sebagai teman bicara tetapi sebagai asistenmu dan saya harus memastikan naskahmu cukup bagus dan selesai dalam batas waktu yang telah diberikan,” kataku yang mencoba mengalihkan pikiranku sendiri dan membawa pria itu langsung to the point terhadap topiknya. Senang rasanya bisa memberi tahu orang congkak itu bahwa aku disini semata-mata untuk urusan bisnis.Ia mengan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status